NovelToon NovelToon
Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeje Jennifer

Xaviena Avanzi seorang petarung bebas di Mexico tidak pernah tau siapa orang tua kandungnya.
Hidup seorang diri membuat Xaviena hanya peduli dengan dirinya saja. Tidak pernah berusaha mengetahui dunia luar, dan hanya fokus pada pekerjaannya sebagai petarung. Xaviena tertidur panjang karena diracuni oleh seorang pria yang tidak terima dikalahkan oleh gadis itu.

Saat membuka mata, dia terkejut karna terbangun di tubuh seorang wanita asal Spanyol yang sudah menikah. Bukan pernikahan yang bahagia tapi pernikahan yang hanya membawa kesakitan dan penolakan untuk sang wanita. Xaviera bertekat untuk membalas semua kesakitan dan perbuatan suaminya.
Bagaimana jika jiwa Xaviena, si petarung bebas yang bodoh amat, masuk ke dalam tubuh Xaviera, si istri yang sangat mencintai suaminya?
Dan apa yang terjadi pada tubuh Xaviena? ikuti kisah mereka.

Ayo mampir, dijamin ga bikin bosen!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter four

Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Xaviera terbangun dengan sedikit pusing.

"Lebih baik mandi dan turun. Aku ingin bertemu Clara lagi" Xaviera mandi dan memakai kaos oversize warna hitam dan celana pendek putih. Rambut nya yang curly alami dia biarkan terurai.

"Dulu aku sering membuat rambutku seperti ini, sekarang aku punya yang asli tidak perlu dibuat lagi hehehe" Xaviera tersenyum senang.

Xaviera turun sambil membuka ponselnya untuk memberitahu Clara. Tapi kemudian dia terkejut melihat Xaviero yang masih duduk di meja makan.

"Apa yang kau lihat? Duduk dan makan" Xaviero berkata tanpa menatap Xaviera.

"Cih Apa-apaan itu" Xaviera hanya berdecih malas melihat kelakuan Xaviero.

Riccardo datang mendekat dan membisikkan sesuatu ke telinga Xaviero.

"Kita akan makan malam Mansion utama nanti malam. Orangtuamu juga akan datang" Xaviero menatap Xaviera. Dia terpaku sesaat.

"Astaga dia cantik sekali kalau begitu" Xaviero bergumam pada dirinya sendiri.

"Aku akan datang nanti, kirimkan saja alamat orang tuamu" Xaviera makan dengan lahap. Dia tidak mempedulikan tatapan orang-orang disekitarnya.

"Berarti aku tidak bisa bertemu Clara"

"Kau ingin datang sendiri? Bukannya kau tau alamat orang tuaku?" Mata Xaviero memicing curiga.

"Hanya asal bicara, lagipula selama ini kan aku selalu pergi denganmu, walaupun aku yang memaksa ikut. Mulai sekarang aku akan pergi sendiri. Jadi kirimkan saja alamatnya"

"Tidak, kau akan pergi bersamaku. Apa kata mereka nanti kalau kau datang sendiri" ucap Xaviero membuat mereka terkejut.

"Ada apa denganmu, Costa? Kau mabuk?" Pertanyaan itu seakan mewakili isi hati para bawahan mereka.

"Sejak kapan kau peduli perkataan orang? Kau pikir aku sudih semobil denganmu? Cih" Xaviera memotong steaknya dengan kasar.

Xaviero mengambil alih piring dari Xaviera, memotong-motong steak itu dan mengembalikannya kepada Xaviera. "Kau sangat mencintaiku, tentu kau tidak akan menolak" Bisa Xaviero lihat senyum mengejek istrinya.

"Kau terlalu percaya diri, Costa. Kau lupa apa yang aku katakan tadi malam? Aku tidak mencintaimu lagi, kecuali-" Xaviera sengaja meminum susu yang ada di meja, membuat Xaviero menggeram kesal.

"Kecuali?" Xaviero penasaran sekali.

Xaviera tertawa kecil. "Kau sangat ingin aku cintai, heh?"

"Cepat katakan" Xaviero memaksa.

"Kau berlutut dan memohon padaku, itupun kalau aku memaafkan mu" Xaviero menatap istrinya datar.

"Dulu aku tidak sudi melakukannya, tapi tidak tau nanti. Kau akan pergi denganku malam ini, jangan coba-coba pergi kesana sendiri" ucap Xaviero.

"Apa maksud lelaki ini " ucap Xaviera di dalam hati.

"Sudah ku bilang tidak mau, Costa. Pergi saja sendiri" balas Xaviera kesal.

"Aku tidak peduli. Tunggu aku, istriku" Xaviero mendekat dan mengecup pipi sang istri dan pergi dari sana bersama Riccardo.

"Jangan mencium sembarangan, sialan" Xaviera berteriak keras dengan wajah yang memerah menahan marah.

Xaviero tersenyum tipis mendengar teriakan istrinya. Sangat tipis, hingga tangan kanan yang tidak tau kalau dia tersenyum.

Tidak tau kenapa, Xaviero ingin cepat pulang. Padahal biasanya dia tidak ingin pulang karena ada Xaviera, sekarang dia ingin cepat pulang juga karena Xaviera.

Xaviero tiba di Mansion tepat pukul 5 sore.

"Dimana dia?" Tanya Xaviero.

"Nyonya dikamarnya, Tuan"

Sedangkan Xaviera sedang termenung. Dia duduk di jendela menatap keluar kamarnya. Dia sangat ingin bercerai dengan Xaviero. Tetapi tidak bisa, jiwanya seakan sudah menyatu dengan tubuh yang dia tempati.

"Apa yang harus aku lakukan, Xaviera?" Xaviera tidak sadar kalau Xaviero sudah berdiri dibelakangnya.

"Apa yang kau lakukan, Vargas?" Xaviero tiba-tiba bersuara membuat Xaviera kaget dan hampir jatuh kalau tidak cepat di tahan oleh Xaviero.

"Ceroboh" desis Xaviero tajam.

"Apa yang kau lakukan dikamarku?" teriaknya kesal. Dia tidak ingin bertemu dengan Xaviero.

"Cepatlah bersiap" Xaviero tidak menjawab pertanyaan Xaviera dan langsung melenggang keluar.

Xaviera langsung bersiap-siap ketika kepala Xaviero tidak terlihat dari pandangannya. Pertama dia mengaplikasikan produk kecantikan dan makeup ke wajahnya membuat wajahnya semakin cantik dengan riasan tipis itu. Tapi dia sedikit bingung, baju apa yang akan dia kenakan. Saat sedang bingung, dia mendengar suara ketukan pintu. Seorang maid masuk setelah dipersilahkan.

"Nyonya ini gaun anda. Tuan yang menyuruh saya memberikan ini" maid itu langsung pergi setelah tugasnya selesai.

"Bagus juga selera si tua itu" gumam Xaviera. Ngomong-ngomong soal tua, Xaviera tidak tau umur Xaviero berapa, tapi dia sangat yakin kalau lelaki itu sudah tua.

Xaviera segera mengenakan gaun yang diberikan maid tadi. Setelah selesai dia segera keluar dan melihat suaminya.

"Tampan juga suaminya Xaviera ini" Xaviera menatap datar Xaviero.

"Damn, she's beautiful" mata Xaviero berkilat tajam melihat penampilan istrinya.

Xaviero masih menatap istrinya tanpa berkedip. Hingga Riccardo berdehem membuat lelaki itu memalingkan wajahnya kearah lain. "Sial, aku terpesona "

Xaviera yakin lelaki itu terpesona melihat penampilannya. Lihat saja wajah lelaki itu.

Xaviero mengulurkan tangannya untuk digandeng Xaviera. Xaviera tersenyum manis dan menerima uluran tangan suaminya.

"Teruslah tersenyum Xaviera. Buat si brengsek ini jatuh cinta padamu" batin Xaviera.

"Dia benar-benar sangat cantik" Xaviero menatap tautan tangan mereka.

Riccardo dan beberapa pelayan yang melihat adegan di depan mereka terbelalak kaget. Ada apa dengan tuan mereka malam ini.

"Apa yang kau lihat, Ricc?" Suara dingin Xaviero membangunkan Riccardo dari lamunan nya.

Padahal pasangan suami istri itu sudah duduk didalam mobil, tapi dia masih berdiri mematung.

"Maaf, Tuan" Riccardo langsung masuk kedalam mobil dan mereka pergi dari sana.

Tidak ada percakapan selama perjalanan. Xaviera hanya diam. Apalagi Xaviero. Lelaki itu hanya diam-diam curi pandang untuk melihat Xaviera. Riccardo yang merasa canggung karena mereka hanya diam.

"Lihat ke depan atau aku akan menusuk matamu" Xaviera menatap Xaviero.

Xaviero menatap mata Xaviera dan tersenyum miring. "Kau berbeda"

"Kau yang membuatku berbeda, Costa" balas Xaviera datar.

"Kau yang membuatku sangat ingin membunuhmu dan semua orang yang pernah membuatku menderita. Aku membenci kalian semua" Mata Xaviera menajam.

"Aku hanya tidak suka kau yang seperti itu"

"Seperti itu apa? Kau suamiku, Costa, wajar jika aku bersikap begitu padamu. Tapi sudahlah, itu masa lalu. Sekarang, aku tidak akan bersikap begitu lagi" Xaviero mendengus tidak suka. Dia membelai rambut indah Xaviera dan mengelusnya perlahan.

Xaviera mendekat dan menarik dasi Xaviero membuat wajah mereka sangat dekat.

“Kau melakukan sesuatu yang tidak aku sukai, Costa. Aku juga akan melakukan apa yang tidak kau sukai, lihat saja" Xaviero memeluk pinggang ramping Xaviera dan berbisik " I'll wait, Vargas. Aku menantangmu'

Xaviero mempersempit jarak mereka. "Aku memberikan kesempatan untukmu supaya dekat dengan ku selama 2 minggu ini, nyonya Costa"

"Kau yang akan kalah, tuan Costa. Belum mulai saja kau sudah mulai tertarik padaku. Aku benar, kan?"  Xaviera balas mengelus rahang tegas suaminya. Xaviero memejamkan matanya saat tangan lentik itu mengelus rahangnya.

Tok tok tok

"Bell, kenapa belum keluar" Suara Clara terdengar.

"Maaf tuan, tapi kita sudah sampai dari tadi" Riccardo menatap tuannya.

"Selamat berjuang melawan egomu, Suamiku" bisik Xaviera. Wanita itu turun dengan anggun dari mobil, meninggalkan Xaviero dengan pikiran yang kacau.

Clara langsung memeluk Xaviera erat ketika gadis itu turun dari mobil.

"Bell astaga, kamu cantik sekali. Aku sudah menunggu dari tadi kau tau. Aku kesal karena kita tidak jadi bertemu tadi" Clara tersenyum lebar.

Clara adalah sepupu Xaviero dari pihak ibu, makanya dia ada di makan malam bersama mereka. Dia sangat membenci sepupu yang selalu menyakiti sahabatnya.

"Kamu juga cantik sekali, Lala" Xaviera mengecup pipi Clara. Pipi Clara memerah. Menurutnya, Xaviera yang tercantik dari segala yang tercantik di muka bumi ini.

"Aku harus menceritakan sesuatu padamu nanti" ucap Xaviera.

"Aku juga ingin menceritakan sesuatu padamu, setelah makan kita ke kamar Xaviero" tiba-tiba Xaviera merasa udara sedikit dingin.

"Kenapa kau meninggalkan ku, hm?" Xaviero berbisik ditelinga Xaviera.

"Karena yang sering meninggalkan ku dulu itu kau, Costa. Apalagi" Xaviera balas berbisik ditelinga Xaviero. Tapi bisikan itu masih terdengar oleh Clara dan Riccardo membuat mereka tertawa kecil. Apalgi Clara, dia tidak dapat menahan tawa nya.

"Apa yang kau tertawakan, membuat mood ku rusak saja" Clara menatap Riccardo sinis.

"Anda sangat cantik, Nona" Riccardo menjawab datar.

Clara mendengus tapi pipinya sedikit memerah. "Apa-apaan itu?"

"Mari Tuan, Nyonya, Nona Clara. Semuanya sudah ada di dalam"

"Ikuti suamimu, Clara" Xaviero mengejek sepupunya.

"Jangan begitu kak Vier" Clara mendengus kesal.

"Maksudnya?" Tanya Xaviera bingung.

"Jangan dengarkan kak Vier, Belle. Dia sedikit stress akhir-akhir ini" Xaviero hanya menatap datar sepupunya.

"Ayo, Nyonya Costa" Xaviero mengulurkan tangannya.

Xaviera menerima uluran tangan Xaviero. Dengan lembut Xaviero menuntun istrinya masuk ke Mansion besar didepan mereka.

"Mari, Nona" Ucap Riccardo.

"Hais mereka melupakan aku" Clara langsung melenggang pergi menyusul pasangan itu.

Tiba didepan pintu, Xaviera terdiam. Dia terpaku melihat kedua orangtuanya. Wajah sang ibu sangat mirip dengan wajahnya sekarang dan dulu. Sebenarnya dia agak sedikit bingung karena Xaviera juga mirip dengan Xaviena.

Victor, papa Xaviera dan Jesslyn Mama Xaviera mendekat dan mengecupi seluruh wajah putri kesayangan mereka. Mereka sangat menyayangi putri bungsu mereka itu.

"Bellèn, mama sangan rindu sekali sayang" Mama Jesslyn rambut Xaviera yang sedikit berantakan karena pelukan mereka.

Perasaan Xaviera menghangat. Dulu dia tidak pernah merasakan pelukan orang tua.

"Kamu apa kabar, Vier?" Victor langsung menyapa menantunya karena sang istri telah menguasai anak mereka.

"Baik Pa, sangat baik" Victor tersenyum. Dia bisa melihat perubahan dari wajah menantunya. Biasanya ketika mereka bertemu dia bisa melihat ketidaksukaan Xaviero pada putrinya, hingga dulu dia pernah menyesali keputusannya menikahkan Xaviera yang saat itu masih berusia 20 tahun. Tapi sekarang, sepertinya akan ada kabar gembiara.

"Bellè, I miss you lil sis" Xander, kakak tertuanya datang dan langsung memeluk adik kesayangannya.

Dia memeluk Xaviera erat sekali sampai membuat Xaviera agak kesulitan bernapas.

"Giliranku" Jovanovic langsung memeluk adiknya tak kalah erat. Jovanovic sang anak kedua, sangat jarang menunjukkan perasaannya, tali melihat adiknya kali ini membuat lelaki itu tak dapat menahan rasa rindunya.

"Aku merindukanmu, Bellè" Jovanovic berbisik ke telinga adiknya. Dia mengecup kening Xaviera. (Bellè itu nama kecil Xaviera. Bukan karena typo)

"Apa kak? Aku tidak dengar" Xaviera tersenyum jahil. Dari ingatan Xaviera, Jovanovic sangat menyayangi mereka semua, tapi gengsinya sangat tinggi. Makanya Xaviera menggoda kakaknya yang gengsi itu. Jovanovic hanya bisa mengusap lembut rambut adiknya.

"Kalau kalian rindu, kenapa tidak ke Mansion saja, aku selalu ada kok" Xaviera menatap mereka.

"Bagaimana kami pergi? Kamu sendiri bilang jangan pernah kesana" perkataan Xander membuat Xaviera terkejut.

"Aku mengatakan itu?" Xaviera malah menatap Xaviero.

"Mungkin karena putri mama ini tidak mau kami mengganggu waktu bersama suaminya sana" Jesslyn menggoda putrinya.

"Heh mana ada begitu, Mama. Nanti semuanya datang saja kesana. Bisa kan, Suami?" Xaviera mendekat dan menggandeng Xaviero.

"Ya" hanya itu balasan yang Xaviera dapatkan. Percayalah lelaki yang di gandeng Xaviera itu sedang memerah. Makanya dia tidak berani mengeluarkan banyak suara, nanti gugup.

"Sudah-sudah ayo semaunya masuk, keluarga Costa sedang menunggu kita didalam" Victor langsung merengkuh pinggang istrinya dan mereka semua masuk.

"Jangan lepaskan tanganku" Xaviero menatap Xaviera.

"Iya, Tuan Costa" Xaviera mendengus malas.

.

.

.

.

Tbc!

Xaviera Bellèn Vargas

...

...

Xaviero Davíde Costa

...

...

1
Memyr 67
xaviera xaviero, kebolak balik namanta. dahlah babay
Memyr 67
episode membingungkan. mana yg xaviena mana yg xaviera, sepertinya othornya bingung. episode berikutnya nggak jelas mana xaviena mana xaviera aku babay
Memyr 67
xaviero masuk perangkap betmen
Memyr 67
visual xaviera benar benar cantik. siapa sih?
awesome moment
visual xavier yg gemoy mana? pake AI jg boleh
Osie
terkadang aku kurang suka inilah..udahlah disakiti sp mati eh gitubidup lagi typ aja bertahan jd istri..bego aja sih menurutku..apa g bisa dibuat xaviera lepas gitu dr xaviero..enek bgt
Osie
je jeeee aku mampir dimari nih sambil nunggu yg ono up..selalu suka cerita transmigrasi dgn sosok MC tangguh..smart..licik..gak menye menye n cantik..
Jennifer
nggak banyak yg suka ya, pdhl sdh sejauh ini🥲
Fitrian
woowwww😱
badassss🤣👍
Muft Smoker
kak terimakasih buat update an cerita ny ,,
duuuh kalo liat cara kerja mafia ,,
ngeri2 sedaaap🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
si kulkas raksasa udh ketemu pawang ny jugaa ,,
ayooooo qta lihaat masa2 Xander bucin ke axel 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
si dingin Jovan udh punya pawang ny yg luar biasa poloos 🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
meski gx detail kak ,, tp bikin readers senyum malu2 kak🤭🤭🤭🤭
Kadek Muliarti
foto kurang jelas kak
Muft Smoker
😁😁😁😁 semua org udh menemukan kebahagiaan ny masing2 ,, cuma ad yg sadar ,, Dan ad beberapa yg gx sadar🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
awwwww ,, axel ,, jgn bilang km melon makan melon 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah kakak skrang rajin up ,,
sayang byk2 ,, 🫰🫰🫰🫰🫰
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
aaaa sweet km mereka ,,
mafia juga manusia kn ,, bisa sakit ,, bisa manja ,, bisa Nangis juga ,, 🤭🤭🤭🤭 ,,

semoga kalian selalu bahagia ,, 😁😁
lanjuuuut kak ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!