NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:63.5k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik (29) memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena (25) yang bernama Kalani Gianna (27), hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin (30) yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Jika Ayah sudah setuju, berarti kamu juga sudah setuju."

Sang Ayah berkata dengan nada yang tegas. Tatapannya seolah berkata ' Sera, sebaiknya kamu diam saja.'

"Ayah tidak berhak memutuskan untukku," tolak Seraphina. "Aku bisa mengambil keputusan untuk diriku sendiri."

"Kamu berniat untuk menghalangi kebahagiaan Kakakmu sendiri, Sera?"

Romi meradang. Wajahnya memerah. Putri bungsunya yang nyaris selalu terlupakan tiba-tiba terlihat begitu terang dengan aksi pembangkangannya.

"Bukankah, yang terjadi justru sebaliknya, Ayah? Kalani yang sedang menghancurkan kebahagiaan ku secara terang-terangan. Tak hanya sekali, tapi dua kali. Dan, Ayah selalu membelanya."

Hening.

Semua orang diam. Keberanian Seraphina mendadak mengubah pandangan semua orang.

Wanita itu diam bukan karena lemah.

Wanita itu diam hanya karena dia ingin diam.

"Sera, kamu berani membantah perkataan Ayah?"

"Jika Ayah salah, maka aku berhak untuk membantah dan mengingatkan Ayah."

"Sera, apa kamu tidak bisa mengalah untukku?" celetuk Kalani. "Lagipula, Kaivan juga mencintaiku. Dia tidak pernah mencintai kamu, Sera. Pernikahan mu hanya sandiwara. Kaivan menikahimu hanya karena dia ingin dekat denganku."

"Apa kamu begitu mencintai Kaivan?" tanya Seraphina.

"Ya. Aku sangat mencintainya."

Kini, tatapan Seraphina beralih kepada sang Ayah.

"Apa Ayah mendukung keputusan Kalani untuk merebut suamiku?"

Romi memejamkan matanya. Meski berat dan tahu semuanya tidak adil untuk Seraphina, namun dia tetap mengangguk.

"Ya, Ayah mendukung keputusan Lani."

"Oke," angguk Seraphina. Tatapannya kini tertuju pada Kaivan. "Kapan kita bercerai?"

"Sera!" hardik Kaivan dengan suara meninggi.

Dia gelisah. Entah kenapa, dia merasa jika semua ini sangat salah.

"Jangan berteriak dan jangan tampakkan ekspresi seolah-olah kamu yang jadi korban, Kaivan!" balas Seraphina.

Kaivan menunduk dalam. Dadanya terasa sesak.

Seraphina, istrinya yang paling lembut dan baik tega membentaknya malam ini.

"Besok, kita urus perceraian kita."

Keputusan Seraphina bagai palu raksasa yang menghantam dada Kaivan. Berawal dari kekhilafan sesaat, dia harus kehilangan sosok wanita sebaik Seraphina.

Kaivan akui, dia memang menikahi Seraphina karena ingin selalu berada disini Kalani. Namun, Kaivan juga harus mengakui jika selama ini Seraphina sudah menjadi bagian dari dirinya, kebiasaannya, dan juga rutinitasnya.

Tak mudah menyesuaikan diri jika Seraphina tiba-tiba pergi.

"Dan, Ayah..." Seraphina memulai negosiasi. "... Aku ingin meminta ganti rugi."

"Ganti rugi?"

"Beri aku 500 juta."

"500 juta? Apa kamu sudah tidak waras, Sera? Ayah dapat uang darimana sebanyak itu?"

"Jadi, Ayah tidak mau memberikannya untukku?"

"Tidak."

Romi membuang muka ke arah lain. Permintaan Seraphina terlalu tidak masuk akal baginya.

"Padahal, Ayah baru bulan kemarin membelikan mobil seharga 1,2 M untuk Lani. Tapi, aku minta 500 juta saja, tidak ada?"

Seraphina tertawa hambar.

"Itu kasus yang berbeda," timpal Romi. "Ayah membelikan mobil itu dari hasil menjual tanah."

"Kalau begitu, jual tanah juga untukku!"

"Tidak bisa."

Romi menolak mentah-mentah. Dia tak setuju dengan permintaan putri bungsunya.

"Kenapa tidak bisa? Aku juga anak kandung Ayah. Tapi, kenapa Ayah jelas sekali membeda-bedakan kami?"

"CUKUP, SERA!"

Suara Romi makin meninggi. Wajahnya menegang hingga urat-urat di lehernya terlihat.

Sementara, ekspresi Seraphina masih sama. Ekspresi wajahnya tetap tenang, bagai permukaan air di danau.

Dia meraih ponselnya dari atas meja. Video yang tadi dia rekam, kini diputar dan diperlihatkan pada orang-orang.

"Bagaimana? Apa Ayah masih berniat untuk menolak permintaan ku? Kalau iya, maka video ini akan aku sebar ke dunia maya."

"Sera, kau..."

Tubuh Romi gemetar saking marahnya. Tapi, dia tak bisa berbuat apa-apa. Seraphina memegang kartu as milik putri sulungnya.

"Bagaimana, Ayah?"

Seraphina tersenyum sinis.

"Ayah, jangan turuti permintaannya!" pinta Kalani dengan kondisi kalut.

Uang 500 juta bukan jumlah yang sedikit. Enak sekali jika Seraphina harus mendapatkan uang itu secara cuma-cuma.

Dia pun melangkah cepat mendekati Seraphina. Ponsel sang adik dia rebut kemudian dia lemparkan ke lantai.

Kakinya menginjak-injak ponsel tersebut sampai benar-benar hancur. Dengan begini, tak ada bukti lagi yang bisa menekan mereka terutama sang Ayah.

"Kak, apa kamu pikir, jika videonya hanya ada di ponsel itu saja?"

Deg.

"Apa maksudmu?"

"Videonya sudah ku salin dan ku pindahkan ke tempat lain. Kapanpun aku mau, aku bisa mengakses dan mengunduhnya lagi."

"Sera!!"

Kalani menggeram marah. Rahangnya mengeras.

"500 juta bukan harga yang terlalu mahal, Kak Lani. Anggap saja, aku sedang menukarkan Kaivan dengan 500 juta itu."

Tubuh Kaivan menegang. Sepasang matanya melebar sempurna. Dia tak percaya jika Seraphina bisa berkata setega itu.

"Bagaimana?" tanya Seraphina. "Cepat jawab! Aku tidak punya waktu."

Arsenio diam-diam menatap kagum ke arah Seraphina. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan versi dirinya yang jauh lebih kuat dibanding lima tahun lalu.

Dia memang menjadi abu.

Tapi, lawannya juga menjadi arang.

Setimpal.

"Baiklah!" angguk Romi kemudian. "Ayah setuju. Uang 500 juta itu akan Ayah berikan saat kamu dan Kaivan sudah resmi bercerai."

"Baiklah," angguk Seraphina. Dia berdiri. Melangkah naik ke kamarnya.

"Sera, tunggu aku!" teriak Kaivan.

Dia ingin sekali menyusul Seraphina. Namun, Kalani menahan lengannya.

Wanita itu menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Dia memohon agar Kaivan tidak mengejar Seraphina lagi.

"Kaivan! Duduk!" titah Romi penuh ketegasan.

Kaivan akhirnya mengalah. Dia kembali duduk meski dengan perasaan yang tidak karuan.

"Aku juga akan menceraikan Kalani secepatnya. Perempuan serendah dia hanya membuatku jijik. Cuih!"

Arsenio meludah ke lantai lalu memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya.

"Keadaan sudah separah ini, Kaivan. Tolong, jangan buat masalah lagi! Ceraikan Seraphina dan menikahlah dengan Kalani."

"Tapi, Ayah... Aku tidak bisa. Apa kata orangtuaku nanti?"

"Sudah seperti ini, dan kamu masih memikirkan soal orangtuamu?"

Romi mendengkus sinis.

"Jika kamu memang memikirkan orangtuamu, lantas kenapa kamu berani bermain-main dengan api, Kaivan? Apa kamu tidak berpikir, jika api itu bisa saja membakarmu seperti sekarang?"

Pria paruh baya itu berucap dengan nada tegas.

"Kedua putriku bukan mainan, Kaivan. Andai bukan demi Kalani, mungkin aku sudah membunuhmu sejak tadi."

1
Rahmawati
bagus sera km harus lawan ketidakadilan yg selama ini km dapatkan
Rahmawati
matahari terbitnya itu maksudnya sera ya.
semoga sera dapet pria yg mencintainya dengan tulus
Rahmawati
apa sera beneran anak kandungnya,, kok perlakuannya beda bgt
Rahmawati
sera mending pergi aja, gk ada yg saya sm km
Rahmawati
wow, masak lebih bela mantan daripada istri sendiri
Rahmawati
baru baca, menarik🥰
Yatun NabaNabi
menggatalah dia,
hihhhhh dasar ulat bulu
Aidil Kenzie Zie
dasar jalang nggak bisa liat yang bening dikit 😡😡😡
partini
tuh betul kan menggatal lagi OMG ga sadar diri lobang udah kaya terowongan Casablanca 🤦
Noah do something lah yg ekstrim ga usah bilang ke Sera dia terlalu lemah lembut kaya lelembut no good
Ma Em
Heran dgn si Kalani apa saja yg Sera punya selalu saja ingin merebutnya pertama Arsen pacar Sera direbut kedua Kaivan sdh direbut juga sekarang Noah mau direbut juga tapi mana mungkin Noah Sudi pada Kalani , Sera tunjukan pada kedua orang tuamu juga kakakmu bahwa hdp Sera jauh lbh baik dan bahagia tinggal bersama Noah agar Kalani nanti bisa mati berdiri karena hatinya yg kotor selalu iri pada Seraphina .
Arieee
si kalani gatallllllll👎
Riri DH
Sera bakal jadi istri yg ga akan marah kalo Noah simpen handuk basah diatas kasur. Soalnya dikasih uang jajan lebih dari 200 jt😂
EkaYulianti
si gatal sedang bermimpi🤣
Turi77 Turi77
ini cewe bnr"gila semua lki yg jdi ipar nya di minta seperti barang saja, apakah Noah akan seperti kaivan jga
ryuka
diihhh beneran gila si kalani.. untung noah pintar ga kaya kaivan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
nunggu moment kaivan tersadarkan dari kebodohan nya milih batu kerikil 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kalau itu terjadi... mari kita tertawa berjamaah ya Sera 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sekali2 tidak apa2 kali tertawa diatas penderitaan orang lain... 🤭🤭
Vie
nah rasain kan malu seumur hidup kamu lani... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vie
kamu memang benar2 bodoh ternyata.... nanya uang siapa dan dari mana? kamu amnesia ya? kan Sera udah nikah dengan suami kaya raya, jadi ngapain kamu terus mempermalukan dirimu sendiri lani... 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ yang jelas, sekarang Sera bisa membeli apapun yang dia mau, tidak seperti kamu yang sepertinya sebentar lagi akan berakhir dengan malu... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya biarin aja kamu kuras dompetnya Kaivan, nanti Kamu sendiri yng sengsara kalau uang Kaivan sampai habis... kamu mau makan apa kedepanya... terus skrng kalau saldonya tidak cukup, kamu juga yang ikutan malu, pasti... 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!