NovelToon NovelToon
Queen Kesayangan

Queen Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Teen
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: JK의 할루 아내

Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menyelamatkan

"kamu bawa vio kan..?" tanya ethan pada aruna saat mereka sudah mendengar bel pulang tanda sekolah sudah usai hari ini

"iya bawa, kenapa..?" tanya aruna yang berhenti menatap sang kakak

"tadi ada yang ajak main basket, jadi kakak pulang telat, bareng sama ghaly, bumi sama danish"

"ow... Ok... Aru juga mau langsung pulang koq kak... Mau nyusun lego sama satria" ujar aruna tiba-tiba semangat

"bener langsung pulang ya, nanti langsung kabarin kalau udah sampe rumah" ethan memegang kepala adik nya sayang

"siap kak, paling mampir ke bakery buat cari cemilan"

"masih ada uangnya..?" tanya ethan yang langsung mengambil dompetnya

"masih kak" tolak aruna sambil mendorong tangan juga dompet ethan

"ya udah, ayo kakak anter ke parkiran dulu..." ajak ethan dan di iyakan oleh aruna.

Walau ethan tau aruna bisa menghadapi bahaya seperti dirinya tapi ethan hanya berjaga-jaga dan waspada dengan keadaan. Sedikit memang yang tau kalau mereka adalah pewaris atmadja juga brata untuk meminimalkan segala kemungkinan. Karena itu semenjak masuk sekolah mereka tak menggunakan nama keluarga mereka secara sembarangan.

"hati-hati jangan ngebut juga" ethan mewanti-wanti sambil memakaikan helm bogo kesayangan aruna yang juga senada dengan motornya

"iya kak... Kakak jangan lupa kalau aru juga bisa bela diri ngga kalah jago dari kakak" aruna mengingatkan sang kakak

"walau gitu postur badan kamu ngga memungkinkan kalau lawan yang berbadan besar, jadi sebisa mungkin kamu hindari. Jangan lupa langsung tekan tombol darurat kalau urgent" ethan kembali memperingatkan

"iya..iya... Udah sana kakak ke lapangan, tuh udah di tungguin sama yang lain" aruna memiringkan kepalanya melihat belakang kakak nya dimana anggota tim basket sedang melihat mereka berdua

"ya udah... kakak mau liat kamu dulu" ujar ethan dan tak di tolak aruna karena akan sia-sia

Aruna menyalakan motor kesayangannya dan pergi meninggalkan sekolah yang hampir 3 tahun ia singgahi. sambil melambaikan tangan kirinya aruna melihat pantulan sosok pria yang sudah membersamainya selama ini melalui spion motor nya

Cuaca yang sedikit mendung membuat udara tak terasa panas, membuat aruna sengaja memelankan laju motor nya.. Aruna memenuhi omongannya terhadap ethan yang akan mampir ke bakery untuk membeli kue. Setelah memarkirkan motornya aruna berjalan memasuki toko bakery masih dengan helm nya

"wah... Ada aruna..." tiba-tiba suara seorang wanita menyapa aruna saat ia masuk kedalam toko

"loh... Tante cantika, mau pergi..?" tanya aruna yang melihat sang pemilik bakery membawa tas tangan nya lengkap dengan make up dan style yang cantik

"iya, mau ketemu temen tante, tapi bisa di tunda sebentar deh buat nemenin kamu pilih kue..." ujar wanita cantik itu dengan wajah senang nya melihat wanita muda cantik itu

"loh... Ngga apa-apa tan kalau mau pergi, aru juga sebenernya ngga lama. Mau beli kue buat nemenin aru sama adek aru main aja sih..."ucap aruna tak enak hati

"ngga apa-apa sayang, tante seneng koq nemenin kamu walau cuma 5 menit..." tante cantika beralasan "kamu sendirian..? Pacar kamu mana..?"

"pacar.." aruna balik bertanya dengan tatapan bingung

"iya, terakhir kamu ke sini kan bareng cowo ganteng, pacar kamu kan" tante cantika mengingatkan

"ow... Itu kakak aru tante, cuma emang kita deket banget dari lahir karena kembar, jadi orang yang ngga tau bilang kita pacaran. Papi juga bilang biar bisa jaga aru dengan status itu. Lagian aruna belum boleh pacaran tante... Papi punya 1001 kriteria buat calon menantunya, belom kakek sama opa. Hehe.. Mangkanya aru ngga niat deket sama cowo tante buat saat ini" entah kenapa aruna malah menjelaskan rahasia kecil di keluarga nya

"ya ampun so sweet banget ya keluarga kamu, apalagi kakak kamu. Mereka semua pasti sayang banget sama kamu"

"ya gitu deh tante. Aru itu cucu perempuan satu-satunya soalnya, baik dari keluarga mami juga papi"

"wah... Ternyata permata keluarga...." tante cantika semakin kagum dengan aruna " eh tante malah keasikan ngobrol sama kamu ya...kamu mau kue apa sayang... Kebetulan baru keluar dari oven semua nih. Dan kalau kamu suka strawbery kamu wajib coba kue terbaru tante"

"wah... Aru suka banget strawbery tante... Aru mau tante 1, tiramisu sama coklatnya juga ya masing-masing satu" ucap aruna antusias

"ok... Sebentar ya..." tante cantika mendekati salah satu karyawannya dan memberitahukan pesanan aruna " pesanannya sedang di siapkan, tunggu sebentar ya"

"iya tante, aru ngga buru-buru koq"jawab aruna

"jadi kamu kesini naik motor sendiri atau naik ojek..?" tanya tante cantika melihat aruna masih memakai helm

"naik motor sendiri tan, biar satset ngga kena macet" ujar aruna

Tak lama pesanan aruna pun siap di kasir. Aruna membayar dan bermaksud berpamitan, namun tante cantika malah berjalan bersisihan dengan aruna keluar toko

"tante naik apa.." tanya aruna

"itu, udah di tunggu supir tante koq..." jawab tante cantika, menunjuk sebuah mobil sedan simple namun berharga fantastis

"ya udah, kalau gitu aru pamit duluan ya tan, tante hati-hati..." aruna mencium tangan tante cantika takzim sama seperti yang ia lakukan pada orang tuanya.

"kamu juga hati-hati jangan ngebut ya..." hati tante cantika menghangat saat tangannya di cium aruna, ia pun mengelus pipi aruna

"ya ampun ternyata gini ya kalo punya anak cewe, apa bisa gadis ini jadi menantuku..?" Gumam tante cantika dalam hati yang terpesona dengan sikap aruna

Mereka pun berpisah di parkiran. Aruna memeriksa google map terlebih dahulu sebelum jalan,

"yah, macet. Kayanya jalannya masih perbaikan, ambil jalan satunya lagi deh biar ngga kelamaan sampe rumah" aruna pun memasukan ponselnya dan bersiap pergi

Bismillah

Aruna melajukan motornya dengan kecepatan sedang, dia ingin menikmati suasana jalan karena cuaca mendung, ia bahkan berharap hujan turun.

"eh... Itu ada apa ya, koq kaya orang mau di rampok" aruna menghentikan motornya di jalan sepi dan melihat sebuah mobil berhenti karena ada dua orang mengendarai motor berhenti di depan mobil itu

"pantau dulu aja lah, kalo butuh bantuan baru turun tangan" aruna pun memperhatikan kejadian demi kejadian yang ada di depan matanya. Sembunyi di balik tembok melihat semuanya

Tok... Tok... Tok...

Salah seorang pengendara motor menggedor kaca mobil itu dengan mengandalkan cincin akik di jarinya

"woy, keluar loe kalo mau selamat..." teriaknya, namun tak ada respon dari dalam

"selamat konon, yang ada keluar malah nyawa melayang" Gumam aruna. Ia tak beda seperti komentator yang mengawasi sebuah kejadian. "oiya, telpon polisi dulu kayanya...." Aruna pun langsung menekan 110 di ponselnya untuk meminta bantuan

Setelah meminta bantuan aruna memasukan kembali ponselnya dan mengawasi kembali keadaan nya

"waw... itu cowo badannya mantep bener.... peluk cable kayanya hehe" Aruna justru galfok dengan tubuh atletis sang korban yang memakai kemeja navy yang tangannya sudah di gulung juga celana bahan street yang memperlihatkan kaki panjangnya

"apa mau kalian..?" tanya nya dengan suara barito berat namun terdengar sexy di telinga aruna dan aruna kembali gagal fokus

"cuma mau mau minta uang jajan aja..." ujar preman itu " serahin semua yang loe punya" teriaknya lagi dengan 1 tangan meminta dan satu tangan lagi menjulurkan pisau

"jangan harap..." pekik si pria dan langsung menghantam perut si preman dengan 1 tendangan maut, membuatnya langsung tersungkur

"si*al.... Berani loe sama kita" teriak preman yang lain kesal melihat temannya sudah terkapar tak berdaya

"maju loe..." teriak si pria dengan senyum jahatnya

Si preman mendekati si pria dengan langkah pasti, namun saat berada tepat di depan nya si preman menyemprotkan sesuatu ke wajah si pria membuatnya limbung dan menyenderkan badannya pada mobilnya sambil mencoba mengusap matanya

"Ba*gsat, dasar culas, ngga berani loe hadapi gw langsung..?" teriak si pria kesal sambil mengedipkan matanya yang perih karena semprotan itu

"Hahaha... Apapun bisa dilakukan demi uang bro...." ujarnya penuh rasa percaya diri dan berjalan mendekati korban yang berjalan mundur

"hey om... Jangan main curang dong" tiba-tiba saja aruna sudah berada di sebelah pria itu "om ngga apa-apa" tanya aruna pada pria yang masih berusaha membuka matanya

"pergi kamu, ngapain kamu ada di sini" kaget si pria saat melihat bayangan aruna karena mata nya masih perih

"tenang om, aru mau tolong om... Nih ada air, om cuci matanya dulu ya" aruna memberikan botol air minumnya dan meletakkannya di tangan pria itu

"sekarang om hadapi aru...." teriak aruna pada si preman dengan wajah penuh keyakinan

"hahahaha.... Gadis kecil, gw ini rampok, dan gw ngga lawan cewe apalagi cewe imut kaya loe... Mendingan loe ikut gw, gw jamin loe bakalan hidup enak kalo ikut gw..." jawab si preman dan melihat aruna dari ujung kepala sampai ujung kaki

"cih... Kurang enak apa hidup aru selama ini, papi mami selalu manjain aru, opa sama kakek ngga pernah absen isi kartu ATM aru, belum lagi saudara-saudara aru yang selalu ada saat aru butuh" Batin aruna mengingat seluruh keluarganya

"Gimana tawaran gw menggiurkan kan..?" tanya si preman saat melibat aruna terdiam

"enak aja... Ngga akan ada yang bisa gantiin kehidupan enak aru saat ini. Apalagi ikut om, yang ada aru bakalan sengsara, ayo lawan aru..." aruna sudah ambil kuda-kuda untuk melawan si preman

"wah.. Keras kepala juga, jangan salahin gw kalo loe tetep berakhir sama gw" si preman sedikit kesal dengan penolakan aruna

Dengan perlahan si preman mencoba menjatuhkan aruna, namun aruna yang sudah terlatih bisa langsung menghalau pukulan itu dan menjatuhkan pria besar di depannya

"awww...." pekik si pria saat bokongnya menyentuh aspal "s*al hebat juga loe..., oke gw ngga akan main-main" si preman pun kembali berdiri dan langsung melayangkan pukulan pada aruna....

BRUK.....

1
Muji Lestari
lanjut thor
Muji Lestari
makin menarik ceritanya thor
Muji Lestari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!