Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.
Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.
apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17.
senin pagi. SMA MAJU TERUS.
semua murid melaksanakan ujian semester pertama. Dan untuk kelas 12 merasa waktu begitu cepat karena setelah ujian semester pertama artinya waktu mereka sudah tidak lama lagi di sekolah ini.
Di hari pertama, kedua, ketiga masih terasa berat. banyak yang mengeluh pusing tentang soal matematika, fisika. di hari berikut nya semua murid sudah terbiasa sampai pada hari terakhir ujian.
TENG.. TENG.. TENG.. Bel pulang berbunyi.
semua murid bersorak karna masa ujian telah usai. sebelum para murid keluar dari kelas , para guru yang tadi bertugas mengawasi ujian. mereka mengumumkan libur sekolah selama 2 minggu, para murid yang mendengar langsung bertambah heboh.
para murid langsung pada bubar. Ada yang ingin mau syukuran di rumah contoh nya Baron, Ada juga yang janjian sama sirkel nya pergi ke mall, Ada juga yang langsung pulang kerumah untuk menikmati tidur sepuasnya.
" Bel sorry ya, gue ngga bareng dulu pulang nya. soalnya gue mau jalan sama bagas." wajah Lula memerah karena malu-malu memberitahu Bela.
" ish gitu ya lu sekarang, mentang-mentang udah punya doi. gue di lupakan, yaudah sono dah awas aja lu pada sampe berantem." ancem Bela.
" ya iya dong. lu juga kan punya doi, gih samperin sono. apalagi nanti malam lu mau tunangan kan. cieee tunangan kiw." ledek Lula sambil mencolek colek dagu Bela.
setelah saling ejek Lula pamit pergi. jadi tinggal lah Bela sendiri yang di kelas.
" huh gini amat cinta bertepuk sebelah tangan." Bela keluar dari kelas dan jalan menuju gerbang sekolah dengan gerakan yang lesu.
TING. suara chat masuk dari HP Bela.
Dengan gerakan malas dia membuka HP nya.
0896***************************
jangan langsung pulang, tunggu saya di pos satpam seperti waktu itu. saya ngga akan lama.
ada chat dari nomor ngga di kenal, tapi Bela tau siapa orang ini. Bela langsung senyum senyum sendiri sambil menuju ke pos satpam.
5 menit Bela menunggu akhirnya orang yang di tunggu datang.
" naik." titah Arga.
Bela langsung menaiki motor mio model lama itu. di perjalanan Bela hanya diam dan itu membuat Arga keheranan.
" mulut kamu sariawan?" Tanya Arga.
" HAH APA PAK?" teriak Bela yang memang kalo ngobrol di motor harus pake urat biar kedengeran.
" mulut kamu lagi sariawan?" ulang Arga.
" HAH APA PAK? AWAN NYA KENAPA?"
" huh sudah lah." Arga nyerah ngajak ngobrol duluan, tapi biasanya Bela selalu berkicau saat di bonceng Arga berarti dia selalu pake urat ngomong nya. kok kuat? Arga malah memikirkan keanehan Bela.
mereka berhenti di kafe.
" jadi ceritanya bapak ngajak ngedate beneran nih? buat nebus kesalahan waktu itu ya?" cengir Bela tapi itu membuat perasaan Arga jadi nyes.
Arga hanya diam dan langsung menuju meja yang kosong. lalu mereka memesan makanan.
" kamu mau makan apa?" Tanya datar Arga.
" saya ngga makan pak. kasihan bunda pasti udah masak nanti malah mubazir masakan bunda." Bela hanya memilih minuman manis.
Arga tertegun. biasanya kalo dia mengajak Ratna pasti Ratna ingin makanan yang mewah belum lagi dessert nya harus beberapa macam tapi ujung ujungnya ngga habis.
Arga berdeham. "EKHM."
" tujuan saya mengajak kamu kesini saya hanya ingin bertanya."
" ya ampun pak segala malu malu kalo mau ngajak ngedate. kalo cuma mau nanya ngapain harus di kafe? kan di sekolah bisa atau bapak chat aja kan tadi WA saya."
skakmat Arga.
" y-ya saya ngajak kamu kesini ya karena buat nebus kesalahan saya waktu itu, karena nurunin kamu di jalan." elak Arga.
Bela hanya tersenyum walaupun hati terasa sakit jika mengingat kejadian waktu itu.
" waktu itu kamu kemana? bukanya saya bilang kalo rumah mamih sudah dekat." Arga natap Bela. ngga dingin, ngga datar. cuma ada ke khawatiran di mata Arga.
" saya kerumah Sahabat saya." Bela sambil memainkan sedotan di dalam gelas.
" kenapa ngga kerumah mamih?"
" kalo saya kesana sendiri apa ngga jadi pertanyaan buat calon mimer saya?" Tanya balik Bela. " kalo saya nekat kesana saya harus jawab apa ke calon mimer? apa saya jawab kalo pak Arga pergi karena mau nyusul pacarnya? begitu?" Bela balik menatap Arga tapi sendu.
Arga diam, bingung harus bagaimana.
" sekarang gini aja pak." Bela menarik nafas. " apa kita batalkan saja pertunangan ini?"
" kenapa kamu ingin membatalkan." tatapan Arga langsung tajam.
" Apa yang harus saya pertahankan pak? kalo bapak aja di masa lalunya belum selesai. kalo saya ingin melanjutkan pertunangan ini dengan perasaan bapak yang sekarang, itu cuman buat nyakitin diri sendiri."
Bela menunduk dan dengan cepat menghapus air matanya.
" saya memang suka dengan bapak, dan awalnya saya ingin melanjutkan pertunangan ini walaupun bapak belum melupakan pacar bapak." mata Bela memerah. " tapi setelah saya fikir-fikir. untuk apa saya mempertahankan hubungan yang sedari awal sudah rusak, jadi saya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjodohan ini."
Akhirnya hati Bela terasa lega setelah mengatakan itu, sudah berhari-hari setelah kejadian dia di turunin di pinggir jalan. Bela sering merenung, dan dia memutuskan untuk mengakhiri saja.
Rahang Arga mengeras, tangan di bawah meja mengepal. Arga ngga tau kenapa merasa marah dan sedih saat Bela memutuskan pertunangan nya.
" Benar kamu benar. saya memang belum selesai dengan masa lalu saya. jadi kalo itu keputusan kamu saya Terima." getir itu yang di rasakan Arga.
Arga menghembuskan nafas kasar.
" baiklah kita sudah selesai, mari saya antar pulang." Arga sudah berdiri dan langsung menatap Bela yang masih terduduk.
" bapak duluan saja. saya ada janji dengan teman saya."
Arga mengangguk dan langsung meninggalkan Bela di kafe sendiri.
Bela hanya diam tapi air mata mulai berjatuhan.
" ko sesek banget dada gue." isak Bela sambil memukul mukul dada nya.
*Ayo goyang dumang, biar hati senang
Pikiran pun tenang, galau jadi hilang
Ayo goyang dumang, biar hati senang
Semua masalah jadi hilang*
dering hp Bela menandakan ada telpon masuk.
Galang: Anabel lo dimana? gue tadi kerumah tapi lo nya belum pulang kata nyokap lo.
Bela ingin menjawab tapi dia ngga kuat buat ngomong jadinya hanya suara isakan terdengar di sebrang sana. dan buat Galang jadi panik.
Galang: hey.. Bel lo kenapa? lo di mana sekarang? cepetan serlok ke gue.
Bela hanya bisa mengucapkan iya. lalu terputus panggilannya, Bela langsung mengirim serlok ke nomor Galang.
POV author: kira kira hubungan Arga dan Bela apa beneran berakhir atau hanya tertunda sementara?
menurut kalian gimana? jawabnya di komen ya hihi...