NovelToon NovelToon
Sistem Kepelatihan Xiao Han

Sistem Kepelatihan Xiao Han

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Genre: Sistem, Sport, Tactical.
Sub-Genre: Romance, Drama, School, Slice of Life, Friendship.

Arc 1 : Kebangkitan Calon Pelatih Trainee (Chapter 1 — 21) - (22.691 kata)
Arc 2 : Asisten Pelatih yang Diremehkan (Chapter 22 - ... ) - (Ongoing)

Dari gelandang tengah SMA Hangzhou menjadi seorang pelatih muda? Dibekali Sistem Kepelatihan, Xiao Han merajut kembali mimpinya, setelah dokter memvonisnya tak bisa menjadi pesepak bola lagi karena cidera. Mampukah ia menapaki sepak bola sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Babak Pertama, memasuki menit ke dua puluh lima.

Pertandingan berjalan semakin sengit. Guangzhou masih mendominasi penguasaan bola, tapi Zhejiang bertahan dengan disiplin yang mengagumkan. Setiap kali Lu Gacheng menyentuh bola, setidaknya dua pemain Zhejiang langsung menutup ruang geraknya.

“Mereka belajar,” kata Ye Chen. “Setelah percobaan pertama Lu Gacheng, mereka tidak memberinya ruang lagi.”

Xiao Han menggeleng. “Bukan hanya belajar. Lihat bagaimana mereka menekan. Tidak agresif, tidak berusaha merebut bola secara paksa. Mereka hanya memotong jalur operan. Itu lebih efektif melawan pemain seperti Lu Gacheng.”

“Kenapa?”

“Karena Lu Gacheng butuh bola di kaki untuk berbahaya. Kalau kau menekan terlalu agresif, dia akan melewati kau dengan satu sentuhan. Tapi kalau kau memotong jalur umpan ke dia, dia jadi tidak berguna. Dia harus bergerak mencari bola ke posisi yang lebih dalam, dan itu akan mengganggu ritme serangan Guangzhou.”

Ye Chen mengangguk pelan. Matanya menyipit, seolah baru memahami sesuatu. “Dulu, di final ... mengapa kita tidak melakukan itu?”

Xiao Han terdiam sejenak. Kenangan di televisi rumah sakit, gol-gol berjatuhan, Lu Gacheng merayakan di depan kamera, semuanya kembali.

“Karena kita tidak punya disiplin itu,” jawabnya akhirnya. “Formasi 3-4-3 kita terlalu terbuka. Begitu umpan melewati lini tengah, langsung ada ruang kosong di depan kotak penalti. Dan Lu Gacheng tahu persis di mana ruang itu.”

“Dan sekarang, Zhejiang pakai 4-4-2. Gelandang tengah tidak perlu naik terlalu tinggi, jadi ruang di depan kotak penalti selalu tertutup.”

“Kau benar,” kata Xiao Han, tersenyum kecil. “Itu yang kubilang tadi. Formasi yang tepat bisa mengubah segalanya.”

Ding!

Sistem muncul lagi di ujung pandangannya. Kali ini, notifikasi berbeda.

[ Misi Analisis: Progress 15% ]

[ Deteksi: Target dalam jangkauan parsial. Analisis berbasis observasi manual diterima. ]

[ Bonus: EXP akan dihitung berdasarkan akurasi analisis manual + aktivasi Talent Eye jika jarak memungkinkan. ]

Xiao Han menghela napas. Sistem ini ternyata masih memberinya kesempatan. Ia hanya perlu lebih dekat.

Tapi dari tribun ini, seberapa dekat ia bisa?

Babak Pertama, menit ke tiga puluh lima datang.

Skor masih 0-0. Guangzhou mulai terlihat frustrasi. Operan-operan mereka mulai terburu-buru, beberapa kali bola hilang di lini tengah karena umpan yang terlalu terukur.

“Mereka kehilangan kesabaran,” kata Ye Chen, lega.

Xiao Han tidak seyakin itu. “Atau mereka sedang mengatur jebakan.”

“Jebakan?”

“Mereka sengaja kehilangan bola untuk menarik Zhejiang keluar dari posisi bertahan. Setelah Zhejiang naik, mereka akan memanfaatkan ruang yang ditinggalkan.”

Ye Chen mengerutkan kening. “Tapi itu risiko. Kalau Zhejiang berhasil merebut bola dan menyerang balik—”

“Tepat. Itulah yang mereka andalkan. Guangzhou percaya lini belakang mereka cukup kuat untuk menghadapi serangan balik Zhejiang. Mereka mengambil risiko.”

Seperti yang diprediksi, Zhejiang merebut bola di tengah lapangan. Gelandang nomor 8 langsung mengirim umpan panjang ke sayap kanan, tempat gelandang sayap sudah berlari meninggalkan bek kiri Guangzhou yang naik.

Serangan balik lagi.

Tapi kali ini, Guangzhou sudah siap. Bek tengah nomor 4 tidak ikut naik, ia tetap di posisi, menjaga striker Zhejiang. Dua bek lainnya mundur cepat, menutup ruang di belakang.

Gelandang sayap Zhejiang kehilangan opsi umpan. Ia memaksakan diri, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Bola melambung tinggi di atas mistar.

Tendangan gawang.

Xiao Han menggeleng. “Itu yang mereka tunggu. Serangan balik yang gagal, dan sekarang mereka punya bola lagi. Perhatikan, mereka tidak akan buru-buru sekarang.”

Guangzhou membangun serangan dengan sabar. Operan-operan pendek, mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain, membuat Zhejiang terus bergerak.

“Mereka menguras tenaga Zhejiang,” kata Xiao Han pelan.

Ye Chen menoleh. “Maksudmu?”

“Lihat bek sayap kanan Zhejiang. Nomor 2. Dia sudah naik turun tiga kali dalam lima menit terakhir. Sekarang lihat bagaimana dia berdiri, kaki agak terbuka, badan sedikit membungkuk. Dia kelelahan.”

Xiao Han tidak butuh sistem untuk membaca itu. Matanya sudah cukup.

“Dan Guangzhou akan memanfaatkan itu. Dalam beberapa menit, mereka akan mengirim umpan ke sisi itu, memaksa nomor 2 berlari lagi. Saat dia kehabisan tenaga, ada ruang di belakangnya.”

Seperti yang dikatakan Xiao Han, tiga menit kemudian, Guangzhou mengirim umpan panjang ke sisi kanan pertahanan Zhejiang.

Nomor 2 Zhejiang berlari mengejar, tapi kakinya terasa berat. Ia terlambat setengah langkah.

Pemain sayap Guangzhou menerima bola, menarik ke dalam, dan melepaskan umpan silang ke kotak penalti.

Di sana, Lu Gacheng sudah menunggu.

Ia melompat, meninggalkan bek tengah Zhejiang yang gagal mengimbangi.

Sundulan.

Bola melesat ke sudut gawang.

Kiper Zhejiang terbang, tangan kanannya terentang, ujung jari menyentuh bola.

Tapi tidak cukup.

Bola masuk ke gawang.

Stadion membeku sesaat sebelum sorak sorai Guangzhou memecah keheningan.

0-1.

Lu Gacheng berlari ke sudut lapangan, melompat, tinjunya mengepal ke udara. Pemain Guangzhou berkerumun merayakannya.

Ye Chen membanting tangan ke pangkuannya. “Sial.”

Wei Ying menutup mulut dengan kedua tangan, matanya membelalak.

Shen Yuexi hanya diam, menatap Xiao Han.

Xiao Han tidak bergerak. Pulpennya masih di tangan, buku catatan masih di pangkuan. Tapi ia tidak menulis.

Matanya tertuju pada Lu Gacheng yang merayakan.

Itu gol yang bisa aku cegah, pikirnya. Jika aku yang bermain, aku akan berdiri di depan kotak penalti, menutup ruang sundulannya. Jika aku yang bermain ...

Tapi ia tidak bermain.

Xiao Han menarik napas, menggenggam pulpen, dan mulai menulis.

Gol 0-1, menit 38: Eksploitasi kelemahan fisik bek sayap kanan Zhejiang. Guangzhou membaca kelelahan lawan. Lu Gacheng membaca ruang sundulan. Ini bukan gol kebetulan. Ini gol dari disiplin taktik dan kesabaran.

Zhejiang: rotasi pemain terlalu lambat. Bek sayap kanan sudah kelelahan sejak menit 35, seharusnya ada pergantian atau instruksi untuk tidak naik terlalu tinggi.

Ia berhenti menulis, menatap lapangan.

Tapi siapa aku memberi saran? Aku hanya penonton di tribun.

Ding.

[ Misi Analisis: Progress 35% ]

[ Insight terdeteksi: Analisis manual menunjukkan potensi tinggi. ]

[ Saran sistem: Dekati area teknis untuk mengaktifkan Talent Eye. ]

Xiao Han tersenyum kecut. Dekati area teknis? Dengan kaki pincang begini?

Tapi ide itu menggelitik pikirannya.

Memasuki menit ke empat puluh lima tambahan waktu.

Zhejiang mencoba bangkit sebelum babak pertama usai. Mereka meningkatkan intensitas, mengirim bola-bola panjang ke kotak penalti Guangzhou, berharap ada gol penyeimbang.

Tapi Guangzhou bertahan dengan kompak. Nomor 4 mereka, bek tengah yang sejak tadi membaca setiap ancaman, menjadi tembok yang sulit ditembus.

Menit ke empat puluh tujuh, peluit panjang wasit menandai berakhirnya babak pertama.

0-1.

Stadion hening. Suporter Zhejiang yang tadinya bergelora, kini hanya terdengar bisik-bisik kecewa.

Ye Chen menghela napas panjang. “Babak pertama selesai. Mereka unggul.”

Xiao Han tidak menjawab. Matanya masih di lapangan, memperhatikan para pemain berjalan ke ruang ganti. Lu Gacheng berjalan paling belakang, sesekali menoleh ke tribun, seolah mencari sesuatu.

1
Hong Biyeon Adolebit
keren bgt kak, Xiao Han😍
heroestupai: berakkkkkk
total 1 replies
Apakah transgender disunat?
sudah 39 chapter dan tidak ada insect😡
heroestupai: /Smug//Smug//Smug/
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
Pak Chen Hao kerjanya ngapain? Eh iya motivasinya kan kecil 🗿
Limian Avina
Iyap, aku pun malas baca itu, jadi diskip/Proud/
Limian Avina: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Ini kayaknya enggak terlalu diperlukan deh/Sweat/
heroestupai: skill issue aja kak, maklumin, cmn ngindarin yg repetitif aja
total 3 replies
Limian Avina
Kebelet ganti PoV😂
Limian Avina
Kenapa jadi PoV satu/Sweat/
heroestupai: ahh iya, bocor POV, nanti saya revisi kak
total 3 replies
Limian Avina
Iya, mengerikan seperti ...
Limian Avina: Enggak jadi/Blackmoon/
total 2 replies
Limian Avina
Beliau terlalu percaya diri :v
Limian Avina: 🗿🗿🗿🗿🗿
total 2 replies
Limian Avina
Gambarnya kayak kamar pribadi🗿
Manusia Biasa: wkwkw tapi masih bagus kok kak, dari ai sih😂🙏
total 1 replies
Limian Avina
Ada gacha-nya/Scare/
heroestupai: masih jauh sih di gacha sistem itu /Facepalm/
total 1 replies
Limian Avina
/Curse//Curse/ Namanya kenapa harus Gacheng?!
heroestupai: Kepikiran itu aja 🗿
total 1 replies
Limian Avina
Nulisnya "Goal" deh seharusnya/Sweat/
Limian Avina: /Scare//Scare/ Secara arti goal = tujuan/sasaran/Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Woah~! Riset sejarah .../Blush//Blush/
heroestupai: huum 🗿🗿
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
cukup menghibur
heroestupai: makasih kak
total 1 replies
Penjaga Gerbang
keren
Ren si Pegawai Kantoran
ditunggu Thor updatenya
Ren si Pegawai Kantoran
developmentnya sedikit terasa di sini, sistem gak semata-mata Deus ex machina, ada konsekuensi juga dari analisa MC, dan emang jadi pelatih itu harus mikirin pemain, bukan semata2 sistem novel lain yg bikin pemain jadi OP kah? 🤔
Ren si Pegawai Kantoran
Thor, jangan lupa huruf miring kalo monolog batin PoV 3 ya 🗿
Ren si Pegawai Kantoran
kambek 4-3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!