seorang Cowok yang mencintai gadis kejam tapi banyak nya kesalah pahaman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Maa! Aku mau!!!" Duan Natap mama nya
"Biar mama!! Ayok-ayokk!!" Mama narik tangan Lilis
"pelan-pelan ma narik nya!!" Duan khawatir sama istri nya yang hamil besar dan terpaksa mengikuti mereka berdua
Sampai depan rumah Taevin
"besar juga rumah nya!" mama kagum sama rumah nya
"Gimana gak besar Nama nya Aja Rumah CEO Kim!" Duan bicara spontan tapi bikin mama Nya shock
"CEO Kim yang paling kaya itu?" Mama shock
"hmm"
"Pacar teman mu?"mama natap Lilis
"Hmm benar" Lilis ngangguk
"wahhh, Aku pernah dengan pacar nya yang berhasil membuat CEO Kim membatalkan perjodohan nya itu kan?" Mama natap Lilis
"benar-benar sekali mama" Lilis senyum
"wahhh, Hebat sekali!!" Mama Duan senyum
"Panjat!!" mentempeleng Duan
"aku?" Duan natap mama nya
"Terus kamu mau mama gitu yang manjat?, dasar bocah durhaka!!" Mama mentempeleng Duan
"baik-baik!!" Duan lalu manjat dan ngambil buah dan ngambil 2 buah
"Yang banyak!!" Lilis kesal
"benar-benar!!, Kenapa kamu sangat lambat!! Cepat lahhh!! Panas ini!!" Mama Duan kesal
"Aihh! Maa! aku juga lagi usaha ini!!" Duan meringis di atas karena Banyak semut
"Ini demi cucu!!"
"aku anak mu!!" Duan bicara di atas pohon
"Cepat!!!"
"iya!!"
Selesai ngambil buah mereka kembali ke rumah.
Sementara jenisa Asik depan komputer di ruangan Taevin main game dan di temanin Asisten nya Taevin, dan Taevin pergi Rapat sebentar tapi pintu di sengaja di bukak agar terdengar suara di Luar, juga pintu ruangan Taevin di bukak agar suara jenisa terdengar, dan sering terdengar suara jenisa teriak senang karena bisa mengalahkann musuh.
"Hahahaha aku hebat!!!" jenisa senang
"Ehh! Kita main!" Jenisa natap Asisten nya
"Cuma satu itu di sini!!" Asisten nya natap Jenisa
"Kamu pake laptop!" jenisa mengambil laptop di atas meja milik CEO.
"Nona!! Ini laptop penting milik bos! Mana berani saya nyentuh nya nona, di dalam nya ada proyek jutaan!" Asisten natap Jenisa
"Kalo gitu kamu pake komputer nya!" Natap asisten Taevin
"Baik" asisten nya langsung ngambil kursi dan duduk samping Jenisa dan mereka mulai bermain Berdua sebagai musuh dan saling menyerang, Sekarang suara Asisten nya yang terdengar karena satu musuh di bunuh kepala asisten nya di bukul pake Berkas proyek yang mahal milik Taevin tapi di buat bermain buat jenisa.
"Aduhh nona! itu proyek mahal!" Asisten nya Malah ketakutan
"aduhh!!" asisten nya teriak saat kepala nya di pukul
"Kenapa? ayok main lagi!!" Jenisa semangat
sementara di ruang rapat.
"Yaampun bukan nya itu suara adek mu?" Vina natap jiaqi
"iya" jiaqi berbisik
"Seperti nya dia lagi main game" bisik jiaqi ke Vina
rapat pun berhenti dan Taevin masuk keruangan nya, dan asisten nya Udah stress karena slalu kalah.
"Berkas itu?" Taevin natap berkas memukul kepala Asisten nya
Taevin mau ngambil nya tapi jenisa malah gak mau.
"Apa ini penting?" Jenisa natap Taevin
"Kalo kamu mau buat kamu" Taevin senyum lalu duduk dan Jenisa memukul asisten lagi dan gak sengaja laptop Taevin yang baru-baru ini banyak proyek di dalam nya tertumpah minuman es milik Jenisa, dan jenisa sama asisten nya langsung pada panik dan sama-sama berdiri diam seperti takut di marahi mama nya, Taevin lalu berdiri dan Mengambil laptop itu dan ngasih nya ke asisten nya.
"perbaiki" Ucap Taevin natap asisten nya, asisten nya dengar itu langsung lega.
"kalo bukan nona mungkin udah mati di tempat" Ucap asistennya dalam hati sambil pergi
"Gak papa" Taevin senyum megang tangan jenisa
"Aku senang kamu mau bermain di perusahaan ini" Taevin senyum
"baik" jenisa senyum lalu duduk Lagi
malam Hari
"kamu seharian ini tumben gak pulang ke rumah?" mama natap Jenisa.
"aihh ma! Mama tau! Perusahaan Kim yang terkenal paling besar di kota ini dan paling kaya di kota ini, mama tau? Jadi tempat bermain di buat nya!" jiaqi natap mama nya sambil nunjuk jenisa
"Kenapa? kamu iri?" jenisa natap jiaqi
"Siapa yang iri!" Jiaqi natap jenisa
"Mending kamu belajar ke sana cara nya kerja di perusahaan! Jangan sampai nanti kamu sama Taevin slalu bergantung sama nya!" mama natap Jenisa
"Benar!, Orang kaya itu gak ada yang baik!! apalagi nanti pasti punya selingkuhan!" jiaqi natap jenisa.
"Tapi aku bisa kerja!" jenisa natap mereka
"cuma melukis?"
"Kenapa? lukisan ku kalo kujual 1 aja Bisa tembus jutaan! apalagi kalo ku jual banyak, karena aku fokus kuliah aja makanya aku malas kerja!!!" jenisa natap jiaqi
"udah-udah!! Apa yang di bilang kakak mu benar!, Kita gak bisa bergantung ke cowok aja! Nanti kalo cowok itu mengalami suatu masalah hidup kita bisa membantu" mama natap Jenisa
"baik ma" jenisa ngangguk lanjut makan
"Kata nya kamu mau joging ya besok?" mama natap Jenisa
"benar" jenisa senyum
"pasti sama Taevin lagi! aihh!!" jiaqi nyindir
"Ehh! Aku joging sama Lilis!, Karena tempat kami joging banyak makanan" Jenisa senyum
"Joging apa nambah lemak Lo?" Jiaqi natap Jenisa
"dua-duanya" jenisa ketawa kecil
Besok harinya, Jenisa kerumah Lilis naik sepeda dan Ternyata Rosyi ada juga di sana.
"Tumben kamu mau ikut!" jenisa nyindir Rosyi
"Gue lagi bete! Tau!!" Rosyi natap jenisa
"kenapa, Alex ganggu Lo lagi?" jenisa natap Rosyi
"Dia Kemaren Minta aku Jadi tunangan nya!, Terus malam nya papa nya yang udah pensiun itu datangi aku! menghina keluarga aku! Minta aku Jauhi Alex!, dan kasih Aku uang jutaan! Yaa aku awal nya gak terima tapi kalo misal nya berhenti aku juga gak punya uang, yaudah deh ku terima aja!" rosyi natap mereka
"Ehh! Kerja tempat Taevin aja!" Jenisa natap Rosyi
"emg dia mau?"
"Yaelahh! Ini leluhur nya! Masa dia gak mau!" Lilis natap rosyi
"Nanti deh kita atur!" Rosyi senyum
"Baik" jenisa senyum
"yokk!" Lilis semangat dan narik jenisa sama Rosyi
"lohh kita jalan kok suami Lo naik sepeda gak sportif banget!" Jenisa natap Duan
"Ehh! Gue dengar ya!!" Duan natap Jenisa
"Yaa emg gue sengaja biar Lo dengar!" Jenisa natap Duan
"Ini sepeda buat bawain dia nanti! Kalian pikir dia Gue mau ikut joging sama cewek-cewek penggosip kaek kalian ini!!" Duan nunjuk mereka satu persatu
"gak ada amal baik yang dapat di ambil dari kalian!!" Duan kesal
"Alahh! Kadang Lo juga kepo!" rosyi natap Duan
"yaa nama nya juga manusia!" Duan bicara pelan
"apa? Manusia? dihh!!" Jenisa kesal