Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.
dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEDAGANG LINTAS DIMENSI
Rian melirik ke arah pojok bangunan yang remang-remang.
Di sana, di balik pendaran cahaya putih yang memotong kegelapan, sesosok figur misterius duduk bersila di atas selembar kain beludru hitam. Jubah pekat yang dikenakannya seolah menyerap seluruh sisa cahaya di dalam pasar.
Rian tersenyum tipis di balik kerah jaketnya. Langkahnya sama sekali tidak ragu saat berjalan mendekat.
Dia tahu persis pedagang itu akan muncul di sini. Semua ini terjadi berkat fitur kedua dari cincin di jari manis tangan kirinya.
Cincin kuno itu bertindak sebagai suar pemanggil. Keberadaannya memaksa entitas khusus seperti pedagang dimensi untuk bermanifestasi di dalam Safe Zone.
"Selamat datang, Manusia," sebuah suara serak dan berat mendadak bergema langsung di dalam kepala Rian.
Pria berkerudung itu perlahan mendongak, memperlihatkan sepasang mata merah yang menyala redup dari balik kegelapan jubahnya.
"Kau berjalan mendekat tanpa keraguan. Sangat jarang ada makhluk fana yang tidak gemetar di hari pertama kehancuran dunia mereka," lanjut si pedagang.
Rian berhenti tepat tiga langkah di depan hamparan kain beludru. Matanya menyapu cepat komoditas yang dipajang di atasnya.
"Aku tidak punya waktu untuk basa-basi," ujar Rian datar sembari melipat tangan di depan dada.
"Aku tahu kau punya apa yang kubutuhkan saat ini."
Pedagang itu terkekeh miring. Suara tawanya terdengar kering dan mengerikan.
"Ah, tipe pembeli yang praktis. Mayoritas bangsamu saat ini hanya bisa menangis atau mencoba menyerangku dengan senjata bodoh mereka," ucap pedagang itu meremehkan.
"Jadi, apa yang dicari oleh manusia yang 'tahu banyak' sepertimu?"
"Logistik instan untuk pasokan satu bulan, beberapa senjata standar, dan ramuan pemulih stamina," jawab Rian tanpa ragu.
Pedagang dimensi itu mengibaskan tangannya yang kurus. Seketika itu juga, tiga buah benda langsung melayang di udara.
Ada sebuah kapsul perak berlogo makanan, sebilah belati besi dengan ukiran runik berpendar, dan tiga botol kaca kecil berisi cairan hijau.
"Kapsul Logistik Mikro, Belati Iron-Grade, dan tiga botol Stamina Potion," sebut pedagang itu malas.
"Totalnya seribu lima ratus Koin Jiwa. Aku ragu kau memiliki modal sebanyak itu, Anak Muda."
Rian tidak terprovokasi. Alih-alih membalas ejekan itu, dia justru mengangkat tangan kirinya dan memamerkan cincin peraknya.
Ting!
Cincin itu berkedip tiga kali, memancarkan gelombang energi keemasan yang membuat udara di sekitar mereka bergetar hebat.
Mata merah di balik jubah hitam itu seketika membelalak lebar. Tubuh si pedagang yang semula bersandar santai langsung menegak kaku.
"Cincin Otoritas Merchant?! Bagaimana bisa benda setingkat itu berada di tangan manusia di zona pemula?!" pekik pedagang itu syok.
"Itu bukan urusanmu," sahut Rian dingin. "Kau tahu aturan konsorsium dimensi, kan? Pemilik cincin ini berhak mengaktifkan fitur ketiganya."
Rian menjeda kalimatnya sejenak, lalu menatap tajam sang pedagang yang kini mulai gelisah.
"Fitur ketiga: diskon harga mutlak."
Bersamaan dengan runtuhnya keangkuhan si pedagang, sebuah kotak teks semi-transparan berwarna Biru mendadak muncul di depan mata Rian.
[Fitur Cincin Aktif: Otoritas Diskon Pedagang Dimensi (Potongan 50%)]
[Total Biaya: 1.500 Koin Kristal Jiwa ke 750 Koin Kristal Jiwa]
Pedagang itu mendengus gusar. Dia menggumamkan sumpah serapah dalam bahasa kuno sebelum akhirnya menurunkan barang-barang melayang itu dengan kasar.
"Sialan. Kau merampokku di hari pertama aku membuka toko," gerutu pedagang itu sambil merengut.
"Baik, tujuh ratus lima puluh Koin Kristal Jiwa. Tunjukkan padaku kalau kau memang punya uangnya!"
Rian tersenyum puas dalam hati. Tangan kanannya bergerak merogoh saku jaket, bersiap mengeluarkan koin-koin hasil buruan bersama teamnya.
Potongan harga setengah harga ini adalah keuntungan besar. Ini adalah fondasi awal yang sempurna sebelum dia membawa kelompoknya melesat menuju Depok.