NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Melintasi Waktu Bersama Sistem Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:620
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.

Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.

Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.

Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.

Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.

Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.

Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.

Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia 1020

"...Seperti kata Anda, kami dari desa Wu—yang seharusnya sudah tidak berada di bawah wilayah kekuasaan Anda. Namun selama ini, kami tidak pernah menerima dekrit pemutusan wilayah secara resmi atau dokumen resmi apapun yang menyatakan hal itu..."

Kaisar Han mengangguk dengan ringan, wajahnya tetap menunjukkan sikap santai seolah sedang membicarakan hal yang tidak penting.

"...Jadi kedatanganmu kali ini adalah untuk mendapatkan dekrit pemutusan wilayah yang resmi?"

"Benar, Yang Mulia," jawab Fei Xing dengan sikap yang tetap sopan.

Kaisar Han terdiam sejenak seolah sedang berpikir, kemudian menggeleng kepalanya dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa dia benar-benar telah melupakan hal itu.

"....Aku harus mengakui, aku hampir lupa pernah mengeluarkan perintah tentang desa itu. Baiklah—Penasehat, segera buatkan dekrit pemutusan wilayah yang resmi!"

Melihat bahwa Kaisar tidak mempersulit mereka sedikit pun, Fei Xing merasa lega.

Namun di sisi lain, sikap acuh tak acuh Kaisar itu semakin menambahkan rasa kebencian yang membara di hati Peng Zuan.

Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa melupakan seluruh wilayah dan rakyatnya dengan begitu mudah?

Tak butuh waktu lama, seorang penasehat sudah membawa dekrit yang telah ditulis dengan rapi di atas kertas bergaris emas.

Kaisar Han mengambilnya dan mulai membacakan isinya dengan suara yang jelas namun tanpa emosi.

"...Dengan ini, Kekaisaran Han menyatakan bahwa tidak memiliki wilayah dan hubungan apapun dengan wilayah yang disebut desa Wu. Wilayah desa Wu bebas mengatur diri sendiri dan tidak terikat oleh kebijakan apapun dari Kekaisaran Han. Demikian juga sebaliknya—Kekaisaran Han tidak akan mengeluarkan kebijakan yang menyangkut desa Wu, serta tidak akan memberikan bantuan atau perlindungan apapun kepada wilayah tersebut..."

Setelah selesai membaca, Kaisar segera menandatangani dan mensetempel cap kerajaan pada dekrit tersebut, kemudian menyerahkannya pada Kasim yang berdiri di sisinya.

Kasim segera bergegas mendekati Fei Xing dan menyerahkan dekrit dengan sikap yang sopan namun jelas menunjukkan bahwa kedatangan mereka sudah tidak diinginkan lagi.

Fei Xing menerima dekrit dengan hormat, kemudian memberikan salam terakhir pada Kaisar sebelum dia dan Peng Zuan diusir secara halus dari istana oleh beberapa penjaga.

Tak ada ucapan perpisahan atau apapun—seolah mereka tidak pernah ada di sana.

Saat mereka kembali menuju desa,Peng Zuan yang sudah menahan emosi sepanjang waktu di istana akhirnya meluapkan segala kemarahan dan rasa sakit hatinya.

"........Lihat saja sikap mereka! Seolah kita bukanlah bagian dari kerajaan yang sama! Kaisar itu bahkan tidak bisa mengingat desa kita, padahal kita tetap membayar apa yang bisa kita berikan setiap tahun!" suaranya naik dengan emosi.

"......Dia berkata tidak akan memberikan bantuan apapun—seolah kita tidak pernah ada! Padahal saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau yang mengerikan, anak-anak sakit kelaparan, dan orang tua kita berjuang hanya untuk mendapatkan air bersih!"

Dia menepuk paha kirinya dengan kuat.".......Bagaimana bisa seorang pemimpin begitu kejam dan acuh tak acuh pada rakyatnya? Kita bukanlah barang yang bisa dibuang begitu saja ketika sudah tidak diinginkan!"

Fei Xing hanya mendengarkan dengan tenang, menepuk bahu Peng Zuan dengan lembut untuk menenangkannya."......Sekarang kamu mengerti mengapa pilihan untuk berdiri sendiri adalah yang paling tepat. Kita tidak akan pernah mendapatkan apa-apa dari mereka yang tidak melihat kita sebagai bagian dari masyarakat mereka."

Dia melihat ke arah dekrit yang tersimpan dengan aman di dalam kotak kayu."......Namun dengan dekrit ini, kita memiliki kebebasan yang sebenarnya. Kita bisa membangun desa Wu sesuai dengan keinginan kita sendiri, tanpa campur tangan atau tekanan dari pihak mana pun."

Peng Zuan menghela nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. "Kamu benar, Tuan muda. Kita tidak perlu lagi mengharapkan sesuatu dari mereka. Mulai sekarang, kita hanya bisa bergantung pada diri sendiri dan kerja sama kita bersama-sama."

Ketika mereka melihat hamparan desa Wu kedua pria itu tahu bahwa perjalanan panjang untuk membangun desa mereka menjadi tempat yang lebih baik baru saja dimulai.

Dan meskipun jalan yang akan ditempuh tidak akan mudah, mereka sudah siap menghadapinya dengan penuh tekad.

Fei Xing memutuskan untuk tinggal di desa Wu untuk sementara waktu, setidaknya hingga tahap awal pembangunan desa berjalan dengan lancar.

Dia merasa bahwa kehadirannya langsung akan memberikan kepercayaan dan dukungan yang dibutuhkan oleh warga.

Setelah kembali dari istana, Peng Zuan segera mengumumkan hasil pertemuan mereka kepada seluruh warga desa.

Banyak dari mereka yang sebelumnya berpihak pada istana langsung merasa marah dan kecewa mendengar bahwa Kekaisaran benar-benar mengabaikan mereka sepenuhnya.

Beberapa bahkan menangis kesal, menyadari bahwa harapan mereka untuk mendapatkan bantuan dari kerajaan telah sirna begitu saja.

Namun Peng Zuan dengan cepat menenangkan suasana. "Tidak perlu kita menangisi hal menjijikan seperti Kekaisaran yang tidak pernah memperdulikan kita!"

ucapnya dengan suara yang kuat dan penuh semangat. "Yang penting sekarang adalah kita fokus pada perbaikan desa kita sendiri. Kita tidak membutuhkan mereka untuk hidup lebih baik!"

Fei Xing kemudian memberikan saran penting."......Kita perlu membangun pembatas wilayah yang jelas untuk memisahkan wilayah desa Wu dengan daerah yang masih berada di bawah kekuasaan istana. Ini akan menjadi bukti bahwa kita adalah wilayah mandiri yang memiliki batas yang jelas."

Semua orang mengangguk setuju. Mereka tahu bahwa dengan batas yang jelas, tidak akan ada lagi kesalahpahaman atau campur tangan yang tidak diinginkan dari pihak luar.

Selain itu, kawasan sekitar desa masih memiliki hutan yang luas—tempat di mana warga desa Wu sering berburu untuk mendapatkan makanan tambahan jadi mereka pasti bisa bertahan.

Juga sejak pelyan tuan muda datang mereka merasa tak lagi kelaparan karena Tuan muda menyediakan makan gratis untuk mereka bahkan merawat mereka yg sakit.

Dia masih memiliki bahan besi daur ulang yang cukup untuk membangun gerbang wilayah yang kokoh dan indah. Fei Xing cukup antusias.

Dia sudah membayangkan bagaimana bentuk gerbang yang kuat dan indah yang bisa melindungi dan menjadi lambang kebanggaan desa Wu.

Namun seketika setelah itu, dia tiba-tiba terdiam. "......"

Masalah besar muncul di benaknya—bagaimana dia bisa menjelaskan pada warga desa dari mana datangnya benda-benda seperti besi daur ulang dalam jumlah banyak?

Bagaimana bisa seorang "tuan muda bangsawan" dari negeri jauh membawa barang-barang seperti itu tanpa ada kendaraan atau pasukan yang membawanya?

Dia secara tidak sengaja menghela nafas dengan kesal, merasa menyesal telah mengarang cerita bahwa dirinya adalah seorang tuan muda bangsawan.

Jika saja dia mengatakan yang sebenarnya—bahwa dia datang dari dunia lain dengan teknologi canggih—maka semua pertanyaan ini tidak akan menjadi masalah.

Tapi sekarang, dia harus menemukan alasan yang masuk akal agar warga tidak curiga atau merasa khawatir.

[Tuan, apakah ada masalah?] sistem bertanya dengan cermat merasakan perubahan suasana hati tuannya.

"Saya baru saja menyadari betapa sulitnya menjaga kebohongan yang sudah dibuat......,"gumam Fei Xing dalam hati.

"...Bagaimana saya bisa menjelaskan sumber bahan bangunan ini tanpa membocorkan rahasia kita?"

Sementara itu, warga desa sudah mulai berkumpul di sekitarnya, dengan mata penuh harapan menunggu penjelasan lebih lanjut tentang rencana pembangunan gerbang wilayah

Fei Xing terpaksa segera berpikir cepat untuk menemukan solusi yang tepat.

[Tuan, cukup katakan Anda adalah putra surgawi! Orang-orang di zaman ini masih sangat mempercayai dewa-dewi dan hal-hal yang dianggap tahayul.] Sistem mengusulkan dengan penuh semangat.

[Dengan begitu, bahkan jika Tuan mengeluarkan alat-alat canggih atau robot sekalipun, tidak akan ada yang meragukan Anda. Tentunya dengan syarat warga desa harus merahasiakan hal ini.]

Mendengar usulan dan penjelasan sistemnya, Fei Xing berpikir sejenak. Meskipun terdengar sedikit ekstrem, ide ini bukanlah hal yang buruk.

Selain bisa menjelaskan sumber barang-barang canggih yang akan dia bawa, misi di dunia ini juga akan selesai lebih cepat, dan dia bisa mendapatkan Giok Harimau dari Peng Zuan sesuai kesepakatan.

Saat semua orang melihatnya dengan mata penuh semangat dan kepercayaan, Fei Xing berdiri dengan wajah yang sedikit kaku. "....Ada satu hal yang ingin saya katakan sebelum kita melanjutkan perencanaan pembangunan..."

Semua orang mengangguk serempak, beberapa bahkan mengangkat tangan untuk meminta dia mulai berbicara.

Peng Zuan juga menatapnya dengan tatapan penuh perhatian.

Fei Xing menarik napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan sebelum membuka mulutnya: "...Saya bukanlah tuan muda bangsawan seperti yang saya katakan sebelumnya...."

"..... Saya adalah dewa yang diutus dari langit untuk mengalami kehidupan sebagai manusia dan belajar tentang penderitaan mereka..."Lanjutnya.

Mata semua orang langsung melebar lebar, ekspresi wajah mereka penuh dengan kebingungan dan ketakutan campuran.

Peng Zuan berdiri kaku di tempatnya, melihat Fei Xing dengan wajah yang tidak bisa dipercaya.

Fei Xing menyentuh dahinya dengan ekspresi yang tampak lelah dan penuh penyesalan."...Namun saya membuat banyak kekacauan selama berada di dunia manusia, bahkan tidak bisa melindungi adik perempuan saya yang dianggap sebagai saudari saya di dunia ini. Giok Harimau yang kita bicarakan adalah token kekuasaan saya—nama 'Feiyu' adalah gelar kehormatan saya di istana langit..."

Suasana di sekitar mereka tiba-tiba menjadi sangat hening.

Tidak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara, semua orang hanya menatapnya dengan mata yang membesar.

[Tuan, apakah ini gagal?] Sistem bertanya dengan sedikit khawatir.

"......" Fei Xing terdiam dalam hati. Seharusnya tidak kan? Aktingku sudah cukup bagus.

Setelah beberapa detik yang terasa sangat lama, bibir Dong Ming bergerak dengan sangat kaku. "Jadi... kamu benar-benar seorang dewa?"

Suaranya sedikit bergetar karena kegembiraan dan rasa takut.

Tak lama kemudian, suara seorang wanita yang panik terdengar: "Itu artinya kita telah bertemu dengan dewa yang sebenarnya!"

Segera setelah itu, semua orang dengan tergesa-gesa bangun dan berlutut menghadap Fei Xing, beberapa bahkan mulai berdoa dengan suara pelan.

[Oh... ternyata berhasil, Tuan.]

"......." Fei Xing hanya bisa berdiri dengan wajah kosong, tidak menyangka bahwa cerita yang dibuatnya justru diterima begitu saja.

Dia melihat ke arah Peng Zuan yang juga sudah berlutut bersama orang lain, matanya penuh dengan rasa kagum dan hormat yang baru.

Setelah beberapa saat, Fei Xing mengangkat tangan dengan lembut.".....Tidak perlu berlutut seperti ini. Saya datang bukan untuk diperlakukan sebagai dewa yang harus disembah, melainkan untuk membantu kalian membangun kehidupan yang lebih baik. Hanya saja sekarang, saya bisa menunjukkan kepada kalian hal-hal yang mungkin tampak tidak mungkin bagi manusia biasa..."

Dia mengambil napas dalam-dalam, sudah mulai berpikir tentang bagaimana cara mengeluarkan bahan besi daur ulang dan alat-alat yang dibutuhkan tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebih.

Sepertinya peran baru ini akan membawa tantangan tersendiri, namun setidaknya semua pertanyaan tentang sumber barang-barangnya kini memiliki jawaban yang masuk akal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!