NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

APARTEMEN EVITA

Karena kamu meminta lanjutan naskah novel, berikut versi yang dirapikan dan dilanjutkan.

Pria berkacamata itu maju selangkah lalu memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan, namaku Xuan Fei. Aku kapten dari kelompok ini."

Kemudian ia menunjuk seorang wanita di sebelah kirinya.

"Di sebelah kiriku, namanya Nina Simone."

Lalu ia mengarahkan tangannya ke pria bertubuh besar di sebelah kanan.

"Dan di sebelah kananku adalah Xuan Fang, salah satu anggota keluargaku. Walaupun tubuhnya besar, sebenarnya dia orang yang baik."

Xuan Fei kemudian mengulurkan tangan kanannya ke arah Rian.

Rian sempat ragu sejenak.

Di dunia seperti sekarang, berjabat tangan dengan orang asing bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan.

Namun setelah mengamati ekspresi lawannya, Rian akhirnya menyambut uluran tangan tersebut.

"Aku Rian."

Ia kemudian menjelaskan secara singkat bahwa kelompoknya berasal dari Bogor.

Xuan Fei mengangguk pelan.

"Lumayan jauh."

Kemudian ia mengarahkan tangan kirinya ke arah basement.

"Maukah kalian masuk ke dalam?"

Rian mengangguk.

Tidak ada alasan untuk menolak.

Mereka pun diarahkan memasuki basement apartemen.

Begitu memasuki area bawah tanah itu, Rian langsung melihat puluhan orang berkumpul di sana.

Sebagian adalah orang tua.

Sebagian lagi anak-anak kecil.

Wajah mereka tampak lelah dan kurus.

Beberapa orang sedang beristirahat di atas tikar seadanya.

Ada pula yang duduk diam sambil menatap kosong ke depan.

Namun tidak semuanya lemah.

Di antara kerumunan itu terdapat beberapa orang yang memancarkan energi tipis.

Jelas mereka adalah evolver.

Meski kekuatannya masih tergolong rendah.

Xuan Fei tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan.

Sontak Ridho dan yang lainnya langsung meningkatkan kewaspadaan.

Sementara Rian tetap tenang.

"Sebelum naik ke atas, ada aturan yang harus kalian ketahui."

Semua orang mendengarkan.

"Jika kalian ingin mendapatkan tempat tinggal khusus, biayanya seratus kristal jiwa untuk satu bulan."

"Bagi yang tidak memiliki kristal jiwa, bisa membayarnya dengan persediaan makanan."

"Dan jika tidak memiliki keduanya, mereka hanya perlu membayar sepuluh kristal jiwa dan tinggal di basement seperti yang kalian lihat sekarang."

Rian terdiam sejenak.

Di sepanjang perjalanan dari Cibinong hingga Depok, kelompoknya telah memburu cukup banyak zombie.

Meski begitu, total kristal jiwa yang mereka kumpulkan baru sekitar delapan ratus buah.

Namun menurut penilaiannya, harga seratus kristal jiwa untuk satu bulan termasuk sangat murah.

Terutama untuk tempat perlindungan yang memiliki keamanan seperti ini.

"Aku punya."

Tangan kanan Rian bergerak.

Seratus kristal jiwa langsung muncul dari penyimpanan sistemnya dan jatuh ke atas meja kecil di dekat mereka.

Mata beberapa penyintas yang melihatnya langsung membesar.

Nina Simone segera maju.

Ia menghitung kristal-kristal tersebut satu per satu.

Beberapa saat kemudian, ia mengangguk.

"Totalnya tepat seratus kristal jiwa."

Xuan Fei tersenyum.

"Terima kasih telah bertransaksi dengan kami."

"Kami sudah menyiapkan ruangan untuk kelompokmu di lantai atas."

Mereka kemudian menaiki tangga menuju lantai sepuluh.

Sepanjang perjalanan, Rian terus mengamati Xuan Fei dari belakang.

Entah kenapa, wajah pria itu terasa sedikit familiar.

Seolah ia pernah melihatnya di kehidupan sebelumnya.

Namun semakin dipikirkan, ingatannya tetap samar.

Tidak ada nama ataupun peristiwa yang muncul.

Akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu apartemen.

Klik.

Xuan Fei membuka pintu tersebut.

Ruangan yang berada di baliknya cukup bersih.

Perabotannya masih utuh.

Kasurnya masih layak digunakan.

Bahkan listrik darurat masih berfungsi untuk beberapa lampu.

Bagi dunia yang baru saja dihancurkan kiamat beberapa hari lalu, tempat ini bisa dianggap mewah.

"Ini ruangan kalian."

Xuan Fei menyerahkan sebuah kunci kepada Rian.

"Kalau ada masalah, kalian bisa mencariku di lantai dua belas."

Rian menerima kunci tersebut.

"Terima kasih."

Xuan Fei mengangguk lalu berbalik pergi.

Tak lama kemudian, suara langkah kakinya menghilang di ujung koridor.

Begitu pintu tertutup, Budi langsung menjatuhkan tubuhnya ke sofa.

"Astaga..."

"Akhirnya ada tempat yang benar-benar nyaman."

Rahma tertawa kecil.

Bahkan Nadia terlihat lebih rileks dibanding biasanya.

Namun berbeda dengan mereka.

Rian justru berjalan menuju jendela.

Tatapannya menembus pemandangan kota Depok yang mulai gelap.

Lampu-lampu kecil terlihat menyala di beberapa gedung yang masih dihuni penyintas.

Sementara di kejauhan, suara raungan monster sesekali terdengar memecah kesunyian malam.

Tiba-tiba...

Cincin di tangan kiri Rian kembali terasa hangat.

Sangat lemah.

Namun cukup jelas untuk dirasakan.

Mata Rian langsung menyipit.

Reaksi ini bukan berasal dari luar apartemen.

Melainkan...

Dari dalam gedung yang sama.

"Menarik..."

gumamnya pelan.

Jika cincin itu bereaksi, berarti ada sesuatu yang bernilai tinggi di Apartemen Evita.

Dan kemungkinan besar, penghuni apartemen ini sama sekali belum menyadarinya.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!