NovelToon NovelToon
Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Nox Astra: Sovereign Of The Nine Stars

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:189
Nilai: 5
Nama Author: Seat Bos

1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBANGKITAN SANG NAGA

Kemenangan ajaib di perbatasan Veyris menyebar seperti api di padang rumput kering. Kabar tentang tiga sosok misterius yang menghancurkan Batalion Serigala Besi hanya dalam satu malam menjadi buah bibir di kedai-kedai kopi hingga aula istana.

Nama Nox Astra mulai membayangi laporan intelijen di seluruh benua Aetherion.

Namun, di dalam Mansion Veyris, kehidupan tampak kembali normal—setidaknya bagi mata yang tidak jeli.

Kaelan duduk di perpustakaan pribadi ayahnya, kakinya yang pendek berayun-ayun di kursi besar. Di depannya, sebuah cawan perak berisi cairan kental berwarna biru elektrik mengeluarkan uap dingin.

"Mila, tutup semua celah ruang di ruangan ini. Jangan biarkan satu partikel mana pun bocor keluar," perintah Kaelan pelan.

Mira mengangguk. Dengan gerakan tangan yang anggun, ia menjentikkan jarinya. Clack! Udara di sekitar ruangan itu seolah membeku. Secara visual tidak ada yang berubah, namun siapa pun yang mencoba mengintip secara magis hanya akan melihat ruang kosong.

"Sudah, Tuan Kaelan. Radius sepuluh meter sekarang berada dalam isolasi dimensi," lapor Mira.

Pintu perpustakaan terbuka. Count Aldric melangkah masuk dengan wajah pucat. Ia baru saja kembali dari pertemuan dewan wilayah. Napasnya pendek, dan ia terus memegangi dadanya.

"Kaelan... kau memanggil Papa?" tanya Aldric serak.

Kaelan turun dari kursinya, membawa cawan perak itu. "Papa, racun dari senjata Drakmor itu... dia tidak hanya memakan mana Papa. Dia sedang membangun sarang di jantung Papa. Jika tidak dibersihkan malam ini, Papa tidak akan melihat matahari besok pagi."

Aldric tertegun. Ia menatap putranya dengan tatapan tak percaya. "Bagaimana kau... bagaimana kau bisa tahu sedetail itu?"

"Papa lupa? Kaelan 'belajar' dari buku kuno," Kaelan memberikan senyum polos yang tidak selaras dengan kata-katanya yang tajam. "Minum ini. Ini adalah Aether Purifier. Kaelan membuatnya dari ekstrak bunga salju dan mana murni yang dimurnikan lewat teknik sirkulasi."

Aldric menatap cairan biru itu dengan ragu, lalu menatap mata biru putranya. Di sana, ia tidak melihat seorang anak kecil, melainkan seorang pemimpin yang memiliki otoritas mutlak. Tanpa banyak bicara, Aldric meneguk cairan itu hingga habis.

Glek.

Seketika, mata Aldric membelalak. Tubuhnya menegang, dan urat-urat di lehernya menonjol hebat.

"ARRRGHHH!" Aldric jatuh berlutut.

"Tuan Count!" Mira hampir bergerak maju, namun Kaelan mengangkat tangannya, menahannya.

"Biarkan. Naga harus melepaskan kulit lamanya sebelum bisa terbang kembali," ucap Kaelan dingin.

Dari pori-pori kulit Aldric, mulai keluar asap berwarna ungu gelap yang baunya sangat busuk—itu adalah racun korosif Drakmor yang sudah mengendap bertahun-tahun. Cairan biru yang diminumnya bekerja seperti pembersih agresif, membakar setiap jengkal racun dan menggantinya dengan mana murni yang padat.

Kaelan meletakkan tangannya di punggung ayahnya. Ia menggunakan Bakat EX-nya untuk memandu aliran energi tersebut. Sirkulasi Aether: Tahap Restorasi!

BOOM!

Sebuah ledakan aura biru meledak dari tubuh Aldric. Jika bukan karena isolasi dimensi milik Mira, seluruh mansion ini mungkin sudah runtuh.

Aldric menarik napas panjang, sebuah tarikan napas yang paling lega yang pernah ia rasakan dalam sepuluh tahun terakhir. Rasa sakit yang menghantuinya menghilang. Lebih dari itu, ia merasakan sesuatu yang luar biasa: Inti mananya yang tadinya berada di Level 5 (High Aura Knight), mendadak bergetar dan pecah, membentuk fondasi yang jauh lebih kokoh.

Ding!

"Papa... selamat. Papa baru saja melampaui batas," ucap Kaelan sambil tersenyum.

Aldric menatap tangannya yang kini diselimuti aura biru yang begitu jernih hingga tampak seperti kristal. "Ini... Aura Master (Level 6)? Aku... aku menerobos?"

Ia menatap Kaelan dengan gemetar. "Kaelan... siapa kau sebenarnya? Ramuan ini, teknik ini... tidak ada buku di perpustakaan ini yang mengandung hal seperti itu."

Kaelan mendekati ayahnya, menatapnya setinggi mata karena Aldric masih berlutut. "Aku adalah putramu, Pa. Dan aku adalah pemimpin Nox Astra. Veyris terlalu kecil untuk kita. Valdoria dan Drakmor hanya menganggap kita sebagai bidak, tapi mulai hari ini, kita adalah pemainnya."

Aldric terdiam seribu bahasa. Putranya yang berusia enam tahun baru saja mengakui bahwa dialah otak di balik organisasi legendaris yang menyelamatkan mereka semalam.

Sementara itu, di Ibukota Kerajaan Valdoria.

Seorang pria dengan jubah emas duduk di singgasana yang megah. Di depannya, seorang mata-mata berlutut dengan kepala menempel di lantai.

"Jadi, kau katakan Batalion Serigala Besi musnah oleh tiga orang?" tanya sang Raja dengan suara dingin.

"Benar, Yang Mulia. Mereka menyebut diri mereka Nox Astra. Kami tidak menemukan catatan tentang mereka di guild mana pun. Namun, kekuatannya... salah satu dari mereka dilaporkan menggunakan sihir ruang tingkat tinggi."

Sang Raja meremas pegangan singgasananya hingga retak. "Sihir Ruang... itu adalah ancaman bagi takhta. Kirimkan Unit Inkuisisi Ke-7. Pergi ke Veyris. Selidiki keluarga itu. Jika mereka menyembunyikan organisasi ini, atau jika mereka tidak bisa dikendalikan... ratakan wilayah itu dengan tanah."

Kembali ke Veyris.

Kaelan berdiri di balkon, merasakan angin malam yang membawa aroma badai. Di belakangnya, Nox muncul dari bayangan dengan wajah serius.

"Tuan, burung-burung dari Ibukota sudah mulai terbang ke arah kita. Inkuisisi Kerajaan telah bergerak," lapor Nox.

Kaelan tidak terkejut. Ia sudah memprediksi ini. Valdoria tidak akan pernah membiarkan kekuatan liar tumbuh di perbatasan mereka.

"Bagus. Aku butuh panggung yang lebih besar untuk menunjukkan taring kita," ucap Kaelan. "Nox, siapkan jebakan di Hutan Kematian. Mira, siapkan dimensi jebakan. Kita akan menyambut para Inkuisitor itu dengan cara yang tidak akan mereka lupakan."

Kaelan menatap langit malam, di mana bintang-bintang tampak bersinar lebih terang.

"Permainan yang sebenarnya... baru saja dimulai."

1
Apin Zen
tmat
Kaisar Absolute
🅑🅐🅖🅤🅢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!