Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.
Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?
Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.
Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.
Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Menjinakkan Q, Memelihara Q, Menggunakan Q
Rostav mendengarkan setiap kata-kata yang keluar dari mulut Cia dengan seksama. Dia tidak ingin melewatkan informasi sekecil apa pun tentang tempat ini. Setidaknya, dia mengetahui hal kecil tentang dunia ini. Setiap penjelasan Cia katakan dengan hati-hati dan detail, dia tidak mencoba untuk menutup-nutupi informasi tentang Laut Mayat. Alasan utamanya adalah, karena dia kini berada di kapal yang sedang berlayar di Laut Mayat. Dan ada seorang remaja yang mengaku sebagai Kapten kapal, sendirian di tempat berbahaya seperti ini.
Jika dia dapat bertahan di tempat paling berbahaya dan misterius di dunia, sudah pasti orang itu memiliki kemampuan. Dalam catatan sejarah, hanya sedikit orang yang berani masuk ke Laut Mayat. Alasan mereka masuk, tidak lain karena keserakahan, mereka tergiur dengan peluang yang ada di tempat ini. Tapi, keserakahan memang banyak membawa seseorang ke dalam bencana. Tidak ada catatan sejarah yang mengatakan mereka pernah kembali. Banyak catatan sejarah mengatakan mereka terjebak, atau bahkan mati di Laut Mayat.
Tapi, remaja bernama Rostav Zertu ini, mampu bertahan di Laut Mayat seorang diri. Cia memang tidak tahu berapa lama Rostav terjebak di tempat ini, tapi yang pasti, mereka yang mampu bertahan di Laut Mayat pasti memiliki cukup kemampuan.
Setelah selesai menjelaskan, Cia dapat melihat perubahan raut wajah dari Rostav. Dia tampak terkejut, tapi tidak separah itu. Tingkat keterkejutannya masih berada di batas wajar. 'Bahkan setelah aku menceritakan semua itu, dia tidak terkejut terlalu parah. Kalau aku yang pertama kali mendengarnya, pasti akan terkejut setengah mati,' Cia bergumam sambil menatap Rostav, sebelum akhirnya mengarahkan perhatiannya ke luat berwarna merah darah.
Rostav sendiri yang, setelah mendengar penjelasannya penuh dengan pertanyaan. 'Aku memang menyangka ini tempat berbahaya,' dia bergumam dalam hati. 'Tapi yang tak kusangka, tempat ini ternyata lebih berbahaya dari yang kupikirkan. Aku bisa dibilang beruntung karena tidak menemukan monster apa pun selama perjalanan, hanya bertemu kesialan seperti badai. Tak kusangka tempat ini sesakral itu, dikatakan bahwa tempat ini adalah darah dari Dewa kuno yang telah mati. Darahnya menciptakan makhluk, Q, dan seluruh ekosistem di Laut Mayat. Memang itu hanya teori, tapi entah kenapa itu masuk akal.'
Dia berjalan mondar-mandir di dek kapal, Cia yang melihat hal itu dapat melihat keresahan Rostav.
'Satu masalah lagi, aku belum sepenuhnya mengetahui apa itu Q. Haruskah aku menanyakannya?' dia melirik ke arah Cia yang sedang mengamati lautan darah, dan akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Informasi adalah kekuatan paling kuat. "Aku ingin menanyakan sesuatu lagi. Apa kau bisa menjelaskan apa itu Q dan Master Q? Sebenarnya, aku baru saja meminum Ramuan beberapa hari yang lalu. Aku belum sepenuhnya memahami tentang kedua istilah itu."
Cia yang mendengar pertanyaan itu jelas tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Dia sama sekali tidak pernah berpikir bahwa Rostav akan menanyakan hal tersebut. 'Apa dia sedang mengujiku? Semua orang tahu apa itu Q dan Master Q, bahkan manusia biasa juga mengetahuinya.' untuk meyakinkan dirinya sendiri, dia bertanya dengan nada serius, "apa kau... benar-benar tidak tahu apa itu Q dan Master Q?"
Rostav menggeleng secara langsung sambil mengangkat kedua bahu, tatapannya terlihat jujur, tidak ada celah kebohongan di matanya.
'Serius? Manusia ini... sebenarnya sudah berapa lama dia terjebak di tempat ini?' Cia mengerutkan dahinya, sebelum akhirnya menghela napas dan akhirnya menjelaskan dengan nada halus dan lembut. Dia menatap lautan luas jauh di sana. "Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta. Q dapat memberikan seseorang kemampuan supranatural dan mistik.
"Q terbagi menjadi sembilan Tingkat kekuatan. Semakin tinggi Tingkat-nya, semakin kuat pula kemampuan yang diberikan oleh Q, tapi semakin sulit pula untuk merawatnya. Q Tingkat 1 sampai 5 disebut Q Fana. Q Tingkat 6 sampai 9, disebut Q Suci."
Cia berhenti untuk menjilati bibirnya yang kering sebelum akhirnya melanjutkan, "untuk dapat menggunakan Q, seseorang perlu meminum sebuah Ramuan dan melakukan ritual khusus. Kau sudah meminum Ramuan, aku yakin kau sudah tahu. Aku tidak perlu menjelaskannya lebih lanjut," dia melirik ke arah Rostav yang menjadi pendengar yang baik.
"Mereka yang telah meminum Ramuan dan menjinakkan Q disebut Master Q. Sama seperti Q, Master Q terbagi menjadi sembilan Tingkat. Tingkat 1 sampai 5 disebut Master Q, Tingkat 6 sampai 7 disebut Yang Mulia, Tingkat 8 disebut Malaikat, dan Tingkat 9 disebut Dewa."
'Tingkat 1 sampai 5 disebut Master Q, Tingkat 6 dan 7 disebut Yang Mulia, Tingkat 8 adalah Malaikat, Tingkat 9 adalah Dewa. Tak kusangka, seorang manusia fana dapat menjadi Dewa dengan menapaki jalan Master Q,' Rostav bergumam dalam hati, jujur saja informasi itu membuat kepalanya ingin meledak.
"Masing-masing Tingkat terbagi lagi menjadi Tahap Awal, Tengah, Atas, dan Puncak," Cia melanjutkan. "Untuk naik Tingkat, Master Q perlu meminum Ramuan dengan bahan-bahan khusus yang langka, jika membelinya, maka membutuhkan harga yang sangat mahal. Dan harus diracik sendiri agar lebih mengamankannya, dan yang paling menjengkelkan, ada kemungkinan Ramuan gagal dibuat, dan bahan-bahannya telah rusak, membuat Master Q harus mengumpulkan atau membeli bahannya lagi.
"Setiap meminum Ramuan harus dilakukan setelah melakukan ritual. Hal itu bertujuan untuk memastikan bahwa keberhasilan Master Q mencerna Ramuan meningkat, dan menurunkan kemungkinan kehilangan kendali, dan berubah menjadi Pengamuk. Setelah mencapai Tahap Puncak, Master Q akan secara otomatis mengetahui kalau mereka siap untuk naik Tingkat. Semakin tinggi Tingkat-nya, semakin sulit pula Master Q untuk naik Tingkat. Tidak hanya itu, dibutuhkan bahan-bahan tambahan atau sesuatu khusus dalam melakukan Ritual jika telah mencapai Tingkat tertentu.
"Master Q juga memiliki bakat, dan terbagi menjadi lima Tingkat Bakat. Bakat Tingkat E memiliki Laut Primordial seluas 0 sampai 15%. Bakat Tingkat D memiliki Laut Primordial seluas 16 sampai 30%. Bakat Tingkat C memiliki Laut Primordial seluas 31 sampai 50%. Bakat Tingkat B memiliki Laut Primordial seluas 51 sampai 80%. Dan Bakat Tingkat A memiliki Laut Primordial seluas 81 sampai 100%. Semakin luas Laut Primordial yang dimiliki, semakin bertahan pula Master Q dalam mengeluarkan kemampuan Q. 1% Laut Primordial sama dengan lima langkah."
Cia menarik napas dalam-dalam dan melanjutkan, "Laut Primordial adalah tempat dimana Q-Q yang kita jinakkan tinggal. Letaknya di jantung. Juga sumber energi agar kita bisa mengeluarkan kemampuan Q.
"Master Q Tingkat 1 Tahap Awal memiliki Laut Primordial berwarna biru gelap. Master Q Tingkat 1 Tahap Tengah berwarna biru safir. Tahap Atas berwarna biru kobalt. Dan Tahap Puncak berwarna biru langit. Setiap kenaikan Tingkat, warna Laut Primordial juga akan berubah. Jika Tingkat 1 berwarna biru, maka Tingkat 2 berwarna hijau. Dari yang tergelap, ke warna tercerah.
"Seperti yang sudah ku jelaskan di awal, Q adalah makhluk hidup. Kita, Master Q, menjinakkan Q agar dapat menggunakan kemampuan mereka. Itu artinya, kita harus memelihara Q. Q membutuhkan makan, setiap Q memiliki sumber makanan yang berbeda-beda. Jika kita tidak memberikan mereka makan, maka mereka bisa mati, dan paling buruk meledakkan diri serta dapat merusak Laut Primordial. Juga, kita tidak dapat menggunakan Q secara terus-menerus tanpa memberikan istirahat. Jika memaksakan, maka Q akan sekarat, dan membutuhkan waktu lama agar dapat pulih, dan paling buruk dapat mati."
Cia menghembuskan napas panjang dan menambahkan, "ada kata-kata paling terkenal diantara Master Q: 'Menjinakkan Q, memelihara Q, menggunakan Q.' Tiga kata itu menggambarkan tiga tugas utama yang harus dikuasai oleh setiap Master Q.
"Menjinakkan Q berarti memperoleh dan menjadikan Q sebagai milik sendiri melalui proses penyempurnaan atau penaklukan. Q pada dasarnya adalah makhluk hidup yang memiliki kehendak tertentu, sehingga seorang Master Q tidak bisa langsung menggunakannya begitu saja.
"Setelah berhasil memilikinya, tahap berikutnya adalah memelihara Q, yaitu merawat dan memenuhi kebutuhan Q agar tetap hidup dan berfungsi dengan baik. Setiap Q memiliki makanan, lingkungan, dan cara perawatan yang berbeda, sehingga kemampuan memelihara Q menjadi bagian penting dari kekuatan seorang Master Q
"Tahap terakhir adalah menggunakan Q, yaitu menggunakan Q secara efektif sesuai situasi. Memiliki Q yang kuat tidak berarti seseorang akan menang, yang menentukan adalah bagaimana Q tersebut dimanfaatkan. Seorang Master Q yang cerdas dapat menggabungkan berbagai Q untuk menciptakan strategi yang rumit, mengatasi musuh yang lebih kuat, atau mencapai tujuan tertentu. Karena itu, penggunaan Q sering dianggap sebagai aspek yang paling mencerminkan kecerdasan dan pengalaman seseorang."
Angin sepoi-sepoi datang berhembus, mengibarkan rambut Cia yang panjang dan bergelombang. "Aku akan menambahkan beberapa hal lagi. Menjinakkan Q adalah hal yang paling penting bagi Master Q. Jika Master Q gagal menjinakkan Q, maka dia bisa terluka. Jadi, jika di masa depan kau ingin menjinakkan Q, kau harus lebih berhati-hati dan fokus untuk melakukannya.
"Juga, kau tidak bisa memaksa untuk menjinakkan Q yang Tingkat-annya lebih tinggi. Jika kau berada di Tingkat 1, akan lebih aman untukmu jika menjinakkan Q Tingkat 1 juga.
"Andai saja, jika kau berhasil menjinakkan Q Tingkat 2 atau bahkan 3, padahal kau masih berada di Tingkat 1, maka kau harus berhati-hati. Laut Primordial-mu bisa terluka parah karena tak mampu menahan aura mereka, dan... jantungmu bisa meledak. Boom!" Cia melebarkan kedua tangannya di depan wajah, untuk menunjukkan visual jantung yang meledak.