NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Mengubah Takdir
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 - Suamiku.. Tolong Aku..

Butler Dean mundur setengah langkah, ekspresi jijik jelas terlihat di wajahnya.

Lemari itu hampir kosong.

Fasha sengaja memilih kaus berlengan pendek agar semua lukanya terlihat.

“Tuan Harlan, majikan saya mengundang Anda makan malam bersama.”

Makan malam itu—sejatinya—adalah penyelesaian transaksi penjualan putrinya sendiri.

Ayahnya tersenyum lebar.

Bahkan ia menyuruh ibu tiri Fasha berdandan dengan pakaian bermerek.

Fasha hanya membawa sedikit barang. Setengah koper pun tak terisi penuh.

Di kursi belakang mobil, ia mendengar Butler Dean memberi peringatan dengan nada dingin.

“Tuan Muda Sander tidak menyukai kontak fisik dan sangat menjaga kebersihan. Jangan mendekat. Jika melanggar, Anda bisa dipukul.”

Fasha menahan senyum.

'Soal ini… aku lebih tahu darimu. Dia tokoh favoritku, tahu.'

Mobil berhenti di depan vila keluarga Carter.

Fasha sengaja menjaga jarak dari ayahnya.

'Dia belum mandi. Bau muntah dan sikat toilet masih menempel. Menjijikkan.'

“Tuan, kami sudah membawa orangnya.”

Di ruang tamu, Sander duduk tegak di sofa utama.

Tatapannya meluncur ke arah Fasha—dingin, malas, tanpa emosi.

Namun saat mata mereka bertemu…

Fasha tertegun.

Matanya dingin… tapi sangat indah.

'Astaga… di novel saja tidak seganteng ini.'

Dan untuk pertama kalinya sejak terbangun di tubuh ini, jantung Fasha berdetak lebih cepat—bukan karena takut, melainkan karena satu pikiran yang tiba-tiba muncul.

'Mungkin… kali ini takdirnya bisa aku ubah.'

Ia menatap Sander tanpa berkedip.

Alisnya tegas, sorot matanya tajam. Jari-jari panjangnya bertumpu di dagu, membuatnya tampak dingin namun memesona. Bahkan saat duduk, kaki jenjangnya terlihat lurus dan sempurna di balik celana jas.

'Ya ampun… tampan sekali.'

Fasha mencubit telapak tangannya sendiri, nyaris pusing karena terlalu terpukau.

'Bahkan caranya menatap orang lain dengan dingin saja sudah setampan ini… benar-benar tidak adil.'

“Tuan Sander, kami menitipkan Fasha pada Anda.”

Ayahnya berpura-pura menyeka air mata, namun setelah beberapa kali gagal memeras emosi, ia menyerah begitu saja.

Di mata Sander, pemandangan itu tampak konyol.

Fasha terlihat kecil dan kurus, dengan mata besar yang tampak selalu berair.

Ia juga telah mendengar tentang kecelakaan tiga tahun lalu yang membuat Fasha mengalami gegar otak dan bertingkah seperti anak kecil.

“Fasha kami sangat beruntung bisa diperhatikan keluarga Carter. Kami sekeluarga sangat berterima kasih.”

“Hm.”

Sander menjawab datar.

Baginya, siapa pun yang dinikahi tidaklah penting.

“Fasha, kemarilah. Sapa Kakek George.”

Fasha justru mundur beberapa langkah, tubuhnya seolah mengirimkan sinyal penolakan.

'Ayah Sander bukan orang baik. Dialah salah satu penyebab kejatuhan Sander di cerita asli. Aku benci orang ini.'

“Tuan George, maaf… Fasha pemalu. Dia memang seperti itu.”

'Siapa juga yang mau menyapa orang menyebalkan sepertimu.'

Pandangan Fasha kembali tertuju pada Sander, penuh kekaguman.

Sander mengangkat kepala dan menyadari tatapan itu—tatapan penuh ketertarikan yang menurutnya terasa mengganggu.

Harlan langsung panik, takut apabila Sander membatalkan pernikahan.

“Fasha, kemarilah.”

Begitu dipanggil, Fasha menggeleng, tampak ketakutan.

Ia mundur, tersandung meja kopi, lalu jatuh ke lantai—dengan sengaja memperlihatkan bekas luka di tubuhnya.

'Aku harus terlihat menyedihkan… bawa aku Sander...'

Tanpa ragu, Fasha berlari ke sisi Sander.

Tangannya yang kecil menggenggam pergelangan tangan pria itu.

Ruangan langsung hening.

Tak seorang pun menyangka ia berani menyentuh Sander.

“Suamiku… tolong aku.”

Udara seolah membeku.

Ujung jari Fasha terasa dingin, sementara kehangatan dari kulit Sander menyebar ke tangannya.

Ia menyipitkan mata, merasa puas.

'Akhirnya… bisa sedekat ini dengan Sander.'

Detik berikutnya, Sander melepaskan tangannya.

Jari-jarinya mengepal ringan, emosi tipis melintas di matanya sebelum kembali menghilang.

Tatapan tanpa ekspresi itu menancap tajam di wajah Fasha.

Tak satu pun orang di ruangan itu berani bernapas keras.

Ini pertama kalinya Sander berbicara setelah sekian lama.

Suaranya rendah dan dingin.

“Siapa yang mengajarimu memanggilku seperti itu?”

Fasha membuat tatapan bagaikan anak kucing yang sedang dimarahi lalu menjawab, "Bukankah kamu memang suamiku? Kita akan menikah, kan? Perempuan jadi istri.. laki-laki jadi suami! Oh.. atau aku panggil Sayang saja??"

1
hile sivra
pantes pas liat riwayat bacaan ada yang update tapi kok asing, ternyata ganti gambar sampul toh /Facepalm/
Lynn_: Iya ka.. makasih🙏 Dukung terus ya😇🙏
total 3 replies
hile sivra
haduuh tanggal 2 maret up nya, bisa 2 hari lagi ga sih thoorr/Scowl/
Lynn_: Makasih udah baca dan komen ya kak🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!