NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 Di Anggap Spele

Zivanna bersama dengan Suster sedang memeriksa pasien yang berada di ruang rawat inap. Ini memang jadwal kunjungan Dokter seperti biasa aktivitas yang dilakukan.

"Ibu, harus minum obat yang rajin, ingat makanan yang dilarang tidak boleh dimakan, jika ingin sembuh harus benar-benar jaga kesehatan dengan baik, nanti kalau sakitnya makin parah baru mengeluh," ucap Zivanna memberi saran pada wanita sekitar berusia 70 tahunan itu.

"Ibu sudah tua, jangan marah-marah jika makanan yang ibu makan tidak sehat, siapa tahu itu jalan terakhir ibu untuk makan," ucap wanita itu.

"Yang memiliki ketentuan kita akan pergi atau tidak itu adalah sang pencipta, tetapi sebagai manusia tidak boleh menyerah," ucap Zivanna memberikan saran kepada pasiennya itu.

"Iya-iya Dokter, terima kasih atas sarannya," ucap Dokter tersebut dengan menganggukkan kepala.

Zivanna memberi senyum dan memberi suntikan kepada wanita tua itu.

"Baiklah, kalau begitu Ibu beristirahat. Saya permisi dulu!" ucap Zivanna dengan tersenyum.

"Baik! Dokter,!" wanita itu merespon dengan tersenyum.

Zivanna kemudian langsung keluar dari ruang perawatan itu bersama dengan Suster di belakangnya yang mengikuti Zivanna.

"Kita ada kunjungan ke ruangan mana lagi?" tanya Zivanna.

"Sudah selesai Dokter," jawab Suster.

"Selesai! kenapa cepat sekali, bukankah kita hanya memeriksa beberapa pasien saja dan pasiennya juga akan segera pulang?" tanya Zivanna.

"Semuanya diambil alih-alih Dokter Rania," jawab Suster.

"Hah!" sahut Zivanna cukup kaget mendengar pernyataan dari Suster tersebut.

"Kata Dokter Raina, beberapa pasien banyak mengeluh karena tindakan yang Dokter ambil, terkadang saran yang Dokter berikan tidak masuk akal membuat mereka tidak berani untuk meminum obat," Suster wanita itu tampak gugup menyampaikan secara langsung pada Zivanna.

"Pasien komplain tentang hal itu?" tanya Zivanna memastikan.

Suster menganggukkan kepala.

Zivanna tidak bisa berkomentar apapun hanya menghela nafas dengan perasaan yang tidak enak.

"Dokter, kalau begitu saya permisi dulu!," ucap Suster menundukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

"Kenapa pasien takut padaku? Padahal aku tidak menyakiti mereka dan aku hanya mencoba untuk menolong mereka, saran yang aku berikan juga masuk akal, kenapa menjadi Dokter begitu sangat sulit," gumam Zivanna menjadi sedih karena mendengar pernyataan Suster.

Zivanna melanjutkan langkahnya dengan terlihat lesu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah putih itu.

"Zivanna....." panggil Sherina menghampiri temannya itu dengan merangkul bahunya.

"Hey, ada apa dengan kamu? kenapa wajah kamu terlihat cemberut seperti itu?" tanya Sherina.

"Semakin lama orang-orang yang ada di rumah sakit ini benar-benar tidak menghargaiku, mereka mencapku sebagai dokter gadungan, selalu melakukan kesalahan, bahkan untuk kunjungan pasien secara rutin saja aku harus dibatasi, jika seperti ini untuk apa melanjutkan menjadi seorang Dokter," keluh Zivanna.

"Hey, kenapa langsung menyerah begitu saja? Kamu harus belajar dan buktikan pada semua orang yang ada di rumah sakit jika kamu mampu, bukankah kamu berniat ingin mengambil Dokter spesialis. Jadi lanjutkan saja mengambil Dokter spesialis penyakit dalam," ucap Sherina tidak pernah berhenti memberi dukungan kepada Zivanna.

"Memang kamu mampu?" tiba-tiba mereka membalikan tubuh ketika mendengar suara yang terdengar merendahkan itu.

"Dokter Raina...." sahut Sherina.

"Sherina, jika kamu ingin mengambil Dokter spesialis, maka silakan dan mungkin saya masih yakin kamu mampu menjalaninya, tetapi tidak untuk Zivanna, menjadi Dokter umum saja dan bahkan melakukan hal kecil saja kepada pasien selalu salah, kalau saran saya profesi ini tidak cocok untuk kamu. Alangkah baiknya jangan dilanjutkan dan kalau perlu sudah tidak menjadi Dokter lagi," ucap Raina tersenyum meragukan kemampuan Zivanna.

"Hmmmm, Dokter, bukankah siapapun itu berhak untuk mengambil spesialis dan termasuk Zivanna. Zivanna juga bisa menjadi Dokter dan berada di rumah sakit ini pasti melewati banyak hal dan artinya dia mampu," sahut Sherina membela temannya.

"Semua orang berhak untuk melanjutkan cita-citanya dan mengembangkan karirnya dalam dunia kedokteran, tetapi keberhakaan itu bukan untuk orang yang pasti memiliki keterculian, yaitu Zivanna, kemampuannya sebagai Dokter di bawah rata-rata para perawat di rumah sakit ini, melihat darah takut mengambil tindakan ragu dan bahkan melakukan hal-hal kecil saja tidak mampu," ucap Rania.

Zivanna menghela nafas, perasaannya pasti tidak enak karena diberi sindiran oleh Rania yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Daripada terus mendengar kejelekan dan sindiran terhadapnya lebih baik Zivanna memilih untuk pergi.

"Zivanna tunggu!" panggil Sherina kebingungan harus berbuat apa.

"Dokter saya permisi dulu!" ucap Sherina buru-buru dan meninggalkan tempat tersebut.

"Baru dikatakan seperti itu saja sudah marah, jika sudah tahu tidak memiliki kemampuan dan seharusnya tidak berani untuk menjalani profesi yang tidak cocok dengan kita," batin Rania dengan tersenyum miring.

****

Zivanna mendapat pernyataan yang membuat hatinya terluka, menjadi bahan pikiran untuknya yang duduk di luar rumah sakit di bawah pohon yang terdapat salah satu bangku di sana. Wajahnya terlihat murung dan tidak semangat dengan apa yang dia dapatkan hari ini.

"Benarkah, aku tidak mampu untuk menjadi seorang Dokter? benarkah profesi ini tidak cocok untukku dan kesannya justru terpaksa?"

"Memang tidak mudah untuk menjalani profesi yang berkaitan dengan nyawa seseorang, aku hanya ingin menjadi seorang Dokter karena mengharapkan pekerjaan ini akan membawakan pahala karena menolong banyak orang, tetapi siapa sangka justru aku menjadi satu-satunya dokter yang ditakuti banyak orang,"

"Apa aku begitu buruk dan tidak pantas untuk mendapatkan profesi ini?" Zivanna sejak tadi bertanya sendiri tentang profesi yang dia jalani tidak seindah yang dia bayangkan.

Kehidupan gadis 23 tahun itu tidak lepas dari kehidupan dunia medi. Kakeknya seorang profesor terkenal, dilanjutkan dengan ayahnya mengambil dunia di bagian kesehatan berhasil mendirikan rumah sakit terbaik di Indonesia.

Sejak kecil dunia medis sudah diperlihatkan kepada Zivanna, dia merasa senang karena banyak para pasien yang mengucapkan terima kasih dengan senyum melebar pada dokter tersebut membuat Zivanna memiliki keinginan untuk menjadi Dokter.

Zivanna benar-benar tidak mudah untuk berada pada titik sampai saat ini, semua melalui proses dan tidak seperti yang dikatakan orang-orang bahwa dia mendapatkan profesiku secara instan, orang-orang tidak melihat bagaimana perjuangannya begitu keras, tetapi sudah pasti setiap praktek yang dia jalani tidak sama dengan dunia nyata.

Zivanna terkadang merasa takut mengambil tindakan, bahkan untuk melihat darah pun dia terkadang masih tidak tahan, memang sangat banyak kekurangan Zivanna sebagai seorang Dokter.

"Dokter, ini rekap pasien dari pasien di ruangan melati!" Suster menghampiri Dikta yang berdiri di teras lantai 2 yang baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya.

"Baiklah, kamu persiapkan prosedur operasinya!" titah Dikta.

"Baik Dokter," sahut Suster tersebut menganggukkan kepala dan kemudian meninggalkan Dikta.

Saat Dikta ingin pergi tiba-tiba saja tidak jadi ketika arah matanya melihat pada sosok wanita yang duduk termenung siapa lagi jika bukan istrinya.

Entah apa yang dipikiran Dikta, hanya menatap bagaimana wanita tersebut.

"Kenapa dia tidak pernah belajar dari kesalahan dan tetap melakukan kesalahan yang sama? Dia memiliki cita-cita yang tinggi dalam karir dunia ke Dokter nya, tetapi tidak mau berusaha, dan jika seperti itu terus maka lama-lama dia juga akan kehilangan karirnya," batin Dikta menghela nafas.

Dikta mungkin sudah lelah terus menerus marah kepada Zivanna.

Bersambung....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!