seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 | clasissa
happy reading
*
*
*
*
*
keesokan harinya di keluarga afan
"fan, kamu mau lanjutin balas dendam atau gak?"
"iya mah mau"
"Afan, kamu jangan dengerin mamah kamu perjuangin cinta kamu Afan"
"mas kamu apa apaansi? gak denger apa? Afan udah bilang mau loh"
Afan yang sedang makan, jadi malas mendengarkan perdebatan kedua orang tuanya itu. sehingga Afan memutuskan untuk berangkat ke sekolah terlebih dahulu saja.
"mah pah aku kesekolah dulu" pamit Afan
"tuh liat Afan langsung pergi gitu aja gara gara kamu mas"
"kok gara gara aku? justru itu gara gara kamu pake bawa bawa Afan untuk melakukan balas dendam"
"gak denger tadi? Afan udah bilang mau"
"itu karna Afan terpaksa"
"terpaksa darimana nya?"
"Afan itu cuman gamau bikin kamu kecewa makanya Afan mau ngelakuin balas dendam itu"
"terserah kamu mas, aku males pagi pagi harus debat"
Disekolah, eby melihat afan sedang berjalan menuju ke kelas namun kali ini Afan sedikit berbeda dari biasanya. tanpa menunggu lama akhirnya eby berniat ingin mengejutkan afan.
dorr
"ayam ayam" Afan terkejut
"by Lo ngapain sih ngagetin orang aja"
"Lo kenapa dah, muka Lo kek jutek banget gak kek biasanya"
"lagi ada masalah"
"sini cerita sama gue"
"gausah"
"serius gamau cerita? padahal kita temenan udah lama loh masa Lo gamau cerita parah si"
"ntar gue cerita"
"sekarang aja lah ntar gue gabisa"
"yaudah ayo ke kantin"
"kok ke kantin si"
"gue mau cerita disana"
"oh yaudah ayo"
"hm"
sesampainya di kantin, mereka duduk di bangku yang kosong. dan memesan minuman, setelah minuman nya sampai, afan menceritakan semuanya kepada eby sambil meminum minuman nya.
"berarti Lo udah cinta sama cewek itu?"
"kek nya"
"apa gue bilang"
"iya deh iya"
"by menurut Lo gue harus pilih cinta atau balas dendam?"
"menurut gue ya perjuangin cinta Lo aja"
"papah gue sebenernya nyuruh perjuangin cinta gue aja tapi mamah gue ngelarang"
"fan kek nya Lo jangan ngelanjutin balas dendam ini deh"
"kenapa emangnya"
"soalnya kalo Lo udah beneran cinta sama seseorang Lo gabakal bisa nyakitin dia"
kring kring kring suara bell masuk kelas
"fan udah ada bell, gue ke kelas duluan ya"
"iya"
Di dalam kelas, terlihat guru sedang menerangkan pelajaran. tetapi mata Afan malah fokus keluar jendela dan melamun.
"Afan kenapa ya" batin devi
"fan" panggil Devi, tetapi Afan tak menyahut.
"Afan" panggil Devi sekali lagi, dan kaki ini akhirnya Afan dengar.
"eh iya ada apa?" tanya afan
"Lo kenapa dari tadi natap keluar jendela Mulu, Lo gak liat apa guru lagi nerangin pelajaran loh"
"kek nya gue gabisa nyakitin Lo Dev" batin Afan
"bener apa kata eby tadi" batin Afan
"fan kok malah natap gue kek gitu si?"
"fann" ucap Devi sambil mengibaskan tangannya ke arah afan
"gue lagi ada masalah"
"masalah apa? gue bukan bermaksud kepo yah tapi cuman penasaran"
"sama aja"
"hehe"
"tapi sorry dev gue gabisa cerita"
"gapapa kok"
Afan mengangguk sambil tersenyum ke arah devi
"gilakk Afan kalo senyum manis banget cuyy" batin devi
"kenapa Dev? kok senyum senyum?"
"e-enggak gapapa"
"terpesona kan sama senyuman gue?"
"dih gak ya"
"gengsi nya tinggi banget mba"
"ish apaan si nyebelin"
"eh pipi Lo kenapa merah kek gitu?"
"sakit Lo, kalo sakit ayo ke UKS"
"afann stopp"
"iya iya bercanda gue"
"salting ya Lo?"
"sampe pipinya memerah kek kepiting rebus"
"enggak siapa yang salting"
"ngaku aja kalik"
"enggak yah"
"iya iya enggak"
lucu banget Lo dev kalo salah tingkah kek gini batin Afan
"annyeong bundaaa...." teriak devi dari teras rumahnya
"devia, kalo pulang itu jangan teriak teriak" ucap bunda Salma
"hehe maap Bun" jawab devi sambil cengengesan
bunda Salma melirik kesamping devi dan disitu ada Afan yang berdiri di samping devi, tadi devi pulang sekolah di anterin oleh Afan dan sesampainya di rumah, afan disuruh mampir sama devi sebentar katanya
"itu temen kamu atau pacar kamu Devia?" ucap bunda Salma bingung
"eh iya sampe kelupaan, bunda kenalin ini Afan temen aku"
"oh ini yang namanya afan?"
"iya tante, kenalin nama aku Afan"
"afan, kamu tau tidak? devia sering ceritain tentang kamu di rumah" ucap bunda salma
"bundaa apaan si maluu tauu" cicit devi
"gapapa dong kenapa harus malu?" goda bunda Salma
"tuh liat devia Afan nya senyam senyum sendiri"
"eh Tan aku gak senyum kok"
"kalian ini yah suka malu malu kucing"
"bundaa, kok jadi di katain malu malu kucing"
"kan emang devia, kalian berdua ini keliatan seperti malu malu kucing"
Afan hanya tersenyum kecil tidak dengan devi ia sudah salah tingkah duluan
keluarga devi sebaik ini, masa gue tega buat ngehancurin hati anaknya batin afan
dim alam hari nyaa
"fan" panggil mamah voke
"iya mah ada apa?" jawab afan
"fan, mamah mau ngajak kamu pergi ke pesta Tante angel, anaknya Tante angel ulang tahun katanya jadi kita di suruh dateng"
"kenapa aku harus ikut?"
"harus, soalnya mamah udah bilang kalo kita bertiga akan Dateng"
Afan hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya
sesampainya disana voke memperkenalkan afan kepada Shara temannya, tiba tiba anaknya Tante Shara datang dan nyamperin Afan.
"hai kenalin nama gue Clarissa"
"gue Afan" jawabnya seadanya
"vok sepertinya anak kita cocok yah?" tanya shara tiba tiba
"iya memang cocok sekali menurut kita" jawab voke
Afan yang mendengar percakapan mamahnya ia langsung ingin pergi, karna Afan sangat tidak suka jika dirinya di cocok cocokan sama seseorang. namun saat Afan ingin melangkahkan pergi, tangannya di cekal oleh Clarissa. dengan cepat Afan menepis tangan Clarissa, Clarissa hanya berdecak kesal di akhir.
"bukan urusan lo" jawab Afan lalu pergi meninggalkan Clarissa
"menarik juga anaknya Tante voke" batin Clarissa
sesampainya dirumah Afan ingin cepat cepat cepat pergi ke kamar, tapi mamahnya ingin berbicara sesuatu kepada afan.
"fan"
"apa mah?"
"menurut kamu Clarissa cantik gak?"
"biasa aja mah"
"aduhh kamu ini, masa biasa aja si gak liat Clarissa lebih cantik daripada devi"
"gausah di sangkut pautin sama Devi mah"
"sepertinya mamah akan menjodohkan kamu sama Clarissa"
deg
"mah apa apaan si kok main ngejodoh jodohin Afan aja?"
"kenapa fan? kamu cinta sama cewek itu?"
"terserah mamah yang pasti aku gamau di jodohin sama Clarissa" ucap Afan lalu pergi ke kamarnya
"mah gausah ngejodohin Afan segalak lah" ucap lian tiba tiba
"tapi mas sepertinya Afan itu cocok sama Clarissa"
"cocok menurut kamu tidak menurut afan"
"setidaknya kamu biarin Afan buat memilih cintanya sendiri tidak dengan di jodohkan!"
"kamu boleh nyuruh Afan untuk balas dendam tapi sekarang di jodohin yang bener aja"
"mah inget mah Afan itu juga berhak memilih cintanya sendiri tidak di atur"
"kamu kenapa si mas selalu ngelarang aku"
"aku tidak ngelarang kamu, tapi aku juga
tidak tega jika ngeliat Afan terus saja kamu paksa"
"terserah kamu mas"
di kamar Afan selalu saja termenung, ia memikirkan ucapan mamahnya tadi.
"waktu itu disuruh milih antara cinta atau balas dendam tapi sekarang di jodohin yang bener aja?" gumamnya
"mamah juga tau kalo gue gak cinta sama Clarissa dan gue hanya cinta sama devi seorang"
"balas dendam itu gue ngerasa gak rela buat nyakitin Lo dev"
"andai Tante masih ada pasti mamah gaakan kek gini"
Afan mengacak acak rambutnya frustasi, percayalah Afan sedang tidak baik baik saja. ia butuh seseorang yang Ngerti dirinya, hanya ada satu seorang yang bisa membuat hari Afan kembali ceria yaitu, Devi. karna apa? karna Devi orang yang sangat Afan cintai, ketika Afan mendengar suara Devi, entah mengapa hatinya terasa lebih senang dan nyaman.
apalagi jika dekat dengan devi, Afan mengambil ponselnya dan menekan nomer Devi untuk di telfon.
//di telfon
"hai dan ngapain yah malem malem gini nelpon gue?"
"enggak kok gue cuman pengen nelpon Lo aja"
"kenala fan? Lo ada Msalah ya"
"kalo Lo mau cerita, cerita aja sama gue"
"anggap aja gue itu tempat cerita Lo, kalo gamau cerita gapapa kok"
"jadi gini dev, tadi kan mamah gue ngajak ke pesta, terus pas nyampe di sana gue dikenalin sama temen mamah gue, eh tau tau anaknya ikut nongol, malah mamah gue sama si Tante itu cocok cocokin gue sama anaknya. dan pas nyampe rumah, nyokap gue bilang kalo mau ngejodohin gue. yang bener aja ogah lah gue, tapi untungnya papah gue ngelarang buat ngejodohin gue. tapi gue punya firasat gak enak, nyokap gue kek nya bakal maksa gue buat ngedeketin sama Clarissa."
"Clarissa?"
"iya namanya"
"dev menurut Lo gue harus apa?"
"ikutin apa kata hati Lo aja"
"eh fan udah dulu ya telfonan nya gue mau tidur"
"eh Dev bentar jangan di matiin dulu telefonnya"
"ada yang mau Lo bicarain lagi?"
"telefon nya ganti ke vc"
"hah? mau ngapain fan?"
"gue lengen nyanyiino lagu, siapa tau nanti Lo ketiduran"
"boleh gue juga kepo sama suara Lo ketika nyanyi"
"oke, beralih ke vc yah telefon nya"
"oke"
//di vc
Afan segera mengambil gitarnya dan mulai menyanyikan lagu untuk devi
berjalan dengan waktu...
menemukan dirimu adalah satu hal yang indah....
kini aku merasa...
aku dan dirimu tercipta untuk selalu bersama...
dunia penuh warnaa~
biarkan berbeda asal bersamamu~~
aku kan bahagia..
dunia penuh warna~~
nikmati indahnya...
walau badai datang tak akan berubah~
dan yakin lah...
Afan ingin meneruskan lagunya tetapi ia melihat ke handphone nya dan terlihat devi sudah tertidur pulas
"good night dev"
"gue matiin dulu vc nya bye"
"mau kemana Lo" ucap Clarissa