NovelToon NovelToon
Doctor Mafia

Doctor Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Duniahiburan / Mafia / Dark Romance / Enemy to Lovers / Obsesi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yuan La

Elaine seorang mahasiswi kedokteran memiliki perasaan yang mendalam pada seorang pria adi kuasa, Killian. Salah satu pria dari kaum elite global. Yang bekerja sama dengan para mafia untuk menjalankan bisnis kotornya.

Damian. Kakaknya bekerja di interpol untuk menyelidiki masa lalu kematian orang tua mereka. Saat ia mengetahui adiknya memiliki hubungan khusus dengan anggota elite global dan mafia. Elaine harus memutuskan akan berdiri melindungi kekasihnya atau kakaknya, keluarga satu-satunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan La, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta topeng

(Kediaman kakak beradik Eloise)

“Dia baru sampai?” Tanya Damian, sang kakak pada Glen.

“Ya. Sejam lalu.”

“Lalu dimana mobilnya?” Damian terlihat bingung. Seharusnya El tiba dirumah itu sebelum jam 12 siang.

“Dibengkel, El bilang mobilnya mogok jadi…”

“Dimana dia sekarang?”

“Tidur dikamarnya.”

Damian bergegas menuju kamar adiknya. Keluarga satu-satunya.

“Dam… Dia lelah. Jangan memarahinya. Ingat dia meluangkan waktu untuk kembali pulang.”

Damian tidak menggubrisnya. Sang kakak memang terkadang bersikap sangat keras dan tegas pada El. Hal ini semata karena adiknya adalah seorang perempuan dan satu-satunya keluarga yang ia miliki.

“Kak…” Sebut El pelan namun terlihat kesal saat Damian menyalakan lampu kamarnya.

Wanita itu dari semalam tidak tidur dan harus mengemudi sejauh hampir 200 km. Ia cukup lelah bahkan mata nya terlihat berat menahan kantuknya.

“Kau darimana saja? Kata mu akan tiba sebelum jam 12 siang. Ini bahkan sudah pukul 5 sore.”

“Mobil ku mogok.” Jawab El berat menahan kantuknya.

Damian mengernyitkan dahinya, ia selalu curiga pada adiknya itu.

“Apa? Kau tidak percaya?” Kesal El.

“Itu bahkan mobil baru El. Belum ada setengah tahun.”

“Kak… ayolah… Jangan terlalu curiga dan cemas seperti itu. Wajah mu terlihat semakin tua.”

“Ya ya ya… Tidurlah kalau begitu. Aku ada acara malam ini. Kau jangan kemana-mana. Tunggu aku pu…”

“Pesta topeng?” El langsung duduk terbangun, ada rasa semangat dengan wajah mengantuknya.

“Kau tahu dari mana?”

“Aku akan ikut.”

“Tidak.” Tegas Damian beranjak dari kamar itu, namun tangan adiknya mencegah.

“Ayolah…” Melas El.

“Kau kira itu acara seperti apa?”

El mengangkat bahunya. “Aku akan tahu setelah…”

“Tetap dirumah.” Tegas Damian menarik lengannya dari cengkraman El.

“Ck… kau kira aku jauh-jauh datang kesini hanya dirumah saja.” Gerutu El, “Suka atau tidak. Aku akan ikut bersama mu.” Tegas El kembali.

“El dengar…”

“Ya ya ya… nanti malam bukan kita akan berangkat. Jadi keluarlah. Masih ada waktu untuk ku tidur sebentar.” Kesal El mendorong kakaknya keluar dari kamar itu.

Damian mengalah. Ia juga melihat adiknya cukup lelah. El terpaksa harus ikut, Lena kekasih sang kakak meminta bantuan El untuk menghadiri acara tersebut. Lena tak ingin banyak wanita disekitar Damian. Dan tentunya itu tidak gratis, El mendapat bayaran sepantasnya dari Lena.

“Bibi Wen… tolong buatkan bubur hangat setelah dia bangun nanti.” Pinta Damian pada bibi pengasuh. Ia merasa tubuh adiknya terlihat kurus sudah beberapa bulan tidak bertemu.

...****************...

“Datanglah bersama ku, tidak lama. Aku hanya butuh bertemu seseorang disana.” Pinta Araya pada Killian.

Lian tidak menjawab. Ia tidak suka menghadiri pesta dimana banyak orang berkumpul.

“Pergilah bersama Hansen.” Jawab Lian dengan enggan dan melepas sarung tinju nya.

Killian Vane dan Araya sudah hidup bersama sejak kecil. Berbeda dengan Lian, Araya memiliki perasaan khusus pada pria itu. Hanya saja pria itu terlalu dingin dan tidak peduli soal percintaannya. Ia tidak cukup peka untuk persoalan kasih sayang.

“Luangkan waktu sebentar, kau juga jarang berlibur. Lagipula dipesta itu tidak akan ada yang melihat rupa kita. Aku sudah membelikan topeng pesta untuk mu.”

Lian tidak bergeming. Ia meneguk air putih disudut meja kecil.

“Ayolah, kita tidak akan bertemu lagi cukup lama. Kau akan ke Malice dan…”

“Hanya sampai jam 9 malam.” Sela Lian tak ingin mendengar ocehan wanita itu berlanjut lama, “Dan aku hanya akan berada dikamar.”

Araya tersenyum mendengarnya. Tak ingin pria itu berubah pikiran, ia menghubungi seseorang untuk memesan satu buah ruangan kosong. Tempat Lian menunggu dirinya nanti.

...****************...

Elaine terperanjat saat tiba dilokasi. Banyak mobil mewah keluaran terbaru hingga mobil antik memenuhi parkiran gedung pertemuan tersebut.

“Kau dan Lena sering datang ketempat semewah ini tanpa mengajak ku?” Pukau El pada sang kakak.

“Jadi Lena yang menyuruh mu.”

El terkesiap. Ia lupa akan janjinya pada Lena agar tidak memberi tahu Damian hal itu.

“Anggap saja aku menjagamu dari wanita-wanita genit didalam sana.” Canda El dengan membuka pintu mobil. Ia takut diinterogasi kakaknya lebih dalam masalah bayaran Lena.

SRAAAKK

Damian menarik El untuk kembali masuk kedalam mobil.

“Tetap bersamaku. Patuhi semua perkataan ku.” Ucap Damian dengan memakaikan topeng pada wajah sang adik, “Jika kau berbuat sembarangan didalam sana, kau…”

“Ck… Kau kira aku ini anak kecil.” Kesal El.

“Anggap saja aku menjagamu dari tindakan bodoh mu didalam sana.” Balas Damian.

Sang kakak kini membuka pintu mobil itu untuk adik tercintanya. Melangkah masuk di dalam gedung besar tersebut. Sejujurnya El juga tidak menyukai pertemuan besar dengan banyak orang tak dikenalnya.

Damian melirik ke arah sang adik. Ia dapat melihat binar mata sang adik saat melihat hamparan makanan. Tak ingin menahan El hanya untuk menikmati makanan, ia merenggangkan genggaman tangannya pada El.

“Makanlah dan pastikan aku tetap dapat melihatmu.” Tegas Damian, “Dan ingat jangan sampai kau lepas topeng mu.” Damian sejak terjun masuk kepekerjaannya sebagai agen rahasia tidak ingin mengekspose adiknya. Keluarga satu-satunya.

Terlihat wajah girang El, “Baik Yang Mulia.” Balas El dengan membungkuk bak putri kerajaan.

Kelakuan adiknya itu hanya membuat Damian tersenyum tipis. El dengan senang mencoba beberapa makanan saat itu. Setiap seperkian menit, El akan selalu melambaikan tangan atau melemparkan senyuman untuk Damian. Memastikan bahwa ia baik-baik saja.

El dapat melihat Damian tengah bercengkrama dengan beberapa orang. Ia tak mengenalnya dan tidak juga peduli. Tak selang berapa lama, ia melihat dari kejauhan. Pria yang tak asing baginya. Lyxander.

Pria itu ada disana dengan seorang wanita. Beruntung El dapat melihatnya sebelum Lyxan memakai topengnya. Tak ingin diketahui keberadaannya, El bergegas menemui sang kakak.

“Apa kau masih lama?” Bisik El menarik lengan kakaknya.

“Kenapa?”

“Aku…” Bingung El, sebelumnya ia cukup semangat menemani Damian. Entah alasan apa yang kini akan dibuatnya. Ia belum terpikirkan.

“Tunggu di kamar. Aku akan menyusulmu nanti.” Damian jelas paham bahwa sang adik tidak menyukai keramaian seperti saat ini. Ia menyerahkan sebuah keycard pada El.

“Baiklah sayang ku.” Ucap El menarik tengkuk Damian dan mengecup pelipis pria itu, “Segera kembali. Aku menunggu mu.”

El jelas sengaja melakukan itu di depan kenalan Damian. Hanya ingin memastikan pada yang lain bahwa Damian sudah memiliki seorang wanita. Setidaknya El bertanggung jawab atas tugas yang diberikan Lena padanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!