Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.
Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:
"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serigala Pemakaman Jiwa
Dari balik kabut hitam pekat di belakang Zhao Hu dan anak buahnya, muncul sebuah bayangan monster raksasa setinggi tiga meter secara diam-diam. Makhluk itu adalah Serigala Pemakan Jiwa, jenis binatang iblis tingkat tinggi yang seharusnya hanya hidup di bagian paling dalam zona terlarang. Bulunya hitam legam seperti malam, dan dari taringnya yang panjang menetes air liur beracun yang membuat tanah di bawahnya meleleh. Sepasang matanya menyala merah darah, menatap punggung Zhao Hu dan anak buahnya seperti melihat makanan segar.
Tekanan kuat yang dipancarkan oleh binatang iblis itu membuat tubuh Zhao Hu langsung kaku. Jangankan untuk mengayunkan pedang, untuk bernapas pun dadanya terasa sangat sesak dan berat. Tubuh ketiga murid sekte itu bergetar hebat karena ketakutan setengah mati.
Ling Yun, yang berdiri berhadapan langsung dengan monster tersebut, langsung menegang. Sial... kenapa binatang iblis sekuat ini bisa berkeliaran sampai ke pinggir zona terlarang?! batin Ling Yun cemas.
Situasi di Hutan Kabut Hitam kini benar-benar berbalik. Ini bukan lagi soal urusan balas dendam pribadi Zhao Hu, melainkan tentang bagaimana cara mereka semua bisa selamat dari kejaran monster yang tidak punya rasa ampun tersebut.
Grrr...
Suara geraman rendah dari Serigala Pemakan Jiwa itu membuat bulu kuduk siapa pun berdiri. Hawa kematian yang pekat langsung memadamkan aura api di pedang Zhao Hu. Murid kurus yang tadi sempat menyeringai licik, kini menjadi orang pertama yang menjatuhkan pedangnya karena tangannya bergetar terlalu hebat.
"L-Lari!!" teriakan histeris akhirnya pecah dari mulut Zhao Hu.
Tanpa memedulikan gengsi atau anak buahnya lagi, Zhao Hu berbalik dan melompat mundur, berusaha kabur sekencang mungkin. Murid kurus dan satu temannya juga ikut ambil langkah seribu. Namun, di hadapan binatang iblis tingkat tinggi, melarikan diri dengan panik adalah kesalahan fatal.
Wusss!
Seperti kilat hitam, Serigala Pemakan Jiwa itu melesat. Dalam hitungan detik, monster itu sudah menerkam murid kurus dan satu murid lainnya hingga tewas mengenaskan. Jasad mereka terlempar dengan luka robek beracun yang menghitam. Zhao Hu yang melihat hal itu langsung tersandung akar pohon, merangkak ketakutan saat monster tersebut perlahan mendekat dan bersiap mengakhiri hidupnya dengan gigitan maut.
Melihat pembantaian sepihak itu, otak Ling Yun berputar liar. Ia tahu, setelah Zhao Hu mati, target berikutnya adalah dirinya dan Lu Han.
Ling Yun melirik ke arah semak-semak tebal di dekat gerobak hancur. Di sana, ia bisa melihat Lu Han sedang bersembunyi dengan tubuh gemetar hebat dan wajah pucat pasi. Lu Han tidak pingsan; dia menyaksikan semuanya, termasuk bagaimana Ling Yun meremukkan kepala Sanca Kerak Bumi tadi.
Sadar tidak ada waktu lagi, Ling Yun menatap tajam ke arah persembunyian Lu Han dan mengirimkan pesan suara kepadanya dengan nada yang sangat tegas, "Kak Lu, tetaplah bersembunyi di sana dan jangan bersuara! Tahan nafasmu!" Batin Ling Yun memberikan pesan suara kepada
Lu Han. Dirinya ingin berteriak melarang, tetapi tatapan mata Ling Yun yang begitu dalam memaksanya untuk tetap diam di tempatnya sambil menangis tanpa suara.
Ling Yun mengepalkan tangannya. Kondisi tubuhnya saat ini benar-benar hancur. Dan Tian-nya yang retak berdenyut menyakitkan, dan empat elemen di dalam dirinya bergejolak kacau. Jika dia dipaksa melayangkan pukulan fisik murni sekali lagi di sini, meridiannya akan putus dan dia akan mati sebelum sempat membalas dendam di Dataran Pusat. Bertarung secara normal di tempat ini adalah hal yang mustahil.
Tidak ada cara lain, batin Ling Yun, matanya berkilat nekat. Satu-satunya pilihan adalah menjadikan diriku sebagai umpan, memancing monster ini masuk kembali ke kedalaman Zona Terlarang, dan bertarung sampai mati di sana!
Rencana gila langsung tersusun di kepala Ling Yun. Ia melangkah cepat menuju bangkai Sanca Kerak Bumi dan sisa-sisa engsel gerobak besi yang hancur. Menggunakan pengetahuan kunonya, Ling Yun bermaksud mengeksploitasi sisa energi elemen tanah yang masih hangat di jasad sanca, lalu memadukannya dengan sisa energi formasi penahan dari jimat kuning yang terbakar.
Dengan gerakan kilat, Ling Yun menghentakkan kakinya ke tanah, memicu sisa energi formasi penahan agar berbenturan dengan energi elemen tanah dari jasad ular.
BOOM!
Ledakan energi gabungan itu memang tidak besar, tetapi cukup untuk menciptakan gelombang kejut yang mengeluarkan aroma darah segar yang sangat pekat. Gelombang energi itu sengaja dialirkan Ling Yun ke arah dirinya sendiri, membuat tubuhnya mendadak memancarkan aura yang sangat memikat bagi binatang iblis.
Jeritan terakhir Zhao Hu terdengar bersamaan dengan selesainya persiapan Ling Yun. Setelah menghabisi Zhao Hu, Serigala Pemakan Jiwa itu menoleh, dan sepasang mata merah darahnya langsung mengunci sosok Ling Yun yang kini memancarkan aroma energi yang sangat pekat.
"Hei, anjing besar! Mangsamu yang sebenarnya ada di sini!" teriak Ling Yun memprovokasi.
Tanpa menunggu monster itu menerkam, Ling Yun berbalik dan berlari kencang membelah kabut, melompat langsung melewati pembatas dan masuk ke dalam kegelapan Zona Terlarang Sembilan Kematian.
Melihat makan malamnya mencoba kabur ke dalam wilayahnya sendiri, Serigala Pemakan Jiwa itu meraung keras dan langsung melesat mengejar Ling Yun dengan kecepatan penuh. Kabut hitam tebal langsung menelan sosok keduanya, meninggalkan area perbatasan dalam keheningan yang mencekam.
Di dalam semak-semak, Lu Han hanya bisa membekap mulutnya sendiri, menangis sejadi-jadinya melihat adik angkatnya sengaja mengorbankan diri masuk ke dalam neraka jahanam demi menyelamatkannya.
Sementara itu, jauh di dalam pekatnya Zona Terlarang Sembilan Kematian, detak jantung Ling Yun berpacu cepat di antara rasa sakit yang luar biasa di dadanya. Kabut di tempat ini jauh lebih beracun, dan hawa dinginnya menusuk hingga ke tulang. Di belakangnya, suara derap kaki sang monster semakin mendekat.
Uhuk!
Ling Yun memuntahkan seteguk darah hitam, tetapi langkah kakinya tidak berhenti. Tatapannya justru berubah menjadi sangat liar dan kejam, layaknya seperti orang kerasukan ia berlari cepat ke dalam zona terlarang itu.
Jika aku memang harus mati hari ini karena tubuh rongsokan ini... maka aku akan memastikan untuk membawa monster ini bersamaku ke neraka! batin Ling Yun sembari bersiap mengumpulkan seluruh belenggu energi empat elemen di dalam dirinya dan memfokuskannya pada bagian kedua lengannya. Ia berniat untuk bertarung mempertaruhkan nyawa nya walaupun kemungkinan besar ia akan selamat hampir mendekati nol persen.
Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se ras ku.