NovelToon NovelToon
Kekasih Perwujudan Kucing

Kekasih Perwujudan Kucing

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO
Popularitas:607
Nilai: 5
Nama Author: Seven Introvert

Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.

Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.

Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.

Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga puluh

Lunar akui Jackson sosok yang dermawan tapi Lunar tak mengira Jackson se-keras kepala dan se-ambisius itu. Hati Lunar dibuat perih ketika mengetahui bahwa selama ini saham AHP tidaklah turun.

Jackson menggunakan kekuasaannya untuk membayar media dan buzzer seolah-olah dia akan bangkrut. Konspirasi Jackson dilakukan begitu rapi agar Lunar bisa membujuk Aling untuk membuka Silvanwood.

Lunar merasa ditipu namun tak guna dia menyesal. Lunar malu pada Aling. Jackson bukan tak tahu bahwa Lunar sudah mengetahui konspirasinya tapi dia tak perduli. Lunar semakin layu dibuatnya, tak ada tempat aman selain Silvanwood untuk pelarian.

"Sejak aku kecil sampai sekarang, tak pernah kurasakan figur seorang ayah. Tuan, jika kau membuangku ke mana aku akan pergi?"

Lunar menarik napas panjang mengingat pertanyaan itu. Padahal, dia sangat bisa hidup mandiri tanpa Jackson. Lunar semakin diam ketika Jackson mendekatinya. Dia enggan bermanja, bagi Lunar yang selalu tidur bersamanya seorang CEO dari AHP bukan suaminya.

Lunar merenung mengingat lima ibu sorogasi. Semakin hancur hati Lunar ketika publik menganggap bahwa kegugurannya bagian dari kutukan karena Kaelix pernah melenyapkan kucing.

Apa mungkin Jackson percaya pada mitos itu? Lunar semakin merinding memikirkannya tapi dia tak setuju melakukannya. Ya, Lunar akan tegas pada Jackson. Jika dia menginginkan bayi tabung, cari saja donor sel telur dari wanita lain.

Lunar yakin rahimnya sangat sehat dan bisa hamil pada umumnya. Selain itu, hal yang tak disukai Lunar ketika Jackson dengan jumawa mengatakan bahwa dia ingin populasi seperti Lunar bertambah banyak untuk menjadi penghuni Silvanwood. Wanita itu menggeleng, ide gila Jackson tak bisa diwujudkan.

Seperti malam ini, Lunar hanya tiduran di kamar. Jackson pun pulang larut malam, sejak keguguran Lunar enggan menyambut Jackson pulang kerja. Selepas mandi, Jackson ikut merebahkan diri di belakang Lunar.

Lunar manut saja ketika melakukan ritual suami-istri, lalu kembali membungkus diri dengan selimut tebal. Mustahil Jackson tak menyadari perubahan Lunar.

Jackson mengatakan selama berhubungan Lunar tak bergairah, itu membuat Jackson tidak puas. Wanita itu membatin, bisa-bisanya Jackson masih bertanya padahal jika dia mau sadar sudah berulang kali Jackson membuat Lunar kecewa.

"Aku hanya lelah tuan," Lunar menjawab pelan.

"Apa kau sakit?"

Lunar tak menjawab. Lunar melirik Jackson yang mengambil ponsel di atas nakas. Lunar mengira pria itu hendak memanggil dokter, tapi percuma saja toh hati Lunar lah yang sakit.

Lunar ingin mengeluarkan uneg-uneg lagi ketika Jackson mendatangi party Irene tanpa mengajaknya. Lunar hanya mengumpat dalam hati, tapi bagusnya Naomi membela Lunar. Gadis tomboy itu mengulti Tom agar Jackson tak jatuh ke perangkap Irene. Naomi turut prihatin, di antara cinta Lunar dan Jackson bisa-bisanya habislah Alice terbitlah Irene.

Ketika Lunar bertanya konspirasi Jackson pada Naomi, gadis tomboy itu bersumpah tidak tahu apa pun. Lunar curiga, Jackson menjalankan misi rahasianya dibalik topengnya selama ini.

"Tom, apa kau menemukannya?"

Lunar membuka mata ketika Jackson tiba-tiba bangun. Pria itu sedang menelepon asisten pribadinya. Lunar pura-pura tidur meski telinganya dipasang awas untuk menguping. Jackson berbicara setengah berbisik mungkin takut Lunar mendengarnya.

Selepas bercinta, bahkan pria itu masih mengenakan celana dalam lalu meraih pakaian. Terdengar grasak-grusuk sekejap lalu pintu kamar terbuka. Mengalirlah air mata Lunar, jangankan mengecupnya bahkan Jackson tak berpamitan.

                                     ................

"Aaron Limano terbukti bersalah atas penjualan organ ilegal selama ini dan menyalahgunakan obat-obatan untuk pasien sehingga meregang nyawa."

Begitu berita yang terdengar di pagi hari ketika Lunar sarapan. Lunar terkejut bukan main, tadinya dia mengira itu hanya tuduhan dan selama ini Aaron berstatus sebagai saksi.

Mengejutkan lagi, rumah Erina pun diberi garis polisi. Lunar tidak begitu mengikuti kasus Aaron karena tak ingin ikut stres, tapi saat ini Lunar tidak sedang hamil.

"Apa? Keluarga Erina berkomplot dalam penjualan organ?" Lunar menutup mulut.

Lunar merinding sekujur badan. Dark sekali kasus Aaron. Dengan penuh penyesalan, Aaron meminta maaf di hadapan publik. Lunar kira kematian pasien Aaron karena memang kondisi medis tertentu, tapi rumah sakit swasta milik suami Erina tersimpan cerita kelam.

Tak hanya Aaron, tiga oknum dokter pun terseret. Mereka mengatakan dengan gamblang bahwa itu sudah lama dilakukan. Oknum dokter bedah pernah menyanggah karena melanggar kode etik, tapi tawaran uang yang dijanjikan membuat mereka tergiur.

Lunar dibuat menggeleng, pasien di rumah sakit tersebut sudah ditargetkan seperti korban kecelakaan yang disengaja. Sebagian anggota dari sindikat itu rupanya menyebar di masyarakat luas dengan peran masing-masing.

Lunar mengganti channel televisi karena ngeri. Dengan kejahatan yang dilakukan Aaron, sudah pasti hukumannya tidak main-main. Lunar mendadak ingat, selama ini tak pernah publik membicarakan Alice. Ke mana sang model pergi? Lunar yakin, Alice pasti sangat terpukul.

Lunar mengambil ponsel, hendak menghubungi Jackson. Tapi detik selanjutnya dia urungkan. Mengenai Aaron, mustahil Jackson tidak tahu. Sejurus kemudian Lunar bangun, dia menyambar tas dan sweater lalu melangkah ke luar tanpa memberi tahu siapa pun.

Tujuannya dia ingin bertemu dengan Aaron. Lunar ingin bertemu dan menanyakan langsung, apa mungkin pria itu sejahat itu? Sesampainya di sana, Lunar hanya diberi waktu singkat untuk menemui Aaron.

"Tuan Aaron, akh! Aku tak tahu harus bicara apa," gusar Lunar.

"Sorry. Dari semua orang yang kukenal, hanya kau orang pertama yang membesukku!" Aaron tersenyum tipis.

Lunar membelalak. Apa Jackson sebagai sahabat Aaron tidak menjenguknya sama sekali. Aaron tertawa hambar seraya mengatakan bagi Jackson Aaron bukan bagian dari prioritasnya.

"Sebelum aku menjalani hukuman biar kuberi tahu dirimu, Lunar. Anggap saja aku bajingan, karena lancang masih mencintaimu sampai detik ini. Lunar, aku bukan iblis. Aku ... aku tak berdaya, aku harus membalas budi pada kakek Alice dengan menjadi dokter iblis," Aaron menutup wajah kemudian sesenggukan.

"Aku tak ingin hidup seperti ini. Tak mudah bagiku melenyapkan orang yang ingin sembuh, sementara ayahku sendiri di masa lalu berjuang untuk hidup." Lanjut Aaron mengusap air matanya.

Lunar ikut prihatin. Dia memahami ketidakberdayaan Aaron.

"Hancur ... hancur! Hidupku sudah sangat hancur! Aku pasrah jika pengadilan memberiku hukuman mati!" Aaron terpaksa tersenyum.

Lunar sangat ingin berbincang lebih lama, tapi polisi penjaga meminta Lunar ke luar. Sepanjang jalan, Lunar tak henti memikirkan Aaron dan tak menyangka pada Jackson yang melupakan sahabatnya begitu saja.

"Dari mana saja kau?! Yeah, bisa-bisanya kau pergi ke kantor polisi tanpa izin dari suamimu!"

Lunar terkejut dengan sambutan Jackson saat dia membuka pintu kamar. Lunar meringis ketika Jackson meremas kedua bahunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!