NovelToon NovelToon
Takdir Gelap Huang

Takdir Gelap Huang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Kisah ini adalah perjalanan pilu seorang anak yang ditempa oleh kehilangan. Huang adalah perwujudan dari ketabahan dalam kesunyian, dipaksa dewasa oleh kematian tragis orang tuanya. Pohon beringin menjadi saksi bisu atas kesedihan abadi, sementara tidur enam tahun di dasar kolam adalah simbol kematian masa kecilnya dan kelahiran kembali sebagai seseorang yang sama sekali baru. Huang melangkah bukan hanya untuk mencari pembunuh, tetapi juga untuk menemukan arti dari hidup yang tersisa.

Tema pembalasan dendam, kesepian, dan keinginan untuk menjadi kuat demi melindungi yang tersisa... menjadi nyawa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Kota Bifan

Huang terus berlari menembus hutan lebat di depannya. Tubuhnya bergerak ringan di antara pepohonan besar. Langkahnya hampir tidak bersuara. Kadang dia meminjam pijakan dari batu besar, kadang memanfaatkan batang pohon miring untuk melesat lebih cepat.

Namun Huang tidak gegabah.

Setiap kali matahari mulai condong ke barat dan cahaya jingga mulai merambat di antara dedaunan, dia selalu berhenti mencari tempat aman untuk bermalam. Biasanya di bawah pohon besar, di dalam celah batu, atau di atas dahan yang cukup kokoh untuk menahan tubuhnya.

Setelah membuat api kecil, Huang akan memakan sedikit daging asap sambil menatap bara api dalam diam.

Kesunyian malam selalu membuat pikirannya kembali pada rumah bambu kecil di desa. Pada suara ibunya yang lembut. Pada ayahnya yang diam namun hangat. Namun Huang selalu menarik napas panjang lalu kembali menenangkan dirinya sendiri.

Dia tidak boleh tenggelam dalam kesedihan.

Setelah makan, Huang biasanya duduk bersila lalu mulai menyerap energi di sekitarnya. Energi di wilayah hutan lebih padat dibanding desa kecilnya dahulu. Meskipun begitu, kemajuannya tetap lambat.

Ranah yang dia miliki saat ini masih terlalu rendah. Tubuhnya masih tubuh manusia biasa yang sedikit lebih kuat dari orang normal. Dia masih merasakan lelah. Otot-ototnya masih terasa nyeri setelah perjalanan panjang seharian penuh. Karena itu setelah bermeditasi hingga tengah malam, Huang akan tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.

Lalu saat fajar tiba, dia kembali melanjutkan perjalanan.

Hari demi hari berlalu seperti itu.

Daging asap yang dia bawa dari rumah perlahan habis sedikit demi sedikit. Ketika persediaannya benar-benar kosong, Huang berhenti untuk sekedar mengambil buah buahan hutan. Lalu melanjutkan perjalanan.

Huang juga terus mempelajari pemahaman yang diwariskan pria tua misterius di dasar kolam itu. Semakin dia memahami dunia luar, semakin dia sadar betapa kecil dirinya sekarang.

Huang mengingat itu dengan sangat jelas.

Terutama jika dia ingin menemukan pembunuh ayah dan ibunya... maka ada dua hal yang harus dia lakukan.

Pertama, dia harus menjadi sangat kuat. Bukan kuat seperti pemburu desa. Bukan kuat seperti kepala desa. Tetapi kuat hingga tidak mudah diinjak siapa pun.

Dan kedua, dia harus mengingat pola pembunuh itu.

Huang masih mengingat luka di leher ayah dan ibunya dengan sangat jelas. Terlalu jelas hingga kadang muncul dalam mimpinya di malam hari. Dua luka yang sama yang halus.

Menurut pemahaman pria tua itu, setiap orang memiliki kebiasaan dalam bertarung maupun membunuh. Kebiasaan tersebut sangat sulit diubah karena sudah menjadi naluri.

Berarti... orang yang membunuh ayah dan ibunya kemungkinan menggunakan teknik yang sama berkali-kali.

"Itu satu-satunya petunjuk yang aku punya..."

Huang bergumam pelan sambil duduk di atas batu besar dekat api unggun kecil. Tatapannya menembus gelap malam di depan sana.

Waktu terus berlalu.

Satu bulan.

Lalu dua bulan.

Saat diperjalanan malam, Huang ingin beristirahat. Kemudian Huang masuk ke goa yang berada tak jauh darinya. Saat masuk kedalam, dia melihat seekor beruang bewarna biru. Namun Huang tidak berani bertindak jauh, dia memilih untuk melanjutkan perjalanan.

Waktu berlalu.

Keesokan harinya siang hari, pepohonan di depan Huang mulai berkurang. Jalan tanah yang dipijaknya perlahan berubah menjadi jalan batu yang lebih lebar. Suara manusia mulai terdengar samar dari kejauhan.

Huang memperlambat langkahnya.

Tak lama kemudian, matanya melihat tembok batu besar berdiri menjulang di kejauhan. Bendera-bendera kain berkibar di atas gerbang kota. Orang-orang keluar masuk sambil membawa kereta kayu, hewan tunggangan, maupun barang dagangan.

Huang berhenti beberapa langkah.

Di atas gerbang itu tertulis dua huruf besar.

Kota Bifan.

Untuk beberapa saat Huang hanya berdiri diam sambil memperhatikan kota itu. Ini pertama kalinya dia melihat kota.

Pemahaman dari pria tua misterius itu segera muncul di pikirannya. Dunia luar tidak berjalan menggunakan barter seperti desa kecilnya dahulu. Di tempat seperti ini, orang menggunakan batu roh. Dan kebanyakan orang menyimpan barang berharga mereka di dalam cincin ruang.

Huang tidak memiliki keduanya. Namun dia tidak panik.

Pria tua itu pernah mengajarinya satu hal penting. Orang yang panik mudah dibaca, dan orang yang mudah dibaca biasanya cepat mati.

Huang menarik napas perlahan lalu berjalan menuju gerbang kota dengan tenang.

Di depan gerbang berdiri dua penjaga berbaju zirah cokelat tua. Tombak panjang berada di tangan mereka. Tatapan mereka tajam seperti anjing penjaga yang terbiasa melihat orang miskin mencoba masuk tanpa biaya.

Saat Huang mendekat, salah satu penjaga langsung mengulurkan tangan.

"Biaya masuk. Dua pecahan batu roh."

Huang menangkupkan kedua tangannya dengan sopan.

"Tuan... saya ingin masuk ke dalam kota, tetapi saya tidak memiliki batu roh. Kalau..."

Belum selesai Huang berbicara, penjaga itu langsung mendengus kasar.

"Kalau tidak punya batu roh, pergi sana."

Tatapannya penuh penghinaan.

"Dasar gembel."

Orang-orang di sekitar mulai melirik Huang sambil tertawa kecil. Beberapa pedagang bahkan menggeleng malas sebelum kembali berjalan.

Namun Huang hanya tersenyum pahit. Dia tidak marah. Hal seperti ini sudah sering dia alami sejak kecil.

"Tuan..." Huang kembali berbicara dengan nada tenang. "Saya punya informasi untuk ditukarkan dengan batu roh."

Penjaga itu menyipitkan mata.

"Informasi?"

"Iya." Huang mengangguk pelan. "Ini tentang hewan spiritual. Sebenarnya saya ingin menjual informasinya kepada tukang daging di kota ini agar dibayar mahal. Tetapi jika Tuan mengizinkan saya masuk, saya akan memberikan informasi itu kepada Tuan."

Penjaga itu langsung berubah sedikit tertarik.

Namun sebelum dia sempat berbicara, seseorang tiba-tiba mendekat dari samping. Seorang pria setengah baya berjubah hijau tua.

"Maaf..." katanya sambil tersenyum tipis. "Aku tadi mendengar tentang informasi hewan spiritual."

Tatapannya langsung tertuju pada Huang.

"Binatang jenis apa itu? Beruang? Rusa? Harimau?"

Orang-orang di sekitar mulai berhenti berjalan. Beberapa pedagang ikut melirik penasaran.

Huang menjawab santai. "Aku rasa itu beruang. Namun warnanya biru. Aku tidak tahu apa manfaatnya."

Suasana langsung berubah sunyi sesaat.

Kemudian...

"Apa?!"

"Beruang biru?!"

"Mustahil!"

Orang-orang di sekitar langsung mendekat dengan wajah terkejut. Bahkan penjaga gerbang tadi ikut membelalak.

Pria berjubah hijau itu buru-buru bertanya lagi. "Kau yakin warnanya biru?"

Huang mengangguk perlahan. "Bulu tubuhnya biru gelap, matanya besar, dan tubuhnya sangat besar."

Bisik-bisik langsung pecah di sekitar gerbang kota.

"Itu Beruang Langkah..."

"Binatang itu biasanya hanya muncul di wilayah utara."

"Kenapa bisa ada di sini?"

Wajah banyak orang berubah serius.

Huang diam sambil mendengarkan. Dia sendiri baru tahu nama beruang itu sekarang.

Pria berjubah hijau tadi tampak semakin bersemangat.

"Kalau benar itu Beruang Langkah tua, maka inti binatangnya sangat berharga. Semakin tua Beruang Langkah, semakin murni esensi air dan es di dalam tubuhnya. Kalau berhasil mendapatkannya, seseorang bisa kaya dalam semalam."

Orang-orang langsung ribut membicarakannya. Namun tidak semua wajah terlihat tamak. Beberapa orang justru tampak takut.

Salah satu pria kurus berkata pelan.

"Beruang seperti itu sangat kuat. Minimal membutuhkan ahli tingkat tinggi untuk membunuhnya."

Pria berjubah hijau itu mengangguk berat.

"Benar. Kalau hanya orang biasa yang datang memburu... mereka akan mati sia-sia."

Tatapannya kembali tertuju pada Huang.

"Kau melihatnya di mana?"

Huang tidak langsung menjawab. Dia teringat kata-kata pria tua misterius itu. Di dunia luar, terlalu mudah percaya pada orang lain adalah cara tercepat menuju liang kubur.

Huang tersenyum tipis.

"Saya bisa menunjukkan wilayahnya... namun saya ingin masuk kota terlebih dahulu."

1
yos helmi
tamat.. jgn tunggu up.. thornya dah modaaar 🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
💪😄😄😄💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣😄😄
yos helmi
yg anehnya ko lan dong bisa di murid dalam.. ??? thor jgn terlalu tolol buat cerita..
Tinta Abadi: Ini komentar nya juga aneh. Padahal udah ada narasi. Huang heran mengapa Lan Dong yang murid luar bisa ikut eksplorasi murid dalam. Kau tolol, tapi ngatain orang tolol. Padahal cerita pengenalan Dhu Yan udah dijelaskan. kalau dhu yan itu orang yang memiliki banyak koneksi.

ngakak banget bro ini salah mulu🤣
kok bisa ya kek gitu. bacanya di lompat lompat kah?
total 1 replies
yos helmi
banyak yg ketinggalan dlm cerita ini.. ilmu dari org misterius..
Tinta Abadi: Otak bro yang ketinggalan. Literasi minus. Jadi pembaca itu yang teliti sedikit bro. Jangan dungu.

Saran: Baca ulang bab 4 berulang-ulang sampai paham. Mungkin anda sudah tua, jadi otaknya lemot, saya memahami🙏

Kasihan authornya ditanya mulu. Kebiasaan baca novel warisan, jadi beberapa pembaca nganggep warisan itu kekuatan sakti. Padahal pemahaman dasar loh tentang kultivasi.
total 1 replies
yos helmi
👍👍👍💪💪
yos helmi
😄😄😄😍😍😍
yos helmi
😄😄😄😄😄💪💪💪👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!