NovelToon NovelToon
Takdir Gelap Huang

Takdir Gelap Huang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Kisah ini adalah perjalanan pilu seorang anak yang ditempa oleh kehilangan. Huang adalah perwujudan dari ketabahan dalam kesunyian, dipaksa dewasa oleh kematian tragis orang tuanya. Pohon beringin menjadi saksi bisu atas kesedihan abadi, sementara tidur enam tahun di dasar kolam adalah simbol kematian masa kecilnya dan kelahiran kembali sebagai seseorang yang sama sekali baru. Huang melangkah bukan hanya untuk mencari pembunuh, tetapi juga untuk menemukan arti dari hidup yang tersisa.

Tema pembalasan dendam, kesepian, dan keinginan untuk menjadi kuat demi melindungi yang tersisa... menjadi nyawa dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Pemenangnya!

Rasa sakit itu begitu hebat, seperti punggungnya dibelah oleh api.

Huang ingin menjerit kesakitan. Namun dia menggigit bibirnya sendiri sampai berdarah. Dia tidak boleh menjerit di depan gurunya. Dia tidak boleh terlihat lemah.

Qiao Rin tidak memberi waktu. Dia menusuk lurus ke arah tenggorokan Huang.

Huang langsung tiarap ke lantai. Belati Qiao Rin meleset di atas kepalanya.

Kemudian Huang berguling ke samping kanan dua kali, lalu bangkit dengan cepat meskipun kaki kanannya masih berdarah.

Namun Ning Su sudah mengeluarkan tekniknya. Pedangnya berayun membentuk busur besar.

"Tebasan Pembelahan Angin!"

Energi spiritual berkumpul di bilah pedangnya, lalu melesat sebagai tebasan besar berbentuk bulan sabit transparan. Angin di sekitar arena berdesir keras.

Huang mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, lalu di ayunkan.

"Teknik Pedang Gravitasi!"

Dum!

Tekanan besar langsung menghantam Ning Su.

Wanita itu langsung berlutut. Kedua tangannya menahan beban yang luar biasa. Serangan Tebasan Pembelahan Angin hancur sebelum mencapai Huang karena konsentrasi Ning Su terpecah.

Tapi Qiao Rin sudah berada di samping Huang. Kedua belatinya menebas bersamaan dari kanan.

Huang menangkis dengan pedangnya. Satu belati berhasil ditangkis. Namun belati satunya lagi menusuk perut Huang.

Sret!

Belati itu masuk setengah inci ke perut Huang. Energi spiritual di tubuhnya langsung kacau. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya. Tekanan gravitasi pada Ning Su melemah drastis.

Ning Su merasakan beban di tubuhnya berkurang. Dia langsung melepaskan diri dari area gravitasi. Setelah itu langsung melesat untuk mengakhiri pertarungan. Pedangnya mengarah ke leher Huang.

Qiao Rin menarik belatinya dari perut Huang sejenak. Darah segar mengucur dari luka tusukan itu. Dia lalu membidik untuk menusukkan kembali belatinya ke titik yang sama.

Huang merasakan bahaya besar dari dua arah sekaligus. Wajahnya muram. Kemudian dia mengalirkan energi spiritual yang cukup ke empat gelang besi di tangan dan kakinya.

Klak!

Klak!

Klak!

Klak!

Keempat gelang itu terlepas dan jatuh ke lantai arena.

DUMMM!

Lantai batu tempat gelang-gelang itu jatuh langsung retak dan amblas membentuk lubang kecil. Debu beterbangan. Seluruh arena bergetar pelan.

Pada saat itu aura Huang melonjak cepat. Energi spiritual yang sebelumnya diredam oleh gelang-gelang berat itu kini mengalir deras tanpa hambatan. Tekanan dari tubuhnya menyebar ke seluruh arena. Angin kecil berputar di sekelilingnya.

"Apa yang terjadi?!"

"Gelang itu... benar-benar gelang penekan?!"

"Berapa berat gelang-gelang itu sampai lantainya amblas?!"

Qiao Rin dan Ning Su menyadari bahaya yang mengancam. Mata keduanya membelalak. Mereka mencoba mundur.

Namun mereka terlambat.

Huang bergerak lebih dulu. Tubuhnya melesat dengan kecepatan tinggi, lalu mencengkeram leher Qiao Rin dengan tangan kirinya, membuat tubuh wanita itu terangkat.

Kemudian Dengan satu ayunan, Huang melemparkan Qiao Rin ke arah Ning Su.

Wush!

Qiao Rin melesat cepat seperti peluru. Hingga tubuhnya menabrak telak Ning Su yang tidak sempat menghindar. Keduanya jatuh berguling-guling di lantai arena.

"Astaga!"

"Dia melempar Qiao Rin seperti melempar batu!"

"Kecepatannya... darimana kecepatan dan kekuatan itu?!"

Semua orang terkejut. Bahkan para tetua membelalakkan mata mereka.

Namun Huang tidak berhenti. Tubuhnya sudah tiba di tempat Ning Su dan Qiao Rin terjatuh. Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke langit, lalu mengayunkan ke bawah dengan sekuat tenaga.

"TEKNIK PEDANG GRAVITASI!"

BAM!

Tekanan dari atas dan tarikan dari bawah menghantam kedua wanita itu secara bersamaan.

Kekuatannya berkali-kali lipat lebih besar dibandingkan sebelumnya. Ning Su dan Qiao Rin langsung terbaring rata di lantai arena. Tubuh mereka tidak mampu bergerak sama sekali. Bahkan mengangkat kepala pun terasa mustahil. Lantai batu di bawah mereka retak-retak seperti jaring laba-laba.

Huang bergerak cepat. Pedangnya menebas berulang kali tanpa ampun.

Sret! Sret! Sret! Sret!

Dalam satu tarikan napas, puluhan tebasan mengenai tubuh Ning Su dan Qiao Rin. Luka-luka kecil bermunculan di lengan, bahu, dan kaki mereka. Darah mengalir membasahi lantai arena.

Setelah gelang terlepas, Huang bergerak bagaikan angin. Tubuhnya terasa begitu ringan. Langkahnya terasa sangat cepat. Dan yang paling penting, kekuatannya bertambah berkali-kali lipat. Tidak ada lagi beban yang menahannya.

Diaken melihat situasi ini dengan mata membelalak. Dia langsung melesat ke pinggir arena, lalu menyerang ke arah Huang dengan pedang spiritualnya.

Wush!

Pedang spiritual itu melesat cepat ke arah Huang. Namun Huang langsung bereaksi. Dia berbalik, mengangkat pedang peraknya, dan menangkis serangan itu dengan satu gerakan ringan.

Trang!

Pedang spiritual Diaken hancur berkeping-keping.

Diaken terkejut. Matanya membelalak tidak percaya. Serangannya dihancurkan begitu saja. Dia langsung mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Huang! Berhenti!"

Huang menghentikan pedangnya. Dia berdiri tegak di antara Ning Su dan Qiao Rin yang terluka parah.

Diaken berbicara dengan suara berat. "Jika aku tidak menyerangmu, kau bisa membunuh peserta lain. Ucapanku akan terlambat dibandingkan seranganmu. Apa kau paham?"

Huang menangkupkan kedua tangannya dengan sopan.

"Saya paham, Tetua."

Diaken menghela napas panjang. Dia memandang Ning Su dan Qiao Rin yang perlahan bangkit. Pakaian mereka robek di banyak bagian. Luka-luka kecil menutupi tubuh mereka.

Qiao Rin memandang Huang dengan ekspresi rumit. Lalu dia menundukkan kepalanya.

"Aku... menyerah."

Ning Su menatap Huang yang membelakanginya. Nafasnya masih berat. Darah mengalir dari luka di bahunya.

"Aku juga menyerah."

Diaken mengangguk pelan. "Baiklah, pemenang sudah ditentukan. Qiao Rin berada di posisi ketiga. Ning Su di posisi kedua. Dan posisi pertama... Huang!"

Semua murid bersorak-sorai. Teriakan mereka menggema ke seluruh pelataran Sekte Yunwu bagian luar.

"Huang! Huang! Huang!"

"Dia benar-benar juara!"

"Posisi pertama! Luar biasa!"

"Dan hanya dalam waktu dua bulan!"

Huang menatap ke arah panggung utama. Dia melihat Tetua Mo. Mata lelaki tua itu berkaca-kaca. Air mata hampir jatuh dari sudut matanya yang keriput. Tetua Mo memalingkan wajahnya, lalu meneguk arak dari kendi barunya. Kemudian satu jempol teracung ke arah Huang.

Huang tersenyum. Matanya juga berkaca-kaca. Air mata hampir jatuh, namun dia menahannya sekuat tenaga.

Dia memasukkan pedang peraknya ke dalam cincin ruang. Kemudian dia berbalik menghadap Ning Su dan Qiao Rin. Kedua wanita itu masih berdiri dengan tubuh terluka.

Huang menangkupkan kedua tangannya dengan sopan. "Terima kasih sudah bertarung dengan baik. Bertarung dengan kalian berdua... memberikan pengalaman yang menambah wawasan untukku. Terima kasih banyak."

Ning Su menatap Huang dengan mata dinginnya. Namun kali ini ada sedikit rasa hormat di sana. "Kau... bertarung dengan sangat baik."

Qiao Rin menyimpan kedua belatinya. "Aku masih tidak suka laki-laki. Tapi kau... sedikit berbeda."

Huang tersenyum kecil mendengar itu.

1
yos helmi
tamat.. jgn tunggu up.. thornya dah modaaar 🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
💪😄😄😄💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣😄😄
yos helmi
yg anehnya ko lan dong bisa di murid dalam.. ??? thor jgn terlalu tolol buat cerita..
Tinta Abadi: Ini komentar nya juga aneh. Padahal udah ada narasi. Huang heran mengapa Lan Dong yang murid luar bisa ikut eksplorasi murid dalam. Kau tolol, tapi ngatain orang tolol. Padahal cerita pengenalan Dhu Yan udah dijelaskan. kalau dhu yan itu orang yang memiliki banyak koneksi.

ngakak banget bro ini salah mulu🤣
kok bisa ya kek gitu. bacanya di lompat lompat kah?
total 1 replies
yos helmi
banyak yg ketinggalan dlm cerita ini.. ilmu dari org misterius..
Tinta Abadi: Otak bro yang ketinggalan. Literasi minus. Jadi pembaca itu yang teliti sedikit bro. Jangan dungu.

Saran: Baca ulang bab 4 berulang-ulang sampai paham. Mungkin anda sudah tua, jadi otaknya lemot, saya memahami🙏

Kasihan authornya ditanya mulu. Kebiasaan baca novel warisan, jadi beberapa pembaca nganggep warisan itu kekuatan sakti. Padahal pemahaman dasar loh tentang kultivasi.
total 1 replies
yos helmi
👍👍👍💪💪
yos helmi
😄😄😄😍😍😍
yos helmi
😄😄😄😄😄💪💪💪👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!