NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 MAKEOVER PAKSA

"Ah,, mungkin yang ini lebih baik dari kemarin." sahut gadis itu, ia hanya berkaca di cermin kecil.

Matanya lalu melirik ke arah jam beker dimeja.

"Aaaaa!!! aku udah terlambat!"

Jeritannya sampai terdengar oleh Ibunya.

"ANABELLA!! KENAPA BELUM BERANGKAT SEKOLAH JUGA?!"

"I-iya Bu! Aku berangkat sekarang."

Mengikat rambut panjang seadanya, sederhana dan.. kurang rapi.

Dug..dug..dug

Suara langkah menuruni anak tangga kayu. Ia berpamitan dengan cepat, karena dirumah hanya ada Ibunya yang belum berangkat ke kedai makanannya.

"Hum baiklah, sarapanmu jangan lupa dimakan!"

"Baiklah!" jawab Ana sambil berlari, karena ia tidak mau dihukum oleh Pak Guru karena terlambat.

Sesampainya di Sekolah, hampir saja ia kena hukum karena telat. Untungnya ia sudah sampai di Sekolah.

Terlihat, ada Genk Wink Beauty yang sedang asyik ngerumpi dan melirik ke arah Ana.

Ana baru saja duduk di kursi dan belum sempat menarik nafas lega, Jia langsung menyikut temannya dan tertawa.

"Liat tuh si cupu, dandan ke Sekolah! Hahaha"

Ejekan itu sampai ke telinga Ana, tapi gadis itu tetap mengabaikannya. Ia bukannya tak peduli, tapi ia berusaha bersabar dan menahan diri.

Menahan diri untuk apa? Untuk kabur dan bersembunyi pastinya.

"Tak ada yang bisa menyelamatkan aku, hari ini. Termasuk Bu Ratna." batin Ana.

"Hei! Cupu! Kamu barusan dengar kita, kan?" teriak salah satu dari anggota Genk tersebut.

"Apa?" jawabnya dengan polos.

"Cuh. Jangan sok polos deh. Ehem, hari ini dandan ya?" sindir Jia.

Mulai melangkah ke arah Ana, sebenarnya dia dan teman - temannya sudah merencanakan pembullyan lagi kepada Ana. Namun, saat melihat Ana memakai makeup,, Cewek - cewek itu semakin bersemangat membuat Ana malu dan hancur.

"Ga tanggung - tanggu ya makeup di wajah kamu itu, um ada yang kurang deh.." celetuk Jia.

"Ma-mau apa kalian? Jangan sentuh aku!" berontak Ana mencoba menjauh saat langkah Jia dan teman - temannya semakin dekat.

Walaupun banyak siswa - siswi di kelas tersebut, semuanya hanya dia menyaksikan. Mungkin, ada yang merasa risih atau merasa terhibur? Itu yg ada dipikiran Ana sekarang.

"Mereka semua liat, tapi gak ada satupun yang berani membela atau menolongku." batin Ana.

"Itu Alis atau ulat bulu? Hahahaha, tebel banget!" celetuk salah satu teman Jia.

Jia pun tersenyum puas, lalu membawa kotak makeup-nya.

"Sini, biar aku yang perbaiki riasan-mu yang hancur itu." menarik dagu Ana, sampai gadis itu mendongak.

"Apa yang akan Genk Wink Beauty itu lakukan ya?" bisik salah satu siswi yang sedang menyaksikan pemandangan nahas tersebut.

"Kalo kita panggil guru, mereka bakal berhenti gak ya?" jawabnya, sambil mengerutkan kening.

"Aku ngga tau, tap-"

Terdengar suara jeritan Ana, saat ia berusaha berontak menghindari tangan - tangan usil yang mengoleskan makeup diwajahnya.

"DIAM! DASAR BEGO!" geram Jia.

"Lepaskan aku! Jia, aku mohon jangan! Jangan lakukan itu, Jia.." Ana memohon.

"PEGANG TANGANNYA!" tegas Jia, memerintah teman - temannya untuk menahan tangan Ana.

Gerry melirik ke arah Ana, ia kasihan kepada gadis itu sekaligus geram dengan perlakuan Jia, tapi apa boleh buat.

"Nah... Kalau gini cantik! Liat deh, muka kamu, Na!" sahut Jia bangga dengan mahakarya-nya.

Ana sangat pasrah dan hanya bisa menangis tersedu - sedu ketika melihat di cermin itu, wajahnya seperti badut.

Terlihat mengerikan, terlihat konyol dan menyakitkan.

Rambut yang berantakan, membuatnya harus pergi ke kamar mandi sebelum pelajaran pertama dimulai.

Ia melangkah dengan hati yang sangat sedih, disisi lain puluhan pasang mata sedang melihatnya dan menertawakannya.

"Eh, itu bukannya anak kelas 11 yang namanya Anabella? Kok dia cemong gitu ya? Ulah siapa sih" bisik beberapa siswi itu.

Ada yang merasa kasihan padanya namun hanya diam memperhatikannya dan ada juga yang merekamnya ketika ia berjalan dengan riasan seperti badut itu.

"Tolong jangan re-rekam aku." tergagap karena suaranya hampir tak terdengar.

"Salah satu siswi yang sama - sama cupu. Hum.. semoga dia gak bernasib sama kayak si Ranti."

sahut salah seorang siswa laki - laki yang sedang menyandar di tembok lorong sambil menyeruput jus.

"Aku emang udah bernasib sama dengan Ranti. Mungkin aku juga akan mengakhiri semua ini, karena terlalu berat untuk aku hadapi sendirian.." gumam Ana.

Sesampainya di toilet wanita, Ana membersihkan diri dan merapikan kembali seragamnya yang terkena oleh bedak.

[Melihat ke arah cermin kamar mandi, setelah wajahnya bersih dari makeup.]

"Aku udah ngga kuat. Aku udah muak dengan semua ini." sahutnya. Matanya masih sembab dan pipi serta hidungnya merah.

Ana selesai membersihkan semua makeup yang ada di wajahnya pun, hendak ke kelas tapi diperjalanan.

"Kak Ana." panggilnya dari kejauhan, Yap itu adalah teman bermainnya Raka.

"Ka-kamu. Kamu liat semuanya, Di? Aku mohon jangan bilang - bilang ke Raka, ya? Plis.."

"Tapi kak-" sahut Andi, ia ingin menolak.

"Andi. Plis, jangan ya?" Ana memohon sekali lagi.

"Hum. Kalau aja Andi bersekolah disini juga, pasti dia bakalan pukul pelaku perundungan itu. Baiklah, aku akan merahasiakannya tapi tolong jangan mengalah pada siapapun termasuk Jia anak arogan itu. Semangat, Kak!" sahut Andy sambil memberikan tissu dan camilan coklat.

"Makasih ya. Makasih juga kamu udah mau rahasiakan ini dari adikku. Aku pergi ke kelas dulu, dah!" balas Ana, tersenyum lalu kembali meneruskan perjalanan lagi menuju kelasnya.

______________________

[ DI KELAS ]

"Hari ini, kalian akan membuat kelompok belajar. Ayo tentukan kelompok kalian." jelas Pak Guru.

Semua tampak berkumpul kecuali satu, Ana.

Ana tidak mendapatkan kelompok, tidak ada yang mau ia bergabung. Dan tidak ada yang mengajaknya bergabung.

Ana pun terduduk sendiri di mejanya dengan tatapan yang sedih, tapi tidak memperlihatkan kalau ia ingin sekali menangis.

"Ana. Kenapa kamu masih diam saja?" tanya Pak Guru.

"A-aku.."

"Ah. Baiklah, Jia? Apakah kamu bisa menerima Ana dalam kelompok-mu?" tanyanya lagi sambil melihat ke arah Jia.

"Um.. kayaknya temen - temen aku keberatan deh kalau si cup- eh maksudnya Ana di kelompok kita. Ya kan, guys?" tanya Jia melirik teman - temannya.

Semuanya mengangguk, membuat Ana semakin hancur lagi. Perundungan ini sangat membuatnya ingin pergi jauh.

"Huft, baiklah. Ana kamu belajar secara mandiri, bisakah?" tanya Pak Guru.

Ana mengangguk pelan tanpa bicara.

"Oke semuanya. Kalau begitu, saya akan beri tugasnya." jelasnya lagi.

Sambil menulis tugas yang ada di papan tulis, batin Ana tetap berbicara dan bisakah ia bertahan dengan situasi ini.

Ana melihat ke sekelilingnya, melihat semua tampak antusias berdiskusi, sedangkan dia hanya sendiri.

"Hari ini, bukan hanya rekaman tapi mereka juga menyimpan ku sebagai bahan hinaan. Setiap kali aku melihat diriku, ingin rasanya aku.." pikiran Ana tak karuan.

#Bersambung...

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!