NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak waras

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Ruang tamu kos Yura tidak lebih besar dari kamar tidur kebanyakan orang. Sebuah sofa dua dudukan menempel ke dinding, meja kecil dipenuhi bekas gelas kopi, dan kipas angin tua berputar.

Yura duduk berselonjor di sofa. Sepatu kerjanya masih tergeletak sembarangan di lantai.

Rose keluar dari kamar sambil membawa handuk kecil. Rambutnya masih setengah basah. "Kau pulang cepat. Kantornya yang runtuh atau kau yang runtuh?" tanyanya.

Yura mendengus pelan. "Keduanya."

Rose duduk di ujung sofa. "Ceritanya panjang?"

"Panjang, melelahkan, dan berpotensi menaikkan tekanan darah."

"Berarti cocok," jawab Rose santai. "Aku baru masak mi."

Yura melirik sekilas. "Mi selalu jadi solusi hidupmu."

"Dan selalu berhasil."

Mereka terdiam sejenak. Kipas angin berputar malas di sudut ruangan.

Rose menoleh. "Kau kelihatan sangat kesal lagi. Ada apa?"

Yura menyandarkan kepalanya ke sofa. "Aku dicopot dari proyek."

Rose berhenti mengunyah. "Apa?"

"Bukan dipecat. Hanya… diturunkan."

"Karena apa?"

"Kesalahan kecil."

Rose menyipitkan mata. "Kesalahan kecil menurut versimu atau versi atasanmu?"

"Versi logika," jawab Yura. "Tapi dia alergi logika."

Rose mencibir. "Yang auranya dingin itu?"

Yura mendengus. "Tolong jangan sebut aura sekarang."

Rose terkekeh. "Berarti benar dia."

"Dia menjadikan aku contoh."

"Contoh apa?"

"Contoh supaya tidak sok punya pikiran sendiri."

Rose bersandar. "Dan kau?"

"Aku kesal."

"Itu terlihat."

Hening sejenak. Yura menatap langit-langit. "Yang lucu," lanjut Yura pelan, "Aku justru lebih kesal karena hal lain."

Rose melirik. "Oh?"

"Kak Ren."

Rose langsung tersenyum lebar. "Kita sampai pada inti masalah."

"Jangan begitu," sanggah Yura. "Ini serius."

"Perasaanmu memang selalu serius."

Yura bangkit sedikit dari duduknya. "Aku lelah."

"Lelah mengejar?"

"Lelah dianggap adik."

Rose mengangguk pelan. "Masih seperti itu?"

"Masih."

"Padahal kau sudah—"

"Dewasa, bekerja, punya penghasilan, dan emosi yang berantakan," potong Yura cepat. "Ya, aku tahu."

Rose terkekeh. "Kau pernah mengatakannya langsung kepadanya?"

"Mengatakan apa? Berhentilah menganggapku anak kecil?"

"Mengapa tidak?"

"Karena dia nyaman."

"Dengan posisimu sebagai adik."

Yura mengangguk pelan. "Dan aku yang bodoh tetap berharap."

Rose meneguk minumnya. "Hari ini dia melakukan apa?"

Yura menarik napas. "Seperti biasa. Sopan. Baik. Tersenyum kepada semua orang. Mengobrol santai dengan wanita lain."

Rose menyeringai. "Kau cemburu?"

"Sangat."

"Itu terlihat."

Yura menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Dia memanggilku Yur. Dengan nada yang sama seperti saat dia memanggil anak magang."

Rose tertawa tertahan. "Itu menyakitkan."

"Yang menyakitkan bukan karena dia jahat," lanjut Yura. "Tapi karena dia tulus tidak melihatku sebagai apa pun."

"Dan itu lebih menjengkelkan."

"Lebih menjengkelkan," ulang Yura.

Rose menyandarkan punggungnya. "Kau pernah berpikir untuk berhenti mengejarnya?"

Yura menurunkan tangannya. "Pernah."

"Lalu?"

"Gagal."

"Mengapa?"

"Karena setiap kali aku hampir menyerah," kata Yura sambil menatap kosong, "Dia melakukan satu hal kecil yang membuatku berpikir masih ada harapan."

"Contohnya?'

"Dia bertanya apakah aku sudah makan."

Rose memutar matanya. "Itu standar manusia normal."

"Tetapi dari dia rasanya berbeda."

"Karena kau yang berbeda."

Yura terdiam.

Rose melanjutkan, "Kau sadar tidak, hidupmu sekarang diisi oleh dua pria yang sama-sama membuatmu kesal?"

Yura menghela napas panjang.

"Sadar."

"Yang satu menekanmu di kantor."

"Yang satu membuatku merasa kecil dalam perasaan."

"Lengkap."

Yura tertawa pahit. "Hidupku benar-benar lengkap."

Rose mencondongkan tubuh. "Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"Aku tidak tahu."

"Kau ingin tetap mengejar kak Ren?"

Yura diam cukup lama. "Aku lelah."

"Tetapi?"

"Tetapi aku belum siap berhenti."

Rose mengangguk pelan. "Kau tahu apa yang membuatku kesal dari ceritamu?"

"Apa?"

"Kau selalu menyalahkan dirimu sendiri."

Yura menoleh. "Karena mungkin memang salahku."

"Belum tentu."

"Dia jelas tidak melihatku."

"Itu bukan kesalahanmu."

"Lalu kesalahan siapa?"

"Mungkin… waktu."

Yura tertawa kecil. "Waktu selalu dijadikan kambing hitam."

"Namun sering kali memang benar."

Yura kembali bersandar. "Terkadang aku berpikir mungkin aku ditakdirkan untuk mengejar orang yang tidak mengejarku kembali."

Rose terdiam sejenak. "Atau mungkin kau terbiasa berjuang sendirian."

Yura melirik. "Itu sindiran?"

"Itu pengamatan."

Yura tersenyum tipis. "Aku tidak suka kau benar."

Rose terkekeh. "Aku tahu."

Suara pintu kos di lantai bawah terdengar terbuka. Langkah kaki naik turun tangga samar terdengar.

Yura refleks menoleh ke arah pintu.

Rose menyeringai. "Itu dia."

"Tolong jangan," gumam Yura.

"Kak Ren pulang?"

"Mungkin."

Rose menyikutnya pelan. "Jantungmu terdengar."

"Berisik," gerutu Yura.

Beberapa detik kemudian, suara pintu lantai bawah tertutup.

Yura menatap lantai. "Kau tahu apa yang membuatku semakin kesal hari ini?"

"Apa lagi?"

"Aku bertemu atasanku di lift."

Rose tertarik. "Kalian bertengkar lagi?"

"Hampir."

"Serius."

"Dan anehnya," Yura menghela napas, "Aku lebih berani menghadapi dia daripada kak Ren."

Rose terdiam, lalu berkata pelan, "Karena satu orang membuatmu takut kehilangan pekerjaan."

"Dan yang satu?"

"Membuatmu takut kehilangan harapan."

Yura menelan ludah. "Aku membenci kenyataan itu."

Rose tersenyum lembut. "Tetapi itulah dirimu."

Yura tertawa kecil. "Hidupku rumit."

"Begitulah hidup."

Yura berdiri dan mengambil segelas air.

"Terkadang aku ingin hidup sederhana."

"Sederhana menurut versimu?"

"Bangun, bekerja, pulang, dicintai oleh orang yang aku cintai."

Rose tertawa. "Standarmu tinggi."

"Atau dunia yang pelit."

Rose menatap Yura serius. "Kau tahu satu hal?"

"Apa?"

"Kau bukan orang yang kalah."

Yura mengangkat alis. "Kelihatannya aku selalu kalah."

"Namun kau masih berdiri."

Yura terdiam.

Rose menambahkan, "Orang sepertimu biasanya membuat orang lain bingung."

"Bingung karena apa?"

"Karena kau tidak runtuh."

Yura teringat tatapan Alexa di balik kaca. Tatapan dingin itu. Senyum tipis itu.

Yura mengepalkan tangannya. "Aku tidak akan runtuh."

Rose tersenyum. "Itu bagus."

"Bukan demi mereka," lanjut Yura. "Demi diriku sendiri."

Rose mengangguk. "Itulah Yura yang aku kenal."

Yura duduk kembali. "Tetapi soal kak Ren—"

"Pelan-pelan," potong Rose.

"Jika dia tidak pernah melihatku?"

"Maka suatu hari," kata Rose pelan, "Akan ada orang lain yang melihatmu sepenuhnya."

Yura tersenyum lelah. "Semoga."

"Dan jika tidak?"

Yura menatap kipas angin yang berdecit.

"Berarti aku akan berhenti mengejar."

Rose tersenyum. "Suatu hari."

"Suatu hari," ulang Yura.

Yura berdiri lagi, menghela napas panjang sebelum mulai membersihkan meja yang penuh sampah. Gelas bekas kopi, kertas, dan bungkus makanan ringan berserakan di mana-mana. Mereka berdua belum sempat membereskan tempat itu.

Rose duduk di sofa sambil menatap Yura, rambut setengah basah masih tersampir di bahunya. "Eh," celetuknya tiba-tiba, "Gimana kalau kau ikut idenya aku?"

Yura berhenti sejenak, tangan masih memegang gelas bekas. "Ide apa?" tanyanya waspada, namun setengah tersenyum.

Rose mencondongkan tubuh, mata berbinar nakal. Yura seketika saja ingin tertawa geli, ide Rose kali ini benar-benar sudah tidak waras.

1
Eva Karmita
ya Tuhan Alexa mulutmu ngk ada romantis"nya selalu saja nyelekit bikin sakit hati.... hayoo tanggung jawab tu di Yura sampai berdarah mulai luka tak kasat mata sampai luka yg benar nyata 💔💔🥺😏
IG : Gledekzz97
Like dan komentarnya jangan lupa ya manteman. Soalnya saya butuh semangat🥰🙏
ari sachio
ASTOGE NAGEEEE....SARAP EMANG NI MAKLUK ATU.KELAINAN PARAHBEMANG.....tp seru juga nich klo rose berubh haluan mengejar alexsa d membuang rendra si b**** .
ak g sabar rose kebuka topengy d dipermalukan alexsa....dan....rendra ahhhh....mgkn akn lbh dr menyesal mgkn..
untung dr awal alexsa sdh pernah melihat rose dg rendra
Eva Karmita
dasar teman setan ngk punya otak kamu Rose 👊 ku tunggu penyesalan mu Rendra yg udah berpikir tentang Yura yg tidak"
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Makasih, Mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
astaga Yura tu babang Alexa merasa kan apa yg kamu umpat kan untuk nya 🤣🤣🤣🤣
IG : Gledekzz97: uummhh🤣
total 1 replies
Eva Karmita
bela terus Ren ibu dari calon anak" mu itu hingga suatu hari nanti kamu tau seperti apa sikap wanita yang kamu cintai itu keluar busuknya dan saat itu baru penyesalan mu sia" ...
ari sachio
ohhh ternyata rani dah tau klo rose asliny kek bunga bangkai....tp tenang aj...alexsa g sebodoh it di manipulasi oleh bunga bangkai berwujud mawar indah berseri sepanjah hari. y g thor....🤭
ari sachio: klo g tau y dikasih taulah thorrr 😁😁😁😁
total 2 replies
Eva Karmita
otww menuju halal ini 🥰😅
IG : Gledekzz97: Maaf mak, kehabisan🙏😁
total 3 replies
ari sachio
kannn....kannnn....benerrrr .....kannnn....yura kesamber doble gledeks beneran...othor sihhh....ayo yur....saber balik othory....pagi2 bangun tidur dikasih durian runtuh tp jatuhny ke kepala....peningy g ilang2 ke bauny y yur😅😅😅😅
ari sachio: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 2 replies
IG : Gledekzz97
bantu like² ya kakak-kakak, terimakasih🙏
ari sachio
sepertinya akan ada pernikahan alexsa d yura deket2 ini.kira2 yura gmn y klo bosy nekad😁😁😁
IG : Gledekzz97: 🤣🤣🤣ampun dah..
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: 💪💪 semangat
total 1 replies
Eva Karmita
luka tapi tak berdarah ....💔💔
tega ya kamu Rose kamu dukung kamu kasih support Yuna dgn ide" gilamu se-olah" kamu sahabat yg terbaik yg mendukung Yuna dan tidak tahunya kamu lah musuh dalam selimut merendahkan diri Yuna dgn macam" cara dgn kedok kasihan dan tidak tega 😤😏 Rose kamu tu manusia paling munafik untuk apa berbohong demi apa Rose kalau kamu sendiri sering main kuda"an dgn Rendra 🤮😩 kamu jahat orang seperti mu tidak pantas disebut sahabat di depan so mendukung tapi di belakang menusuk hati sampai ke tulang" kejam 👊🥺
ari sachio
astogò....astogooooooo....ternyatahhhhh....lbh dr sakit y thor....g kebayang aku punya temen macam rose....mending ak lgsng tutup buku kubakar bukuny lari ke kamar beresin barangku minggat deh....jauh2 dr org2 it beserta tempa it.antara malu,bersalah d benci krn dibohongi.ku yakin tuklo di dunia nyata sakity g bkl ilang2 .krn merasa terhina tmn sndiri malah dgn santaiy menjerumuskan yura tuk jd pecalakor( perebut calon laki org d it tmn sdri)d it lg tmny mpe udh hamil trs yuray g taukrn g diksh tau ?......g nyangka y yur...ad temen yg bgtu....sungguh TERLALU.langsung RESIGN aj km jd tmn mereka g ush minta paklaring ke mereka🤭🤭🤭
IG : Gledekzz97: cusss, angkut💃💃
total 1 replies
ari sachio
yura mending km dpt bos km yg g pya pasangn drpd ama asisteny .dia it dah pya pasangn (temen km sdri) .km akn lbh sakit hati lg krn merasa bersalah ma tmn km klo km terus perjuangin cintamu yg bertepuk seblh tgn itu.jelas2 laki2 yg km suka itu g ada rasa ama km yur
ari sachio
pada dasarny emang alexsa udah ada rasa ama km cm .mksdy rasa tertarik d penasaran krna sikap km yg menurut dia hya km yg sprti it pdnya.jd menurutku pelet it sih g mempan ama alexsa.cm y dia biasany pake bau2an yg mehong tiba2 dpt wangi2an orang mnengh kebawah yg emang biasanya hanya dipake org tertentu aj jd ...menurut dia mgkn wangiy unik d bikin tenang😁😁😁😁.jd klo nanti isi botol it habis mgkn dia akn tetap seperti itu sikapny pdmu cantik...
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
ceritanya bagus semangat otor 💪🥰
IG : Gledekzz97: makasih mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Iya mak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!