NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Action / Komedi
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan seorang agen kocak tapi cool

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang pertama Wawan

Malam hari, ketika Wawan sedang jalan seorang diri di sekitar komplek perumahannya Wawan mendapati firasat kalau ia sedang di ikuti.

Dan ternyata, apa yang Wawan rasakan itu benar.

Di belakang sana tampak ada orang misterius sedang mengendap-endap mengikutinya dengan sangat hati-hati.

Wawan yang sudah tahu kalau ia sedang di ikuti segera melakukan tindakan.

Yaitu dengan cara berbelok ke suatu tempat yang sepi dan penuh dengan tempat persembunyian.

Jadi ketika sosok misterius itu mengikuti ia sudah kehilangan jejak Wawan.

Ketika sosok itu celingak-celinguk karena kehilangan jejak Wawan, tiba-tiba saja Wawan muncul di belakangnya.

"Kenapa mengikuti saya sejak tadi!?" Wawan bertanya dengan nada dingin dan ekspresi yang datar.

Sosok yang sedari tadi mengikuti seketika terkejut dan langsung berbalik ke belakang, tempat dimana Wawan berdiri.

Dan ternyata...

Sosok yang sedari tadi mengikuti Wawan tidak lain dan tidak bukan adalah si anak Juragan yang selama ini suka mengganggu Wawan.

"Mas Wawan!?" Ia tampak terkejut sambil melihat Wawan.

Wawan pun sama terkejutnya karena ia tidak menyangka sama sekali kalau yang mengikutinya sedari tadi ternyata adalah si anak Juragan.

"Kamu ngapain mengikuti saya!?" Tanya Wawan.

"Um... Itu...!" Ia tampak malu-malu untuk bicara hingga pandangannya tidak bisa diam.

Ia terus memandangi sekitar untuk menghindari memandang wajah Wawan yang sekarang semakin tampan saja.

Wawan tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Karena malas, Wawan pun menghentikan pembicaraan bahkan sebelum si anak Juragan mulai menjawab.

"Haahh... Saya sibuk, jadi sampai nanti!" Wawan buru-buru pergi.

"Eh?.. Mas!?..." Si anak Juragan seketika merajuk karena di tinggal oleh Wawan begitu saja di sana.

"Mas Wawan kenapa, sih? Kok dia dingin banget sama aku!"

"Padahal kalau itu cowok lain mereka selalu saja baik sama aku dan gak pernah sekalipun mengabaikan aku!"

Karena tidak ada yang bisa ia lakukan di sana jadinya si anak Juragan pulang dengan langkah yang sengaja di hentak-hentakkan.

Singkat cerita.

Misi yang selama ini di persiapkan kini akhirnya akan segera di kerjakan oleh Wawan.

Di misi pertama ini Wawan di haruskan menangkap salah satu anak buah Yanto yang bertugas menyelundupkan senjata atau barang ilegal.

Namun, ada perubahan dalam informasi yang sekarang.

Yaitu... Orang yang bertugas menyelundupkan senjata ilegal itu telah di ganti menjadi anak yang bertugas dalam penyelundupan ini.

Nama dari orang yang memimpin aksi penyelundupan senjata ilegal itu adalah Mukidi.

Ia masih cukup muda.

Namun, meskipun masih muda dan belum berpengalaman ia masih akan sulit untuk di tangkap karena anak buahnya ada banyak.

Di tambah...

Orang yang akan ikut dengan Wawan benar-benar hanya sedikit.

Yaitu tiga mentornya, Raisya, Lukman dan tiga lagi adalah agen pemula yang punya semangat besar tapi kemampuan mereka masih amatiran.

Setelah melakukan briefing di markas, mereka semua langsung menyiapkan peralatan yang akan mereka butuhkan malam ini.

Berhubung misi kali ini tidak memungkinkan untuk melakukan penyusupan diam-diam jadi mereka tidak punya pilihan selain melakukannya dengan cara yang bar-bar.

Yaitu terobos dari depan.

Ketika semua orang masih sibuk menyiapkan peralatan mereka, Wawan sendiri malah berdiri sambil bersandar.

Ekspresinya tampak begitu tenang dari luar.

Namun di dalamnya, Wawan sangat khawatir dan gelisah.

'... Haruskah aku buat surat wasiat sekarang?... Tapi membuat surat wasiat juga untuk apa?...'

Intinya Wawan si dah pasrah kalaupun dia mati dalam misi ini.

Semua personil siap dan alat-alat mereka juga sudah siap.

Maka yang perlu mereka lakukan sekarang adalah bergerak ke tempat tujuan kemudian menunggu malam tiba.

Tengah malam kemudian.

Berlokasi di sebuah distrik perumahan mewah.

Di balik pohon dan semak-semak yang terawat dengan baik, di sana terlihat beberapa siluet orang sedang bersembunyi.

Itu tidak lain adalah Wawan dan kelompoknya yang sedang memantau.

Salah satu anggota amatir melihat ke arah gerbang, tempat di mana ia melihat empat orang sedang berjaga.

"Ada empat orang yang sedang berjaga di gerbang... Untuk yang berjaga di dalam aku tidak bisa melihat apa-apa, tapi pasti sangat banyak!" Ucapnya.

Para senior kemudian saling menatap selama sesaat.

Sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk melancarkan aksinya pada saat itu juga.

"Sudahlah, tidak ada gunanya terus diam dan mengamati di sini. Akan lebih baik kalau kita segera selesaikan misi dengan cepat!" Kata agen Penembak Jitu.

"Wawan! Ikut saya!" Kata agen Rambut Panjang pada Wawan.

Segera Wawan mengikuti agen Rambut Panjang dan agen Kepala Botak ke suatu tempat.

Ternyata mereka pergi untuk mengambil sebuah mobil yang akan mereka gunakan untuk mendobrak masuk.

Wawan, agen Rambut Panjang dan agen Kepala Botak masuk ke mobil kemudian melaju dengan kecepatan tinggi.

Mereka mengarah tepat ke gerbang rumah target mereka.

"Awass!!" Para penjaga sadar kalau ada yang sedang berusaha menabrak mereka.

Makanya, mereka segera melompat untuk menyelamatkan diri.

Brakkk!!!

Mobil menghantam gerbang hingga pintu gerbangnya terpental dan mobil berhasil masuk.

Karena jalan sudah terbuka, para agen yang ada di belakang langsung mengikuti dari belakang dan melumpuhkan empat orang yang berjaga tadi.

Dorr!

Dorr!

Dorr!

Para penjaga yang berjaga di bagian dalam pagar langsung merespon serangan dari Wawan dan kelompoknya hingga baku tembak brutal langsung terjadi.

Di sini Wawan sebisa mungkin membalas tembakan dari dalam mobil yang mana untungnya.

Mobil tersebut masih cukup kuat untuk menahan peluru.

Meksipun begitu.

Wawan yang masih baru dalam aksi seperti ini tentu saja tidak bisa mengeluarkan semua potensi latihannya.

Ia beberapa kali gagal mengenai musuh padahal di saat bersamaan para mentornya telah melumpuhkan banyak orang.

Setelah beberapa saat, baku tembak pun mereda karena para penjaga rumah yang tersisa kundur ke dalam rumah.

"Apa ada yang terluka!?" Tanya agen Penembak Jitu ketika ia menghampiri mobil tempat Wawan dan dua mentornya bersembunyi.

"Tidak ada...!" Jawab agen Rambut Panjang.

Namun ketika ia menoleh ke arah Wawan, ia melihat Wawan terlihat sangat pucat.

Karena baru kali ini Wawan terlibat dengan sesuatu yang brutal seperti ini dan baru kali ini Wawan menembak ke arah manusia.

Tentu saja gak itu mengguncang mental Wawan.

Agen Kepala Botak segera menenangkan Wawan dengan berkata... "Jangan terlalu di pikiran. Mereka ini orang jahat, jadi mereka layak mendapatkannya!"

Namun Wawan membantah dengan berkata...

"Tidak, mereka tidak layak mendapatkan semua ini!"

"Meksipun mereka semua kemungkinan adalah orang jahat, tapi mereka masih layak untuk di beri kesempatan!"

"Yang menyesakkan adalah... Kita tidak punya kemampuan untuk memberi mereka kesempatan untuk berubah di kemudian Ari!"

"Andai saja... Ada cara yang lebih baik daripada saling menembak seperti ini. Mereka mungkin... Mereka mungkin bisa menjadi orang yang lebih baik...!" Kata-kata Wawan membuka para mentornya terdiam.

"Kamu punya simpati dan empati yang besar. Itu bagus!"

"Seorang agen memang perlu memiliki sifat seperti kamu!"

"Karena kalau kamu tidak memiliki simpati maupun empati... Maka kamu tidak akan pernah berjuang memberantas orang-orang jahat yang suka menyengsarakan orang lain!" Kata agen Kepala Botak sambil menepuk-nepuk pundak Wawan.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!