NovelToon NovelToon
I'M Not Gay

I'M Not Gay

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Sejak lahir, Varren Kaelor tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Di balik wajah tampan yang dikagumi banyak orang, tersembunyi sebuah rahasia yang bahkan tidak boleh ia akui pada dirinya sendiri. Setiap langkah, setiap senyum, bahkan setiap hubungan yang ia jalani hanyalah bagian dari sandiwara yang dipaksakan oleh seseorang.

Ketika harus memasuki sekolah paling bergengsi di negeri itu, Varren yakin ia hanya perlu bertahan seperti biasanya.

Namun, semuanya berubah saat seseorang mulai menembus tembok yang selama ini ia bangun.

Semakin dekat orang itu, semakin sulit Varren membedakan mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tidak seharusnya pernah tumbuh.

Lalu... apa yang sebenarnya disembunyikan oleh keluarga Kaelor?


"Aku tidak takut jika dunia membenciku. Aku hanya takut... saat dunia mengetahui siapa diriku sebenarnya." — Varren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Kandang Iblish...

Suara dentuman keras musik semakin mereda menyisakan cahaya yang menerangi menampilkan orang-orang yang asing di mata Varren. Rata-rata mereka menggunakan pakaian yang kasual namun benar-benar terlihat aura yang berbeda dari mereka—aura para penjahat.

Di luar dari yang Varren pikirkan selama ini tentang mafia, mafia sesungguhnya lebih menyeramkan dari yang diketahui. Jangankan untuk menatap lama, ditatap saja oleh mereka Varren merasa ada tekanan untuk dirinya.

Apalagi mereka tidak ada yang terlalu tampan. Kebanyakan dari mereka berwajah sangar dan angkuh.

Varren melirik Haikal dan Hiro di sebelahnya yang duduk kalem sembari meminum wine milik mereka.

"Apakah sekarang anggota Black yang terkenal sangat mematikan juga menerima anggota perempuan? Laki-laki setengah perempuan?" suara ejekan mengalihkan atensi Varren dan teman-temannya.

Yang dibicarakan Varren?

Pria dengan tubuh kekar dan wajah sangat menatap Varren penuh dengan kilat ambisi. Varren yang ditatap begitu bergidik ngeri. Ini manusia tidak bermoral dari mana???

"Dia laki-laki pak. Jangan menggangu anggota inti baruku. Takutnya dia tidak nyaman." jelas Alvino mendekati lelaki yang ingin mendekati Varren dan mengajukan diri untuk menahannya. Ia melirik Varren untuk menjauh.

Varren paham segera mundur dan duduk di dekat Haikal yang terlihat tenang. Haikal melihat lelaki yang menyapa Varren tadi tenang.

"Dia Pak Sugiono, mafia paling bringas yang diincar sama polisi. Dia punya pasukan terorisme dan radikal Ren." bisik Hiro pada Varren.

Varren mendengarnya tertegun. Ini pertama kali ia bertemu dengan teroris asli. "Alasannya apa?" tanya Varren.

Hiro menggeleng. "Gue nggak terlalu yakin sih sama alasan yang dia beberin. Tapi yang pasti dia itu salah satu yang harus loe hindarin." jelasnya menepuk pundak Varren.

"Pasukan dia merata di dunia, bukan hanya di Indonesia aja." tegasnya lagi.

Haikal menatap Hiro malas. "Nggak usah berlebihan." tegasnya.

Hiro yang dikatakan Haikal begitu memutar bola mata malas. "Gue ngomong fakta yah. Memang gitu." ujar Hiro tidak mau disalahkan. Varren melirik lagi Pak Sugiono yang dibicarakan tadi.

Tatapan keduanya bertemu dan Alvino yang mengetahui itu menatap Pak Sugiono dengan tenang. "Dia anggota baru kami dan dia laki-laki, jadi jangan ganggu dia." tegas Alvino tidak lagi berbasa-basi pada Pak Sugiono.

Pak Sugiono menatap Alvino dan Varren tersenyum miring. "Jika dia laki-laki memangnya kenapa? Memang aku bertanya jenis kelaminnya?" tanyanya terkehek.

Alvino yang dijawab begitu terlihat linglung. Sebab jawaban dari Pak Sugiono memiliki dua arti. Satu, Pak Sugiono tidak peduli jika Varren laki-laki atau perempuan, dia akan tetap suka dan menargetkan Varren. Atau dua, dia tidak mau tahu Varren laki-laki atau perempuan jadi tidak usah dijelaskan begitu jelas. Alvino berdehem pelan. Berharap pilihan terakhir yang dimaksud Pak Sugiono.

Pak Sugiono melangkah mengarah pada Varren. Varren hanya diam menatap Pak Sugiono tak minat.

"Halooo. Perkenalkan namaku Sugiono." ujarnya tersenyum miring.

Varren menatap lamban tangan Pak Sugiono, terlihat ada bekas luka di bagian pergelangan tangan, dihitung ada lima garis yang teratur. Varren menerima uluran tangan Pak Sugiono tenang.

"Ken." jelas Varren. Tak minat untuk mengatakan nama aslinya.

Samar-samar tangan Varren dielus membuat Varren melebarkan mata menatapnya tak suka. Pak Sugiono mengedipkan mata melepaskan tangan Varren yang ditarik paksa oleh sang tuan. "Lembut sekali." jelasnya dan menjilat tangannya sensual usai menyenyuhkan tangan Varren.

Varren mengernyit jijik melihatnya, terasa dilecehkan secara tidak langsung. "Anda tidak waras?" tanya Varren mendelik tak suka. Pak Sugiono menatapnya dengan tatapan cemoh.

"Ken..!" tegasnya Hiro melebarkan mata mendengar jawaban Varren yang terdengar berani.

Varren memutar bola mata jengah. "Hanya orang gila yang berperilaku begitu tuan. Saya laki-laki dan anda berujar begitu seolah-olah nafsu terhadap saya. Maaf saya normal, jadi jaga sikap anda." jelas Varren dengan tegas. Hiro semakin melebarkan mata.

Alvino mendekati Pak Sugiono dan berdehem pelan. Tapi Pak Sugiono mengangkat tangannya tak ingin dibantah atau bahkan diajak bicara.

"Wah anak baru ini sangat berani rupanya." gumam Pak Sugiono kepada Alvino. Alvino nyaris ingin menghilang mendengar ucapan Pak Sugiono yang terlihat tertarik pada Varren.

Varren di sana mengangguk pelan. "Sebenarnya saya tidak terlalu berani jika anda tidak memulai kesalahan pak." tegasnya.

Alvino menatap Varren dengan tatapan memperingati. Varren hanya santai tak menanggapinya.

Plas.

Varren melebarkan mata tiba-tiba suara peluru yang melesat dan menembus sofa di belakangnya. Bahkan angin terasa panas melintas lehernya.

Pras pras.

Varren terkaget melihat gelas di atas mejanya terpecah ruah membuat minumannya tumpah di mana-mana. Varren menatap arah tembakan yang terarah padanya, tapi di ruangan ini tidak terlihat siapa yang mencurigakan, hanya tatapan datar menetap mereka penuh minat.

Haikal dan Hiro segera mundur dan menyelamatkan diri. Alvino di sana melebarkan mata menatap Varren yang duduk tenang di posisinya.

Pak Sugiono menatap Varren dengan tatapan peringatan. Siapa bilang Varren tidak takut? Varren takut, hanya saja Varren ini egois, tidak akan pernah menunjukkan kelemahan atau ketakutannya pada siapapun, apalagi pada lawannya seperti Pak Sugiono.

"Pak. Anda keterlaluan. Ini di dalam pertemuan, tidak seharusnya anda mengancam pihak kami. Ini artinya bapak sudah menyalahi aturan kita." tegas Alvino merasa Varren terancam di posisinya. Bisa saja mereka membuat hal demikian untuk mengancam Varren.

Pak Sugiono tersenyum miring. "Saya hanya mengingatkan. Anak baru harus menjaga lisannya. Kali ini dia selamat karena saya tahu dia anak baru, tapi untuk ke depannya jika dia melakukan kesalahan lagi, saya pastikan mulutnya yang manis itu ku beri kepada anjing." tegasnya.

Heh pak tua! Sejak kapan yang dilecehkan disalahkan???

Varren mendengarnya hendak menjawab tapi telah ditutup oleh Haikal. Haikal menutup erat mulut Varren membuat Varren memejamkan mata kesal. Memang di mana salah Varren?

Mengatakan kebenarannya? Hanya karena berkata dia busuk dan gila? Dia memang gila. Mana ada manusia normal menyukai sesama jenis padahal dia sudah tua.

Harusnya Pak Sugiono memperbanyak amal dalam hidupnya.

"Aku akan mendisiplinkan dia." tegas Alvino. Pak Sugiono berdehem dan segera menjauh.

Varren melepaskan tangan Haikal dari mulutnya dan melihat Haikal jengah. Haikal menatap Varren dingin. "Varren. Kamu bisa melakukan keberanian di luar sana tapi tidak di kandang iblis. Kamu tidak akan pernah tahu bahayanya mereka." tegas Haikal tegas.

Varren mendengarnya diam. Benar juga. Sebenarnya emosi dan keegoannya yang tidak mau kalah membuat dirinya bersikap gegabah di kandang orang. Padahal itu bisa membuat dirinya dalam bahaya.

Haikal menepuk pundak Varren. "Bersikaplah menjadi pecundang, sebab manusia munafik lebih banyak menang ketimbang manusia banyak bicara." tegasnya lagi penuh ketenangan.

"Kali ini gue bisa lindungin loe. Tapi nggak buat berikutnya Varren." tegas Alvino mulai menduduki lagi kursi menatap Varren tajam dan mengingatkan.

Varren diam saja di tempatnya dan mencoba paham. Dirinya memang salah kali ini kah???

Tatapan Varren melirik Pak Sugiono yang menatapnya dengan sorot menyayat. Varren tersenyum miring dibuatnya.

"Varren.." tegas Hiro mendapati Varren yang menantang Pak Sugiono lewat tatapan.

"Menatap orangnya juga nggak boleh?" tanya Varren kepada Hiro yang terlihat marah dan kesal padanya.

"Terakhir yang cari masalah sama Pak Sugiono ditemukan cuma kepalanya doang, sedangkan badannya buat dikasih sama buaya. Varren, Pak Sugiono itu musuhnya bukan lagi orang kayak kita, tapi intel kelas internasional." jelasnya tegas pada Varren.

Iya, Pak Sugiono bukan musuh yang tepat, tapi partner yang handal.

Varren butuh manusia-manusia hebat dan ditakuti oleh orang lain. Varren rasa memanfaatkan hal ini untuk dirinya juga bagus kan?

Bersambung...

1
Anime aikō-kā
p
Alia Chans: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
total 3 replies
ẜᮦ࿆ᷗhimboy
semangat
Alia Chans: Thank you kk/Smile//Smile/
total 1 replies
Nelson Sihombing
berarti dia gk cewek? atau gk cowok?
Alia Chans: Gak tau lupa gw🤭🤭
total 1 replies
Kak Umi
Jangan lupa baca cerita aku juga ya 🙏🙏😍😍
Kak Umi
Cerita asyik dan enak untuk dibaca
Kak Umi
Ikut baca ya😍😍
Alia Chans: makasih kk dah mampir. semoga suka ya😉
total 1 replies
𝑊𝑎𝑤𝑎ᵃᵈʳⁱᵃⁿ
menurut ku diam bukan cara penyelesaian trbaik
_r: kak baca novel ku juga dong, judul nya tower of souls
total 2 replies
Nemicca˃ 𖥦 ˂
seru banget sukak
Nemicca˃ 𖥦 ˂: hehe pasti lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!