NovelToon NovelToon
My Possessiv Damian

My Possessiv Damian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

Zona dewasa ‼️ Harap bijak dalam memilih bacaan!

Valerie seorang mahasiswa fresh graduate, cantik ,pintar, berkelas, sebenarnya hidupnya normal layaknya mahasiswi biasa, namun semuanya berubah saat sebuah kejadian yang membuatnya harus terikat dengan seorang gangster bernama Damian Callister.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Valerie berdiri mematung di sisi ranjang, menatap pria asing itu yang kini terlelap sempurna. kekesalan yang tadi meluap entah mengapa perlahan luntur, berganti dengan rasa iba yang tipis.

Dengan gerakan pelan agar tidak menimbulkan suara, ia mengambil bantal ekstra dan membenarkan posisi kepala pria itu agar lebih nyaman.

Ia kemudian meraih selimut hotel yang tebal, menariknya hingga menutupi tubuh tegap yang setengah telanjang itu.

"Sayang sekali, padahal kau sangat tampan," gumam Valerie pelan. Ia menatap wajah tegas itu untuk terakhir kalinya malam ini. "Semoga kau baik-baik saja."

Sebuah senyum kecut tersungging di bibirnya. Valerie melirik jam tangan mewahnya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Sontak, matanya membelalak dan ia mendesah frustrasi.

"Ya ampun, mana besok ada kuliah pagi lagi. Sial banget hari ini!" gerutunya pelan. Sebagai mahasiswi baru, ia tidak ingin meninggalkan kesan buruk di minggu-minggu pertamanya.

Sambil terus menggerutu, Valerie menyambar tas mininya yang tergeletak di nakas. Namun, karena terburu-buru dan gerakannya yang masih sedikit sempoyongan, ia lupa menutup tasnya dengan benar. Braakk! Isi tasnya terlempar keluar dan tercecer di atas lantai.

"Sial!" maki Valerie tertahan.

Dengan dongkol, ia berjongkok dan memunguti barang-barangnya—ponsel, lipstik, bedak, dan beberapa kartu—lalu memasukkannya kembali ke dalam tas dengan asal. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, ia berdiri kembali.

Ia melirik sebentar ke arah pria yang masih tertidur dengan damai itu, seolah tidak terjadi apa-apa. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Valerie membalikkan badan dan segera melangkah keluar, menutup pintu kamar 120 dengan perlahan. Ia harus segera sampai ke apartemennya sebelum matahari terbit.

Valerie akhirnya bisa bernapas lega saat pintu unit apartemennya tertutup dengan bunyi klik yang mantap. Jam di dinding menunjukkan pukul tiga pagi.

Meskipun apartemennya tidak seluas penthouse, desain interiornya yang minimalis dan pemilihan material yang elegan memancarkan kesan mewah yang tidak dipaksakan.

Valerie sebenarnya bukan berasal dari Jakarta. Ia adalah gadis perantau dari luar pulau yang sengaja datang ke ibukota untuk mengejar pendidikan di universitas terbaik.

Melihat apartemen yang ia tempati, sangat jelas bahwa Valerie bukan datang dari kalangan biasa. Namun, sesuai dengan sifatnya yang berkelas, ia tidak pernah memamerkan kekayaannya. Bagi Valerie, mempublikasikan status sosialnya adalah hal yang norak dan tidak perlu.

Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang, meraih nilai terbaik, dan membuktikan kemampuannya tanpa bayang-bayang nama besar keluarganya.

"Ah... nyamannya," gumam Valerie pelan saat ia melempar tubuhnya ke atas kasur king size yang empuk.

Rasa lelah yang luar biasa, sisa pengaruh alkohol, dan adrenalin yang baru saja surut akhirnya menumbangkan gadis pemberani itu. Hanya dalam hitungan detik, napasnya mulai teratur dan tubuhnya tidak lagi bergerak.

Valerie telah terlelap, melupakan sejenak bahwa di sebuah kamar hotel bintang tiga, ada seorang pria misterius yang mungkin akan mengubah hidupnya saat matahari terbit nanti.

Malam berlalu dengan cepat, berganti dengan cahaya matahari pagi yang menyelinap masuk melalui celah gorden tipis kamar 120. Sinarnya jatuh tepat di atas wajah tampan pria misterius itu, memaksanya untuk kembali ke alam sadar.

Pria itu adalah Damian Callister. Di usianya yang baru menginjak 30 tahun, ia sudah menjadi sosok paling ditakuti sekaligus disegani di ibukota.

Secara resmi, ia adalah CEO sukses di bidang konstruksi, namun di balik gedung-gedung pencakar langit itu, ia adalah ketua mafia yang mengendalikan bisnis tak kasat mata. Kejadian semalam hanyalah satu dari sekian banyak risiko pekerjaannya yang berbahaya.

Damian mengerjapkan matanya, merasa silau. Kepalanya terasa sangat pening, seolah dihantam benda tumpul.

Ia tertegun sejenak menatap langit-langit kamar hotel yang asing, sebelum potongan ingatan semalam mulai tersusun kembali seperti puzzle.

Lorong gelap, ciuman panas untuk penyamaran, hingga ia terbangun sendirian di kasur ini. Ia ingat gadis itu—gadis yang nampak angkuh namun berani.

"Sial," umpat Damian pelan saat menyadari bahwa dirinya telah ditipu mentah-mentah. Sebagai pria yang biasa memegang kendali, ia merasa sangat bodoh karena bisa takluk oleh air mineral "beracun" gadis itu.

Ia bangkit dari tempat tidur, mengabaikan rasa pusingnya, dan mulai memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai. Namun, saat ia memungut kemejanya, sebuah benda kecil terjatuh dari lipatan kain tersebut.

Damian memungutnya. Itu adalah sebuah Kartu Tanda Mahasiswa.

Di sana tertera foto seorang gadis cantik dengan dagu terangkat—wajah yang sama dengan yang ia cium semalam. Di bawahnya tertulis nama: Valerie Aurora, 20 tahun, Universitas Arthemis.

Damian terdiam sesaat, lalu sebuah seringai tipis muncul di sudut bibirnya yang masih sedikit terluka akibat gigitan Valerie semalam. Ia tidak menyangka wanita yang cukup berani meracuninya ternyata hanyalah seorang gadis belia, seorang mahasiswi baru.

Damian menggenggam kartu itu kuat-kuat, matanya berkilat penuh minat yang berbahaya.

"Valerie Aurora..." gumamnya dengan suara serak. "Gadis kecil yang menarik."

1
@RearthaZ
lanjutin terus ceritanya kak
@RearthaZ
awalan cerita yang bagus kak
Raffa Ahmad
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!