NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aneh

Saat Satria tengah menahan dirinya yang terkagum-kagum dengan paras cantik Mirra, tiba-tiba saja Mirra beranjak dari duduknya. "Kak, gue duluan ya, udah sampe..." Mirra berlalu begitu saja saat busway sudah mulai menepi di halte dekat kompleks rumah Mirra.

"Ah...i...ya...." Jawab Satria. "padahal gue masih mau ngobrol, dan harus nya tadi gue minta nomor hp nya." Gumam nya yang menyayangkan kesempatan emas yang sempat dimilikinya. " Yaudahlah, masih ada hari esok." Lanjutnya.

Kini Mirra sudah turun dari bus, dia berjalan menuju rumahnya, dan setalah sampai di rumahnya, Mirra langsung meraih ponselnya.

'Halo ma...mama nanti pulang jam berapa?'

'Halo sayang, mama kayaknya bakal pulang malem, kamu udah di rumah?'

' Iya ma, baru aja sampe.'

' Mama tinggalin lauk di kulkas, kamu tinggal panasin aja, trus jangan kemana-mana ya..di rumah aja, kalau mau main ke tempat temen kamu jangan pulang malem-malem, minimal jam delapan udah pulang, nanti kalau mau tidur jangan lupa kunci pintunya ya...'

' Iya mamaaaaa...mama tenang aja, aku ini mau langsung mandi terus makan, abis itu lanjut belajar, jadi aku nggak bakal ada waktu buat main.'

'Oke sayang...inget pesen mama ya...kamu harus fokus sama sekolah kamu, jangan mikirin cowok dulu apalagi pacar-pacaran, mama nggak mau kamu jadi kaya mama.'.

'Iya maaaa...udah ah, aku mau mandi, bye ma...'

' Bye sayang...'

Mirra pun langsung mengakhiri panggilan telfon tersebut. dia sedikit tersenyum lalu setelah itu Mirra pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai dua rumah nya.

*****

Sebenarnya, penyebab ibu nya Mirra menjadi janda karena dia menikah muda di usianya yang terbilang masih belia, saat lulus SMA, cinta nya semakin menggebu-gebu dan ibu nya Mirra memutuskan untuk menikah muda, lalu saat ibu nya Mirra hamil Mirra, ayah dari Mirra tiba-tiba saja pergi meninggalkan ibu Mirra, dengan alasan jika dirinya ingin melanjutkan sekolahnya yang tertunda, bahkan kedua orang tuanya juga mendukung, dan kedua orang tua ibu Mirra tidak bisa berbuat apa-apa karena saat itu orang tua ayah Mirra adalah orang yang berada dan memiliki kekuasaan, sementara orang tua dari ibu Mirra, mereka hanyalah orang tua biasa, dan kerena hal itulah ibu Mirra selalu mewanti-wanti anak semata wayangnya itu agar fokus pada sekolahnya dan dia tidak mengizinkan Mirra untuk berpacaran sampai Mirra lulus sekolah nanti.

*****

Keesokan harinya...

"Mama belum berangkat ke kedai?" Tanya Mirra sambil menuruni anak tangga.

" Belum sayang, paling bentar lagi, kamu mau mama anter sekalian ke sekolah? "

"Boleh ma..." Mirra pun mulai menyantap roti tawar dengan selai coklat kesukaannya, dan setalah itu dia juga meneguk susu yang sudah mama nya siapkan untuk nya.

"Mama ke mobil duluan ya, mau manasin mobil dulu, kamu kalau udah selesai sarapan, langsung ke mobil aja."

"Oke ma..."

Dan setelah menyelesaikan sarapannya, Mirra pun langsung ke mobil mama nya. Lalu mama nya dengan segera mengantar Mirra ke sekolahnya.

"Bye sayang..."

"Bye ma..."

Setelah melihat mobil mama nya yang sudah meninggalkan pintu gerbang sekolah nya, Mirra dengan segera mulai masuk ke dalam halaman sekolahnya, dan pada saat itu, tiba-tiba saja, Ajun yang memang baru sampai itupun langsung menghampiri Mirra.

"Hai..."Sapa Ajun yang membuat Mirra sedikit terlihat heran.

"Ha...hai..." Mirra terbata.

"Lo tadi di anter siapa? Pacar?" Tanya Ajun sambil terus berjalan di sebelah Mirra.

Mirra menggelengkan kepalanya." Bukan kak..."

"Ah, oh ya...kenalin, gue Ajun, nama lo siapa?" Ajun pun mengulurkan tangannya pada Mirra tanpa basa-basi lagi.

"Gue Mirra kak."

"Lo kenal Satria?" Dan setelah Mirra menjabat tangannya dan memberitahu siapa namanya, Ajun pun langsung saja menanyakan soal Satria kepada Mirra agar rasa penasarannya hilang.

"Iya gue kenal, kenapa kak?"

"Sesuai dugaan, nggak...nggak apa-apa...cuma mau nanya aja, soalnya dia temen sekelas gue. "

"Oh...apa kak Satria cerita tentang gue ke lo kak?" Mirra sedikit curiga jika mungkin saja Satria menceritakan beberapa hal tentang dirinya ke teman-teman nya.

Ajun menggeleng dengan sangat pasti." Nggak dia nggak bakal ceritain tentang lo ke gue, apalagi ngenalin lo, dan emang...gue cuma pengen nanya aja, buat basa-basi, dan ternyata lo kenal Satria." Tepisnya beralasan.

"Oh gitu..."

"Iya...betewe, nanti pulang sama siapa?"

"Sendiri kak, naik busway."

"Kebetulan banget gue bawa motor, bareng gue aja mau nggak?" Tawar nya.

Mirra sedikit tersenyum simpul sambil sedikit menyipitkan kedua matanya. "Maaf kak, gue pulang sendiri aja."

"Kenapa? Lumayan irit ongkos, apa lo takut sama gue? Tenang-tenang, gue bukan cowok breng*sek kok, gue cowok baek-baek. "

" Bukan gitu, cuma gue emang nyaman aja pulang sendiri."

"Pasti aneh ya gue ngajak lo pulang bareng tiba-tiba?" Tanya Ajun kemudian.

'Itu lo tau, pake masih nanya...' Batin Mirra.

"Bukan gitu kak...pokok nya intinya gue lebih nyaman pulang sendiri, makasih ya kak, karena lo udah punya niatan baik." Jawabnya.

"Oke deh, gue nggak akan maksa, tapi kapan-kapan mau lah pulang bareng gue, ya?" Ajun masih berusaha.

"Ntar gue pikir-pikir lagi kak, udah ya, gue mau masuk ke kelas."

"Oke..."

Untung saja Mirra dengan segera sampai kelasnya, sehingga dia bisa dengan mudah menyudahi obrolan nya dengan Ajun yang membuatnya merasa sedikit tidak nyaman itu.

"Huhhh, masih pagi padahal, udah di sambut sama kakak kelas aneh lagi aja gue." Keluhnya lalu menaruh tasnya di samping bangkunya.

"Siapa? Cowok? Apa cewek kakak kelasnya?" Tanya Jeje dengan tiba-tiba dari belakang Mirra.

"Astaga, lo ngagetin gue aja, untung nggak gue geplak lo Je." Mirra yang terkejut pun mulai mengomel dan tidak menjawab pertanyaan Jeje, lalu Jeje dengan segera duduk di bangku belakang Mirra.

"Sorry, lagian gue kepo...hehehe..."

"Nggak usah kepo, masih pagi, urusin aja urusan lo."

"Gitu amat Mirr, pasti kakak kelasnya cowok ya? Kalo gue tebak, mungkin dia suka sama lo kali Mirr, secara lo kan cantik, pasti banyaklah yang suka sama lo, tapi nggak termasuk gue ya..." Jeje sengaja berkata jika dia tidak termasuk dalam daftar pria yang menyukai Mirra karena Jeje ingin bisa lebih akrab dengan Mirra sama seperti dirinya yang sudah akrab dengan Raya.

Dan setelah mendengar apa yang baru saja Jeje katakan, Mirra pun langsung menoleh dan menatap Jeje dengan lekat.

"Lo serius?"

"Apanya?"

" Lo ngga suka sama gue?"

Lalu Jeje menggelengkan kepalanya." Pick me banget lo...hahaha, sorry , bercanda Mirr, ya nggak lah Mirr, emang setiap cowok yang ngajak lo ngobrol mereka udah pasti suka semua gitu sama lo? " Jeje menjawab pertanyaan dari Mirra dengan gelak tawanya.

Lalu Mirra pun mulai sedikit berpikir, Mirra memiliki pemikiran seperti itu bukan tanpa alasan, di sekolahnya yang lama, saat dirinya masih SMP, banyak sekali pria-pria yang mendekatinya lalu kemudian menyatakan perasaan kepadanya, dan karena hal itulah dia menganggap jika mungkin saja pria-pria yang mendekatinya juga memiliki perasaan kepadanya sama dengan pria-pria di sekolah lamanya saat SMP.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!