NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jiwa yang luka.

Brak.

Pintu kamar anak di tutup Raya. Bukan dibanting, tapi ditutup pelan. Tapi justru itu yang buat Bagas remuk. Kalau dibanting berarti Raya masih punya emosi buat dia. kalau pelan, berarti Raya sudah capek. Sudah tidak mengganggap dia ada.

 Dimeja makan, tinggal Bagas. Sendiri. kopi pahit didepannya sudah dingin. Nasi goreng sama sekali tidak disentuh. Piring Gilang yang disingkirkan masih ada sisa setengah.

" Papa jahat.."

  Kalimat Galang terus berputar dikepalanya. Anak sembilan tahun. Anak yang diajarkannya main bola, yang digendong setiap kalo dia demam, yang selalu di bilang" Papa akan menjaga kamu sampai besar,nak."

Sekarang anak itu berkata akan membawa mamanya pergi dari dia.

  Bagas menutup muka dengan kedua tangannya. Bajunya guncang. Tidak ada suara. Laki laki umur tiga puluh lima tahun itu, menangis dimeja makan yang dulu paling hangat dirumahnya.

   Dikamar yang penuh dengan coretan pena dan spidol yang dibuat oleh Galang dan Gilang. Raya menatap nalar kedua anaknya, pikirannya tertuju kepada rasa bersalah kepada kedua bocah ini." Mama minta maaf,"

   Raya tidak tahu lagi harus berkata apa, hanya kata maaf yang sekarang bisa keluar dari mulutnya. Dia tidak ingin hal bodoh itu membuat pikiran anak anaknya terguncang. Raga polos yang ada dihadapannya sekarang ini tidak boleh ternoda dengan kata kata yang seharusnya belum mereka dengar.

  " Mama sedih?" Gilang menatap wajah Raya dengan penuh kelembutan, sama sekali dia tidak tahu apa yang terjadi, yang dia tahu adalah mamanya kini tengah bersedih dan sebagai anak yang baik. Dia ingin menenangkan mamanya, sama seperti saat mamanya selalu menenangkan dia saat jatuh dari sepeda atau saat salah membuat tugas sekolahnya.

   " Ma.." Galang yang sudah sedikit mengerti dengan apa yang terjadi, memegang erat tangan Raya.

   Raya menatap mata itu, ada kemarahan didalamnya," Mama tahu kalian cemas, tapi Mama baik baik saja. Tidak perlu khawatir ya." Raya mencoba menahan rasa sakitnya. Tidak mungkin dia larut dalam kesedihan hanya karena wanita yang tidak jelas asal usulnya.

    Harusnya dia tetap tenang dan berpikir positif, dua jiwa yang kini ada didepannya membutuhkan dirinya untuk selalu kuat. Bukan lemah seperti sekarang ini.

   Raya menarik nafas dalam dalam. Dia ingin melepaskan bebannya yang kini terasa hampir menghilangkan kewarasan mentalnya.

   Tidak akan dia biarkan istana yang selama ini dibangunnya dengan cinta dan kasih sayang, hancur begitu saja.

    " Hari ini, Mama akan mengantarkan kalian kesekolah, Ayo siap siap." Raya bangkit dari tempat duduknya.

  Dia harus bangkit, dia harus memperjuangkan masa depan kedua lelaki yang ada didepannya.

   " Kalau mama masih sedih, biar kami dirumah saja ma." Jawab Galang yang masih menatapnya .

   " Tidak sayang, Mama sekarang sudah tidak sedih, Mama sekarang sudah lebih baik, karena ada Galang dan Gilang disini. kalian harus tetap sekolah, bukankah nanti kamu akan bertanding?" Raya mencubit hidung mancung Galang.

 Galang tersenyum, mungkin dia sudah yakin mamanya baik baik saja dan tidak perlu lagi khawatir." Gilang mau juga." Gilang juga menyodorkan wajahnya ke depan Raya, Sepertinya dia juga ingin diperlakukan sama dengan Abangnya.

" Bagas. kamu dimana? kenapa belum datang ke kantor? klien nagih revisi." Sebuah pesan masuk ke hp Bagas.

Bagas hanya melihat pesan tersebut tanpa ingin membaca atau membalasnya, rasanya semuanya sekarang sudah hambar.

" Mas, kamu kok belum datang?" kali ini pesan dari Andini.

Bagas masih mengabaikan kedua pesan tersebut. Dia sama sekali tidak tertarik untuk melihatnya.

" Nanti kita meeting jam delapan Bagas, tolong bilang sama yang lain, kita harus stan by sebelum jam delapan, ingat Bagas. Jangan sampai telat." kali ini pesan dari Satria bosnya.

Kali ini Bagas tidak bisa mengabaikan pesan dari alasannya itu. Dunia diluar ini masih muter. Dia masih harus tetap kerja, masih harus senyum ke klien. Masih harus pura pura semuanya normal dan tidak ada masalah sama sekali.

" Baik, pak." send.

Pesan itu terkirim ke Satria bosnya dikantor, Sementara dua pesan lainnya sama sekali tidak dibaca Bagas.

Bagas menaruh Hp, lalu menoleh kedinding. Didinding ada foto keluarga. Foto liburan kepantai dua tahun lalu. Galang dan Gilang terlihat hitam karena sinar matahari. Raya pakai topi pantai lebar. Bagas memeluk pinggang Raya dari belakang. Mesra sekali.

" Mas, kamu dimana? kenapa pesan aku tidak dibalas? kamu sakit, mas?" Lagi pesan masuk dari nomor Andini.

" Mas Bagas."

Dan banyak lagi pesan yang masuk dari nomor Andini.

Bagas masih mengabaikan pesan dari Andini. Dia bergegas mengambil kunci mobilnya dan segera berjalan keluar. Bagas berangkat kerja sekarang, tanpa mencoba untuk menenangkan jiwa yang luka.

Dari dalam kamar Raya mendengar suara mobil Bagas yang kini sudah meninggalkan halaman rumah mereka.

" Papa sudah pergi ma, kita tidak diajak." Gilang cemberut karena ditinggal Papanya. Biasanya Bagas yang selalu mengantar mereka pergi kesekolah setiap pagi.

Raya membelai lembut rambut Gilang." Ayo berangkat sama mama. kita naik motor, sudah lamakan kita tidak naik motor bertiga." bujuk Raya dengan lembut.

Raya tidak akan membiarkan anak anaknya kecewa dan merasa ditinggalkan, karena senyuman anak anaknya adalah kekuatan untuk dirinya.

" Iya dek, kita naik motor aja sama mama, kalau naik mobil nanti macet, seperti biasanya." Hibur Galang.

" Iya deh." Mereka bertiga bersiap siap untuk berangkat kesekolah.

Motor matic yang sudah lama tidak dihidupkan terasa sulit untuk dihidupkan. Tapi lama lama akhirnya motor itu menyala juga.

Raya dan anak anaknya segera berangkat kesekolah, Tidak akan dia biarkan jiwa anak anaknya terluka, karena jiwa mereka masih suci dan terlalu muda untuk tersakiti. Masa depan mereka masih panjang. Dan mereka butuh ibu yang waras untuk menghadapi dunia yang keras ini.

Pukul 07.30 wib, Bagas baru saja sampai dikantornya, Diparkiran Andini sudah menunggunya sedari tadi.

" Mas Bagas." Panggilnya dari belakang Bagas yang baru saja keluar dari mobilnya.

Bagas menoleh. Sebenarnya dia malas untuk bicara dengan Andini saat ini, tapi mau bagaimana lagi. Andini sekarang sudah berada tepat didepannya.

Wanita ramping dan seksi itu, kini perlahan berjalan mendekat kearahnya, rambutnya yang pirang tertiup angin dan menambah cantik dipandang mata.

" Kenapa kamu tidak membalas pesanku mas? padahal aku sudah menunggu kamu dari tadi. Bukankah kita baru saja memulai hubungan yang serius." Andini bergelut manja di lengan Bagas yang tidak bisa mengatakan Tidak karena pesona Andini.

BODOH memang bodoh Bagas ini, tidak bisakah dia mengatakan kalau aku sudah menikah dan hubungan ini tidak bisa terus dilanjutkan karena dia sudah memiliki keluarga yang bahagia.

Padahal tadi dijalan, Bagas sudah berpikir untuk mengatakan kalau dia ingin mengakhiri hubungan terlarang mereka, tapi saat kembali melihat wajah Andini, semua yang akan dikatakannya lenyap begita saja. Lidahnya kelu. Yang ada rasa nyaman.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!