NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekingan Alisha

"Selamat, Nona. Sekarang mal ini resmi menjadi milik Anda," ucapnya dengan menjulurkan tangannya di hadapan Alisha.

Alisha tersenyum lebar, gadis itu segera menjabat tangan pria tua di hadapannya.

"Hm, sama-sama, Pak."

"Saya permisi dulu, Nona."

"Ya." Alisha mengangguk sekilas dan membiarkan pria tua itu pergi.

Alisha menyenderkan tubuhnya di mobilnya sendiri, sambil menatap bangunan besar di hadapannya itu.

Bangunan besar itu, tak lain dan tak bukan adalah mal yang baru saja Alisha beli. Mal itu adalah mal terbesar nomor dua, setelah mal milik keluarga Vizcaya.

"Aku sudah merelakan 18 triliun untuk mal ini," batinnya.

"Mari kita lihat, 18 triliun bisa mendapatkan apa saja?" gumamnya.

Alisha menurunkan kacamata hitamnya dan berjalan memasuki mal tersebut, diikuti oleh bodyguard-nya yang bertubuh besar.

"Silakan masuk, Nona."

"Hm."

"Nona, mampir dulu ke restoran kami."

Alisha menghentikan langkahnya, ia sedikit memiringkan kepalanya saat seorang pelayan dengan ramahnya meminta dia untuk mampir.

"Mungkin tidak sekarang, karena aku tidak lapar."

"Baik, Nona."

Semua toko, satpam, dan orang-orang yang berada di dalam mal semuanya sudah tahu kalau Alisha adalah pemilik asli dari mal tersebut, maka tak heran banyak sekali orang yang menghormatinya.

Alisha memasuki sebuah toko dengan brand terkenal.

"Selamat datang, Nona."

"Hm."

"Ada yang perlu kami bantu?"

"Ya, aku ingin tas itu, itu, itu dan itu."

Alisha menunjuk semua tas bermerek Hermès, dan membuat para pelayan di sana segera mengambilnya.

Ia melangkah kembali mendekati jajaran make up. "Aku ingin ini, ini, itu juga, dan itu."

"Baik, Nona."

Alisha membalikkan tubuhnya menatap keempat bodyguard-nya. "Kalian ini belanja juga enggak?" tanyanya.

"Boleh, kah, Nona?"

"Silakan pilih yang kalian suka!"

Bodyguard yang tadinya berwajah datar dan garang tiba-tiba saja tersenyum lebar, karena perkataan Alisha.

Mereka berempat sama-sama mengambil satu parfum yang harganya cukup mencengangkan.

"Ini, Nona."

Alisha menatap belanjaan bodyguard-nya. "Hanya itu?"

"Iya, Nona."

"Baiklah, bawa ke meja kasir."

"T-terima kasih, Nona."

"Hm."

Alisha menyodorkan ATM American Express-nya dan membuat mata kedua kasir itu terbelalak.

"T-tunggu sebentar, Nona."

"Ya."

"Ini, Nona, kartunya."

"Terima kasih banyak sudah berbelanja di toko ini, Nona."

Alisha mengangguk sekilas dan segera keluar dari toko tersebut. Walaupun mal itu miliknya, tapi dia tetap akan membayar barang yang dia inginkan.

---

Di sisi lain, Fiona dan Emeline sama-sama sedang mengaduh nasib mereka sebagai menantu yang tersingkirkan karena Alisha.

"Aku heran deh, kenapa Daddy sangat menyayangi Alisha? Apa spesialnya gadis itu!" gerutu Fiona.

Emeline meneguk secangkir teh, dan barulah menyahuti ucapan Fiona.

"Entahlah, aku pun tak tahu," ujar Emeline.

Bohong, jika Emeline bilang tak iri pada Alisha. Nyatanya dia sangat iri pada menantunya itu.

"Padahal dulu, saat aku jadi menantu dan belum hamil, Daddy enggak pernah tuh manjain aku!!"

"Ya kan, kita beda! Alisha itu cucu kesayangan wanita yang Daddy sayangi. Dia saja sampai nekat mengancam Giovan jika tidak menikahi Alisha, seharusnya dari sana juga kita bisa lihat sesayang apa Daddy pada Alisha!!"

"Rasanya, aku ingin sekali melenyapkan nyawa gadis itu!!"

Emeline menggelengkan kepalanya. "Kau ini, berani kau lakukan itu maka besok paginya kau akan jadi abu!"

Fiona seketika langsung tersadar. Yang diucapkan Emeline ada benarnya juga, karena bekingan-nya Alisha adalah Edward.

"Ahh, iya, kau benar juga!"

Kepala Emeline menggeleng kecil. "Sudahlah, kita pantau saja apa yang akan Alisha lakukan untuk hari-hari berikutnya."

"Semoga saja, dia tidak bertingkah!"

"Hm."

"Hei, kalian!" teriak Christian membuat Emeline dan Fiona sama-sama menatap ke arahnya.

Christian mengangkat panah yang berada di tangannya. "Ayo latihan!!"

"Ahh, malas sekali," gumam Fiona.

"Kau masih harus berlatih, Fiona. Tembakanmu kadang-kadang meleset dan bisa membahayakan orang-orang di sekitarmu!" ucap Emeline.

"Tapi..."

Emeline bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Christian. Fiona sendiri hanya bisa menghela napasnya dengan kasar.

"Fiona, cepatlah!!"

"Hah, baiklah, baiklah, aku akan ikut!"

---

Alisha kembali ke mansion keluarga Vizcaya, ia memerintahkan pelayan untuk membawa barang belanjaannya ke kamar.

"Aku haus sekali," gumam Alisha.

Kaki Alisha berjalan ke arah dapur lalu mengambil segelas air putih.

Dor.

"Akhh, sial!"

"Fokus, Fiona, fokus!"

"Ini aku juga udah fokus, cuma tangannya aja yang belok!"

"Ayo coba lagi, perhatian baik-baik buah tersebut!"

Alisha celingukan, ia mencari sumber suara ribut-ribut tersebut dan berjalan ke arah taman belakang.

Ternyata di sana ada Emeline, Fiona, dan Christian yang sedang melatih kemampuannya masing-masing.

"Ayolah, Fiona, fokus, fokus!!" kesal Christian.

Fiona berdecak. "Aku juga udah fokus!"

"Udah fokus tapi, apa? Lihatlah, kau belum berhasil sedikit pun mengenai buah tersebut, astaga ya Tuhan!!" geram Christian.

"Aku lelah! Makanya biarkan aku tidur," pinta Fiona.

"Tidak!!" jawab Emeline dan Christian bersamaan.

"Kau ini memang sangat tidak pantas untuk menjadi bagian keluarga Vizcaya!" ujar Christian yang sudah terlanjur kesal.

Karena jika ada penyerangan apa pun, Fiona selalu menjadi beban bagi yang lain karena keteledoran wanita itu.

"Aku heran, kenapa Bang Farrel mau menikahi wanita lemah seperti kamu!" lanjut Christian.

Tangan Fiona terkepal erat, dia sangat tidak terima dengan ucapan Christian walaupun yang Christian ucapkan itu memang benar adanya.

"Aku lemah? Lalu apa kabar dengan menantu di sana? Apa dia juga sama lemahnya seperti aku, dan tidak pantas di keluarga Vizcaya ini?!" tanya Fiona dengan menunjuk Alisha.

Alisha yang sedang berdiri memerhatikan mereka bertiga mengerutkan keningnya bingung.

"Aku?!" tanya Alisha tak percaya, karena dirinya jadi terseret perdebatan ketiga wanita itu.

"Iya! Kamu, kamu sangat tidak pantas berada di keluarga ini," jawab Fiona.

Alisha tersenyum miring dan berjalan mendekati Fiona.

"Tak pantas?" ulang Alisha seraya terkekeh .

"Ya, kau itu tidak bisa apa-apa! Sama seperti aku!"

"Kau bilang aku tak pantas di keluarga ini, karena kau pasti berpikir jika aku sama seperti kamu, kan. Tidak bisa menembak?!"

"Memangnya kau bisa?! Wanita kampung seperti kamu, mana mungkin terbiasa memegang senjata api!"

Senyum sinis terukir di bibir Alisha. "Kau salah sudah meremehkan aku, Fiona!!"

SREKK.

Alisha menarik dengan kasar pistol yang berada di tangan Fiona, lalu memutarkan pistol tersebut.

"Ciih, gaya doang! Tunjukin dong," ujar Fiona yang masih saja meremehkan Alisha.

Sedangkan Emeline dan Christian justru dibuat kagum dengan cara Alisha memainkan pistolnya.

Alisha tersenyum sinis, ia segera menarik pelatuk pistol tersebut dengan mata menatap ke arah Fiona.

"Lihat ini.."

Dorrr.

Tepat sekali, tembakan Alisha berhasil mengenai buah pir yang berdiri di atas gelas kaca.

Mata Fiona melebar, ia sangat tidak percaya jika Alisha berhasil melayangkan tembakan pada pir tersebut tanpa menatap ke arah apelnya.

"Lihatlah, ini belum seberapa!"

Mata Alisha terpejam, ia melepaskan tiga tembakan ke arah atas pohon dan...

BRUK. BRUK. BRUK.

Tiba-tiba saja tiga orang pria terjatuh dari atas pohon dengan luka tembak di dadanya masing-masing.

"Ada penyusup!" ujar Alisha membuat yang lain melongo tak percaya.

Bagaimana Alisha tahu, sedangkan mereka bertiga yang sedari tadi di sana tidak menyadari apa pun.

"Kalian harus belajar lagi, insting kalian kurang tepat!" ucap Alisha.

Alisha menyerahkan kembali pistol itu ke tangan Fiona. "Sekarang sudah tahu kan, siapa yang tidak pantas untuk menjadi bagian keluarga Vizcaya!"

---

Bersambung

1
Anne Soraya
lanjut
Lucky Ferdinand Sihombing
mana nih up nya😄
Lucky Ferdinand Sihombing
apa itu Alisha 🤭🤭
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut dong
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut
jeeny sihombing
double dong thor🤭
jeeny sihombing
lanjut
Nelson Sihombing
lanjut dong
Anne Soraya
lanjut 👍
SANG
Semangat terus ya dek👍💪
SANG
Like iklan plus komen
Alia Chans: thanks 😍😣
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru dek👍💪
SANG
Novel baru semangat baru ya dek👍💪
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ
Kak, tadi aku sempat ngira “PRANGG!” itu dialog karakter, baru sadar ternyata suara gelas pecah 😭 Mungkin bisa tanpa tanda petik biar lebih jelas kalau itu SFX.
Alia Chans: wk" thanks dh mampir
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Alisa💪✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife
waa female fatal nih go go alisha
Alia Chans
Halo guys
ini Novel baru aku👈✍️
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ: Haloo~
Aku mampir ☝🏻✨
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!