NovelToon NovelToon
PENDEKAR NAGA SAKTI

PENDEKAR NAGA SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:38
Nilai: 5
Nama Author: Adih Supriadi

Kisah perjalanan Pendekar Naga dalam membasmi kejahatan yang di sebabkan oleh Pendekar Aliran Hitam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adih Supriadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 22

BALAS DENDAM

Pagi hari di desa kecil yang terletak di kaki gunung, matahari mulai bersinar dan burung-burung berkicau dengan riang.

Udara segar dan sejuk memenuhi desa, membuat penduduk desa merasa segar dan siap untuk memulai hari.

Oval dan Apis. Oval adalah pendekar naga hijau, sedangkan Apis adalah pendekar naga hitam.

Keduanya memiliki kemampuan yang luar biasa.

Pagi itu, Oval dan Apis memutuskan untuk memotong kayu untuk bahan bakar dapur.

Mereka berdua menuju ke hutan yang terletak di dekat desa, membawa kapak dan peralatan lainnya.

Dengan gerakan yang gesit dan kuat, mereka memotong kayu-kayu yang besar dan tebal.

"Bang Oval, kamu harus lebih hati-hati saat memotong kayu," kata Apis sambil memperhatikan Oval yang sedang memotong kayu.

"Kita tidak ingin ada kecelakaan yang tidak diinginkan."ucap Apis.

"Jangan khawatir, Apis. Aku sudah berpengalaman dalam memotong kayu," jawab Oval dengan senyum.

"Kita harus memastikan bahwa kayu-kayu ini cukup untuk bahan bakar dapur selama beberapa hari ke depan."

Setelah beberapa jam memotong kayu, Oval dan Apis berhasil mengumpulkan kayu-kayu yang cukup untuk bahan bakar dapur.

Mereka berdua kemudian membawa kayu-kayu tersebut kembali ke perguruan Naga Langit , siap untuk digunakan.

Dengan kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki, Oval dan Apis menjadi contoh bagi penduduk desa tentang bagaimana menjadi pendekar naga yang tangguh dan bertanggung jawab.

Mereka terus menjaga keamanan desa dan membantu penduduk desa dalam berbagai kebutuhan.

Siang itu, setelah selesai memotong kayu, Oval dan Apis memutuskan untuk nongkrong di warung Bu Minah.

Warung kopi yang sederhana namun nyaman itu terletak dekat dengan Perguruan Naga Langit, tempat mereka berlatih dan mengasah kemampuan sebagai pendekar naga.

Mereka berdua duduk di pojok warung, menikmati secangkir kopi hangat sambil berbincang-bincang tentang kegiatan mereka hari itu.

Bu Minah, pemilik warung, menyambut mereka dengan senyum hangat dan menanyakan kabar mereka.

"Bagaimana hari ini, Oval dan Apis? Apakah latihan kalian hari ini berjalan lancar?" tanya Bu Minah sambil menyajikan kopi.

"Baik-baik saja, Bu. Kami baru saja selesai memotong kayu untuk bahan bakar dapur," jawab Oval.

"Ah, bagus sekali. Kalian berdua memang rajin dan bertanggung jawab," kata Bu Minah dengan pujian.

Apis dan Oval tersenyum dan mengangguk, menikmati suasana santai di warung Bu Minah.

Mereka berdua memang suka nongkrong di warung itu, karena selain bisa menikmati kopi yang enak, mereka juga bisa berbincang-bincang dengan Bu Minah dan penduduk desa lainnya.

***

Di Kerajaan Jasinga, suasana sedang memanas setelah berita tentang kematian Bupati Jordan yang dibunuh oleh Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam.

Pangeran Jasinga, yang merupakan sepupu Bupati Jordan, tidak dapat menerima berita itu dan merasa sangat marah.

Pangeran Jasinga memutuskan untuk menuntut balas dan mengajak duel Pendekar Naga Hijau.

Namun, tindakan itu langsung dilarang oleh Raja Jasinga.

Raja Jasinga memanggil Pangeran Jasinga ke ruangannya dan menjelaskan situasinya.

"Pangeran, saya tahu kamu sedih dengan kematian sepupu kamu, tapi kita harus melihat situasi ini dengan bijak," kata Raja Jasinga.

"Bupati Jordan memang telah menindas rakyat dan melakukan banyak kesalahan. Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam hanya menuntut keadilan."

Raja Jasinga melanjutkan, "Saya tidak menyalahkan Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam atas kematian Bupati Jordan. Mereka hanya melakukan apa yang harus dilakukan untuk membela rakyat yang tertindas."

Pangeran Jasinga merasa tidak puas dengan penjelasan Raja Jasinga, tapi dia tidak bisa melawan keputusan ayahnya.

Dia akhirnya memutuskan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan balas dendam.

Raja Jasinga berharap bahwa dengan keputusan ini, Kerajaan Jasinga dapat menjadi lebih baik dan rakyat dapat hidup dengan lebih sejahtera.

Dia juga berharap bahwa Pendekar Naga Hijau dan Pendekar Naga Hitam dapat terus menjadi pelindung rakyat dan membela keadilan.

Esok siang, prajurit kerajaan melaporkan bahwa Pangeran Jasinga tidak ada di tempat.

Setelah diselidiki, ternyata Pangeran Jasinga telah pergi sendirian menuju Perguruan Naga Langit untuk menuntut balas dendam atas kematian Bupati Jordan.

Raja Jasinga sangat marah atas tindakan sembrono anaknya.

"Bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini tanpa memberitahu saya?" Raja Jasinga memerintahkan penasehat kerajaan untuk segera mengejar Pangeran Jasinga dan mencegah pertempuran yang mungkin terjadi.

"Penasehat, saya khawatir Pangeran Jasinga akan tewas di tangan Pendekar Naga Hijau seperti Bupati Jordan," kata Raja Jasinga dengan nada khawatir.

"Saya tidak ingin kehilangan anak saya karena kebencian dan dendam."

Penasehat kerajaan segera berangkat untuk mengejar Pangeran Jasinga dan mencegah pertempuran yang mungkin terjadi.

Raja Jasinga berharap bahwa penasehat kerajaan dapat berhasil mencegah Pangeran Jasinga dari tindakan yang sembrono dan membahayakan dirinya sendiri.

Penasehat kerajaan, yang juga dikenal sebagai Pendekar Halilintar, adalah adik dari Raja Jasinga.

Sebagai paman dari Pangeran Jasinga, Pendekar Halilintar memiliki hubungan yang dekat dengan keponakannya dan telah mengajarinya kesaktian sejak kecil.

Pendekar Halilintar memaklumi sifat anak muda yang sering kali mengedepankan emosi daripada akal sehat.

Dia tahu bahwa Pangeran Jasinga sedang dilanda emosi karena kematian sepupunya, Bupati Jordan, dan mungkin tidak berpikir jernih dalam mengambil keputusan.

Dengan itu, Pendekar Halilintar memutuskan untuk pergi dan mencegah Pangeran Jasinga dari bertarung dengan Pendekar Naga Hijau.

Dia berharap dapat menenangkan keponakannya dan membuatnya sadar akan kesalahan tindakannya.

"Semoga saja saya dapat mencegah pertumpahan darah yang tidak perlu," kata Pendekar Halilintar kepada dirinya sendiri sambil berjalan menuju Perguruan Naga Langit.

Dia siap untuk menghadapi situasi apa pun yang mungkin terjadi dan melindungi keponakannya dari bahaya.

Pendekar Halilintar yakin bahwa jika terjadi pertarungan antara Pangeran Jasinga dan Pendekar Naga Hijau, maka Pangeran Jasinga akan kalah.

Dia tahu bahwa Pangeran Jasinga malas untuk latihan dan menjaga stamina tubuhnya, sehingga kemampuan bertarungnya tidak sebaik yang diharapkan.

Sebagai anak raja, Pangeran Jasinga memang memiliki kecenderungan untuk menjadi manja dan tidak mau melakukan latihan yang berat.

Namun, Pendekar Halilintar sebagai gurunya tidak ragu untuk memarahi Pangeran Jasinga jika dia bermalas-malasan.

"Untung saja saya yang menjadi gurunya," kata Pendekar Halilintar kepada dirinya sendiri.

"Saya tidak akan membiarkannya menjadi lemah dan tidak siap untuk menghadapi tantangan di masa depan."

Pendekar Halilintar berharap bahwa dengan pengalamannya sebagai guru, dia dapat membantu Pangeran Jasinga untuk menjadi lebih kuat dan bijak dalam menghadapi situasi yang sulit.

Namun, dia juga sadar bahwa Pangeran Jasinga masih memiliki jalan panjang untuk menjadi seorang pendekar yang tangguh.

Pangeran Jasinga memacu kudanya dengan kecepatan tinggi, tekadnya untuk membalas dendam atas kematian Bupati Jordan semakin kuat.

Dia tidak peduli dengan jarak yang jauh dan perbedaan kerajaan antara Jasinga dan Naga Langit, dia hanya ingin mencapai tujuannya dan mengalahkan Pendekar Naga Hijau.

Kuda Pangeran Jasinga berlari dengan gesit, debu-debu jalanan beterbangan di belakangnya.

Pangeran Jasinga tidak memperdulikan kelelahan, dia hanya fokus pada tujuannya dan tidak akan berhenti sampai dia mencapai apa yang dia inginkan.

Dengan semangat yang membara, Pangeran Jasinga terus memacu kudanya, tidak sabar untuk menghadapi Pendekar Naga Hijau dan memb alas dendam atas kematian Bupati Jordan.

Dia yakin bahwa dia dapat mengalahkan Pendekar Naga Hijau dan membuktikan kekuatannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!