NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:294
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...Justin yang agak risih melepas pelukan Farhan....

...“terimakasih udah mau bebasin gue”....

...“Hmm”...

...Indira memberikan kode mata kepada Haikal untuk menangkap Radit, dengan cepat Haikal melambaikan 2 jari ke arah atas bawah memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menangkap Radit “heh heh kok jadi aku yang ditangkap!!!” Radit mencoba memberontak....

...“Sebagai aturan yang ada karena sebenarnya Farhan belum genap 3 hari masuk penjara maka yang akan menggantikan adalah orang tuanya”...

...“Gak bener nih” ucap Radit....

...“Sinta mending kamu aja yang gantiin jangan aku” bubuh Radit....

...Haikal menahan tawanya begitu dengan Indira, Gibran dan Justin....

...Di lobby kantor polisi Indira memberikan tanda perpisahan kepada Sinta yaitu cipika cipiki (cium pipi kanan cium pipi kiri) sekaligus berbicara sekilas dengan Sinta tepat di telinganya “aku tahu kamu yang menelponku tadi, besok kita ketemu di kantor pagi”....

...(Malam hari) Sesampainya dirumah Indira yang membuka pintu dikejutkan dengan mama, mertua serta kedua anak perempuan yang memberikan kejutan ulang tahun kepadanya. Indira yang terkejut hanya terdiam tersenyum senang, “selamat ulang tahun mama ku sayang” peluk Sasha kepada mamanya....

...Diikuti Brilia “selamat ulang tahun ma panjang umur sehat selalu”....

... Indira membalas ucapan mereka dengan kecupan kening....

...Mertuanya juga memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya diikuti mamanya. Justin juga memberikan selamat kepada mamanya....

...“Anak-anak aja yang wakilin aku tiup lilin sama potong kue, malu udah tua ma masak Indira tiup lilin” ucap Indira dengan nada manja kepada mamanya....

...Setelah tiup lilin dan potong kue Bu Rosa mengajak ketiga cucunya serta besannya untuk makan malam di meja makan. Indira yang mengikuti langkah mereka dari belakang ditarik oleh Gibran, dia menggandeng tangan Indira ke arah taman samping rumah lebih tepatnya berjalan ke arah gazebo yang sudah dihias lampu kelap-kelip warna warni serta hiasan bunga....

...Indira terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Gibran, “ini semua kamu yang atur” Indira melihat hiasan yang dibuat Gibran dengan wajah senang....

...“Hmm iya”...

...“Aku suka”, dengan sigapnya Gibran mendaratkan ciuman bibir ke bibir Indira. Sikap Indira menjadi kikuk salah tingkah “kamu hobinya nyerang aku terus” ucap Indira tersenyum....

...“Selamat ulang tahun sayang” Gibran membuka kotak perhiasan yang berisi gelang dengan inisial mereka berdua....

...“Aaaa bagus banget, terimakasih” Indira memeluk Gibran dengan manja....

...“Ternyata pengacara dingin kayak kamu bisa manja juga” Gibran meledek Indira....

...“Dihhhh”...

...Gibran memakaikan gelang di tangan kanan Indira lalu memeluknya dari belakang. Indira terus menerus melihat gelang tersebut dengan ekspresi senang....

...“Papa sama mama kemana Oma?” Tanya sasha dengan nada polos....

...“Udah gak usah ganggu papa sama mamamu mungkin mereka lagi bikin adik buat kamu” celetuk Oma Sarah sambil memberikan sepotong ayam goreng di piring Sasha....

...Justin dan Brilia tersenyum mendengar ucapan Oma Sarah....

...Pagi hari Indira berangkat ke kantor dengan membawa banyak makanan untuk semua karyawannya, saat masuk kantor Indira dikejutkan dengan dekorasi ulang tahun di dinding kantor sebelah resepsionis “selamat ulang tahun Bu Indira” teriak semua karyawan yang berkumpul di depan bagian resepsionis....

...Maya mendekati Indira dengan membawa kue tart yang dihiasi lilin menyala di atasnya, Indira berdoa memohon pengharapan lalu meniup lilin. Semua karyawannya menyoraki dengan rasa senang “terimakasih kasih semuanya”....

...Beberapa klien, teman serta rekan bisnis juga memberikan selamat kepadanya melalui pesan singkat, atau media sosial lainnya....

...Di Dalam ruangan Maya menyerahkan amplop coklat besar kepada Indira, “ini informasi yang ibu minta”....

...“Terimakasih”....

...Indira membuka amplop tersebut dengan pelan, kertas di dalam amplop menginformasikan bahwa Adina istri Gibran meninggal karena kecelakaan, lokasi kecelakaan berada di jalan raya Juwangi indah, status kecelakaan tunggal....

...“Jalan Juwangi setahuku jalan itu jarang sekali ada peristiwa kecelakaan bahkan di catatan kepolisian belum ada kejadian kecelakaan di lokasi tersebut, aneh banget” ucap Indira dalam hati....

...Indira dengan langkah terburu-buru keluar kantor “ibu mau kemana?” Tanya Maya....

...“Nanti ada tamu tolong suruh tunggu sebentar, aku ada perlu sebentar”...

...“Baik Bu”...

...Indira masuk mobil melajukan mobilnya ke arah jalan Juwangi, dijalan dia berpapasan dengan seorang pria berwajah sangar mengendarai mobil di jalan yang berlawanan arah namun Indira tak terlalu memperhatikan....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!