NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetap Nggak Mau 04

Ratna ingin bertanya tentang apa yang tadi Laras katakan, namun kondisi wanita muda itu sungguh tidak bisa diajak bicara.

Mata Laras terbuka, namun tatapannya sangat kosong. Sungguh membuat orang yang melihatnya sakit hati.

Namun, Ratna tidak bisa membiarkan Laras seperti ini terus. Laras tidak bisa dibiarkan, karena dia pasti akan semakin terpuruk dan entah apa yang akan dilakukannya nanti.

"Nak," ucap Ratna sambil menggenggam tangan Laras. Dia juga mengusap kepala Laras dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Sudah satu bulan kamu seperti ini. Ibu emang nggak tahu kamu kenapa dan apa yang terjadi sama kamu. Tapi Nak, kamu harus bangkit. Kamu pasti bisa. Maaf kalau Ibu bicara lancang ya, tapi kamu harus bangkit buat terus hidup. Jangan sia-siakan hidup kamu, Nak."

Hiks hiks

Huaaa

Tangis Laras pecah, Ratna bangkit dari duduknya dan memeluk wanita itu. Hancur sekali Laras saat ini. Sungguh kasihan. Dia sebatang kara dan tak memiliki siapa-siapa. Orang yang merupakan satu-satunya miliknya pun kini tak ada di sisi nya.

"Bu, saya diceraikan setelah melahirkan. Bahkan saya tidak diberi kesempatan untuk memeluk anak saya. Jangankan memeluk, untuk melihat pun tidak. Saya juga tidak tahu anak saya laki-laki atau perempuan. Karena setiap kali USG, mas Reza bilang suruh rahasiakan. Sakit Bu rasanya. Bahkan sampai detik ini pun air susu saya masih mengalir deras tapi saya tidak bisa memberikannya pada anak saya . Anak saya, bagaimana keadaan anak saya. Apa dia minum susu yang baik. Apa dia mendapatkan ASI. Bu, sakit sekali rasanya."

Tangis Laras pecah lagi, dan tanpa Ratna sadari, air matanya pun mengalir deras membasahi pipi. Ya dua wanita beda usia itu sama-sama terisak.

"Kok dia tega sekali sama kamu, Ras? Kenapa dia bawa pergi anak kalian? Itu kan anak kalian berdua?" Ratna jelas tidak habis pikir. Bagaimana bisa Reza memisahkan Laras dengan anak mereka. Dia benar-benar tidak bisa menerima dengan akal dan hatinya.

"Karena saya dinikahi hanya untuk menghasilkan anak bagi mereka." Laras menjawab dengan sendu.

"Maksudnya?"

"Buk, sudah. Biarkan Laras istirahat. Dia pasti sangat lelah dah sakit. Jadi ayo kita tinggalkan Laras agar dia bisa istirahat dengan nyaman."

Hendrik memotong ucapan Ratna. Dia tidak ingin istrinya semakin dalam mengorek informasi dari Laras yang mana sama saja seperti menabur garam pada luka wanita muda itu.

Ratna pun paham makna dari tatapan Hendrik. Ia akhirnya pamit untuk keluar dari ruang rawat Laras.

"Mas, kamu dengar kan cerita Laras. Kenapa ada pria yang tega begitu?"

"Rat, inget ya kita hanya mendengarkan aja dan beri semangat buat Laras. Tapi kita tidak boleh ikut campur terlalu dalam. Sekarang kita biarkan dia istirahat dengan benar. Setelah bisa pulang, baru kita bicara pelan-pelan."

Ratna menganggukkan kepalanya. Dia sangat penasaran sebenarnya dengan kisah lengkap Laras. Tapi ucapan suaminya benar adanya bahwa mereka tidak boleh terlalu mendesak Laras, dan menunggu nya sampai siap.

Dua hari kemudian, Laras sudah diperbolehkan pulang. Oleh pihak rumah sakit, Laras mendapat pendampingan dari psikiater Guncangan terhadap psikis Laras ternyata tidak main-main karena dia sampai ingin menghabisi nyawanya sendiri.

Selain psikiater, oleh warga sekita Laras juga sering ditemani. Setiap hari akan ada yang menginap di rumah Laras dan mengajak wanita itu berbincang. Mereka juga mendatangkan ustadzah untuk membantu kerohanian Laras.

Dua minggu sudah hal tersebut berlangsung, dan banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri Laras. Dia sudah mau keluar rumah dan bejalan-jalan di jalanan komplek. Dia juga mulai menyibukkan diri dengan mulai mengerjakan pekerjaan rumah.

"Alhamdulillah, semua karena tekat kuat anak itu,"ucap Ratna. Dia sungguh sangat senang melhat perubahan yang signifikan. Namun meskipun begitu, Ratna dan para tetangga tetap harus waspada agar kejadian terakhir kali Laras menyakiti dirinya sendiri tidak lagi terulang.

Laras yang berjuang untuk bisa kembali hidup itu berbeda dengan Reza dan Eva yang tengah berjuang mencari ketenangan di rumah. Ya, semenjak Baby El ada di rumah mereka, tidak pernah sedikit pun ada ketenangan.

Usia Baby El yang hendak menginjak 2 bulan itu setiap menangis pasti akan sangat kencang.

Rini Andaresta yang merupakan ibu dari Reza pun sampai datang ke sana untuk membantu menenangkan cucunya. Namun semua yang dilakukan nihil. Karena saking seringnya menangis, Baby El terlihat lebih kecil dari bayi seusianya.

"Kenapa kayak gini. Eva, bukannya air susu mu itu keluar ya?" Rini mengusap wajahnya kasar. Dia juga memijit keningnya yang berkedut karena pening yang tiba-tiba menyerang.

"Iya Ma, tapi Baby El nggak mau menyusu aku. Setiap kali aku mau menyusuinya, dia pasti nolak dan malah nangis histeris kayak gini. Ya mau tidak mau dia harus minum susu formula lagi," Eva menjawab pertanyaan ibu mertuanya dengan nada lesu. Dia sama sekali tidak tahu mengapa Baby El sama sekali tidak mau meminum ASI miliknya. Padahal ASI yang dia miliki termasuk banyak.

"Bu, maaf kalau saya lancang. Seperti yang sudah pernah saya bilang dulu, Baby El harus mendapatkan ibu susu."

Nggak!

Eva dan Rini serempak berkata tidak. Ya mereka jelas tidak menginginkan itu. Jika ada ibu susu, percuma usaha yang dilakukan Eva selama ini. Dia sudah habis banyak untuk terapi laktasi. Semua itu agar dia bisa menjadi ibu sesungguhnya bagi Baby El.

Suster Ani pun memilih diam. Dia akhirnya membawa Baby El untuk minum susu yang baru saja dibuat oleh nya.

"Kasihan sekali kamu Nak. Ini udah nggak bisa dibiarkan. Kalau begini bahkan bayi ini pun bisa aja sakit. Apa mereka berdua nggak mikir sampai sejauh itu ya. Ini baru 6 minggu. Kebutuhan susu nya belum banyak. Kalau semakin tambah bulan, Baby El sungguh membutuhkan banyak susu untuk tubuhnya. Nak semoga kamus selalu sehat ya."

Suster Ani yang merupakan perawat itu akhirnya pun sampai saat ini dipekerjakan. Padahal secara teknis dia bukan baby sitter karena dia adalah perawat rumah sakit.

Suster Ani tentu sudah menjelaskan itu kepada Reza dan Eva. Tapi agaknya mereka hanya bersikap acuh tak acuh.

Di taman depan Rini dan Eva sedang duduk menikmati secangkir teh dan juga cookies untuk menenangkan pikiran mereka. Merawat Baby El ternyata sangat membutuhkan banyak tenaga ekstra. Bahkan Eva dan Rini sampai kurang tidur karena Baby El selalu menangis setiap malam.

"Va, coba kamu temui dokter dan tanyakan mengapa Baby El tidak mau menyusu padamu,"ucap Rini sambil menyeruput teh nya.

"Sudah Ma, nggak ada jawaban yang pasti. Dokter hanya ngomong sama aku auntuk melakukan bonding pada bayi. Tapi aku sudah melakukannya, dan kenyataannya Baby El sama sekali tidak mengindahkan ku,"jawab Eva sambil membuang nafasnya kasar. Dia sudah mencoba hal itu namun tidak ada hasilnya sama sekali.

"Lalu, apa yang harus dilakukan? Kalau begini terus, Baby El nggak akan tumbuh dengan baik,"keluh Rini.

"Aku juga tidak tahu, Ma. Pusing aku juga,"sahut Eva sambil memijit keningnya yang berkedut.

TBC

1
Yunita Sophi
pasti akan tenang dan senanglah biar masih baby... krn dia tau Laras yg dulu mengandung dia...
Yunita Sophi
semangat Laras kamu pasti bisa dan tentu aja kamu akan berhasil...
Yunita Sophi
yah Hajoon kan baik Laras... kamu baru keluar rumah sakit kan emang harus istirahat dulu... Hajoon modus nya tepat kan 😄😄
Yunita Sophi
orang tua yg baik dan pengertian... semoga Laras mendapat kan mertua yg seperti mereka baik nya..
Yunita Sophi
Alhamdulillah semoga Hajoon bisa membalaskan sakit hati nya Laras...
Yunita Sophi
untung Laras bertemu teman lama yg baik...
dewi rofiqoh
Sepertinya tubuh elio tidak bisa menerima adi kamu Eva! Makanya ia kejang
Esther
iti pasti efek dari susu yang dicampur Eva
Yunita Sophi
nah ya Hajoon bawa anak orag ke rumah orang tua mu..
A R
😭😭😭😭 eliooo.. asi nya beracunb krn org nya punya niat jahatt
Sugiharti Rusli
kira" apa yang akan terjadi nanti saat di rumah sakit, dan apa Laras akan langsung berangkat saat itu juga ke kota,,,
Sugiharti Rusli
anak itu memberi sinyal dengan reaksi tubuhnya yang menolak dengan keras ASI dari ibunya yang dicampur meski hanya setetes,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya reaksi tubuh baby Elio hisa sangat sensitif meski ASI yang Eva beri hanya sedikit yah,,,
Sugiharti Rusli
dan baby Elio bukan bereaksi dengab menolak langsung ASIP yang sudah dicampur si Eva, tapi malah saat tidur reaksinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata firasat seorang ibu ke anaknya memang kuat yah meski ga tahu ada apa,,,
Sugiharti Rusli
kira" baby Elio apa akan mau meminum ASI yang sudah dicampur meski hanya sediki,,,
Sugiharti Rusli
mana dia coba menghubungi no Laras yang belum diganti, kalo pas dia di rumah Reza kalo hp nya aktif kan bisa terbongkar penyamarannya,,,
Sugiharti Rusli
soalnya posisi Laras secara ga langsung mulai ada ancaman karena si Reza yang teringat mantan istrinya itu yah
Sugiharti Rusli
mana proses buat mengambil hak asuh baby Elio masih tertunda entah sampai berapa lama sampai Hajoon kembali lagi
Sugiharti Rusli
lagi si Hajoon kenapa dia membuat nama samaran Laras mirip gitu sih yah, kan jadi ada kecurigaan si Reza tuh jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!