NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 123: Pil Surgawi dan Bangkitnya Iblis Tua

Sinar matahari sore yang hangat menyinari Paviliun Bunga Persik. Angin musim semi bertiup lembut, membawa guguran kelopak bunga yang sesekali jatuh ke pangkuan Sang Ratu Kerajaan Zhao.

Di pangkuan itu, terbaring Zhao Xuan. Pangeran berusia dua belas tahun yang semalam baru saja memanipulasi waktu untuk mengeksekusi dua elit Foundation Establishment itu, kini sedang meringkuk nyaman layaknya seekor kucing yang kekenyangan.

"Ibunda," rengek Zhao Xuan dengan nada manja yang dibuat-buat, memeluk pinggang ibunya. "Ceritakan lagi tentang tempat Ibunda berasal. Apakah langit di sana benar-benar selalu dipenuhi bintang besar?"

Sang Ratu tersenyum keibuan, jari-jarinya yang lentik mengusap rambut hitam putra bungsunya. Ia tidak lagi menyembunyikan asal-usulnya sepenuhnya sejak percakapan sarapan waktu itu, meski ia masih menyamarkan betapa mematikannya Klan Dewa Bintang.

"Benar, sayang," suara Sang Ratu mengalun merdu. "Di kampung halaman Ibunda, malam tidak pernah segelap di sini. Ada jutaan bintang yang ukurannya lebih besar dari seluruh Kerajaan Zhao. Setiap anak di sana diajarkan untuk merangkul cahaya bintang sejak mereka lahir."

Zhao Xuan memejamkan matanya, menikmati usapan lembut itu. Namun, otak jenius sang Asura bekerja dengan kecepatan kilat.

Jika Ibunda adalah keturunan murni Klan Dewa Bintang, maka darah kosmik itu pasti mengalir deras di nadi kami, batin Zhao Xuan menganalisis. Aku memiliki Sepuluh Roda Bintang karena anomali reinkarnasi dan Cincin Jiwa Kuno. Tapi Kak Tian dan Kak Ling... mereka lahir dari rahim yang sama. Garis keturunan mereka saat ini hanyalah fana, tapi itu pasti karena belum dibangkitkan. Meridian mereka tertidur.

Zhao Xuan membuka satu matanya, menatap wajah ibunya yang meski masih cantik, mulai menunjukkan sedikit garis kelelahan karena Dantian-nya yang hancur bertahun-tahun menahan energi kehidupannya.

Aku harus memperbaiki Dantian Ibunda, tekad Zhao Xuan dalam hati. Dan setelah itu, aku akan mencuci sumsum Kak Tian dan Kak Ling. Keluarga Asura tidak boleh menjadi manusia fana yang rapuh di era kultivasi ini.

"Ibu, ini untuk Ibu," Zhao Xuan tiba-tiba merogoh kantong sutranya dan mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna merah muda pucat yang berbau sangat harum seperti bunga teratai liar.

"Apa ini, Xuan'er?" Sang Ratu memiringkan kepalanya bingung.

"Ini permen madu herbal yang kubuat bersama Tabib Istana! Katanya sangat bagus untuk menghilangkan lelah," bohong Zhao Xuan dengan wajah tanpa dosa.

Sang Ratu tertawa kecil melihat tingkah manis putranya. Tanpa curiga sedikit pun bahwa anak bungsunya adalah monster alkimia, ia memasukkan pil itu ke mulutnya. Pil itu langsung meleleh menjadi aliran hangat yang sangat nyaman.

"Rasanya sangat enak, terima kasih, ba—" Kalimat Sang Ratu terputus karena rasa kantuk yang luar biasa tiba-tiba menyerangnya. Tubuhnya rileks, dan ia perlahan tertidur di kursi tamannya, bersandar dengan damai.

Zhao Xuan segera bangkit. Wajah manjanya menghilang, digantikan oleh ketenangan absolut.

Pil tadi bukanlah permen, melainkan Pil Pembangkit Vitalitas, langkah pertama yang Zhao Xuan buat semalam untuk mengkondisikan tubuh fana ibunya sebelum ia meracik pil penyembuh Dantian.

"Tidurlah, Ibunda," bisik Zhao Xuan, menyelimuti ibunya dengan mantel bulu. Ia kemudian melesat kembali ke kamarnya, mengunci pintu rapat-rapat.

Di dalam kamarnya yang gelap, Zhao Xuan duduk bersila. Ia mengangkat tangan kirinya. Berkat kultivasi fisiknya yang kini setara dengan Core Formation Awal, ia akhirnya memiliki cukup energi untuk menembus segel terdalam dari Cincin Jiwa Kuno di jarinya.

Srekk!

Zhao Xuan mengalirkan pusaran Qi ke dalam cincin abu-abu itu.

Tiba-tiba, asap hitam yang sangat pekat dan berbau belerang menyembur keluar dari cincin tersebut, membentuk sesosok wajah iblis tua bertanduk dengan mata merah menyala.

"HWAHAHAHA! Siapa yang berani membangunkan tidur panjang Gu Tianxue, sang Iblis Penelan Surga?!" raung jiwa iblis itu dengan arogan. Gu Tianxue adalah monster tua berumur puluhan ribu tahun yang dulu ditundukkan oleh Lin Xuan (Zhao Xuan di kehidupan lalu) untuk menjadi budak di dalam cincinnya.

"Kau berisik sekali, Gu Tua," suara datar dan dingin menusuk telinga sang iblis.

Gu Tianxue tersentak. Ia menunduk dan melihat seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun sedang menatapnya dengan pandangan kebosanan absolut. Namun, saat mata merah iblis itu bersinggungan dengan mata hitam pekat Zhao Xuan, jiwa Gu Tianxue nyaris meledak karena ketakutan.

Aura itu... Niat Membunuh Asura yang sanggup membekukan neraka... itu adalah Tuan Monster-nya!

"T-Tuan... T-Tuan Lin Xuan?!" Asap hitam Gu Tianxue langsung menyusut, berubah menjadi wujud kakek tua kecil yang bersujud melayang di udara. "Anda... Anda bereinkarnasi menjadi... bocah kecil yang tampan ini?! Dewa Langit, apa yang terjadi pada Tulang Emas Anda?!"

"Ceritanya panjang, dan aku tidak punya waktu mendengarkan omong kosongmu," potong Zhao Xuan memutar matanya. "Aku membangunkanmu karena aku butuh akses ke ruang penyimpanan herba di dalam cincin. Aku butuh resep Pil Penyambung Bintang yang paling ringan, yang bisa dikonsumsi oleh manusia fana tanpa membuat tubuh mereka meledak."

Gu Tianxue berkedip, lalu menyeringai licik. "Hehehe, Tuan Asura sedang jatuh cinta pada gadis fana dan ingin memperpanjang umurnya ya? Tuan yang dulu kejam sekarang mulai bermain hati—"

WUSSH.

Zhao Xuan mengaktifkan Domain Waktunya dalam skala kecil tepat di sekitar jiwa Gu Tianxue. Sang Iblis Tua itu tiba-tiba merasakan jiwanya tertarik dan diremas oleh gravitasi dan waktu yang berjalan mundur. Rasa sakitnya jutaan kali lipat lebih mengerikan dari cambuk api neraka.

"A-AMPUN TUAN! AMPUUN! SAYA SALAH BICARA!" jerit Gu Tianxue menangis. "Resepnya ada! Saya akan menyusunnya untuk Anda sekarang juga!"

"Kerjakan," Zhao Xuan melepaskan domainnya. "Dan sementara kau mencari resep itu, keluarkan bahan untuk Pil Kecantikan Surgawi. Aku perlu menutupi jejak pemulihan vitalitas ibuku dengan alasan lain."

Gu Tianxue dengan gemetar segera mengeluarkan beberapa tangkai bunga bercahaya dari dalam cincin, tidak berani berkomentar lagi.

Di dalam hatinya, Iblis Tua itu meratap. Monster ini bahkan lebih menakutkan dari sebelumnya! Dulu dia hanya mengandalkan kekuatan fisik dan Qi Asura, sekarang dia bisa membengkokkan hukum dimensi dan waktu?! Matilah seluruh klan di Alam Atas yang memancingnya!

Keesokan paginya, Paviliun Bersantap Istana Kerajaan Zhao dilanda gempa bumi lokal berskala komedi.

"I-I-Ibunda...?!"

Zhao Ling, yang baru saja masuk ke ruang makan, menjatuhkan piring kuenya hingga pecah berantakan.

Di kursi utama, duduklah Sang Ratu. Namun, wanita itu tampak sangat berbeda. Kerutan halus di sudut matanya lenyap tanpa sisa. Kulitnya seputih giok murni dan memancarkan kilau aura surgawi. Rambut hitamnya sehalus sutra es. Sang Ratu, yang seharusnya berusia akhir tiga puluhan, kini terlihat seperti dewi berusia delapan belas tahun yang baru saja turun dari kahyangan!

Raja Zhao yang duduk di sebelahnya bahkan tidak berani menyentuh tehnya. Wajah pria paruh baya yang tangguh itu memerah padam seperti remaja yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Ada apa, Ling'er? Kenapa kalian semua menatap Ibu seperti itu?" Sang Ratu meraba pipinya sendiri dengan bingung. Ia merasa tubuhnya luar biasa ringan dan segar pagi ini.

"I-Ibu sangat cantik! Ibu seperti peri!" jerit Zhao Ling histeris, berlari memeluk ibunya. "Sihir apa yang Ibu gunakan semalam?!"

Sang Ratu tertawa kebingungan. "Ibu tidak menggunakan apa-apa. Hanya saja... oh, semalam Xuan'er memberiku permen madu herbal buatan Tabib Istana. Setelah memakannya, Ibu tidur sangat nyenyak."

Seketika, tatapan Zhao Ling perlahan berputar, mengunci sosok Zhao Xuan yang sedang diam-diam berusaha memakan pangsitnya di sudut meja.

Mata Zhao Ling berkilat dengan ambisi wanita yang paling menakutkan di alam semesta: ambisi untuk menjadi cantik.

"XUAN'ER!!" Zhao Ling menerjang maju seperti harimau lapar.

"Kak, hentikan! Napasku!" Zhao Xuan meronta dengan wajah datar saat Zhao Ling memeluknya dengan erat, menggosok-gosokkan pipinya ke kepala adik bungsunya itu.

"Adikku yang paling tampan, paling pintar, paling imut di seluruh benua!" Zhao Ling merajuk dengan mata berbinar-binar yang digenangi air mata buaya. "Berikan Kakak permen itu juga! Kumohon! Jika kau tidak memberikannya, Kakak akan menangis darah dan menempel padamu setiap hari sampai kau dewasa!"

Zhao Xuan menggigil. Bagi sang Kaisar Dewa, ancaman "menempel setiap hari" dari Kakak Keduanya ini jauh lebih mengerikan daripada armada Klan Yao. Ia sangat benci ketidaknyamanan, dan ia tahu Zhao Ling bisa sangat menyedihkan jika sedang bersedih.

Menghela napas panjang tanda menyerah, sang tiran bayangan merogoh kantongnya.

"Baiklah, baiklah. Lepaskan aku, ini satu untukmu," Zhao Xuan menyerahkan sebutir pil yang sama (namun dengan dosis yang telah ia kurangi secara drastis agar meridian fana kakaknya tidak terkejut).

"KAU MEMANG ADIK TERBAIK DI DUNIA!" Zhao Ling menjerit kegirangan, mencium pipi Zhao Xuan dengan gemas sebelum melesat pergi ke kamarnya untuk memakan "permen" tersebut.

Zhao Xuan mengusap pipinya yang basah dengan lengan bajunya, menatap keluarganya yang sedang tertawa bahagia. Di balik wajah remajanya yang cemberut, hatinya merasa sangat hangat.

Di dalam benaknya, suara Gu Tianxue terdengar pelan, dipenuhi ketidakpercayaan. "Tuan... Anda, Sang Pembantai Dewa... dikalahkan oleh rengekan seorang gadis fana?"

"Tutup mulutmu, Iblis Tua," jawab Zhao Xuan dalam hati, matanya menatap keluar jendela ke arah langit di mana bahaya dari Alam Iblis dan Klan Yao sedang mengintai. "Mereka adalah kelemahanku. Tapi karena merekalah, aku memiliki alasan untuk menghapus seluruh alam semesta jika ada yang berani merusak senyum mereka."

1
MF
fghuihffxdfgghju
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
alexander
bagus ceritanya
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
gasssdd deuiiii manggg minnnn
saniscara patriawuha.
sikatttttt sudahhhhh
abyman😊😊😊
Hahahah🤣
saniscara patriawuha.
gassssdddd...
Rinaldi Sigar
lnjut
abyman😊😊😊
Bantaiiiiiiiiiiii 💪💪💪
saniscara patriawuha.
wadohhhhhh wadohhhhh
Rinaldi Sigar
lanjut
Yanka Raga
😎🤩
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
ohh yessss
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
bantaiiii habisssd manggg suannnn
saniscara patriawuha.
apa nggak terkencing kencing itu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!