karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4.
Setelah Laras menyaksikan dengan kedua matanya. Perbuatan hina sang kekasih beserta sahabatnya, Laras melangkahkan kakinya keluar dari kawasan apartemen mewah milik sang kekasih.
Dia berjalan tak tentu arah. Seraya menundukkan kepalanya sambil menangis tersedu-sedu. Dan Kue ulang tahun yang berada dalam tangannya, segera Laras memberikannya pada seorang pengemis ibu yang tengah membawa seorang anak bayi yang berada dalam gendongannya.
Laras Mengingat kembali semua percakapan juga rencana Gunawan yang akan memutuskan hubungan juga hendak mempermalukannya di lingkungan sekolah. Namun dia pun tak tahu rencana apa yang akan dilakukan Gunawan terhadapnya.
Tiba-tiba langkah kaki Laras berhenti sekejap sambil matanya memicing penuh ingin tahu pada sebuah bangunan didepan matanya.
Pasangan muda-mudi sambil bergandengan tangan mesra sesekali mereka saling berpangutan bibir. Dan ternyata bukan hanya pasangan muda-mudi saja. Melainkan wanita yang sudah berumur dengan penampilannya yang begitu seksi juga makeup yang terlihat menor. Sedang merangkul pria muda yang terpaut jauh usianya. Namun sepertinya keduanya tidak melihat dari umur serta statusnya. Nyatanya mereka berdua tengah berpelukan mesra sambil melangkah ke dalam club elite. Tempat yang diyakini oleh semua orang bisa menghilangkan stress dan segala problema. Apakah benar? Dan Entah apa yang dipikirkan oleh Laras. Ketika kakinya melangkah guna mendekat pada bangunan yang dijuluki sebagai surga duniawi. Laras hanya ingin membuktikan ungkapan semua orang jika tempat tersebut bisa membuat pikirannya menjadi tenang. Apakah benar? Dan saat ini pikiran laras begitu kacau karena penghianatan kekasih juga sahabat terbaiknya. Namun ketika Laras hendak masuk kedalam club tiba-tiba?? "Apa yang anda lakukan disini nona?"tanya sang penjaga pintu club mencegah Laras yang hendak melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam club. Seketika Laras pun berhenti, seraya menelan ludahnya kasar manakala melihat perawakan dua laki-laki yang mencegahnya guna masuk ke dalam club. Tubuhnya yang tinggi besar dengan kedua ototnya yang menonjol dan sekujur tubuhnya penuh dengan tato. Ditambah lagi tatapan nyalang dua orang tersebut sampai membuat tungkai kakinya begitu lemas tak bertenaga. Tapi dia akan mencobanya! "S s saya ingin m masuk kedalam."katanya gugup. "Mana kartu keanggotaan anda nona?"tukas sang penjaga dengan memicing tajam. "K k kartu a apa?" "Silahkan pergi nona!"usir sang penjaga tanpa menggubris pertanyaan Laras mengenai kartu anggota yang dimaksud. "B berapa saya harus membayar? Tapi ijinkan saya masuk kedalam,"pinta Laras memaksa. Lantas kedua penjaga tersebut pun saling pandang sembari tersenyum misterius dan mengangguk kan kepalanya. "Satu juta, Anda boleh masuk kedalam. Jika tak ada uang! Segera enyah dari tempat ini."sahut sang penjaga ketus sambil menyeringai tipis. ( Apa! Satu juta.) Bathin Laras menjerit kaget mendengar nominal untuk bisa masuk kedalam club. Bagaimana ini? apa dia iyakan saja! Akhirnya dengan segala rasa penasarannya yang membumbung tinggi. Laras pun mengiyakan permintaan dari dua laki-laki yang menjadi penjaga di pintu club. Untuk membayar dengan nominal satu juta rupiah untuk bisa masuk kedalam club. Padahal dia tidak memiliki banyak uang! Dia hanya membawa uang tunai sekitar satu juta lima ratus rupiah, itu pun sisa dari gajinya sebagai asisten koki di restoran elite. Haiiss!! Persetan dengan uang nya. Yang terpenting dia ingin segera menjadi pengunjung club tersebut, Dengan tujuan untuk menenangkan pikiran juga penasaran dengan kehidupan didalam sana. Apakah begitu menyenangkan? Sebabnya Laras banyak melihat pasangan muda-mudi juga kaum kaum sosialita. Tertawa terbahak-bahak sambil bergandengan manja dengan pasangannya ketika mereka keluar dari club tersebut. Hhhh...hemm.. Laras pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan-lahan seraya memejamkan matanya sejenak kemudian berkata pada dua penjaga tersebut" baik saya setuju. Apakah harus bayar di sini? Atau didalam club? Rasanya tak etis om, jika pembayarannya dilakukan didepan pintu masuk."sindir Laras penuh penekanan. Dan dua penjaga tersebut hanya terkekeh geli menanggapi sindiran dari gadis polos yang mencoba untuk masuk kedalam dalam hiruk pikuk dunia malam. Oh, mungkin sang gadis tengah dilanda gundah gulana atau putus dengan sang kekasih? "Ikut saya nona!"kata penjaga yang satunya guna mengajak Laras untuk masuk kedalam club. Lantas Laras pun hanya mengangguk kan kepalanya dengan berjalan di belakang punggungnya sang penjaga. (Hueekk.. uhhh.. sungguh jijik) Bathin Laras ngedumel geli melihat pemandangan didepannya matanya. Seorang laki-laki dan wanita yang sedang berciuman bibir dengan tangan sang pria berada di sekitar kemaluan sang wanita. Dan kondisi sang wanita pun sungguh membuat Laras seketika kaget dengan membelalakkan kedua matanya hendak keluar dari tempatnya. Bagaimana tidak kaget jika sang wanita mengangkat bajunya keatas hingga terpampang jelas kedua aset kembarnya yang ukurannya begitu besar. Uhh.. jijik sekali Lantas sang penjaga pun mengajak Laras ke seorang bartender yang menyiapkan segala racikan minuman yang tersedia di klub tersebut. Kemudian entah apa yang di bicarakan oleh mereka berdua hingga terkekeh kecil seraya menatap dominan kearahnya. Namun Laras menanggapi nya cuek tak peduli, selagi mereka tak berbuat hal-hal senonoh terhadapnya biarkan saja. "Nona kau bisa memesan minuman apapun terhadapnya --->tunjuknya pada sang bartender. Atau jika kau ingin merasakan minuman untuk menghilangkan segala permasalahan mu. Dialah orang yang tepat!"beritahu sang penjaga dengan mengarahkan pandangannya pada sang bartender. "Dan untuk pembayarannya. Bisakah anda memberikan uang nya sekarang.!"pintanya datar. Lantas Laras pun merogoh saku jeans nya untuk mengambil beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu bercampur dengan seratus ribuan. Dan segera memberikannya pada sang penjaga seraya berkata. "Ini untuk pembayarannya, dan bisakah tinggalkan saya sendiri!"tekan Laras dengan meletakkan uang nya diatas meja. "Tentu. Selamat bersenang-senang nona."tanggap sang penjaga dengan melengos pergi sambil mengambil beberapa lembar uang diatas meja. Dan tersenyum begitu tipis dengan seringai jahat tanpa disadari oleh sang empu. "Ini minuman untuk Anda nona. Spesial dari saya, sebagai salam perkenalan."kata sang bartender tersenyum manis sambil memberikan segelas minuman berwarna merah dihadapan Laras. "T t tapi saya b belum memesannya?"bingung Laras gugup namun sedikit menatap sang bartender dengan memicing curiga. "Oh, hehe.. Anda tidak usah khawatir nona. Karena sebelumnya rekan kerja saya sudah memberitahunya."jawab sang bartender seraya menggaruk tengkuknya namun sedikit tak nyaman dengan tatapan intimidasi dari gadis didepannya. "Santai saja nona. Nikmatilah kesendirian Anda dengan ditemani segelas minuman yang akan membuat Anda merasa plong."Sambarnya yakin. "Apakah ini mengandung alkohol? "No alkohol!"jawab sang bartender tegas dan lugas. Kemudian Laras pun mencecap sedikit minuman kedalam mulutnya. iuhh.. minuman apa ini? Kenapa kok rasanya seperti ini? tidak enak! pahit. Hingga tiba-tiba?? "Hy apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!! "SIALAN!! APA YANG LAKUKAN?? "LEPAS!! LEPASKAN AKU!! SIAPA KALIAN HAH?? "PLAK PLAK CUIHHH.. Laras pun tersentak kaget seketika para gerombolan pria berpakaian serba hitam menyeret-nyeret tubuhnya hingga keluar dari club. Dan memasukkan nya kedalam mobil. Kemudian Laras pun berusaha sekuat tenaga untuk bisa terlepas dari segerombolan pria tersebut dengan meronta-ronta kan tubuhnya juga menendang nendang kakinya kearah mereka. Dan entah keberanian dari mana tiba-tiba Laras menampar kuat kedua pipi satu pria yang sedang memegang pergelangan tangannya sampai meludah tepat diwajahnya sang pria. "KURANG AJAR!! KEPARAT KAU JALANG!"murka sang pria dengan menyorot tajam ketika mendapat tamparan juga semburan air liur dari sang gadis tepat diwajahnya. Kemudian?? PlAK PLAK.. BUGH. "AWWW..."jerit Laras meringis sakit. Tiba-tiba?? BRUK! Laras pun jatuh tak sadarkan diri ketika mendapat balasan atas apa yang dilakukannya terhadap pria tersebut. KEMBALI KE KAMAR HOTEL. "Bodoh bodoh! Untuk apa dia melakukan semua itu? Hanya karena merasa sakit hati akan penghianatan mereka,"ucap Laras seorang Diri seraya memukul mukul pelan kepalanya ketika mengingat semua yang terjadi, hingga dia terdampar ditempat ini dalam keadaannya yang jauh dari kata baik-baik. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° HY JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. SALAM DUNIA HALU °<°