NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:808
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 - INDRA KESUNYIAN DAN BENANG PERAK

Di lereng terjal menuju wilayah selatan, Kaelan berhenti di sebuah hutan bambu yang lebat. Ini adalah pertama kalinya ia benar-benar sendirian di dunia luar tanpa pengawasan ketat penjaga sekte. Namun, kebebasan ini tidak membuatnya lengah. Justru, instingnya bekerja sepuluh kali lebih tajam.

Kaelan duduk bersila di tengah rumpun bambu yang bergoyang tertiup angin malam. Ia memejamkan mata merahnya, membiarkan tubuhnya rileks sepenuhnya. Saat itulah, kemampuan unik pertamanya bangkit: "Domain Kesunyian".

Dalam radius lima puluh meter, segala sesuatu yang bersuara atau bergetar muncul dalam pikiran Kaelan sebagai citra tiga dimensi yang jelas. Ia bisa mendengar detak jantung tikus di bawah akar bambu, aliran getah di dalam batang pohon, hingga kepakan sayap serangga di udara. Bagi Kaelan, suara adalah warna, dan getaran adalah bentuk.

Kemampuan ini ia kembangkan saat berada di sel bawah tanah; untuk bertahan hidup dari serangan ular dalam kegelapan total, ia harus "melihat" tanpa mata. Di dunia luar, kemampuan ini berubah menjadi radar mematikan. Tak ada seorang pun yang bisa mendekatinya tanpa terdeteksi, bahkan pembunuh bayaran paling lihai sekalipun.

Tiba-tiba, telinga Kaelan berdenyut halus. Tiga ratus meter di depannya, ada sekelompok bandit yang sedang berkemah. Ia bisa merasakan frekuensi napas mereka yang kasar dan berat karena mabuk.

Kaelan bangkit, namun ia tidak menarik belatinya. Ia ingin menguji kemampuan unik keduanya yang ia namakan "Sutra Rembulan".

Ia merogoh kantong kecil di pinggangnya, mengeluarkan segulung benang yang sangat tipis, hampir transparan. Benang ini terbuat dari serat ulat sutra langka yang direndam dalam racun saraf dan diperkuat dengan Qi Bulan Dingin miliknya. Bagi orang awam, benang ini tidak terlihat, namun bagi Kaelan, benang ini adalah perpanjangan dari saraf pusatnya.

Dengan gerakan jari yang sangat halus—seperti seorang pemain kecapi—Kaelan melemparkan benang-benang itu ke sela-sela batang bambu. Benang itu meluncur di udara, membelah daun-daun bambu tanpa suara, dan terpancang kuat di batang-batang pohon di sekitar perkemahan bandit.

Hanya dalam hitungan menit, Kaelan telah membangun sebuah jaring laba-laba raksasa yang tidak terlihat di tengah hutan.

Seorang bandit yang sedang berdiri untuk buang air kecil tiba-tiba merasakan sesuatu yang dingin menyentuh lehernya. Sebelum ia sempat berteriak, Kaelan menarik jemarinya.

Zrak!!!

Benang tipis itu, yang ditenagai oleh Qi es, mengiris kulit dan arteri pria itu sehalus pisau bedah. Darah yang keluar seketika membeku akibat hawa dingin yang merambat melalui benang. Pria itu mati berdiri tanpa sempat mengeluarkan suara sedikit pun.

Bandit lainnya mulai merasa ada yang aneh. Suasana hutan menjadi terlalu sunyi. Saat salah satu dari mereka mencoba mencabut pedangnya, benang perak Kaelan sudah melilit pergelangan tangannya. Dengan satu sentakan, Kaelan mengalirkan Qi racun melalui benang tersebut.

Lengan bandit itu seketika menghitam, saraf-sarafnya mati dalam hitungan detik. Ia lumpuh sebelum bisa bereaksi.

Kaelan muncul dari balik bayang-bayang bambu. Penampilannya yang sangat indah namun mematikan membuat para bandit itu terpaku. Rambut putihnya berkilau di bawah cahaya bulan, dan kulitnya yang pucat tampak bersinar seperti porselen.

"Siapa kau?!" teriak pemimpin bandit dengan suara bergetar.

Kaelan tidak menjawab. Ia hanya menggerakkan sepuluh jarinya secara bersamaan. Benang-benang perak di sekeliling hutan itu mulai menari, bergetar dengan frekuensi tinggi yang menciptakan suara dengungan rendah yang menyakitkan telinga.

Ini adalah teknik "Simfoni Kematian". Benang-benang itu tidak hanya mengiris fisik, tetapi getarannya mampu menghancurkan keseimbangan mental lawan. Para bandit itu mulai berhalusinasi, melihat bayangan monster di setiap sudut mata mereka sebelum akhirnya benang-benang itu menutup jalur napas mereka secara permanen.

Setelah semua berakhir, Kaelan menarik kembali benang-benangnya. Benang itu menggulung otomatis ke pergelangan tangannya, menghilang seolah tidak pernah ada. Tidak ada tetesan darah di tanah; semua luka telah membeku seketika.

"Terlalu mudah," bisik Kaelan pada dirinya sendiri.

Kekuatan uniknya bukan hanya pada fisik yang kuat, tetapi pada manipulasi ruang dan indra. Ia adalah laba-laba yang menunggu di tengah jaring, dan seluruh dunia adalah mangsanya.

Dengan satu lompatan ringan, Kaelan menghilang dari hutan bambu. Target utamanya, sang gubernur di wilayah selatan, masih beberapa mil lagi. Namun Kaelan tidak terburu-buru. Ia menikmati setiap detik di mana ia bisa merasakan angin, meski hatinya tetap sedingin es di puncak gunung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!