NovelToon NovelToon
Love At Twilight

Love At Twilight

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Diusianya yang tak lagi muda, Sabrina terpaksa mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah terajut 20 tahun lebih lamanya.

Rangga tega bermain api, semenjak 1 tahun pernikahnya dengan Sabrina. Dari perselingkuhan itu, Rangga telah memiliki seorang putri cantik. Bahkan, kelahirannya hanya selisih 1 hari saja, dari kelahiran sang putra-Haikal.

"Tega sekali kamu Mas!" Sabrina meremat kuat kertas USG yang dia temukan dalam laci meja kerja suaminya.

Merasa lelah, Sabrina akhirnya memilih mundur.

Hingga takdir membawa Sabrina bertemu sosok Rayhan Pambudi, pria matang berusia 48 tahun.

"Aku hanya ingin melihat Papah bahagia, Haikal! Maafkan aku." Irene Pambudi.

..........................


"Tidak ada gairah lagi bagi Mamah, untuk menjalin sebuah hubungan!" Sabrina mengusap tangan putranya.

Apa yang akan terjadi dalam kehidupan Sabrina selanjutnya? Akankah dia mengalah, atau takdir memilihkan jalannya sendiri?

follow ig @Septi.Sari21

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Langkah Irene berhenti, kala melihat~H2 One baru saja keluar dari ruang ganti disebrang. Haikal dan Haris keluar tidak sendiri, mereka bersma anak-anak basket lainnya dari ruang ganti. Namun yang menjadi tujuan Irene saat ini adalah Haikal. Dia sedikit merapikan rambutnya, sambil menatap kaca jendela disamping.

"Haikal ...." teriak Irene, langsung bergegas berlari kecil menuju tempat Haikal.

Mika yang berlari agak tertinggal, mencoba mengejar dua temannya, walaupun langkahnya tertatih, akibat banyaknya beban yang dia bawa.

"Ada apa, Irene?" tanya Haikal menatap kearah Irene sekilas, namun tatapanya langsung tertuju pada Mika yang sedang membawa beberapa barang milik temannya itu.

"Kamu nanti mau latihan Basket?" tanya Irene dengan wajah malunya, sambil menautkan jemarinya kedepan.

Haikal mengangguk lemah, sedikit menyungging senyum tipis.

Ditengah repotnya membawa barang ditubuhnya, hingga tas yang ditenteng pada lengannya sedikit merosot, Mika kembali membenarkan posisinya, sambil menaikan sedikit kacamata bacanya. Wanita berkepang dua itu, terlihat memfokuskan pandangannya pada nama yang tertea diseragam milik Haikal dan Haris.

'Oh jadi namanya Haikal! Dia kekasihnya Irene.' gumam batin Mika. Namun setelah itu, dia menatap kearah Haris.

Sejak masuk dikelas barunya, Mika langsung jatuh hati terhadap sikap gentle Haris. Menurutnya, Haris adalah sosok pria yang begitu tenang, dingin, begitu sulit sekali ditebak. Karena posisi bangku Haris yang berada disebelah bangku Mika, jadi Haris kerap sekali membantu Mika. Karena dia adalah ketua kelas, dan bertanggung jawab membantu para siswa baru yang tidak terlalu mengerti. Walaupun terkesan dingin, namun perhatian yang Haris tunjukan selama kelas berlangsung, hal itu rupanya membuat Mika salah mengartikan. Dan sialnya, Mila.malah jatuh hati kepada pria kutub itu.

Sementara yang ditatap, Haris hanya bersikap acuh, seolah tidak kenal Mika sebelumnya. Pikir Haris, dia akan bersikap semestinya didalam kelas saja. Sementara diluar, dia bersikap masa bodoh, acuh, dan begitu irit sekali berbicara.

"Haikal, nanti semangat ya mainnya-"

"Irene, ambil tas milikmu dari tubuh temanmu itu! Belajarlah lebih tanggung jawab!" sela Haikal sedikit menahan kesal, hingga dia hanya mampu menggelengkan kepala, melihat sikap bodoh Mika saat ini.

Setelah itu dia langsung meneruskan kembali jalannya bersama Haris.

Huh ...

Desah Irene dalam. "Ck! Kamu pasti sengaja 'kan, Mika? Kamu pasti sengaja menampakan wajah melas didepan Haikal dan Haris tadi. Iya 'kan?" sentak Irene seraya membalikan badan.

Mika menggelengkan kepala cepat. Dia sedikit menunduk ketakutan, sambil menjawab, "Nggak kok, Irene! Aku sama sekali nggak keberatan!"

"Jagan senang mendapat pembelaan dari Haikal! Haikal itu kekasihku! Dan jangan pernah kamu menampakan wajah melasmu ini, jika bertemu kekasihku lagi," tekan Irene, sambil menonyor kepada Mika.

Karena merasa kesal, setelah itu Irene dengan cepat langsung menyambar tasnya dari lengan Mika, dan diikuti oleh Eca. Setelah itu, dia dan Eca langsung melenggang pergi dari hadapan Mika, tanpa sepatah kata apapun.

Wajah Mika terlihat kecewa. Sudah badanya terasa pegal, karena sejak tadi disuruh Irene terus, kini dia malah ditinggal sendirian.

"Mika ...." sapa salah satu teman satu kelas Mika, yang kini baru saja berhenti disamping tubuhnya.

Mika menoleh, sedikit mengerjab. Ada dua temannya disana. Namanya Angel dan Rahel.

"Dimana Irene, dan Eca?" tegur Rahel menatap bingung.

"Aku ditinggalkan mereka," lirih Mika sambil menaikan kacamatanya kembali.

"ikut kita saja, kebetulan kita akan melihat latihan Basket!" ucap Rahel tersenyum.

"Apa tidak apa-apa, aku ikut kalian?" tanya Mika dengan hati-hati.

"Aku bukan Irene, Mika! Sudah, ayo ...." ajak Angel menarik tangan Mika.

Namun sebelum mereka kelapangan Basket, Angela menuju kantin terlebih dahulu untuk membeli sebuah minuman. Hati Mika tergerak untuk membeli sebotol minuman juga. Dia harap, Haris akan mau menerima pemberiannya nanti.

Setelah selesai, mereka bertiga langsung menuju lapangan Basket, yang dimana sudah ada banyak anak-anak yang melihat latihan Haikal.

Mika, Angel, dan Rahel mengambil duduk berjejer paling depan, tampak antusias melihat latihan teman-temannya saat ini. Mika sejak tadi mengembangkan senyum bangga, disaat melihat Haris begitu lihai memantulkan bola basket ditangannya.

Dan kebetulan, disaat Haikal berhasil melemparkan bola tersebut didalam ring, semua anak bersorak ramai menyemangati. Haris juga ikut bangga merengkuh sekilas pundak temannya. Dan begitu dia berbalik, tatapannya langsung terkunci oleh tatapan Mika disebrang.

Melihat Haris berjalan mendekat kearah tempat duduknya. Sontak saja Mika langsung bangkit, dengan tangan membawa sebotol minum tadi. Senyum Mika merekah indah, seraya ingin beranjak dari tempatnya.

Namun, senyum cerah itu luntur seketika, kala Haris malah menerima uluran air minum dari tangan Angel.

"Thanks, Ngel!" ucap Haris dingin, sambil melirik kearah Mika.

Menyadari itu, Haikal kemudian mendekat. Dia kangsung menyambar botol minun mikik Mika.

Srettt!

Mika terperanjat, hingga kepalanya menoleh kesamping. Dia tidak menyangka, Haikal dapat bersikap lebih dengannya.

"Nggak masalah, kan ... Aku minum?" tanya Haikal menatap Mika.

"Ngak papa kok. Minum saja!" jawab Mika sedikit menunduk.

Drrt.. Drrt..

Ponsel Mika yang berada didalam tas ranselnya, kini terdengar bergetar nyaring, hingga membuat fokusnya teralihkan. Tanpa berpikir lama, Mika langsung saja mengangkat ponselnya, karena sang Mamah lah yang baru saja menelfon.

📞 "Hallo, Mah ... Ada apa?" jawab Mika seraya berjalan sedikit menjauh.

"Kenapa belum pulang, Sayang? Apa ada yang membullymu lagi? Ceritakan saja sama Mamah!" ucap Mamah Mika disebrang.

📞 "Nggak ada, kok Mah! Mamah tenang ya ... Ini temen Mika semuanya baik kok!" adunya pada sang Ibu.

"Oh ya, apa kamu tadi sudah menelfon Papah, Sayang? Bagaimana?" Aruna sangat antusias sekali menanti jawaban sang putri, tentang suami sirinya itu.

Senyum manis Mika perlahan hilang. Dia menunduk sekilas, sambil menjawab, 📞 "Sudah, Mah! Papah belum bisa pulang untuk sementara waktu."

"Ya sudah, nanti biar Mamah yang berbicara! Jangan terlalu larut pulangnya!" Lagi-lagi Aruna harus menahan kepahitan dalam rumah tangganya.

Setelah itu, Ibu Mika yang tak lain Aruna Dewi ... Kini dia langsung memutus panggilan telfonnya. Wanita dewasa itu segera bangkit dari duduknya disofa depan, karena dia juga baru pulang bekerja.

Aruna berjalan menuju teras depan, mencoba mengotak atik ponsel, sepertinya menghubungi seseorang disebrang. Namun sialnya, sudah beberapa kali memcoba, tidak ada satu pun yang terjawab.

"Kenapa ponselnya mas Rangga dimatikan? Kemana dia?" guman Aruna, sedikit menahan rasa geram, karena Rangga tidak mengaktifkan ponselnya.

Dari arah gerbang, masuk sebuah mobil bewarna putih. Orang didalamnya segera turun, meski merasa sedikit lelah, harus menghadapi kenyataan yang menyulitkan pagi si pemilik rumah.

Aruna mendesah dalam, karena dia tahu siapa pemilik mobil itu. Mau tidak mau, dia harus mempersiapkan mentalnya, karena sang kakak pasti akan mencercanya sepertu waktu lalu.

1
Elly Irawati
critanya sangat menarik sekali 🥰🥰 bikin baper best😭😭 tlong ya sering" update biar ndx pnisirin critanya🤭 ndx PP deh diksih sehari 2/3 bab😂😂
Bunda
ijin baca kak🙏🏻
yumi chan
wLapun mika beranggp gk slh..ttp aja slh ..ank mna yg akan mau mnbgi ksh syg bpknya...db mliht luka ibuknya..tdk ada ank yg mdh merima bgitu saja..bnci itu msti ada..kalau aku jg haikl pintu maaf itu slit merima..atas perbtan mrka.
Septi.sari: nggak semua kesalahan berakhir dengan kata maaf🤧🤧🤧 kasian, Haikal pasti hancur
total 1 replies
Lee Mbaa Young
jd mika anak pelakor. kok bisa ya anak anak pelakor itu Pede pede dan gk merasa bersalah dng anak sah.
hnya dng kata maaf di pikir semua akn kembali. huuhhh mungkin anak anak sprti mika bgitu dah hilang rasa malu nya. ya gimana ibu nya saja jd pelakor gk malu kok.
Nurhayati Sobana
Rayhannya kayak anak kecil kalau mau serius masak Sabrina dipecat dari pekerjaannya dengan alasan gak masuk akal, harusnya kalau mau melamar,, lamar aja,mkalau udah kawin baru Sabrina resign jadi nama Sabrona tètap bagus di kantor,, dasar aki2 kolot ke bocah2an
Septi.sari: Kak, semuanya sudah di handle.ama.Rayhan 🤣🤣
total 1 replies
yuli a
Semangat kak...Tambah Menarik ceritanya....
Septi.sari: kak makasih, peluk jauh🤗❤❤❤
total 1 replies
Bunda Iwar
Luar biasa
Septi.sari: Kak syukron bintang lengkapnya❤❤❤
total 1 replies
yumi chan
lbh baik nsp mu kyk gitu aruna dr pd km jd plkor...jngn sampk aja ank km tau nanti nsp mu..
Septi.sari: malang betup nasibnya kak🤧
total 1 replies
Becce Ana'na Puank
Luar biasa
Septi.sari: syukron kak bintangnya❤❤❤
total 1 replies
retiijmg retiijmg
kasihan aruna kyknya dijual sm pria itu..
coba klo nurut kakaknya
retiijmg retiijmg: kshan kak terlepas dr sikap aruna yg gak baik
Septi.sari: benar kak, dijual 🤧
total 2 replies
retiijmg retiijmg
haikal & irene berpikir bijak gak mau egois.
smoga diksh yg terbaik.
liat aruna kshan juga ditinggalin sndirian
Septi.sari: kak, lebih kasian si Mika🤧
total 1 replies
retiijmg retiijmg
Luar biasa
Septi.sari: syukron kak bintangnya❤❤❤
total 1 replies
retiijmg retiijmg
kshan irene sm haikal klo sm papa n mamanya menikah..
rangga tanggung jwb juga ya smua asetnya buat anaknya dr istri sah..
ceritanya bagus lho..
Septi.sari: iya kak, banyak sosok suami yang gagal, tapi tidak dengan peranya❤❤
total 1 replies
yumi chan
mika km jngn smpk mnghianati kebaikn sabrina...km hrus mnjauh mamimu agar hdp u gk tertekn...dn bt pak reyhan cpt lmr sabrina..agr rangga skit hti dgr mntnya mau nikh lg..
Septi.sari: hihi iya kak bener banget🤧🤧
total 1 replies
Rahma Yanti
Lumayan
april
hallo ka .. aku mampir
Septi.sari: selamat membaca kak, usahakan jangan loncat2 ya🤗🤗
total 1 replies
Sri Winda
haikal sama irene sungguh bijak sekali tidak mementingkan egonya....di sisi lain kasihan sama mika dia hanya korban ke egoisan orang tuanya lamjut thor💪🏼
Septi.sari: benar kak, kasian Mika🤧🤧😭
total 1 replies
Sri Winda
biarkan haikal sama irene jadi saudara tiri aja thor biar sabrina sama rayhan bahagia..lanjut💪🏼
Septi.sari: lucu tapi kasian ya kak🤧🤧
total 1 replies
Machmudah
mengalah aja anak2 biar mama Dan papah bahagia dl....anak2 pasti dpt yg lbh baik
Septi.sari: agak lucu tpi sedih ya kak😢🤧🤧🤧🤣
total 1 replies
Septi.sari
iya kak benci kali aku sama gina🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!