Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan yang tidak disengaja
hari ini adinda bekerja seperti biasa, tapi entah kenapa wajahnya terlihat sedikit fresh dari biasanya
Bahkan gadis itu datang sangat pagi ia tidak ingin lagi dimarahi oleh bossnya yang sangat dingin itu
Meskipun mereka bersahabat tapi Rey sangat tegas ketika dikantor, bahkan sedikit saja adinda melakukan kesalahan tidak segan-segan bosnya itu akan marah-marah kepadanya
"pagi buk dindaa" sapa para karyawan saat melewati gadiss cantik itu
"pagiii semua" salamnya dengan senyuman manis
Banyak yang mengagumi kecantikan adinda, wajah teduh kulit putih bersih bahkan bodynya juga sangat menjadi idaman banyak wanita
"pagi kak tommy" sapa adinda kearah asisten bossnya itu
"eeh pagi din, pertemuan hari ini kamu ikut pak boss ya soalnya aku harus pergi kecabang perusahaan" ucapnya dan diangguki oleh adinda
" filenya sudah aku siapain dimeja kamu din" ucapnya kembali
"baiklah, terimakasih ya kak apakah pak pak boss sudah datang kak?" tanya adinda dan dijawab dengan gelengan kepala oleh tommy
tumben jika bossnya itu tidak datang dengan sang asisten biasanya tom selalu ada disamping pria itu
adinda menyiapkan semua keperluan untuk pertemuan antara perusahaan MAHES dan perusahaan MAHARDIKA
semangat adinda menjadi pudar saat tahu jika orang yang harus ditemui adalah zyan Mahardika dalam pertemuan ini bersama bosnya
sungguh ia ingin menelpon tommy dan bilang jika ia tidak bisa pergi
"apa pak boss sudah datang ya" ucap adinda melihat jam sudah menunjukan jam 8 pagi
Adinda keluar dari ruangannya dan mengetuk pintu ruangan Rey seseorang menyaut dari dalam menandakan jika pria itu sudah ada diruanganya
"pak tolong tanda tangan berkas yang akan kita bawa pergi untuk pertemuan hari ini" jelasnya membuat Rey tadinya sibuk melihat kearah gadis yang ada dihadapannya
"apa hari ini kamu yang ikut??" tanyanya dengan wajah datar
"iya pak, katanya tadi kak tommy ada urusan diperusahaan cabang" jelasnya membuat Rey yang mendengar kata kakak menaikan satu alisnya
Adinda memang sudah 1 tahun bekerja dengannya bahkan gadis itu mudah akrab dengan orang disekitarnya
"baiklah, tolong segera siapkan!" adinda mengangguk mengerti
gadis itu kembali keruanganya dan dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik
Jam 1 siang sesuai dengan yang tom katakan jika pertemuan hari ini akan diadakan disebuah cafe, dimana zyan sudah menunggu dengan sekretaris pribadinya yang bukan lain adalah kekasihnya Berlin
Adinda begitu terkejut saat melihat 2 sepasang kekasih itu duduk tepat didepannya
"dunia ini sempit sekali" bisik gadis itu yang masih bisa didengar oleh Rey yang ada disampingnya
Tidak hanya adinda yang terkejut zyan dan juga Berlin tidak kalah terkejutnya dengan kehadiran adinda dengan seorang pemuda kaya kaya raya itu
"tuan Rey senang bisa bertemu dengan anda" ucap zyan tersenyum dan mengulurkan tanganya
"senang juga bisa bertemu dengan anda tuan zyan"
"adinda tolong berkasnya" pintanya kepada adinda
"i,,,iya pak ini" adinda menyerahkan berkas yang sudah ia siapkan tadi pagi untuk pertemuan ini
Zyan melihat kearah adinda yang nampak cuek membuatnya sedikit kesal, ingin sekali zyan menyeret gadis itu, ia sunguh tidak tahu jika adinda bekerja dengan Reykendra mahes
"kenapa tuan zyan, apa anda tertarik dengan sekretaris saya??" ucapan Rey tentu membuat adinda terkejut begitu juga dengan zyan dan berlin
"aahh Ti,,tidak tuan, saya hanya sedang berpikir jika banyak wanita murahan yang menghalalkan berbagai cara untuk mendekati orang kaya tuan!!" jelasnya membuat andinda menunduk
mata Berlin memincang ia sangat mengenali wajah adinda yang kemarin menyeret koper dari rumah zyan
Adinda sangat tahu apa yang dimaksud oleh mantan suaminya itu, bahkan pria itu secara terang-terangan menyingungnya membuatnya tersenyum sinis
"apa kau sedang membicarakan seseorang yang dekat denganmu tuan zyan?" pertanyaan membuat Berlin menatapnya tidak percaya
Belin bahkan kelagapan membuat rey menampakna smark smile membuat siapa saja yang melihat itu terasa takut
Rey sangat tahu siapa itu Berlin, jadi ia tidak akan pernah membiarkan siapapun menghina gadis yang ada disampingnya saat ini
zyan yang mendengar itu merasa ambigu, ia mengalihkan pandangannya menatap tajam kearah adinda yang nampak biasa saja
sungguh sangat kesal rasanya karena adinda mengacanginya, gadis yang 1 Minggu tinggal dirumahnya bersikap begitu lembut bahkan selalu menyiapkan kebutuhannya kini terlihat begitu dingin dan cantik disamping fatner kerjanya membuatnya tidak terima
"dia sekretaris kebangganku selama 1 tahun ini, kinerjanya sudah fropesional, bahkan dia adalah lulusan terbaik disekolah bisnis diBelanda jadi jangan sekali-kali kau menghina orangku!" adinda begitu terkejut karena Rey begitu membelanya
sungguh ia sangat berterimakasih kepada sahabatnya itu, meskipun Rey sangat cuek tapi pria itu sangat peduli dengan perasaannya
"aku dengar-dengar kau sudah bertunangan tuan.. jadi berhati-hatilah jika suatu saat seseorang akan datang dan menghancurkan hubungan ada!" perkataan Berlin membuat adinda sangat kesal
Rey tersenyum sinis dan melihat jengah kearah wanita yang berpakaian kurang bahan itu "tidak banyak wanita seperti dirimu nona!!"
Setelah mengatakan itu Rey mengajak adinda untuk keluar dari cafe itu, Berlin terlihat sangat kesal karena Rey begitu membela adinda
begitu juga dengan zyan pria itu hanya bisa melihat punggung adinda yang semakin menjauh
Adinda mengikuti langkah Rey yang berlajan begitu cepat meninggalkannya jauh dibelakang
"pak Rey, tunggu pak!" bruuuggh
"aduuuhhhh" adinda meringis memegangi keningnya yang terasa sakit karena Rey tiba-tiba menghentikan langkahnya
Rey berbalik, dan membuang nafasnya kasar "kenapa kau bisa-bisanya mencintai pria bejat seperti itu!" keluhnya
adinda yang mendapat pertanyaan dari bossnya hanya bisa tersenyum kikuk
"ya yang namanya cinta kan bisa datang tanpa alasan pakk,," beo adinda membuat Rey semakin kesal
"pak pak pak pak saya bukan bapak kamu!" setelah mengatakan itu Rey pergi lebih dulu sedangkan adinda masih kebingungan
"lahh terus aku panggil apa sebenarnya?? panggil Rey katanya tidakk sopan, panggil pak salah juga" adinda medengumel sendiri
Gadis itu sedikit keheranan dengan sifat Rey yang begitu plin-plan untuk ia hadapi
Akhirnya kerjasama berjalan lancar meskipun diakhiri dengan perdebatan yang tidak berfaedah
Setelah mengatakan itu Rey kembali dengan mode dinginnya diam dan tidak mengatakan apapun lagi kepada gadis yang masih bingung dengan sikap Rey
Happy reading 💫 💫 🙏
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan