NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4 Pertemuan Yang Tak Terduga

Di pusat perbelanjaan terbesar di kota Suasananya sangat ramai. Hari itu Dinda sedang ditugaskan oleh tempat ia bekerja paruh waktu untuk mengantar dokumen ke sebuah kantor di gedung tersebut. Ia berjalan dengan sopan, memegang map berwarna cokelat, mengenakan kemeja yang rapi namun sederhana.

Di sisi lain, Nayla sedang asyik berbelanja bersama teman-temannya. Tas-tas mahal bergelantungan di lengan mereka, tawa mereka terdengar keras dan dominan.

"Eh, lihat deh tas yang baru keluar itu! Gila sih, modelnya kece banget. Pokoknya hari ini aku harus punya itu." ujar Nayla dengan mata yang berbinar .

Tiba-tiba, saat berbelok di sudut koridor toko, bahu Dinda tak sengaja tersenggol keras oleh bahu Nayla. Map yang dipegang Dinda jatuh berantakan ke lantai.

Mendengus kesal, merapikan baju mahalnya "Aduh! Mata lo di mana sih, jalan aja gak lihat orang! Baju gue hampir kotor tahu nggak!"

Segera berjongkok memunguti kertasnya, wajahnya tenang meski tersentak "Maaf, Kak. Saya benar-benar tidak sengaja."

Saat Dinda mengangkat wajahnya untuk meminta maaf, pandangan mata mereka bertemu.

Dunia seakan berhenti berputar sesaat.

Nayla terdiam. Matanya terbelalak sedikit menatap wajah Dinda. Ada perasaan aneh yang menjalar di dadanya. Wajah gadis sederhana di depannya ini... terasa sangat familier. Sangat mirip, namun juga sangat asing.

Begitu juga Dinda. Ia menatap Nayla yang berpakaian mewah itu. Ada getaran aneh di hatinya, seolah ia sedang melihat cermin dirinya sendiri, namun dalam versi yang berbeda.

"Yuk, Nay, ngapain sih diliatin terus? Cewek biasa aja kok. Mungkin dari kalangan orang miskin ." ejek teman Nayla .

Nayla tersentak, kembali ke alam nyata. Ia merasa aneh dengan perasaannya sendiri. Kenapa ia bisa terpaku begitu lama?

Berusaha terlihat angkuh untuk menutupi keganjilan itu "Hmph! Untung bajunya gak kotor. Dasar ceroboh!" ketus nayla .

Nayla berjalan pergi dengan langkah tegap, namun kepalanya sesekali menoleh ke belakang tanpa sadar.

Dinda masih berdiri mematung di tempat, memegangi dadanya.

Bergumam pelan "Kenapa ya... rasanya aneh sekali. Seperti... sudah kenal lama."

...****************...

 

Sore harinya, di kediaman Dewantara

Nayla melempar tasnya ke sofa dengan kesal. Liana yang sedang membaca majalah segera menoleh.

"Kenapa, Sayang? Wajahmu kelihatan kusut begitu." tanya Liana dengan rasa penasarannya.

"Tadi di mall sialan banget, Ma. Ada cewek jalan nggak lihat, nyenggol bahu gue. Tapi... anehnya Ma..."

"Aneh kenapa?" tanya Liana , saat Nayla tidak melanjutkan ucapannya.

"Wajah cewek itu... kok kayak... ya ampun, mirip banget sama Mama waktu muda. Bahkan caranya dia minta maaf itu... sopan dan halus banget, kayak Mama. Gue sampai bengong sebentar."

Liana tersenyum tipis, namun jantungnya berdegup kencang mendengar kata-kata putrinya.

"Masa sih? Mirip sama Mama?" ucap liana lalu kembali membuka majalahnya .

"Iya! Tapi dia pakai baju biasa aja sih. Mungkin cuma kebetulan ya, Ma."

Liana terdiam, menatap jauh ke depan. Selama ini ia sering merasa Nayla berbeda, namun hari ini mendengar cerita tentang gadis asing yang memiliki wajah dan sikap persis seperti dirinya... membuat hatinya tidak tenang.

 

...****************...

Di rumah sempit Sari

Dinda baru saja sampai di rumah. Ia tampak melamun. Sari yang sedang memasak melihatnya.

"Kenapa melamun begitu, Din? Kerjaan banyak ya?" tanya sari sambil mengaduk masakannya .

"Bu... tadi Dinda ketemu cewek di mall. Cantik, pakaiannya mewah banget. Tapi... Dinda ngerasa aneh Bu."

Tangan yang memegang spatula berhenti bergerak, suaranya sedikit bergetar "A... Aneh gimana, Din?"

"Wajahnya... kayak ada kemiripan sama ibu . Tapi yang bikin Dinda kaget, matanya... mirip sekali dengan ibu waktu masih muda . foto ibu sama bapak yang pernah ibu tunjukkan ."

PRANG!

Spatula yang dipegang Sari terlepas dan jatuh ke lantai. Wajahnya pucat pasi, kakinya terasa lemas seketika.

"Kau... kau bilang apa, Din?! Matanya... matanya kayak ibu ? kamu jangan aneh - aneh deh , Din . Masa mirip ibu . Anak ibu kan cuma kamu !" ucap sari gugup , tanganya masih gemetar .

"Iya Bu... kenapa Ibu kaget sekali? Ibu kenapa?" tanya Dinda heran .

Sari buru-buru berjongkok mengambil spatula itu, tangannya gemetar hebat. "Tidak mungkin... mereka bertemu? Takdir mulai bekerja? Ya Allah... ampunilah hamba..." batinnya berteriak ketakutan.

 Pertemuan singkat itu baru permulaan. Benih-benih kebenaran mulai tumbuh. Rasa penasaran Liana dan ketakutan Sari semakin memuncak.

...****************...

Malam harinya , di kamar mewah milik Liana dan Leonardo . Liana di dekat jendela menatap malam yang semakin sunyi . dia menunggu suaminya yang masih berada di ruang kerjanya . dia harus membicarakan ini , agar rasa penasarannya tidak terlalu larut .

Pintu kamar terbuka pelan , masuklah Leonardo kedalam , dia melihat istrinya sedang berdiri di dekat jendela . lalu mendekat dan memeluknya dari belakang .

" sayang , kamu belum tidur ?" tanya Leonardo , sambil mencium ceruk leher Liana .

Liana lalu membalikan badannya , dan menatap dalam ke arah bolan mata suaminya .

" Mas , tadi Nayla bercerita . kalau dia bertemu seorang gadis yang mirip dengan aku waktu masih muda ,,," ucap Liana . Dia merasa ragu untuk membicarakan keraguannya kepada Leonardo .

" Maksud kamu apa , sayang ? Mirip sama kamu ? Mungkin itu hanya kebetulan saja . kamu pasti tahu kan kalau di dunia ini ada 7 kembaran kita . mungkin itu salah satunya ." ujar Leonardo lembut .

" tapi , mas . aku merasa tidak ada ikatan batin dengan Nayla . sifat dan perilakunya beda jauh dengan kita mas ,,," ucap Liana . kalau dia duduk di pinggir ranjang kedua tangannya meremas sprei dengan kuat .

Rasa penasaran Liana begitu besar , dia ingin buktikan sendiri ucapan Nayla .

" Sudah sayang , jangan seperti ini . Kalau nanti Nayla denger pasti dia sangat kecewa pada kita ." Leonardo iku duduk di dekat Liana . tanganya menggenggam erat tangan Liana .

walaupun suaminya tidak percaya dengan perasaannya . Liana bertekad untuk mencari tahu kebenarannya .

" lebih baik kita istirahat , aku yakin kamu kelelahan , sayang ! jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja lebih ekstra . di sini ada aku Yang sanggup menafkahi kamu . biarkan restoran mu diurus sama orang kepercayaan kamu. sesekali kamu boleh memeriksa nya." ujar Leonardo .

Liana mengangkat patuh , mereka berdua lalu merupakan tubuhnya di ranjang empuk di kamarnya . pikiran Liana masih terfokus pada perkataan Nayla . Dia mengingat kembali ucapan dari sahabatnya yaitu Amira . bawa Liana dan Nayla tidak ada kemiripan sama sekali . sifat yang sikapnya juga sangat bertolak belakang dengan Liana yang lemah lembut .

Tanpa sepengetahuan suaminya , Liana meminta asistennya untuk mencari tahu tentang gadis yang bertemu Nayla di pusat perbelanjaan kemarin . dan dia juga meminta asistennya untuk mencari alamat tempat bekerja gadis itu .

setelah mengirim pesan kepada asistennya dia kembali merebahkan tubuhnya di samping suaminya . dia mendekap suaminya dengan erat . walaupun sudah bertahun-tahun menikah rasa cinta mereka semakin besar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!