NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chloe Yang Berbeda

"JAGA UCAPANMU!" bentak Alexander.

Chloe menoleh pelan ke arahnya. Senyum dingin masih menempel di bibirnya.

"Atau apa, Pa? Mau menampar aku? Seperti dulu yang sering Papa lakukan ke aku?"

Mata Chloe berkaca-kaca.

Dan ini mungkin perasaan dari pemilik asli raga ini.

"Selama ini Papa tidak pernah sayang sama aku. Bahkan Papa rela membiarkan Ibu dibunuh oleh wanita itu."

Air mata menetes di pipinya. Chloe menatap Serena.

DUG

Serena langsung mundur selangkah.

"KAU... ITU FITNAH! AKU TIDAK MEMBUNUHNYA! DIA SENDIRI YANG BUNUH DIRI!"

"Fitnah? Bunuh diri?" Chloe mengangkat alis.

"Apa kau lupa? Kaulah yang menembak kepala Ibuku dengan tanganmu sendiri."

Suasana langsung hening.

"TIDAK... TIDAK... DIA BUNUH DIRI!" teriak Serena.

Chloe menyeka air matanya, lalu tersenyum.

"Dan kau... yang sebagai suaminya, hanya diam melihat istri keduamu dibunuh olehnya. Kau sangat tidak pantas disebut sebagai seorang suami dan ayah. Kau monster."

Alexander mengepalkan kedua tangan. Matanya merah mengarah ke Chloe.

"DIAM!"

"Kenapa? Takut ya? Takut rahasia kotor kalian terbongkar?"

Chloe melangkah maju. Heels-nya berbunyi Tak..... Tak....di lantai marmer.

"Aku ke sini bukan untuk membuat drama, Pa. Aku di sini buat nagih."

Elsa langsung menaruh map tebal di atas meja. Bam

"Surat wasiat Ibu." ucap Chloe santai. Entah di mana Elsa mendapatkan berkas itu dalam waktu satu malam.

"Isinya jelas. Semua harta, saham Weiss Group 51%, dan mansion ini, atas nama aku. Chloe Weiss." jelas Chloe.

DUG

Serena langsung menyambar map itu. Tapi Elsa lebih cepat menahan tangannya.

"INI PALSU! INI PASTI PALSU!" Serena terlihat gemetaran, wajahnya pucat.

"Palsu?"

Chloe membuka halaman kedua. Ada materai. Ada tanda tangan notaris. Ada sidik jari Irina Weiss.

"Mau tes DNA? Sidik jari di sini sama dengan sidik jari Ibu di makam."

Chloe kembali tersenyum tipis.

"KAU DAPAT DARI MANA BERKAS ITU?" tanya Alexander. Keringat dingin membasahi pelipisnya.

"Dari pengacara Ibu. Yang kalian kira sudah mati lima tahun lalu. Tapi ternyata dia masih hidup. Dan menyimpan salinan aslinya dengan baik." ucap Chloe.

Levin yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara.

"Itu tidak adil! Kami yang mengurus perusahaan itu selama lima tahun ini!"

Chloe menatap pria itu, kakak tirinya.

"Mengurus? Atau menguras?"

Elsa membuka map. Mengeluarkan tumpukan rekening koran.

"Ini transfer dua miliar ke rekening pribadi Nyonya Serena." ucap Elsa.

"Ini penjualan aset yayasan Nyonya Irina ke perusahaan cangkang milik Tuan Alexander." lanjut Elsa.

"Dan yang ini... Bukti penyiksaan Nona Chloe di rumah sakit jiwa. Ditandatangani oleh dokter yang kalian bayar." ucap Elsa lagi.

DUG

Serena langsung menutup mulutnya. Napasnya tersengal.

"Itu... itu bukan aku." ucap wanita paruh baya itu.

Chloe mengangkat sudut bibirnya.

"Bukan kau? Lalu siapa yang setiap bulan transfer uang ke dokter Gio? Siapa yang menandatangani surat penahananku? Kau... kau mama tiri."

Lalu Chloe menatap Alexander. Matanya sudah tidak ada air mata lagi. Yang ada hanya dingin.

"Lima tahun aku berada di rumah sakit jiwa, dan kau membiarkanku begitu saja. Kau hidup di dalam kemewahan ini, dengan istri dan kedua anakmu, yang belum tentu Levin dan Vivian anak kandungmu."

BRAK

Serena langsung membanting vas bunga yang ada di sampingnya. Pecah.

"KAU TUTUP MULUT KOTORMU ITU!" Serena berteriak. Wajahnya memerah karena amarah.

Chloe kembali tersenyum tipis. Dia menatap Serena yang menatapnya dengan tajam.

"Kenapa takut? Takut kalau suamimu ini tahu jika kedua anakmu itu bukan anaknya, melainkan anak pria lain."

Serena mengepalkan kedua tangannya. Kukunya sampai menancap ke telapak tangan.

Alexander menatap istrinya itu. Wajahnya tidak bisa dibaca. Kosong. Tapi rahangnya mengeras.

"Uupps... Tapi aku hanya bercanda saja. Kenapa wajah kalian setegang itu?"

Chloe menutup mulutnya dengan punggung tangan. Lalu ia melangkah ke arah sofa dan duduk di sana. Kakinya disilangkan. Santai.

"KAU..." Levin menunjuk Chloe dengan jarinya.

"Shhh..." Chloe meletakkan jari di bibirnya.

"Langsung saja. Tujuanku datang ke sini hanya ingin memberikan kalian dua pilihan." ucap Chloe.

Semua mata tertuju padanya.

"Pilihan pertama. Kalian serahkan semuanya secara baik-baik. Rumah ini, saham Weiss Group 51%. Semua aset yayasan Ibu. Rekening pribadi kalian yang isinya uang hasil nyolong. Lalu kalian pergi. Aku kasih kalian tiga koper. Bawa baju dan bawa muka kalian." ucap Chloe sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.

"Selain itu jangan sentuh yang lain. Dan aku tidak akan lapor polisi."

Chloe meraih sebuah apel yang ada di atas meja lalu menggigitnya.

"Anggap saja ini uang pesangon buat manusia biadab seperti kalian." lanjutnya.

"JANGAN BERLEBIHAN, CHLOE!" raung Alexander.

"Aku tidak berlebihan, Pa."

Chloe menoleh ke arah ayah pemilik tubuh yang saat ini jiwanya tempati. Wanita itu tersenyum selembut mungkin. Tapi matanya tetap sedingin es.

"Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan."

"Pilihan kedua."

Chloe melempar apel yang setengah tergigit ke meja. Bam.

"Aku panggil polisi sekarang juga. Pasal pembunuhan Nyonya Irina Weiss. Pemalsuan surat wasiat. Penggelapan dua miliar. Penyekapan dan penyiksaan selama lima tahun."

Serena berteriak. "AKU TIDAK MAU MASUK PENJARA!"

"KAU GILA!" teriak Levin.

"Kau benar. Aku memang gila. Gila karena datang untuk merenggut apa yang menjadi hakku."

Chloe beranjak berdiri.

"Aku berikan kalian waktu dua hari untuk berpikir. Dan jika dalam waktu dua hari kalian tidak meninggalkan mansion ini, maka jangan salahkan aku jika melakukan sesuatu yang tidak pantas."

Senyuman tipisnya terukir.

Suasana langsung beku.

Serena langsung menghampiri Alexander.

"Pa, lakukan sesuatu?"

Alexander hanya diam saja. Tapi tak lama setelahnya Alexander tersenyum tipis.

"Dua hari? Kau pikir aku takut dengan ancamanmu itu?"

Chloe kembali menoleh ke arah Alexander.

"Ini bukan ancaman, Pa. Tapi ini janji."

Lalu Chloe berjalan melewati mereka. Melewati pecahan vas.

"Oh ya." Chloe berhenti di depan pintu. Ia tidak menengok.

"Kamar Ibu jangan ada yang menyentuhnya."

Setelah mengatakan itu, Chloe langsung keluar. Elsa mengikutinya dari belakang.

Kini hanya tinggal mereka bertiga yang ada di dalam mansion. Sunyi. Hanya ada suara napas Serena yang tersengal.

Alexander duduk di sofa. Tangannya menutupi wajah. Apa yang selama lima tahun ini ia nikmati kini semuanya sudah hancur.

Chloe kabur dari rumah sakit jiwa. Merebut calon suami Vivian. Dan kini wanita itu terlihat tangguh dan tegas. Tidak seperti Chloe yang dulu mereka kenal. Chloe yang lemah. Chloe yang bisa mereka injak.

"Pa... lakukan sesuatu. Aku tidak mau pergi dari mansion ini. Ini mansionku." ucap Serena. Suaranya bergetar.

Levin melangkah mendekat.

"Kita lawan, Pa. Kita punya pengacara terbaik. Kita bisa mengatakan jika wanita itu gila dan dia hanya berhalusinasi saja."

Alexander memijat keningnya sekilas.

"Dengan bukti yang dia bawa tadi?"

Alexander menurunkan tangannya. Matanya merah.

"Terus kita mau tinggal di mana, Pa? Aku tidak mau jadi miskin lagi! Aku tidak mau tas mahal aku, baju aku disita!" Serena menangis.

BRAK

Alexander membanting meja kaca. Pecah. Semua diam.

"DIAM! KALIAN BERDUA SANGAT BERISIK!" Alexander berdiri.

Pria paruh baya itu menarik napasnya cukup panjang.

"Vivian masih belum ditemukan keberadaannya... tapi kalian berdua hanya memikirkan harta dan harta saja."

Setelahnya Alexander melangkah pergi dan masuk ke dalam ruang kerjanya.

Serena menatap putranya.

"Levin, lakukan sesuatu. Mama tidak mau jadi miskin."

Levin mengusap wajahnya dengan kasar.

"Mama pikir aku juga mau hidup miskin? Lima tahun kita hidup enak. Mobil tiap tiga bulan diganti. Kartu kredit tanpa limit."

"Gara-gara wanita itu kembali, semuanya diambil." ucap Levin.

Serena menggelengkan kepala. Wanita paruh baya itu menjatuhkan dirinya di atas lantai marmer yang dingin.

----

Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys 🙏 😊 🥰 maaf sedikit lambat upnya 🙏😊

1
Adi Sudiro
kenapa setiap paragrap ada DUG sangat menganggu
kas. maa29: Maaf kalo mengganggu ya guys 🙏😊 ( DUG) itu adalah kata tegang dan itu salah satu karakter utama dari cerita ini jadi wajar jika banyak kata ( DUG)-nya. 🙏😊
total 1 replies
Muft Smoker
duuuh deg2an ,, perang ke Dua siap d mulai ,, semoga mereka semua bisa plang dg Selamat ,,

dtggu kelanjutan ny kak ,,
😊😊😊🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
kas. maa29: ssiiaaapppp proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
berasa lgi jaga bayi yg baru lahir yx bpa2 sekalian 🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
waah bakal ad perang besaar niih ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
kas. maa29: siaappp proses 🤗🤗🤗🙏😊
total 1 replies
Muft Smoker
Tyson?? Mike Tyson??
pensiun dr petinjuu jdi mafia dy skraaang ,,
🤭🤭🤭🤭😆😆
Muft Smoker
kak mafia makan steak pake nasi??
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 gembul amat kak ,, kasihan kak jgn di kasih nasi nnti ngantuk mereka ,, 😆😆😆😆
Muft Smoker
ok kak ,, kalo bsok kk gx double up ,, aq lngsung samperin ke sana ,, lewat jalur mimpi ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤗🤗🤗🤗🤗
total 2 replies
Ayudya
kalian semua harus selamat dan akan hidup bahagia🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ayudya
lanjut kak
kas. maa29: proses 🤗🤗
total 1 replies
Ayudya
ayo Quen balaskan semua dendam mu
Wenty Lucia Wardhani
ceritanya bagus kenapalah likenya dikit author ...
Wenty Lucia Wardhani: terlalu sekali padahal ini ceritanya aku tunggu 🤗🤗
total 3 replies
Muft Smoker
wah kk nonton gx ajk2😂😂😂😂😂 ,,


gpp kak ,,
dtggu kelanjutan ny ,,
penasaran sypa sebenarny MR. T ini ,,
Mr Tukiman?
Mr Tukul???
atau
Mr Tuyul???
krn dy kn gx pernah muncul Dan di sebut bayangan ,,
fix ni bukan org ,,
tp tuyul ,,
makany di panggil Mr.T ,,
🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
kas. maa29: 🤣🤣🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Muft Smoker
duuuh deg2an kak,,
Kali ni km bakal mati kalajengking tuaa ,,
Muft Smoker: 😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
panik gx ,, paniik gx ,, paniik laaa masa gx ,, 🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
kas. maa29: siappp 🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
semangat queen ,, mlm ini km pasti menang ,,
Muft Smoker
kak bunyi DUG ny berasa si queen kesandung mulu ,,
🤭🤭😂😂
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tonjok aj sa ,, anggap aj hadiah buat masa lalu ,, dsaat dy gx bisa tegas dg pilihan,, tonjok aj sampe benjol ,, gx bakal ad yg marahin koq🤭🤭😁😁😁
Muft Smoker
di bab ini berasa si erivo lgi marahin mak ny ,, 😂😂😂😂
Muft Smoker
duuuh kak nanggung loo ,,
kas. maa29: heheheee,l😁😁🤣🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!