NovelToon NovelToon
FALLING IN LOVE WITH THE PLAYER OF HEARTS

FALLING IN LOVE WITH THE PLAYER OF HEARTS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: elfin hati

Malam di kota metropolitan itu tidak pernah benar-benar tidur. Lampu-lampu neon berkilauan memantul di aspal basah sisa hujan sore tadi, menciptakan kilauan warna-warni yang mempesona namun juga menyembunyikan banyak rahasia di baliknya. Di tengah hiruk-pikuk itu, di salah satu klub malam paling eksklusif dan terkenal berbahaya di pusat kota, Grey Cha Lavian sedang menikmati malamnya seperti biasa.

Bagi banyak orang, Grey adalah definisi sempurna dari seorang play girl. Cantik, cerdas, berani, dan memiliki pesona yang mampu membuat hampir semua pria berlutut di hadapannya. Rambut panjang berwarna cokelat gelap dengan sedikit sentuhan pirang, mata abu-abu yang tajam dan penuh misteri, serta senyum menggoda yang selalu terukir di bibir merahnya. Dia tidak pernah terikat pada satu orang pun. Baginya, hubungan hanyalah permainan, dan dia adalah pemenang yang selalu berkuasa. Dia mendekat saat dia mau, pergi saat dia bosan, dan tidak pernah meninggalkan jejak perasaan di belakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elfin hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Tiga Keajaiban Dua Pangeran dan Seorang Putri

Beberapa minggu berlalu sejak pagi yang penuh kehangatan dan gairah itu. Perut Grey yang tadinya hanya terasa besar dan berat, kini tumbuh dengan sangat pesat hingga tampak makin membuncit, menjulang tinggi di tengah tubuhnya seolah menyembunyikan tiga buah bola besar di balik kain baju yang ia kenakan. Gerakan di dalam sana pun makin terasa jelas, tidak lagi sekadar kedutan halus, melainkan dorongan-dorongan kuat, tendangan kecil, bahkan sesekali terasa seperti ada tubuh mungil yang berguling di dalam rahimnya, membuat Grey sering tersentak kaget lalu tertawa sendiri merasakannya.

Bagi Davian, pemandangan itu adalah hal terindah yang pernah ada. Setiap kali ia melihat perut istrinya yang makin besar, rasa bangga dan cintanya bertambah berkali-kali lipat. Pria itu makin protektif, makin lembut, dan tak pernah sekalipun membiarkan Grey berjalan jauh sendirian. Di mana ada Grey, di situ pasti ada Davian, berjalan di sampingnya dengan tangan kokoh yang selalu siap menopang pinggang atau punggung istrinya yang mulai terasa pegal karena menanggung beban berat.

Pagi itu, udara terasa sejuk dan cerah. Davian sudah bersiap sejak pagi, membantu Grey mengenakan gaun longgar berbahan lembut berwarna biru muda yang longgar di bagian perut. Tangannya dengan teliti mengancingkan baju itu, lalu menyisir rambut panjang istrinya dengan jari-jarinya sendiri, mencium puncak kepala wanita itu berkali-kali dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya.

"Hari ini hari yang penting, Sayang," bisik Davian sambil memegang perut besar Grey dengan lembut, merasakan satu tendangan kecil yang seolah menyambut sentuhan ayahnya. "Kita akan tahu siapa saja keajaiban yang sedang kau bawa ini. Aku sudah tidak sabar ingin tahu, meski apa pun hasilnya, mereka tetaplah harta paling berharga kita."

Grey tersenyum, menyandarkan punggungnya ke dada bidang suaminya, menikmati kehangatan pelukan itu. "Aku juga penasaran, Davian. Rasanya ingin sekali melihat wajah mereka, mendengar detak jantung mereka lebih jelas lagi. Tapi aku sedikit gugup juga… apa semuanya baik-baik saja di dalam sana?"

Davian mengecup pipinya dengan lembut, menenangkan. "Tenang saja, Sayang. Mereka kuat, sama seperti ibunya. Dan aku ada di sini, bersamamu. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

Mereka pun berangkat berdua, menuju klinik kesehatan terbaik yang sudah disiapkan Davian khusus untuk kehamilan istrinya. Di sepanjang perjalanan, tangan besar Davian tak pernah lepas dari genggaman tangan Grey atau dari perut besar itu, seolah takut kehilangan sedetik pun waktu untuk dekat dengan buah hatinya.

Sesampainya di ruangan pemeriksaan, suasana terasa tenang dan bersih. Dokter dan perawat yang bertugas sudah mengenal pasangan ini dengan baik, tahu betapa istimewanya kehamilan ini dan betapa besarnya perhatian sang suami. Grey berbaring di atas tempat tidur pemeriksaan yang empuk, sementara Davian duduk tepat di sisi tempat tidur itu, tidak beranjak sedikit pun, tangannya tetap menggenggam tangan istrinya erat, memberikan kekuatan lewat genggaman itu.

Ketika dokter mulai mengoleskan gel dingin di atas perut Grey yang mulus dan membuncit itu, Davian mengerutkan kening sedikit karena melihat istrinya bergigil pelan, namun segera tersenyum kembali saat Grey menoleh dan mengedipkan mata padanya.

"Siap-siap ya, Tuan dan Nyonya," ucap dokter itu ramah sambil menggerakkan alat USG perlahan di atas perut Grey. Layar monitor di sisi ruangan itu menyala, menampilkan gambaran hitam putih yang samar namun penuh makna.

Davian menatap layar itu dengan mata tak berkedip, napasnya tertahan. Detak jantungnya seolah berhenti sejenak saat gambaran samar itu mulai terlihat jelas. Ada tiga bentuk kecil, tiga kehidupan yang bergerak aktif di dalam sana, saling berdekatan namun masing-masing memiliki ruang dan gerakan sendiri.

Dokter itu tersenyum lebar, matanya berbinar melihat gambaran di hadapannya. "Perkembangannya sangat luar biasa, Nyonya. Ketiganya tumbuh sangat baik, ukurannya ideal, dan sangat aktif. Lihat di sini…" Dokter itu menunjuk satu titik di layar, "Ini anak pertama… bentuknya jelas, kelaminnya sudah terlihat… ini laki-laki."

Jantung Davian berdebar kencang, senyumnya merekah lebar sekali. Seorang putra. Penerusnya.

"Dan yang ini…" jari dokter beralih ke gambaran kedua yang sedikit di samping, "Posisinya sedikit miring, tapi cukup jelas juga… ini juga laki-laki, Tuan. Putra kedua Anda."

Grey menahan napas, matanya berkaca-kaca menatap layar itu, lalu beralih menatap wajah suaminya yang tampak terpukau dan sangat bahagia. Dua anak laki-laki.

"Dan yang ketiga…" suara dokter itu terdengar lebih lembut dan penuh kehangatan saat menunjuk gambaran ketiga yang bergerak paling lincah di bagian bawah, "Lihat gerakannya yang aktif sekali. Dan lihat di sini… jelas sekali. Anak ketiga Anda… adalah seorang putri. Seorang putri kecil yang cantik."

"Putri…" bisik Davian parau, suaranya bergetar menahan gejolak rasa bahagia yang meledak di dadanya. Matanya yang tajam dan dingin di hadapan orang lain, kini basah dan berbinar penuh air mata kebahagiaan. "Dua anak laki-laki… dan satu anak perempuan…"

Grey tak kuasa menahan lagi air matanya yang menetes pelan di sisi wajah. Dia meremas tangan suaminya erat, tersenyum di sela isak tangis bahagia. "Dua pangeran… dan satu putri kecil… Davian… kita punya dua putra dan seorang putri…"

Davian tidak menjawab dengan kata-kata. Pria itu menunduk, mencium punggung tangan istrinya berkali-kali dengan rasa syukur yang mendalam, lalu memindahkan ciumannya ke punggung tangan itu, ke lengan, hingga akhirnya ia mencium kening Grey dengan penuh kekaguman.

"Kamu hebat… kamu luar biasa, Sayang…" bisik Davian dengan suara serak yang penuh emosi, matanya tak lepas dari wajah istrinya yang cantik meski sedang menangis bahagia. "Kamu memberiku segalanya. Dua putra yang akan kujadikan pelindung dan penerusku, dan seorang putri… putri kecilku yang akan kujaga, kucintai, dan kubuat menjadi wanita paling bahagia di dunia, sama seperti ibunya."

Dia kembali menatap layar monitor itu, menatap tiga bayangan kecil yang bergerak tenang di dalam sana. Dua pangeran gagah dan satu putri manja, anugerah terindah yang dikirimkan takdir untuk melengkapi hidup mereka yang dulu penuh kegelapan.

"Terima kasih… terima kasih sudah memberiku kebahagiaan yang sebesar ini," Davian berbisik lagi, kali ini menundukkan kepalanya hingga bibirnya menyentuh perut besar Grey yang masih terasa dingin terkena gel pemeriksaan itu. "Halo… Pangeran pertamaku, Pangeran keduaku… dan Putri kecil kesayangan Ayah… tunggu sebentar lagi ya. Ayah akan segera memeluk kalian. Ayah akan mencintai kalian lebih dari nyawaku sendiri."

Di ruangan itu, kebahagiaan terasa begitu pekat dan nyata. Dokter dan perawat yang ada di sana hanya bisa tersenyum haru melihat pemandangan itu, melihat betapa besarnya cinta yang dimiliki pasangan ini untuk ketiga anak mereka yang belum lahir.

Setelah pemeriksaan selesai, Davian membantu Grey bangun dengan sangat hati-hati, membersihkan sisa gel di perut istrinya dengan lembut, lalu langsung memeluk tubuh wanita itu erat ke dalam dekapannya. Ia mengusap rambut Grey, mencium bibir istrinya dalam ciuman singkat namun penuh rasa syukur dan cinta yang meluap.

"Dua laki-laki dan satu perempuan…" Davian bergumam seolah masih tidak percaya, sambil menuntun istrinya berjalan keluar ruangan dengan langkah yang pelan dan penuh perhatian. "Sempurna… semuanya begitu sempurna. Persis seperti apa yang aku mimpikan, bahkan jauh lebih indah dari itu semua."

Grey bersandar berat di lengan suaminya, merasa sangat aman dan dicintai. "Kamu senang ya, Sayang?"

"Senang?" Davian menoleh, menatap istrinya dengan pandangan yang membuat jantung wanita itu bergetar karena begitu dalamnya rasa cinta yang terpancar dari sana. "Aku bukan hanya senang, Grey. Aku merasa menjadi pria paling beruntung dan paling kaya di seluruh dunia ini. Dua pangeran untuk melindungi adik perempuan mereka, dan seorang putri yang akan menjadi ratu kecilku. Semua berasal darimu. Semua anugerah ini kuberikan karena kamu hadir dalam hidupku."

Di perjalanan pulang, Davian tidak melepaskan genggaman tangan Grey sedikit pun. Ia terus berbicara lembut pada perut besar itu, bercerita tentang betapa indahnya rumah mereka yang sedang disiapkan, tentang baju-baju kecil yang akan mereka beli, tentang bagaimana ia akan mengajarkan putra-putrinya menjadi pria yang tangguh namun lembut hati, dan bagaimana ia akan memanjakan putri kecilnya hingga seumur hidup.

Api cinta mereka yang tak pernah padam itu, kini berkobar makin besar, makin hangat, dan makin indah, dihiasi oleh tiga nyawa kecil yang menjadi jembatan kasih sayang abadi mereka. Dua anak laki-laki dan satu anak perempuan—tiga keajaiban yang akan menjadi bukti abadi, bahwa cinta mereka memang tercipta untuk menyatu, tumbuh, dan melahirkan kebahagiaan yang tak terhingga luasnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!