Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 04
Hingga waktu magrib tiba, Erlan tidak pulang ke rumah. Kania menunggu nya di ruang tamu, tapi Erlan tak kunjung pulang.
"Bu, makan malam sudah siap!" Mbok Nah menemui Kania.
"Nanti saja mbok, aku mau menunggu mas Erlan pulang!" Jawab Kania sambil tersenyum.
Mbok Nah menarik nafas panjang, dia kasihan pada majikan nya ini. Mbok Nah tahu, selama ini Erlan tetap tidak bisa menerima Kania sebagai istri nya. Mbok Nah berada di sini karena perintah dari Mama Indri, Mama Indri percaya Mbok Nah bisa menjaga menantu nya tersebut.
"Mbok, mbok dan yang lain nya makan saja. Jangan sampai kelaparan, aku akan menunggu mas Erlan dulu!" Kania berkata pada mbok Nah yang masih berdiri di samping nya.
"Tidak bu, ibu harus makan. Jangan sampai ibu sakit, karena jika hal itu sampai terjadi, maka Nyonya indri pasti akan memarahi mbok!" Mbok Nah berkata sambil menggelengkan kepala nya.
"Tidak papa mbok, mbok bisa istirahat. Ini sudah malam!" Kania berkata sambil melihat jam di tembok rumah nya.
Saat ini sudah cukup malam, hampir jam 9 malam. Tapi belum ada tanda - tanda Erlan akan pulang, Kania akan tetap menunggu nya hingga suami nya pulang.
"Mbok akan tetap di sini, menemani ibu!" Mbok Nah pun duduk di lantai.
"Mbok, jangan duduk di lantai, duduk di sini!" Kania menepuk sofa di samping nya.
"Tidak Bu, biar mbok duduk di bawah saja!" Jawab mbok Nah.
"Mbok, jika mbok tidak mau duduk di atas, maka saya tidak akan mengizinkan mbok Nah menemani saya!" Kania mengancam mbok Nah.
"Baik lah bu, mbok akan duduk di atas!" Mbok Nah akhir nya mengalah dan dia duduk di sofa yang sama dengan Kania.
Wanita tua itu tahu, betapa baik nya majikan nya ini. Kania tidak pernah memperlakukan siapa pun dengan jahat, bahkan semua orang yang bekerja di rumah ini di anggap nya sebagai keluarga. Kania juga tidak pernah membatasi para art untuk makan apa saja, apa yang dia makan itu lah yang akan di makan oleh Art nya.
"Mbok, boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Kania memecah keheningan di antara mereka.
"Tanyakan saja, bu!" Jawab mbok Nah sopan.
"Apakah mbok mengenal Wina?" Tanya Kania tanpa basa - basi.
Mendengar pertanyaan Kania, mbok Nah menarik nafas berat. Perempuan itu lah yang sudah membuat Erlan depresi dan bahkan hampir saja kehilangan nyawa nya.
"Perempuan itu lah yang membuat pak Erlan depresi, bu. Dia meninggalkan pak Erlan dan menikah dengan pria lain, Nyonya Indri tidak suka pada nya!" Mbok Nah menjelaskan siapa Wina.
"Jadi benar bahwa Wina adalah wanita yang di cintai mas Erlan dulu?" Tanya Kania lagi.
"Benar bu, dan dia sudah menikah dengan laki - laki lain!" Jelas mbok Nah lagi.
Kania hanya bisa mengangguk kan kepala nya, dia tahu suami nya tidak pernah bisa melupakan wanita itu.
"Ada apa bu?" Tanya mbok Nah penasaran.
"Tidak papa mbok!" Jawab Kania sambil tersenyum.
Kania sengaja menyembunyikan bahwa siang tadi mereka bertemu dengan Wina, dia tidak ingin orang lain tahu masalah pribadi di dalam rumah tangga nya.
"Mbok, istirahat lah, ini sudah malam, jangan sampai mbok sakit!" Kembali Kania mengingat kan mbok Nah.
"Tidak, mbok akan tetap menemani ibu di sini!" Jawab mbok Nah bersikukuh.
Kania melihat jam di tembok rumah nya, sudah hampir jam 11 malam. Tapi Erlan belum juga pulang, hingga akhir nya Kania tertidur dengan posisi duduk.
'Kasihan bu Kania, pak Erlan tidak pernah menerima nya sebagai istri, padahal dia adalah wanita yang baik!' Batin mbok Nah sambil memperhatikan Kania yang sudah tertidur.
Mbok Nah tetap di sana, menemani sang majikan. Dia tidak mau membiarkan Kania sendiri, lagian mbok Nah di tugas kan oleh Mama Indri di rumah ini untuk menjaga Kania.
Mbok Nah menguap, dia juga sudah merasa mengantuk, hingga akhir nya di pun tertidur dengan posisi duduk sama seperti Kania.
Erlan baru pulang ke rumah saat telah lewat tengah malam, dia terkejut melihat Kania dan mbok Nah tertidur di ruang tamu. Selama menikah dengan Kania, Erlan tidak pernah keluar malam lagi. Ini adalah pertama kali nya dia keluar malam setelah sekian lama, kehadiran Wina telah memuat nya melewati semua batasan nya lagi.
"Kenapa malah tidur di sini lagi? Seolah - olah aku tidak membiarkan nya tidur di kamar saja!" Erlan tampak nya kesal melihat pemandangan di depan mata nya.
"Kania bangun, jangan tidur di sini!" Erlan berkata dengan suara keras.
Kania dan mbok Nah langsung terbangun, merka melihat saat ini Erlan sudah pulang.
"Mas, kamu sudah pulang? Kau mau mandi atau mau makan dulu? Biar aku siapkan!" Kania langsung berdiri dan bertanya pada suami nya.
"Aku mau istirahat!" Jawab Erlan ketus.
Erlan langsung berlalu dari hadapan Kania dan mbok Nah, mbok Nah kasihan melihat perjuangan Kania yang tidak di hargai.
"Bu, sebaiknya ibu makan ya, sejak tadi ibu belum makam!" Bujuk Mbok Nah lembut.
"Gak perlu mbok, aku mau langsung ke kamar saja!" Jawab Kania sambil tersenyum.
Kania pergi dari hadapan mbok Nah, dia melangkah kan kaki nya menuju ke kantai atas, di mana kamar nya berada.
"Kasihan bu Kania, dia sudah menunggu suami nya hingga larut malam, tapi sikap pak Erlan begitu dingin!" Mbok Nah bermonolog seorang diri.
Kania tiba di dalam kamar nya, dia melihat Erlan sudah membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur. Erlan bahkan tidak menganti pakaian nya, masih mengenakan baju yang sama.
Kania lalu mengambil baju ganti suami nya, dia membangun kan Erlan dengan suara lembut.
"Mas, ganti baju mu dulu, ini sudah ku siapkan!" Kania berkata dengan lembut.
"Tidak perlu repot - repot, aku bisa sendiri!" Suara Erlan masih terdengar ketus.
Kania hanya bisa menarik nafas panjang, dia lalu meletakkan pakaian ganti yang sudah di bawah nya di atas nakas. Kania langsung naik ke atas tempat tidur, dan membaringkan tubuh nya di sebelah Erlan.
Erlan langsung membalikkan tubuh nya, hingga dia memunggungi Kania. Kania hanya diam melihat reaksi suami nya, dia pun melakukan hal yang sama, sehingga kini kedua nya saling memunggungi.
Air mata mengalir begitu saja tanpa bisa Kania tahan, dia menangis di dalam diam. Hati nya begitu perih, selama ini dia menerima semua sikap dingin Erlan, tapi hati nya tidak begitu sakit. Berbeda dengan sekarang, kehadiran Wanita dari masa lalu sang suami telah sukses memporak- poranda kan hati nya.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡