NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Santainya dua kawan

Malam di puncak gunung Sekte Daun Perak terasa sejuk, dengan cahaya bulan perak yang menyinari paviliun kayu tempat Jian Yi dan Lu Feng menginap.

Suasana yang seharusnya tenang itu terusik oleh suara teriakan dan denting pedang latihan dari lapangan samping paviliun.

​Jian Yi duduk bersila di pagar balkon lantai dua, sementara Lu Feng menyandarkan punggungnya di tiang kayu sambil memutar-mutar pipa rokoknya yang sudah padam. Mereka sedang menikmati ketenangan sesaat sebelum badai "Taring Hitam" tiba besok pagi.

​"Sekte ini benar-benar sedang di ujung tanduk," gumam Lu Feng, matanya melirik ke bawah. "Bahkan di malam hari, murid-muridnya saling serang karena stres."

​Di lapangan bawah, dua murid laki-laki sedang terlibat pertengkaran hebat.

Tampaknya tekanan mental karena ancaman pembantaian besok membuat sumbu pendek mereka meledak.

​"Kau pengecut, sialan! Kau bilang mau lari malam ini juga, kan?!" teriak salah satu murid yang lebih besar sambil mengayunkan pedang kayunya dengan bertenaga.

​"Aku hanya realistis! Kita semua akan mati!" balas murid yang lebih kurus.

​BUM!

​Murid yang lebih besar menghantamkan pukulan bermuatan Qi ke dada si kurus.

Tubuh pemuda kurus itu melesat ke belakang, terbang tepat ke arah balkon tempat Jian Yi dan Lu Feng sedang bersantai.

​Tubuh murid itu meluncur deras seperti peluru ke arah Jian Yi. Namun, Jian Yi bahkan tidak menoleh. Dengan gerakan yang sangat malas namun presisi, ia mengangkat kaki kanannya.

​DUG!

​Telapak kaki Jian Yi menahan punggung murid itu di udara, meredam seluruh momentum hantamannya seketika.

Murid itu terhenti di posisi menggantung, wajahnya pucat pasi, matanya melotot menatap ujung sepatu Jian Yi yang menahan beban tubuhnya dengan sangat stabil.

​"Apa kau baik-baik saja, Dek?" tanya Jian Yi datar, suaranya dingin namun memiliki wibawa yang aneh.

​Murid itu menelan ludah, gemetar karena merasakan aura yang sangat pekat keluar dari kaki pemuda di depannya. "T-terima kasih ... Tuan Muda Yi Fan ..."

​"Bagus kalau kau baik-baik saja," ucap Jian Yi singkat.

​Tanpa peringatan, Jian Yi sedikit menyentakkan kakinya ke depan.

​WUSH!

​Tubuh murid itu kembali terhempas ke bawah, meluncur mulus dan mendarat dengan pantat lebih dulu di atas tumpukan jerami di lapangan.

Gerakannya begitu halus namun penuh kekuatan, menunjukkan kontrol Qi yang jauh melampaui ranah yang ia tunjukkan.

​Lu Feng hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya. Ia kemudian melompat turun dari balkon, mendarat tanpa suara di tengah lapangan, diikuti oleh Jian Yi yang melayang turun seolah-olah gravitasi tidak berlaku baginya.

​Di sekitar lapangan, ternyata banyak murid wanita yang sedang berkumpul untuk melerai pertengkaran tadi.

Mereka semua terdiam membeku. Mata mereka tertuju pada dua sosok Utusan ini.

​Jian Yi berdiri tegak dengan rambut hitamnya yang tertiup angin malam, wajahnya yang tampan namun dingin memberikan kesan misterius yang tak terjangkau.

Sementara Lu Feng, dengan gaya nakalnya dan pipa rokok di mulut, memancarkan aura pendekar tangguh yang liar.

​"Siapa mereka? Sangat keren ..." bisik salah satu murid wanita dengan wajah merona merah.

​"Gerakan menahannya tadi ... dia bahkan tidak melihat! Itu pasti teknik tingkat tinggi," timpal yang lain sambil menutup mulutnya karena kagum.

​Jian Yi mengabaikan tatapan-tatapan memuja itu. Ia berjalan mendekati dua murid yang bertengkar tadi.

Aura naga di dalam darahnya sedikit terpancar, membuat semua orang di lapangan itu merasa seolah-olah ada gunung besar yang sedang menekan pundak mereka.

​"Jika kalian punya energi untuk saling pukul, simpan itu untuk besok pagi," ucap Jian Yi, matanya menatap tajam murid-murid tersebut. "Sekte ini tidak butuh pecundang yang berkelahi dengan saudaranya sendiri saat ajal menjemput."

​Lu Feng merangkul pundak Jian Yi sambil tertawa sombong ke arah murid-wanita yang berkerumun. "Dengar itu, Adik-adik manis? Lebih baik kalian masuk dan istirahat. Biarkan 'kakak-kakak' ini yang menjaga gerbang malam ini."

​Para murid wanita itu hanya bisa mengangguk malu-malu, beberapa dari mereka bahkan tidak berani menatap mata Jian Yi secara langsung.

Malam itu, di tengah ketakutan akan kehancuran, kehadiran dua pemuda misterius ini menjadi secercah harapan sekaligus bumbu kekaguman bagi para penghuni Sekte Daun Perak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗦𝗨𝗕𝗖𝗥𝗜𝗕𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!