Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Disisi lain.
Anggra lagi duduk disofa sambil nonton TV. David datang menepeleng kepala Anggra dan duduk disampingnya.
“Ih. Bisa engga dateng-dateng dengan tenang. Jagan nepeleng dulu?”
tanya Anggra sambil kesal.
“Engga bisa. Soalnya seru “ ucap David songong.
“Dih. Nyebelin. Aku aduin bunda baru kapok” ancem Anggra.
“Idih. Ngaduan” ejek David.
David menarik tangan Anggra dan menyepitnya kepala Anggra di ketiaknya.
“Nih sekalian aduin. Aduin" kata David sambil menyitak kepala Anggra pelan.
Anggra meronta minta dilepas.
“Sakit tau” kata Anggra sambil mengusap kepala setelah lepas dari David.
“Aduh. Lemah pakaian aja laki-laki sabuk hitam, taekowndo tetap aja perempuan”
“Ya iyalah. Aku tetap wanita sejati” ucap Anggra angkuh.
“Iya iya wanita maskulin”
“Gitu amat. Gini-gini gua kembaran loe yang cantik”
“Dih cantik kek gini? Yang jelek kemana?”
“Kek kamu”
“Ya ya ya. Rin"
“Emm” ucap Anggra sambil main hape.
“Rin” pangil David lagi.
“Iya” jawab angra
“Rin”
“APA?” jawab Anggra marah dan melihat David.
“ Nah gitu dong lihat orangnya”
“Bodo amat"
“Gimana dengan pemain inti udah dapet? Udah lengkap?”
“Tinggal nunggu satu lagi"
“Semua udah dihubungin?"
“Udah. Aku buat grup aja kali ya?”
“Siapa aja pemain intinya?”
“Aku, Kamu, Variel, Bagas, Tion, Reki, Dedy, Afif, Jono, Rangga”
“abaru sepuluh, satu lagi siapa?”
“Dion”
"Dion? Oh kembaran Tion?” Anggra hanya menjawab deheman.
“Emang dia mau? Aku dengar dia pendiam?”
“Nah itu dia. Tion masih disuruh ngebujuk.”
“Kalau dia engga mau kekmana?”
“Opsi lainnya ya cari orang. Kalau engga ngambil adek tingkat”
“Oke. Kita latihan mulai besok kan?”
“Yap. Pulang sekolah. Jangan telat”
“Siap ketua"
“Ngomongin apa?” tanya Siska yang baru pulang dengan Parel dari makan malem dan duduk bergabung.
"Cuma ngomongin masalah pertandingan sepak bola bun” jawab David.
“Oooh. Sekolah kita ikutan toh?”tanya Parel m
“Pasti yah. Kapan lagi coba?” jawab Anggra.
“ Kamu Rin yang jadi kipernya? ” tanya Parel
“Iyalah yah. Siapa lagi emang?” kata Anggra. sombong
“ Dih sombong” Siska dan David bersamaa.
“Biarin"
“Terus bagaimana bandnya kalian? Bukannya mau tampil juga?”
“Band? Tampil masih tahun depan bun. 8 bulan lagi” jawab Anggra.
“Insya Allah masih sempat latihan kok, bun” ujar David.
“Bagaimana makan malamnya bun?”
“Ya kek gitu. Makan. Mau kek mana lagi?” jawab Siska.
Anggra mulai kesal soal jawaban siska engga sesuai dengan yang diharapkan.
“Iya in aja, Rin. Bunda memang selalu benar” ucap David.
Parel hanya senyum-senyum “Iya engga yah?” lanjut David.
“Lah kok ayah kena?”
“Ya salah ayah lah ikut- ikut ketawa” ujar David membuat Siska melihat Parel.
“Lah emang kenapa kalau ketawa? engga salah kan?”
“Engga papa sih yah ketawa. Cuma ayah lagi ngejek bunda. Marahin bun” kompor Anggra.
“Kompor.. Meledak entar” ejek David
“Bun. Tadi David, bun ngeyitak kepala Rini, bun” adu Anggra pada Siska “Marahin, bun” lanjutnya
“Dih ngaduan” kata Parel dan David bersamaan.
“Bun, kata David dia engga takut sama bunda"
“ Lah kapan? Aku engga ngomong itu kok, bun”
“Kalian ini. engga bisa tenang”
"Yuk mas. Tidur aja" ajak Siska.
“Lah bunda mau kemana?” tanya Anggra.
“Bobo lah. Dari pada ngelihatin kalian berantem” jawab Siska.
“ Terus ayah ikut gitu?” kini David yang bertanya.
"Ya. terserah ayah kalian lah" jawab Siska.
“Ayah mau tidur jugalan. Ngantuk, capek” jawab Parel.
“Kalian jangan tidur malem-malem besok sekolah” nasehat Siska.
“Iya iya. Sana-sana bobo cantik” usir Anggra
Anggra ikutan berdiri.
“Loe mau kemana, Rin?” Tanya David
“Mau bobo juga lah”
“Lah kok pada tidur sih. Engga seru”
“Bodo amat.. Dadah”
“Kita main PS dulu napa”
“Emang loe engga ada PR? Basanya banyak”
“Udah gua kerjain. Makanya sudah disini”
“Oke kalau begitu” jawab Anggra senang.
“Dikamar kamu tapi ya” ucap David
“Lah kenapa dikamar aku?”
“Soalnya kamu walau cewek tapi suka ngacak-ngacak dan engga mau rapihin.
Akhirnya aku yang harus rapihin”
“Ya. Oke oke. Tapi kamar gua rapih ya. Loe Jangan acak-acak”
“Dih emang gua elo. Loe yang suka acak-acak”
Akhirnya david dan angra main PS sampai jam 01.20.
Paginya pada telat bangun dan kena omel Siska.
pendek banget
mampus Dion huuuu