NovelToon NovelToon
Kegilaan Sang Immortal

Kegilaan Sang Immortal

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Action / Tamat
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Pemuda biasa memburu binatang iblis, membantai putra mahkota klan penguasa, memancing perang antar-keluarga besar, hingga menjinakkan Wanita Suci yang angkuh.

Ketika jalur kultivasi biasa tidak lagi cukup, Wang Chan memilih jalan pintas yang paling berbahaya.

Bersiaplah menyaksikan... Kegilaan Sang Immortal!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Sebuah keputusan

Wang Chan hanya bisa menghela napas pasrah.

Tiga wanita di sekelilingnya. Dua di antaranya masih memeluk tangannya.

Dan satu di depannya tersenyum seolah menikmati setiap detik dari kekacauan ini.

Beberapa saat kemudian, Nuan Shuang menuangkan teh untuk semua orang. Airnya jernih, panas, dengan aroma bunga yang samar.

Ia menyodorkan cangkir satu per satu, dengan gerakan yang anggun, seperti tarian yang tidak terburu-buru.

Ketika semua cangkir terisi, Nuan Shuang duduk kembali di kursinya.

"Asal kalian tahu, masalah Wang Chan belum selesai."

Ruangan langsung menjadi lebih tenang.

Ekspresi santai di wajah Qing Yi menghilang, digantikan oleh kewaspadaan.

Tangannya yang tadinya memegang cangkir teh kini berhenti, tidak jadi diminum.

"Keluarga Wen?" tebaknya.

Nuan Shuang mengangguk.

"Mereka kehilangan Tuan Muda. Mereka tidak akan melupakan kejadian ini begitu saja. Wen Pang mungkin tidak akan menyerang sekarang, karena ia tahu aku di sini. Tapi suatu hari nanti, ketika ia merasa cukup kuat, atau ketika ia merasa aku tidak ada, ia akan datang."

Liu Chiyang mengepalkan tangannya. Cangkir teh di tangannya sedikit bergetar, airnya tumpah ke pinggiran.

"Kalau mereka datang lagi, harus lawan. Aku tidak akan lari lagi."

"Kau terlalu sederhana memikirkan masalah ini," kata Nuan Shuang, menggeleng pelan. "Keluarga Wen hanyalah debu bagiku. Tapi bagi Wang Chan, mereka adalah tembok yang besar. Selama ia masih di alam bawah ini, selama ia masih dalam jangkauan mereka, ia tidak akan pernah benar-benar aman. Kecuali..."

Wang Chan mengambil cangkir tehnya. Tidak diminum.

Hanya digenggam, merasakan hangatnya merambat dari telapak tangan ke pergelangan tangan.

"Aku tahu."

"Jadi apa rencanamu?" tanya Qing Yi. Suaranya datar, tapi ada getar di sana. Getar yang menunjukkan bahwa ia sudah tahu jawabannya, tapi belum siap mendengarnya.

Wang Chan terdiam cukup lama.

Tatapannya mengarah ke luar jendela. Langit sore terlihat tenang.

Jingga, keemasan, dengan sedikit awan yang bergerak lambat. Burung-burung terbang berpasangan. Angin berembus lembut.

Namun ia tahu badai belum berakhir.

"Aku akan ikut dengan Nuan Shuang. Ke alam atas."

Ucapan Wang Chan membuat Nuan Shuang tersenyum.

Senyum kemenangan yang tenang, seperti seseorang yang sudah menunggu lama dan akhirnya mendengar jawaban yang ia harapkan.

Tapi membuat Qing Yi dan Liu Chiyang terdiam.

Tidak ada yang berbicara.

Hanya suara angin dari luar jendela, dan detak jam air di sudut ruangan.

Wang Chan tidak menatap mereka. Ia takut melihat apa yang ada di mata mereka.

Tapi ia bisa merasakannya.

Kekecewaan.

Ketakutan.

Kesedihan.

"Kapan?" tanya Liu Chiyang akhirnya. Suaranya serak, berbeda dari biasanya.

"Segera. Aku tidak bisa berlama-lama di alam bawah ini," jawab Nuan Shuang sebelum Wang Chan sempat membuka mulut.

Qing Yi menggigit bibirnya.

Jari-jarinya yang sedari tadi memegang cangkir teh kini menggenggam erat, sampai buku-buku jarinya memutih.

"Dan kami?" suaranya hampir pecah. "Apa kami tidak bisa ikut?"

Nuan Shuang menggeleng.

"Tidak. Alam atas bukan tempat untuk kultivator tingkat kalian. Tekanan spiritual di sana akan menghancurkan tubuh kalian dalam hitungan detik. Bahkan Wang Chan, dengan perlindunganku, akan mengalami masa adaptasi yang sangat sulit."

"Jadi..." Liu Chiyang menggigit bibirnya. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa? Hanya bisa menunggu? Menunggu apakah dia hidup atau mati di tempat yang bahkan tidak bisa kita jangkau?"

Nuan Shuang tidak menjawab.

Karena tidak ada jawaban yang bisa menghibur.

Wang Chan akhirnya menoleh. Ia menatap Qing Yi, lalu Liu Chiyang, lalu Nuan Shuang.

"Aku tidak tahu berapa lama aku akan pergi. Bisa setahun, bisa sepuluh tahun, bisa seratus tahun. Tapi aku janji, aku akan kembali. Dan ketika aku kembali, aku akan cukup kuat untuk melindungi kalian. Bukan sebaliknya."

Qing Yi menunduk. Air mata menetes dari matanya, jatuh ke cangkir teh di tangannya, menciptakan riak kecil di permukaan air.

Liu Chiyang tidak menangis. Tapi tangannya yang mengepal gemetar.

"Aku benci kau, Wang Chan," bisik Qing Yi pelan.

Wang Chan tersenyum pahit.

"Aku tahu."

Kamar itu kembali sunyi.

Hanya suara tangis pelan Qing Yi, dan detak jam air yang terus berdetak, mengingatkan mereka bahwa waktu tidak pernah berhenti untuk siapa pun.

1
yayat
authornya yg suka bgt yg nganu3 ya
Cecilia: suka banget(readers yg suka)
total 1 replies
yayat
blm dinikahin dah tamat ja ni
Cecilia: di fantim biasanya kalau udh main, udh dianggap istri. cuma upacaranya aja yg ga ada kalau buat chiyang. kalau qinghuan kemaren kan harus
total 1 replies
yayat
knp g dinikahin semua biar makin erat bubungnnya
yayat: minum obat n olah raga lah
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
seharusnya wen pang di siksa Thor di seret di gantung kalau perlu
Fajar Fathur rizky
seharusnya anggota klan wen jiwanya di jadikan senjata
yayat
kaya beresin musuh2 lama dulu ni
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan wen dengan cara paling kejam
Adidan Ari
langsung saja, berkembang biak eps berapa?/Doge/
Cecilia: hayolo, bukan salahku
total 4 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan wen dengan cara paling kejam bikin ayahnya wen tiaren menyesal mencari masalah dengan wangchan
Kae
betul😌
Kae
jeniuzz/Determined/
Kae
ada typo dikit thor /Joyful/ hrsnya "makhluk"
Kae
walah/Joyful/
Kae
benar sekali ini 😌
Kae
masih teman udh dicium aja/Chuckle/
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan wen thor
Cecilia: 5 bab lgi
total 1 replies
yayat
nikahin juga feng xio
Fajar Fathur rizky
apakah xiang hua akan di ambil thor akan tidak ada hubungan darah
yayat
9langit 10bumi berarti yg 1 bumi ga ada langitnya ahaaay
yayat
hebat ya kultivator bisa nyiptain manusia nyata yg diinginkannya jd pingin biar bisa nyiptain pasangn yg setia ahaaay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!