NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjaga Berseragam Biru dan Hierarki Konyol

Setelah menghabiskan hidangan mewah hasil dari perasan koin emas kelompok Wang Hu, Li Fan dan Jin Tianyu tidak langsung menjelajahi tempat itu. Hari sudah mulai petang, langit di atas Gunung Awan Azure perlahan diselimuti warna jingga kemerahan yang memantul indah di permukaan air sungai. Keduanya memutuskan untuk menyewa sebuah kamar penginapan untuk dua orang yang terletak tidak jauh dari kedai. Kamar itu memiliki ranjang batu giok yang memancarkan suhu hangat, sangat cocok bagi mereka berdua untuk beristirahat dan mencerna makanan dalam jumlah besar yang baru saja mereka telan.

Malam berlalu dengan tenang. Jin Tianyu yang kelelahan karena pertumbuhan fisiknya mendengkur pelan, sementara Li Fan bermeditasi ringan menyerap Qi murni yang mengalir bersama kabut malam.

Keesokan harinya, saat fajar baru saja menyingsing, Li Fan dan Jin Tianyu melangkah keluar dari penginapan untuk mulai menjelajahi Pos Kedua secara menyeluruh. Berbeda dengan suasana di Pos Pertama yang terasa kumuh dan dipenuhi aura keputusasaan, suasana di Pos Kedua ini memancarkan aura kompetisi yang jauh lebih tajam. Udara di sini terasa lebih berat, namun sekaligus jauh lebih menyegarkan bagi meridian mereka.

Saat berjalan menyusuri jalan setapak yang berlapis batu rapi, Li Fan menyadari ada pemandangan yang sedikit berbeda. Di beberapa sudut jalan dan persimpangan, ia melihat banyak pemuda dan pemudi berusia sekitar delapan belas hingga dua puluh tahun berdiri dengan postur tegap. Mereka semua mengenakan seragam jubah berwarna biru muda yang seragam, lengkap dengan lambang awan putih yang disulam dengan benang perak di dada kiri mereka.

Dari fluktuasi energi yang dipancarkan secara tidak sengaja oleh tubuh mereka, Li Fan dengan wawasannya yang tajam langsung mengenali tingkat kultivasi mereka.

“Mereka berada di tahap Qi Gathering tahap awal,” batin Li Fan sambil menatap salah satu penjaga yang sedang bersandar di bawah pohon bambu ungu. “Menurut informasi kemarin, mereka pasti adalah murid dalam sekte yang tinggal di Lembah Luar, tepat di bawah lima puncak utama gunung Sekte Awan Azure.”

Kehadiran para murid resmi berseragam biru muda ini berfungsi sebagai penjaga keamanan. Mereka ditugaskan di sini untuk memastikan tidak terjadi kerusuhan besar, perkelahian massal yang merusak fasilitas, atau bahkan insiden pembunuhan di antara para calon murid. Mengingat sebagian besar calon murid di sini adalah anak-anak bangsawan yang arogan dan penuh ambisi, bentrokan mematikan sangat rentan terjadi.

Sambil berjalan menuju muara sungai, Li Fan merenungkan sistem cerdas sekte ini dan mau tidak mau merasa kagum dengan pola pikir para petinggi Sekte Awan Azure. Sistem gravitasi dan tekanan spiritual yang diterapkan di Pos Kedua ini tidak hanya berfungsi sebagai penyaring bakat, tetapi juga sebagai tempat adaptasi.

Saat Upacara Penerimaan Murid nanti di puncak gunung, para calon murid akan dihadapkan pada tekanan spiritual yang sangat mengerikan, biasanya berasal dari aura kultivator tingkat Core Formation. Bagi manusia fana yang belum terbiasa, hantaman aura sekuat itu bisa meremukkan organ dalam atau bahkan membuat mereka meledak di tempat. Dengan adanya latihan tekanan di sungai dan air terjun Pos Kedua ini, tubuh dan mental mereka perlahan akan terbiasa.

Ini adalah langkah cerdas dari pihak sekte untuk meminimalisir korban tewas. Bagaimanapun juga, meskipun hukum rimba bahwa yang terkuat yang bertahan tetap berlaku di dunia kultivasi, sekte besar seperti Awan Azure tetap harus menjaga hubungan baik dengan dunia fana. Banyak calon murid berasal dari klan-klan fana yang kaya dan tersohor. Jika terlalu banyak anak bangsawan yang mati konyol saat ujian masuk, sekte akan menghadapi masalah reputasi. Manusia fana memandang kultivator sebagai dewa dan pelindung mereka, sementara sekte kultivator sangat membutuhkan dukungan logistik, uang, dan pasokan darah segar dari klan fana. Keduanya terikat dalam rantai simbiosis mutualisme yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.

Langkah Li Fan dan Jin Tianyu akhirnya membawa mereka ke area sungai yang lebar. Pemandangan di sana cukup menakjubkan. Ratusan calon murid tampak duduk bersila di atas bebatuan licin yang menonjol di tengah aliran sungai yang dangkal namun beraliran deras. Wajah mereka terlihat pucat, tubuh mereka sesekali bergetar hebat menahan dinginnya air dan beratnya tekanan gravitasi yang memusat di area ini.

Li Fan mencoba melangkah mendekati bibir sungai. Tepat saat kakinya menginjak bebatuan basah, ia merasakan tubuhnya seketika menjadi dua kali lipat lebih berat. Udara di sekitarnya menekan ke bawah bagaikan bongkahan timah yang tidak kasat mata.

“Menarik,” gumam Li Fan sambil tersenyum tipis. “Semakin dekat ke arah air terjun raksasa itu, dan semakin dalam masuk ke Gua Napas Naga, maka gravitasinya akan berlipat ganda. Ini adalah tempat penempaan tulang yang sempurna.”

Saat Li Fan sedang mengamati lingkungan sekitarnya, perhatiannya tiba-tiba teralihkan oleh suara keributan dari arah sekumpulan orang yang berkerumun di dekat dasar air terjun. Berbeda dengan area sungai yang dangkal, tempat di mana kerumunan itu berkumpul berhadapan langsung dengan hantaman air terjun utama.

Li Fan melangkah mendekat, diikuti oleh Jin Tianyu yang menggaruk-garuk kepalanya karena merasa langkahnya sedikit berat. Di tengah kerumunan itu, semua mata tertuju pada seorang calon murid pria berbadan tegap yang sedang duduk bersila tepat di bawah gempuran air terjun secara langsung.

Berton-ton air menderu turun dari ketinggian ratusan meter, menghantam pundak dan punggung pria itu dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Pria itu bertelanjang dada, memperlihatkan otot-ototnya yang menonjol seperti akar pohon tua. Tubuhnya diselimuti oleh lapisan tipis Qi yang berusaha menahan hantaman air tersebut.

“Luar biasa! Kakak Lei Bao sudah bertahan selama tiga puluh menit!” puji seorang murid di pinggir sungai dengan mata berbinar kagum.

“Tentu saja! Dia adalah peringkat pertama di antara seluruh murid gagal di Pos Kedua ini! Tidak ada yang bisa menandingi ketahanan fisiknya. Bahkan beberapa murid dalam penegak hukum sangat menghormatinya!” sahut murid lainnya dengan bangga.

Mendengar percakapan itu, Li Fan nyaris tersedak ludahnya sendiri. Alisnya terangkat sebelah membentuk raut wajah yang sangat skeptis.

‘Peringkat pertama murid gagal?’ batin Li Fan dengan nada mencemooh yang luar biasa tebal. ‘Gelar idiot macam apa itu? Membanggakan diri sebagai yang terbaik di antara sekumpulan sampah yang dibuang tidak akan membuatmu menjadi emas. Ini sungguh konyol.’

Waktu terus berlalu. Li Fan melipat tangannya di dada, ingin melihat sampai sejauh mana batasan pria bernama Lei Bao itu. Setelah tiga puluh menit berlalu, wajah Lei Bao mulai menunjukkan ekspresi muram. Urat-urat di dahinya bermunculan dan napasnya mulai tidak beraturan. Lapisan Qi di tubuhnya semakin menipis tergerus oleh tekanan konstan dari air terjun.

Ketika waktu mencapai menit keempat puluh lima, Lei Bao akhirnya mengerang keras. Ia tidak kuasa lagi menahan tekanan mematikan itu dan langsung melompat keluar dari bawah air terjun. Ia mendarat dengan kasar di atas bebatuan, terengah-engah hebat bagaikan ikan yang terlempar ke daratan. Seluruh tubuhnya memerah akibat hantaman air es.

Beberapa rekannya segera berlari menghampirinya, membawa handuk kering dan botol berisi ramuan penghangat.

“Berapa... berapa lama aku bertahan kali ini?” tanya Lei Bao dengan napas putus-putus sambil menatap tajam ke arah rekannya yang memegang sebuah jam pasir pengukur waktu.

Rekannya menelan ludah dengan gugup sebelum menjawab. “Ehm, Kakak Lei... waktu Anda persis empat puluh lima menit. Belum ada peningkatan dari rekor Anda tiga hari yang lalu.”

Mendengar jawaban itu, ekspresi Lei Bao langsung berubah menjadi sangat gelap. Ia merebut handuk dari tangan rekannya dengan kasar dan membantingnya ke tanah. Umpatan kasar meluncur dari mulutnya, memperlihatkan betapa kesal dan frustrasinya pria tegap tersebut. Rekor yang tidak kunjung bertambah itu seolah menjadi pengingat yang menyakitkan akan batas kemampuannya yang menyedihkan.

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!