NovelToon NovelToon
Queen Of Bataviarch

Queen Of Bataviarch

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: phiiiew

“Lepas gaunmu sekarang juga! Tunjukkan ke mereka, apa saja yang akan mereka bawa pulang nanti!”

“Aku gak bakal ngelakuin hal itu, paham!” seru Rosella dari atas meja.

“Aku gak minta persetujuan kamu, Rosella.” Nada bicara dan pandangan Ayahnya pun berubah menjadi sangat dingin.

“Baimm,” suara Dio memotong niat buruknya. “Aku rasa kamu gak perlu menyuruh anakmu melakukan hal menjijikkan itu.”


Anak perempuan tertua dari pemimpin Bataviarch akan dilelang malam ini. Rosella Rachmandi telah lama bersiap menghadapi hari itu. Sebenarnya, rencananya sederhana, ia ingin mendapatkan suami yang bodoh dan lemah, sehingga dapat dikendalikannya, lalu merebut seluruh kekuasaan ayahnya yang kejam demi menyelamatkan nasib ketiga adiknya.

Ia yakin segala sesuatunya akan berjalan lancar, hingga Dio Walisang, pria yang tiba-tiba hadir di acara pelelangan itu, mengubah dan meruntuhkan seluruh rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon phiiiew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai Dansa

"Santai aja, Dahlia. Itu resiko yang udah kita hitung, dan semuanya sepadan kok," balas Rosella tegas.

Mereka memang tahu ayahnya akan sangat marah. Dulu saja, pria itu pernah mengurung mereka di ruang bawah tanah tanpa makanan selama tiga hari gara-gara hal serupa.

"Rosella!"

Suara berat Papa terdengar jelas, membuat Rosella langsung menoleh cepat. Dia buru-buru memastikan tak ada satu pun tato yang terlihat malam ini.

Dia menutupi semuanya dengan riasan tebal. Bukan karena hormat, tapi agar tidak dipukuli diam-diam setelah pesta ulang tahun Dahlia selesai.

"Kamu pinter banget sih pake riasan, sampe nggak ketahuan sama sekali," bisik Angguni pelan sambil senyum miring.

"Duh, mana boleh ketahuan. Kita masih butuh badan ini buat nikmatin pesta sampai habis," jawab Rosella pendek.

Rosella menjauh dari saudari-saudarinya, lalu berjalan menghampiri ayahnya. Pria itu berdiri bersama tiga lelaki yang menatapnya tajam, persis seperti melihat barang dagangan di pasar.

"Papa mau kenalin kamu sama..." kata Papa, tapi Rosella langsung berhenti mendengarkan.

Dia sudah hafal siapa mereka semua. Mereka datang ke sini cuma untuk ikuti pelelangan malam ini. Meski ingat nama aslinya, di kepala Rosella ada julukan yang jauh lebih pas.

Yang pertama dia sebut Mata Bebek. Lelaki itu terus menjilat bibir sambil memandangi tubuh Rosella dari atas sampai bawah tanpa malu.

Yang kedua Gigi Miring. Dia terus menutup mulutnya saat bicara, jelas-jelas malu sama susunan giginya yang berantakan.

Yang ketiga Si Tua Mesum. Umurnya hampir sama persis dengan ayahnya, tapi tatapannya paling menjijikkan di antara semuanya.

"Dasar orang-orang aneh," gumam Rosella dalam hati.

Dia berusaha tak peduli, tapi perhatiannya langsung beralih saat ada orang baru masuk ke ruangan.

Pria itu punya mata abu-abu, kulit kecokelatan, dan tubuh tinggi besar. Tingginya jauh di atas Rosella, padahal dia lagi pakai sepatu hak tinggi.

Ada tato kecil di lehernya, dan Rosella tak sengaja bertanya-tanya bagian tubuh mana lagi yang ada gambar serupa di balik kemeja mahal itu.

Tatapan mereka bertemu. Pria itu diam saja, tanpa senyum dan tidak juga marah. Tapi jantung Rosella langsung berdetak kencang saat dia jalan mendekat.

"Siapa sih dia? Baru kali ini aku lihat orang seberani itu natap kita," tanya Angguni yang juga memperhatikan pria itu.

"Nggak tahu, tapi rasanya dia beda banget sama yang lain," jawab Rosella singkat.

Rosella nelan ludah gugup saat pria itu memiringkan kepala sedikit. Sekilas, saat dia menatap Papa, Rosella yakin ada rasa benci yang kuat di matanya.

"Tuan Rachmandi." Pria itu ulurkan tangan buat bersalaman.

Baru saat itu Rosella sadar ada satu orang lagi di sebelahnya. Orang ini tingginya nyaris sama, matanya biru gelap, kulit pucat, dan senyumnya penuh ejekan.

"Sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya," kata Ayah Rosella sambil berjabat tangan.

Rosella masih menatap lekat-lekat si pria bermata abu-abu. Sekilas dia terbayang bagaimana bentuk tubuh itu tanpa jas sama sekali.

"Aku Billy Sandoro," kata pria itu saat memperkenalkan diri.

Rosella langsung mengangkat satu alis. Itu bohong. Dia sudah pelajari semua identitas tamu, apalagi calon suami yang mungkin disiapkan Papa.

"Dia bohong banget tuh, kamu sadar kan?" bisik Angguni pelan di sampingnya.

"Pasti. Diam aja dulu, informasinya mungkin berguna nanti. Kalau penjaga kita bego, sampai nggak sadar, bukan urusanku," jawab Rosella berbisik.

Ayahnya bilang kalau dia kenal baik sama ayahnya Billy. Pria yang mengaku Billy itu cuma tersenyum tipis dan diam saja, seolah dia juga tak mau kebohongan itu dibahas panjang lebar.

Tak lama kemudian, Mata Bebek maju dan minta ajak dansa. Dan seperti biasa, ayahnya langsung terima permintaan itu atas nama Rosella. Dia tidak punya hak untuk menolak.

"Duh, capek banget sih harus layanin orang aneh gini," keluh Rosella dalam hati.

Dia cuma ingin ambil pisau terus belah dada pria itu, ingin tahu isi dalamnya memang manusia apa bebek beneran.

Saat lagu habis dan dia balik ke sisi ayahnya, giliran Si Tua Mesum yang maju minta dansa. Pria ini jauh lebih kurang ajar. Tangannya mulai menyentuh pinggang dan paha, tempat yang sama sekali tidak boleh disentuh sembarangan.

"Kalau tanganmu turun satu senti lagi," bisik Rosella manis sambil senyum ke orang lain, "Aku potong titidmu terus aku suapin ke tenggorokanmu."

Si Tua Mesum langsung menatapnya kaget dan marah. Tapi dia diam saja, tak berani bicara balik. Rosella sudah paham tipe orang seperti ini, berani dari belakang, tapi pengecut saat bertemu muka.

"Kamu kejam banget sih, tapi aku suka hahaha," celetuk Angguni yang meliat dari jauh.

"Harus gitu, biar mereka sadar kita bukan barang mainan," jawab Rosella datar.

Saat dansa kedua selesai, Rosella sudah yakin Gigi Miring akan sama menyebalkannya. Dia tarik napas panjang buat tahan emosi. Ayahnya memang sengaja pilih lagu dansa pelan semua malam ini. Sekarang Rosella mengerti alasannya, biar para lelaki itu bisa bebas menyentuh.

Rosellla baru mau menghampiri orang selanjutnya, tiba-tiba ada satu tangan menaruh di pinggang bawahnya.

Bau wangi parfum yang kuat tapi enak langsung masuk ke hidung. Tubuh Rosella langsung kaku mendadak.

"Kalau kalian nggak keberatan, aku mau dansa sama nona ini ya," kata suara rendah si Billy palsu.

Rosella melihat ayahnya yang tersenyum lebar. Kilatan mata pria tua itu membuatnya langsung paham. Ini dia orang yang diincar Ayahnya buat jadi menantu. Otomatis, ini musuh terbesar dia malam ini.

Rosella ikut pria itu ke tengah lantai dansa. Saat gerakan mulai seirama dengan musik, Rosella berusaha keras tidak memperhatikan tangan besar yang melingkar erat di pinggangnya.

Jarak mereka sangat dekat. Pria itu menatapnya sebentar, terus tersenyum tipis yang penuh rasa percaya diri. Dia tarik Rosella makin rapat ke badannya. Saat itu juga Rosella sadar, badan pria ini padat berotot semua. Bukan cuma bagian bahu atau lengan saja.

"Mudah-mudahan yang nempel di perutku ini cuma ponsel, ya," sindir Rosella ketus.

Pria itu malah tampak senang. "Kalau bukan?"

"Kalau bukan, dengerin baik-baik ya." Rosella menatap tajam tepat ke manik mata abu-abunya. "Aku nggak bakal ngebiarin kamu nyentuh aku. Pakai alat bantu apa pun, bahkan penunjuk laser sekalipun, nggak boleh."

Si Billy palsu diam menatapnya beberapa detik lamanya. Lalu dia menunduk sedikit, sampai bibirnya persis di pinggir telinga Rosella.

"Aku emang berniat nyentuh kamu," bisiknya pelan dan berat. "Tapi alat yang bakal aku pake, jelas bukan penunjuk laser."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!