NovelToon NovelToon
Cinta Sang Ratu Bayangan

Cinta Sang Ratu Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:529
Nilai: 5
Nama Author: vier08

Elena, pembunuh bayaran terbaik dari Klan Bayangan, terpaksa menikahi Pangeran Arlon yang dikenal lemah demi sebuah misi rahasia. Rencananya sederhana, yaitu menyamar, selesaikan misi, lalu menghilang.

Namun, semua berubah saat serangan terjadi di malam pertama mereka. Elena tertegun melihat sang Pangeran Tak Berguna justru menghabisi musuh dengan tangan kosong secepat kilat.

Kini, keduanya terjebak dalam sandiwara besar. Di siang hari mereka adalah pasangan yang malang, namun di malam hari, mereka adalah duet maut paling mematikan.

"Kau dikirim untuk menjaga nyawaku, tapi kau justru mencuri hatiku. Jadi, jangan harap bisa pergi setelah ini. Aku akan melakukan apa pun, bahkan membakar istana ini, asal kau tetap menjadi milikku." _Arlon Belmont.

Di dunia di mana cinta lebih berbahaya daripada racun, sang Pangeran Kegelapan tidak akan membiarkan istrinya pergi begitu saja, bahkan jika dia harus membakar seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vier08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ENERGI YANG BERBEDA

Setelah drama mencuci kaki yang memalukan itu selesai, Arlon dan Elena kembali ke paviliun mereka, begitu pintu tertutup, Arlon langsung ambruk di lantai, namun kali ini bukan karena sakit, melainkan karena dia tertawa dengan sangat puas.

"Hahahaha...."

"Kamu lihat wajah Selena? Dia terlihat seperti ingin memakan kita hidup-hidup!" seru Arlon sambil tertawa keras.

"Itu baru permulaan, Arlon, mereka pasti akan menyerang lebih keras, kamu baru saja menunjukkan kalau kau adalah ancaman, bukan lagi sekadar sampah," ucap Elena, tersenyum miring.

"Aku tahu, tapi dengan kamu di sisiku, rasanya aku bisa meruntuhkan seluruh istana ini hanya dengan satu tangan ku," jawab Pangeran Arlon bangkit berdiri, dibantu oleh tangan Elena yang selalu siap siaga.

Tiba-tiba, Elena merasakan sesuatu yang aneh, indra pembunuhnya menangkap sebuah gerakan di atas atap paviliun mereka.

SRETT

Dengan cepat, Elena segera menarik Arlon ke belakang punggungnya dan mengeluarkan belati peraknya dalam sekejap.

Sring

"Siapa di sana?!" bentak Elena, suaranya tajam menusuk udara malam.

Sesosok pria berjubah hitam, pria yang sama dengan yang mengirim Elena ke sini, muncul di ambang jendela yang rusak, pria itu tidak masuk, hanya berdiri di sana dengan aura yang sangat misterius.

"Permainan yang bagus, Elena, tapi ingat, Ratu Selena baru saja memesan racun yang tidak memiliki bau maupun warna dari klan terlarang di utara," ucap pria itu dengan suara seraknya.

"Klan terlarang? Itu adalah racun jiwa, jika itu masuk ke tubuhku, sentuhan Elena pun mungkin tidak akan cukup untuk menahannya," ucap Pangeran Arlon, menegang.

Pria berjubah itu melemparkan sebuah botol kecil berisi cairan biru bening ke arah Elena.

"Minumkan ini padanya setiap malam, ini akan memberimu waktu lebih lama," ucap Pria Misterius itu sebelum dia pergi.

Sebelum Elena sempat bertanya lebih lanjut, pria itu menghilang ke dalam kegelapan hujan yang mulai turun lagi.

"Sepertinya bulan madu kita akan menjadi semakin sibuk, Pangeran," ucap Elena menatap botol itu, lalu menatap Arlon.

Arlon tersenyum miring, mendekati Elena dan menggenggam tangannya yang memegang botol itu.

"Selama aku masih bisa merasakan sentuhanmu, Elena, biarkan mereka mengirim seluruh racun di dunia ini, aku tidak akan mati sebelum melihatmu menjadi Ratu di istana ini," ucap Pangeran Arlon, menatap Elena lembut.

Deg

Jantung Elena tiba-tiba berdegup kencang, dia juga seperti merasakan sesuatu familiar

Di bawah guyuran hujan deras, dua orang yang terbuang itu kembali menyusun strategi. Perang yang sesungguhnya baru saja dimulai, dan kali ini, mereka tidak akan hanya sekadar bertahan, tapi akan mulai menyerang balik ke jantung musuh.

"Kau benar-benar akan meminumnya?" tanya Elena sambil mendekat.

"Tidak ada pilihan lain, Elena, walapun aku tidak tahu siapa pria misterius itu, tapi jika itu benar-benar racun jiwa dari klan utara, aku akan benar-benar mati dalam hitungan detik," jawab Arlon serius, meminum cairan itu.

Glek

"Rasanya dingin... seperti es yang menjalar ke jantung," gumam Arlon, pelan.

Elena terdiam sejenak, lalu dia teringat sesuatu.

"Arlon, kejadian di lapangan panahan tadi memberiku ide, kekuatanmu bukan hanya soal fisik, tapi soal seberapa dalam kontak kita terjadi, kan?" tanya Elena, menatap Pangeran Arlon.

"Apa yang sedang ada di otak kecil mu itu istriku?" tanya Arlon menatap Elena, dengan seringai nakal muncul di wajah pucat nyaa.

"Jangan mulai," jawab Elena memutar bola mata nya malas.

"Tadi, saat aku memelukmu dari belakang untuk membantu memanah, kekuatanmu meledak berkali-kali lipat dibanding saat kita hanya bergandengan tangan, kita perlu tahu batasanmu," ucap Elena, serius.

"Benar juga, aku tadi juga merasa ada tarikan kuat dalam diri aku," gumam Pangeran Arlon, pelan.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan, El?" tanya Pangeran Arlon, menatap Elena.

"Kita akan latihan," jawab Elena, cepat.

"Malam ini kita latihan, tapi bukan latihan fisik, kita latihan energi," jawab Elena berdiri, lalu menarik Arlon untuk berdiri juga.

"Coba peluk aku, dari depan," ucap Elena, pelan.

"Serius? Tiba-tiba banget?" tanya Pangeran Arlon, terkejut sekaligus merasa senang.

"Cepat! Sebelum efek obat biru itu hilang, aku mau lihat seberapa stabil energi kamu kalau kita kontak penuh," perintah Elena tegas, meskipun sebenarnya ada semburat merah yang dia sembunyikan di pipinya.

Arlon tidak membuang waktu, dia melangkah maju dan melingkarkan lengannya di pinggang ramping Elena, memeluk Elena dengan erat.

Elena membalas pelukan Arlon dengan melingkarkan tangannya di leher Arlon, membiarkan tubuh mereka merapat sempurna.

Deg

Deg

Deg

Jantung sama-sama berdegup kencang, Pangeran Arlon memejamkan mata saat merasakan gelombang hangat yang sangat masif mengalir dari tubuh Elena, masuk ke dalam pori-porinya, dan membakar rasa dingin akibat obat tadi.

"Gimana? Kerasa?" bisik Elena di bahu Arlon.

"Rasanya... luar biasa, El, kayak ada api yang lagi nari di dalam nadiku," gumam Arlon. Suaranya terdengar lebih berat dan berwibawa.

"Tahan apinya, jangan dikeluarin. Fokusin di dalam tubuh kamu aja, kita harus tahu berapa lama kamu bisa simpan energi ini kalau nggak langsung dipakai," ucap Elena mencoba mengatur napasnya yang mulai tidak beraturan karena posisi mereka yang terlalu dekat.

Arlon semakin mengeratkan pelukannya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elena, menghirup rakus aroma bunga matahari yang khas dari tubuh Elena membuat monster dalam dirinya merasa sangat tenang.

"El... kalau tiap hari latihannya begini, aku nggak keberatan kalau disuruh sakit selamanya," bisik Arlon pelan.

Elena terdiam sejenak, dan yang biasanya dingin, kini merasa ada sesuatu yang mencair di hatinya, dia tahu Arlon hanya punya dirinya di istana yang kejam ini, dan begitupun sebaliknya.

"Jangan ngomong sembarangan, kita harus menang, Arlon, kamu harus jadi Raja, dan aku harus dapet bayaran yang setimpal karena sudah repot-repot jadi baterai berjalan kamu," jawab Elena, mencoba merusak suasana baper itu dengan sifat matrenya.

Arlon tertawa kecil di leher Elena, hembusan napasnya membuat Elena merinding.

"Bayaran? Kamu mau apa? Emas? Permata? Atau seluruh kerajaan ini, Hem?" tanya Arlon, tersenyum miring.

"Aku mau hidup tenang tanpa harus bunuh orang lagi..." jawab Elena lirih.

Mendengar itu, Arlon melepaskan pelukannya sedikit, lalu menangkup wajah Elena dengan kedua tangannya, mata tajam nya menatap Elena dengan tatapan yang sangat dalam, seolah sedang mengunci janji.

"Aku janji, El. Begitu Selena jatuh, kamu nggak perlu lagi pegang belati kalau kamu nggak mau, kamu cukup pegang tanganku aja," ucap Arlon, tulus.

Elena terpaku, untuk pertama kalinya, dia melihat sisi Arlon yang benar-benar kuat, bukan pangeran sampah, tapi seorang pria yang siap melindungi wanitanya.

"Ya sudah, simpan janjimu itu, sekarang, lepasin pelukannya, aku mau lanjut asah belati, besok pagi wanita tua itu pasti punya drama baru buat kita," ucap Elena melepaskan diri dengan kikuk, berbalik memunggungi Arlon agar pria itu tidak melihat wajahnya yang sudah merah padam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!