NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ejekan keluarga

Sementara itu ditaman,Arumi tidak putus asa,ia masih berusaha merayu  pria penjual bakso bakar,dia berharap pria itu percaya dan mau membantunya.

"Saya mau menikah dengan Mas! Mas mau tidak menikah dengan saya,saya tidak minta mahar besar,dan saya akan menerima mas apa adanya walau hanya penjual bakso bakar,dan saya janji tidak akan membebani mas ,saya juga akan tetap bekerja,jadi mas nggak usah pusing masalah nafkah setelah kita menikah."

Kata -kata itu meluncur begitu saja dari bibir Arumi tanpa saringan. Ia tidak lagi peduli jika pria di hadapannya ini akan menganggapnya sebagai wanita murahan, atau bahkan wanita gila yang baru saja melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Harga diri Arumi sudah jatuh ke titik nadir, namun rasa takutnya terhadap masa depan jauh lebih besar daripada rasa malunya. Di kepalanya hanya ada satu nama yang bergaung seperti lonceng kematian: juragan Dirga

"Mbak ini  jangan main- main? Mbak tidak salah bicara?" tanya pria penjual bakso itu tanpa menghentikan aktivitasnya membalikkan tusukan bakso di atas panggangan. Asap mengepul di antara mereka, menyamarkan ekspresi bingung di wajah tampannya.

"Tidak, Mas! Saya serius! Saya mau sama Mas, Mas mau ya menikah dengan saya?" Arumi mengulanginya dengan nada yang lebih mendesak, hampir seperti rengekan putus asa.

Pria itu hanya  menggeleng-gelengkan kepala, menganggap ucapan Arumi hanyalah gurauan hambar seorang pelanggan yang sedang bosan. Di matanya, Arumi yang mengenakan pakaian rapi dan memiliki paras bak model sangat tidak selaras jika bersanding dengan gerobak motornya yang sederhana.

"Mbak jangan bercanda, ah! Bercandanya kelewatan," ucapnya setelah tawanya sedikit mereda.

"Siapa yang bercanda? Mas, aku ini serius!" sahut Arumi cepat, matanya mulai berkaca-kaca karena rasa panik waktu yang kian menghimpit dada.

"Hanya karena saya belum menikah, Mbak mengajak saya bercanda begini," sahutnya lagi sambil menyeka peluh di dahinya dengan handuk kecil yang tersampir di bahu.

"Beneran, Mas! Saya juga singel kok,jadi nggak masalah kalau kita nikah!" Arumi berusaha memberi penjelasan dengan suara yang bergetar.Ia menatap jam di layar ponselnya. Waktunya tinggal kurang dari tiga puluh lima menit. Jika ia tidak segera membawa bukti ke rumah, tamatlah riwayatnya.

Pria itu menatap Arumi dengan tatapan sedikit menyelidik, seolah sedang mencari kamera tersembunyi di sekitar mereka.

Sementara itu Arumi merasa sesak. Bagaimana caranya meyakinkan pria itu bahwa hidupnya sedang di ujung tanduk?

"Menurut mu , apa aku kurang cantik?" tanyanya tiba-tiba, sebuah pertanyaan yang terdengar sangat dangkal namun hanya itu senjata yang ia miliki.

Pria itu terdiam sejenak, menatap wajah Arumi lekat-lekat. "Mbak cantik. Bahkan sangat cantik," jawabnya jujur, tanpa nada menggoda.

"Kalau aku cantik, kenapa Mas tidak mau menikah denganku?"

"Bukannya saya tidak mau, Mbak. Tapi saya tahu diri siapa saya," ucap pria itu pelan, suaranya kini terdengar sedikit lebih serius.

"Jadi beneran Mas mau menikah dengan saya? Kalau begitu, kita menikah sekarang juga!" seru Arumi, seolah mendapatkan angin segar.

Arumi merasa tidak sabar ,waktu terus berjalan "Eh, Mbak, tunggu! Kita mau ke mana? Bagaimana dengan dagangan saya?" Pria itu berteriak kaget saat tangannya ditarik paksa oleh Arumi. Ia hampir saja terjungkal dari motornya jika tidak segera menyeimbangkan diri

"Mas titipkan saja pada temannya Mas di sini!" seru Arumi tanpa menoleh, terus menyeret pria itu menuju arah rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari taman tersebut.

"Eh, tunggu! Tunggu! Saya tidak mau ikut, Mbak! Siapa yang mau menjaga dagangan saya?" Pria itu berusaha melepaskan genggaman tangan Arumi yang ternyata cukup kuat untuk ukuran wanita sekecil dia.

Arumi tidak peduli ia  mencengkeram lengan pria itu dengan lebih erat. "Ayo, Mas. Tidak ada waktu lagi. Nyawaku,eh  .. maksudku, masa depanku ada di tanganmu!"

Pria itu hanya bisa melongo, pasrah saat Arumi kembali menariknya menjauh dari taman. Ia melirik ke belakang, melihat gerobak baksonya yang kini sudah mulai dikerumuni anak-anak kecil karena penjual penjualnya di bawa kabur Arumi

sementara pria itu hanya bisa pasrah dan ia hanya bisa  mengikuti langkah Arumi.

Sepanjang jalan, Arumi tidak melepaskan genggamannya. Ia berjalan dengan tergesa-gesa, mengabaikan tatapan heran dari orang-orang yang mereka lewati. Bagaimana tidak? Seorang gadis cantik dengan pakaian modis sedang menyeret seorang pria bertopi yang masih mengenakan serbet di pundaknya

"Mbak ... siapa tadi nama mbak ?"

"Arumi. Namaku Arumi," jawabArumi singkat tanpa memperlambat langkah.

"Saya Elang ,Mbak. Meskipun saya rasa perkenalan ini agak terlambat mengingat kita sedang dalam perjalanan menuju pernikahan versi Mbak," sindir pria itu pelan.

Arumi terdiam sejenak. "Elang ... nama yang bagus. Mas Elang, tolong bantu aku sekali ini saja. Ayahku ... dia orang yang sulit. Aku hanya butuh Mas untuk berdiri di depannya dan mengaku sebagai calon suamiku. Mas tidak perlu benar-benar menikah denganku kalau Mas tidak mau, tapi setidaknya bantu aku bebas dari si Botak Dirga ."

Elang menatap punggung Arumi. Ia bisa merasakan getaran kecil di tangan gadis itu. "si botak Dirga  itu siapa? Kenapa Mbak begitu takut padanya?"

"Dia rentenir  yang aku ceritakan tadi Dia jahat  banget,istrinya banyak  Dan dia jauh lebih tua dariku. Ayah berutang padanya dan aku dijadikan jaminannya," jelas Arumi dengan suara yang mulai serak.

Mendengar penjelasan singkat itu, ekspresi wajah Elang sedikit berubah. Rasa geli yang tadi ia rasakan berubah menjadi sebuah empati yang dalam. Ia berhenti menarik tangannya dan justru balik menggenggam tangan Arumi, memberikan sedikit kehangatan yang menenangkan.

"Baiklah, Arumi. Saya akan bantu," ucap Elang mantap.

Arumi menoleh, matanya berbinar penuh harapan. "Terimakasih ."

Mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah dengan pagar besi tinggi. Arumi menarik napas panjang, mencoba menetralkan degup jantungnya yang kian kencang. Di dalam sana, Pak Rahmad, ibu tirinya Lastri, dan kakak tirinya Rina sudah menunggu dengan segala rencana licik mereka.

Arumi mendorong pintu pagar, lalu melangkah menuju pintu utama dengan Elang di sampingnya. Saat pintu terbuka, ia melihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu bersama seorang pria tua botak  berperut buncit yang tak lain adalah juragan Dirga

"Arumi? Sudah pulang kamu?" Pak Rahmad bangkit dari duduknya dengan wajah sinis. "Mana laki-laki yang kamu banggakan itu? Jam delapan tinggal sepuluh menit lagi."

Arumi maju dengan kepala tegak, meskipun hatinya gemetar hebat. Ia menarik Elang ke depan semua orang.

"Ini calon suamiku, Yah. Namanya Elang," ucap Arumi dengan suara lantang.

Suasana seketika hening. Pak Dirga  yang sedang menghisap cerutu tertawa terbahak-bahak hingga batuk-batuk kecil. Lastri dan Rina yang sedang duduk di sofa pojok pun tak kalah kaget, lalu tawa ejekan mereka pecah memenuhi ruangan.

"Arumi! Kamu bercanda? Kamu membawa pria dekil ini  ke rumah ini sebagai calon suamimu?" Rina menunjuk pakaian Elang yang terlihat dekil.

"Lihat celananya yang kusam itu! Dan apa itu? Handuk lap?"

Pak Rahmad melangkah mendekat dengan mata menyala. "Kamu ingin menghina Ayah, Arumi? Kamu menolak Pak Dirga  yang kaya raya demi gembel ini?"

Arumi tidak mundur. Ia merasakan tangan Elang merangkul bahunya, sebuah gerakan yang sangat protektif.

"Saya mungkin hanya penjual bakso, Pak," ucap Elang dengan suara berat yang tiba-tiba terdengar sangat berwibawa, membuat tawa Pak Dirga  terhenti seketika. "Tapi saya memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh rekan Anda yang tua ini: Saya memiliki cinta Arumi, dan saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Arumi ,dan yang pasti saya akan membahagiakan Arumi ."

1
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
Dwiwinarni
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
MayAyunda: he he
total 3 replies
Dwiwinarni
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
Dwiwinarni
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
Dwiwinarni
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
Dwiwinarni
bagus itu baru pria gentmen elang...
Dwiwinarni
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Dwiwinarni
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!