Hana dijodohkan dengan Rendra, kakaknya. Hana pikir dia akan baik - baik saja namun ternyata dia salah. Satu per satu kejadian datang dan menggoreskan luka di hatinya. Dia juga merasa menyesal karena sudah memutuskan Andra, pacarnya. Apakah Hana bisa mempertahankan pernikahannya? Atau dia akan kembali pada Andra yang dia anggap sebagai jodohnya?
Ingin tahu kelanjutannya? Baca cerita ini ya. Semoga menghibur!!!
Cover by Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febri Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 4
"Kita bertemu di tempat biasa." Begitulah pesan yang dikirimkan Andra pada Hana.
Hana sudah tiba di tempat biasa dia bertemu dengan Andra yaitu taman kota. Di tempat itu pula pertama kalinya Hana bertemu Andra yang saat itu sedang menangis kecil karena di tinggal kekasihnya. Sepertinya kali ini Andra akan menangis lagi.
Hana duduk di salah satu bangku taman. Matanya bergantian melihat ke arah sekitar dan ponselnya. Dia gugup dan bingung alasan apa yang harus dia berikan pada Andra agar lelaki itu mau menerima keputusannya yang sangat mendadak ini.
"Hana!" panggil seseorang tepat di dekat Hana.
Hana menoleh. "Andra!" Dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak tersenyum namun sepertinya sudah kebiasaan setiap dia melihat wajah Andra dia akan tersenyum.
"Kamu mau makan es krim?" Andra melihat salah satu pedagang es krim yang ada di taman itu.
Hana menggeleng. "Kita langsung bicara saja. Ada yang mau aku jelaskan padamu."
Andra mengernyitkan keningnya lalu duduk di sudut bangku seperti Hana. Saat ini mereka seperti dua orang yang tidak saling kenal, mungkin juga terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.
"Maaf Andra." Hana memulai pembicaraan. "Tapi aku mau kita putus."
Andra menoleh. Matanya sama sekali tidak berkedip. Dia benar - benar tidak percaya dengan apa yang Hana katakan.
"Ke.....kenapa?"
"Aku..... Aku....su....sudah... me... menikah."
"Apa?" Andra bangkit dari duduknya lalu menatap Hana tidak percaya.
"Kamu selingkuh dari ku?" tanya Andra.
"Bu....bukan. Aku di...jodohkan." Hana menjawab sambil tertunduk. Dia tidak berani untuk menatap Andra.
"Di jodohkan? Sama siapa? Kenapa bisa? Bukankah keluargamu tahu kalau kamu sudah punya pacar? Mereka juga tahu siapa pacarmu." Andra menyerang Hana dengan berbagai pertanyaan.
"Aku tahu. Tapi ini semua terjadi begitu saja. Aku bahkan baru di beritahu jika aku sudah dijodohkan dengan Kak Ren dua minggu lalu dan aku sudah menikah kemarin."
"Rendra? Argh!" Andra mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Baiklah kalau memang itu keputusanmu aku akan menerimanya. Aku pergi dulu." Andra melangkahkan kakinya pergi meninggalkan perempuan yang dia harapkan akan menjadi pendampingnya.
"Padahal aku berencana akan melamar mu di sini. Di tempat pertama kali kita bertemu." Andra melihat satu buah cincin yang tersimpan rapi di dalam kotak. Dia tersenyum miris memandangnya lalu kembali menyimpannya di dalam saku celananya.
\=\=\=\=\=\=\=
Hana masuk ke dalam rumah dengan langkah lunglai. Dia membawa beberapa kantong plastik yang berisi kebutuhan dapur dan meletakkannya di atas meja makan. Setelah itu dia segera masuk ke kamar tanpa mempedulikan Rendra yang melihatnya dari ruang keluarga.
Sesampainya di kamar Hana langsung menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur. Dia benar - benar tidak percaya akan memutuskan Andra begitu saja. Jujur saja lelaki yang dia inginkan untuk menjadi suaminya adalah Andra bukan Rendra. Namun orang tua berkata lain, meskipun keluarga nya menyukai Andra -terlebih lagi Rafa-, Ayah nya tetap menjodohkannya demi memenuhi permintaan terakhir Papa nya Rendra.
"Andra," gumamnya lalu dia memejamkan matanya.
Hana menggeliat lalu membuka matanya. Dia mengambil ponselnya dari dalam tas.
"Jam 8?" pekiknya. Dia melihat ke arah jendela yang belum dia tutup. Sudah gelap. Hana buru - buru menutup jendela. Setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan memakai piyama. Kemudian dia pergi ke dapur berniat mengisi perutnya karena rasa lapar sudah menyerangnya. Langkahnya terhenti saat mendengar Rendra menelepon seseorang. Tidak ada yang aneh namun tiba - tiba Rendra memanggil sayang pada orang yang sedang dia telepon.
"Apa mungkin itu pacarnya Kak Ren?"
#bersambung
ada ekstra part nya kah?
Semangat thor, ceritanya bagus.
Sekalian mau izin promosi thor. Yuk mampir ke cerita aku..
-Kebahagiaan Dari Negeri Gingseng
-Hidup Kembali Menjadi Gadis SMA.
Ditunggu ya....
happy ever after yaa💖
Krna suka Bgt sa ceritax, tetap mnjadi pembaca setia dong... 😍😍