NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Interogasi

Gang sempit yang tadinya hanya menjadi lorong kusam kini berubah menjadi gua es yang mengerikan. Kristal-kristal tajam mencuat dari dinding gedung, mengunci setiap akses keluar-masuk. Ketiga Malaikat Jatuh itu tersentak mundur, sayap hitam mereka gemetar saat merasakan suhu yang jatuh jauh di bawah titik beku dalam hitungan detik.

"D-dingin macam apa ini?!" teriak si pemimpin berambut jabrik. Dia segera menciptakan tombak cahaya kuning di tangannya, namun pendaran energinya terlihat tidak stabil akibat tekanan hawa murni Ayaka.

Ayaka tidak menjawab. Dengan gerakan yang sangat anggun, dia menarik bilah pedangnya yang selama ini tersembunyi oleh sihir kamuflase. Logam pedang itu berkilat biru jernih, seirama dengan napasnya yang berubah menjadi uap putih.

"Tuan Riser, izinkan saya menyelesaikan ini dengan cepat," ucap Ayaka tanpa menoleh.

"Lakukanlah. Sisakan satu yang paling berisik untukku," jawab Riser sambil menyandarkan punggungnya ke dinding es, seolah sedang menonton pertunjukan panggung.

[ Aktivitas Subjek: Kamizato Ayaka. ]

[ Teknik: Kamisato Art: Soumetsu (Versi Terfokus). ]

[ Status Musuh: Terintimidasi. ]

Ayaka melesat. Dia tidak berlari, melainkan meluncur dalam aliran es yang tipis. Sebelum kedua Malaikat Jatuh di sisi kiri dan kanan sempat melemparkan tombak mereka, Ayaka sudah muncul di antara mereka.

Sring! Sring!

Dua tebasan kilat membentuk garis silang di udara. Bukannya darah yang menyembur, luka di dada kedua Malaikat Jatuh itu justru langsung tertutup oleh lapisan es tebal yang membekukan aliran darah dan saraf mereka. Mereka jatuh berlutut, tubuh mereka kaku seperti patung, tidak mampu menggerakkan satu otot pun meski kesadaran mereka masih ada.

Si pemimpin yang tersisa panik. Dia mengepakkan sayapnya, mencoba terbang ke atas untuk melarikan diri, namun dia segera menyadari bahwa langit di atas gang itu telah ditutup oleh jaring es yang diciptakan Ayaka.

"Ke mana kau mau pergi?" suara Riser terdengar tepat di belakang telinganya.

Sebelum Malaikat Jatuh itu sempat berbalik, tangan Riser yang sudah diselimuti api biru mencengkeram lehernya dan membantingnya ke lantai yang membeku.

BUM!

Retakan besar muncul di lantai es. Riser menginjak sayap kiri makhluk itu dengan perlahan, namun penuh tekanan. Suara patahnya tulang sayap terdengar jelas di tengah kesunyian gang.

"Aaaaaagh! Lepaskan! Kau tahu siapa yang kami layani?! Lord Kokabiel akan—"

"Aku tahu," Riser memutus kalimat itu dengan mengalirkan sedikit api Phoenix ke dalam luka sayapnya. Panas yang menyiksa bertemu dengan dinginnya lantai es menciptakan penderitaan ganda yang tak tertahankan. "Justru karena itu kau masih bernapas. Sekarang, katakan padaku... di mana Kokabiel menyembunyikan fragmen pedang suci yang dia curi dari Vatikan?"

[ Analisis Mental Target: Hancur. ]

[ Status Kejujuran: 90% (Karena rasa sakit ekstrem). ]

Malaikat Jatuh itu terbatuk, darah hitam merembes ke es. "G-gereja tua... di pinggiran kota... tapi bukan hanya satu... dia... dia sedang menunggu pedang terakhir untuk memulai kembali perang..."

Riser menyipitkan matanya. Dia menoleh ke arah Ayaka yang sudah menyarungkan kembali pedangnya dengan tenang. Ayaka berdiri menjaga jarak, matanya menunjukkan sedikit rasa iba namun tetap penuh kedisiplinan sebagai seorang prajurit.

"Hanya itu?" tanya Riser kembali pada mangsanya.

"K-kami hanya pengintai! Freed... pendeta gila itu... dia yang memegang koordinasi lapangan!"

Riser melepaskan injakannya. Dia berdiri tegak dan menatap langit malam Kuoh yang terhalang jaring es. Informasi ini sudah cukup. Plot Excalibur yang legendaris sudah mulai bergerak, dan kali ini, Riser tidak akan membiarkan faksi Gremory mengambil semua kemuliaannya.

"Kau sudah tidak berguna," ucap Riser dingin.

"Tunggu! Kau bilang akan melepaskanku jika aku bi—"

Riser tidak menjawab dengan kata-kata. Dia hanya menjentikkan jarinya. Api biru yang tadinya hanya membakar luka sang Malaikat Jatuh tiba-tiba meledak, menelan seluruh tubuh makhluk itu hingga menjadi abu dalam sekejap. Dua Malaikat Jatuh lainnya yang membeku juga hancur berkeping-keping bersama es yang mengurung mereka.

[ Misi Sampingan: Selesai. ]

[ Hadiah: Peningkatan Sinkronisasi 2% & Lokasi Markas Freed Sellzen. ]

Riser berjalan mendekati Ayaka, aura pembunuhnya menghilang seketika, digantikan oleh ketenangan yang biasa. Dia mengambil tangan Ayaka yang sedikit gemetar dan memasangkan kembali cincin penyegel itu ke jarinya.

"Kau melakukannya dengan sangat baik, Ayaka. Teknikmu jauh lebih efisien daripada yang kubayangkan," puji Riser.

Ayaka menatap sisa-abu yang tertiup angin. "Apakah ini adalah cara dunia ini bekerja, Tuan Riser? Membunuh atau dibunuh di balik bayang-bayang kota yang indah ini?"

"Ini adalah cara dunia mana pun bekerja, Ayaka. Hanya saja di sini, keindahannya lebih menipu," Riser menarik napas dalam, mencium aroma es dan sisa api. "Ayo. Crepe-mu tadi pasti sudah dingin. Kita cari makan malam yang lebih layak sebelum kita menyerbu gereja itu besok."

Ayaka mengangguk pelan, rasa aman yang ditawarkan Riser perlahan mengalahkan rasa ngerinya terhadap kekejaman yang baru saja dia saksikan. Mereka berjalan keluar dari gang, kembali menyatu dengan kerumunan manusia yang tetap tidak menyadari bahwa di balik dinding beton itu, tiga nyawa baru saja dihapuskan dari dunia.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!