Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#6
Nikolai tidak menyadari satu detail kecil namun krusial saat di swalayan tadi: cincin di jari manis Rose bukan lagi simbol ikatan mereka. Itu adalah The Phoenix, desain terbaru dari koleksi Moore Designs yang melambangkan kebangkitan dari abu. Rose sengaja menyematkannya di sana sebagai pengingat bahwa dia tidak lagi terikat secara batin pada siapa pun.
Namun, kenyataan pahit menunggunya di balik pintu apartemen mewah di kawasan Back Bay itu.
Saat Rose melangkah masuk, pemandangan di ruang tengah membuatnya ingin muntah. Di atas sofa beludru Italia yang ia pilih sendiri, Asher duduk bersantai. Di sampingnya, Mia Ruller menempel erat seperti parasit, kepala wanita itu bersandar di bahu Asher sambil menonton televisi dengan mesra. Mereka tampak seperti pasangan suami istri yang sempurna, sementara Rose pemilik sah rumah itu—terasa seperti orang asing.
Rose hanya terkekeh pelan, suara tawa yang kering dan penuh penghinaan.
Kata cinta si brengsek ini... janji tidak akan meninggalkanku meski aku 'tidak suci' di matanya... ternyata hanya sampah, batin Rose. Ia teringat bagaimana Asher memohon-mohon tadi malam agar Rose tetap tinggal, menjanjikan bahwa posisi Rose tidak akan tergantikan. Namun lihatlah sekarang, belum genap 24 jam, Asher sudah asyik menjamah kewajiban barunya itu.
Asher mendongak, sedikit tersentak saat melihat Rose. Ia mencoba melepaskan rangkulan Mia dengan canggung, namun Mia justru semakin mempererat pelukannya, menatap Rose dengan tatapan provokatif.
"Rose? Kau sudah pulang?" tanya Asher, suaranya terdengar sangat bodoh di telinga Rose.
Rose berhenti sejenak, melirik Mia yang tampak manja dan gelisah, seolah-olah ia adalah kelelawar yang baru saja kehilangan induknya jika tidak menyentuh Asher selama satu detik saja.
"Kalau aku sudah berdiri di depan matamu, itu artinya aku sudah pulang, Asher. Tidak perlu bakat jenius untuk menyadari itu," jawab Rose dingin, nadanya datar tanpa emosi.
"Rose, kami hanya sedang..."
"Aku tidak peduli apa yang kalian lakukan," potong Rose tajam. "Lanjutkan saja sandiwara menjijikkan ini. Tapi ingat, besok ada jamuan makan malam di rumah kolega bisnismu. Pastikan kelelawarmu ini sudah masuk ke dalam peti sebelum aku keluar kamar, karena aku tidak ingin melihat wajahnya saat aku bersiap."
Tanpa menunggu balasan, Rose melangkah lebar menuju kamarnya, membanting pintu kayu ek itu dengan keras. Di dalam kamar yang luas dan sunyi, Rose menyandarkan punggungnya ke pintu. Jantungnya berdegup kencang. Bukan karena cemburu pada Asher, perasaan itu sudah mati—tetapi karena bayangan Nikolai Volkov yang terus menghantuinya.
Ia menatap cincin desain terbarunya di jari manis. Sentuhan Nikolai di swalayan tadi seolah masih membakar kulitnya. Sementara di luar sana, suaminya sedang memadu kasih dengan wanita lain, Rose justru merindukan dekapan pria dari masa lalunya.
Di sisi lain kota, Nikolai sedang duduk di meja kerjanya. Jude masuk membawa sebuah map cokelat tebal.
"Tuan Nikolai, ini informasi tentang Asher Hudson," ujar Jude. "Dan ada satu hal yang menarik. Asher baru saja menikahi seorang wanita bernama Mia Ruller secara siri tiga bulan lalu. Dia tinggal satu atap dengan Rosemary dan wanita itu."
Rahang Nikolai mengeras. Gelas di tangannya retak.
"Dia berani memperlakukan Rosemary seperti itu?" suara Nikolai terdengar seperti guntur yang tertahan. "Dia membiarkan milikku berbagi rumah dengan gundiknya?"
Kemarahan Nikolai mencapai puncaknya. Jika Rose ingin bermain api dengan keluarga Hudson, maka Nikolai akan membawakannya bensin. Ia tidak akan membiarkan Rosemary berjuang sendirian di neraka itu, meski Rose belum memintanya.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰