NovelToon NovelToon
MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

MY KETOS VS SAHABAT MASA KECILKU

Status: tamat
Genre:Teen / Ketos / Cintamanis / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Berada dalam lingkungan sekolah terfavorit dan populer tak membuat Ve berkecil hati. Meski bully-an masih terus terjadi tetapi Ve punya sejuta cara untuk menghadapinya. Belum lagi Salsa yang tak pernah berhenti menganggunya.

Sayangnya ia juga harus dipusingkan dengan cinta dua lelaki tampan dan kaya raya tetapi berbeda karakter. Al sikapnya dingin, sedang Dion sangat humble. Parahnya lagi mereka mencintainya, meski tau Ve gadis miskin.

Lalu bagaimanakah kisah cinta mereka di masa putih abu-abu itu, dan siapakah yang ahirnya memenangkan hati Ve? Apakah cinta bisa menembus batas perbedaan antara si kaya dan si miskin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4. CALON KETOSKU GALAK

Berhubung salah satu peserta OSPEK ada yang pingsan, dengan segera ketua tim-nya harus menggendongnya ke UKS. Kebetulan ketua tim regu baris-berbarisnya adalah Al.

“Berat banget nih, cewek! Kebanyakan dosa deh kayaknya!”

"Tetapi kalau diperhatikan wajahnya, cantik dan manis, sih," gumam Al sambil tersenyum.

Meski terusik, tetapi Al selalu mengingkari hal itu dari hatinya. Saat ini hati dan tindakannya sering tidak sinkron. Entah kenapa Al yang dulunya alergi cewek menjadi sering perhatian dengan Ve.

“Awas aja tuh cewek! Beraninya bikin Al gendong dia, gue aja nggak pernah,” umpat Salsa kesal.

Tanpa Salsa sadari, kakinya sudah menghentak-hentak tidak jelas di sana. Hingga wakil ketua tim menghardiknya karena melihat ulah Salsa.

"Nomor punggung sepuluh, kenapa gerakan kakinya begitu, kurang jelaskah instruksi dari saya?"

"Maaf, Kak, nggak sengaja!" cicit Salsa.

"Wuuuu ..." sorak anak-anak lain.

"DIAM!"

"Dasar, mentang-mentang anu, ups!"

Salsa melotot tajam ke arah siswi yang berani mengumpatnya. Tetapi suara lantang dari wakil ketua tim tadi membuat anak-anak kembali berjajar rapi. Tak ada yang berani bersuara sedikitpun.

"Fokus! Perhatikan instruksi saya dengan baik, mengerti!" instruksi wakil ketua tim.

"Mengerti, Kak!"

Meski begitu, mata Salsa masih memperhatikan Al dan Ve dengan seksama, sampai punggung Al menghilang di balik bangunan sekolah. Sayang, ia harus tertahan karena saat ini masih ikut kegiatan baris-berbaris, kalau tidak sudah pasti ia akan mengejar Al ke UKS.

...⚜⚜⚜...

...UKS SMA TUNAS BANGSA ...

Suasana UKS saat ini kondisinya sepi, membuat Al harus mengurus Ve secara mandiri.

"Aneh, kemana guru penjaganya? Kok sepi!"

Mata Al masih celingak-celinguk mencari staff UKS, tetapi nyatanya nggak ada tanda kehidupan di sana. Tubuh Ve yang masih pingsan segera dibaringkan ke atas brankar.

Tak mau mengambil resiko, Al segera mengambil kotak obat, dan mengambil salah satu minyak kayu putih dari kotak P3K.

"Sentuh enggak, sentuh, enggak!"

Terjadi perang batin saat ini, sampai akhirnya Al memberanikan diri menyentuh Ve.

"Ah masa bodoh, yang penting nih anak siuman dulu!" batinnya.

Meski bimbang, ia pun mengoleskan minyak itu pada hidung dan juga bagian belakang telinga Ve. Ada gelenyer aneh ketika Al menyentuh wajah dan telinga Ve. Karena secara otomatis jarak diantara mereka sangat dekat satu sama lain.

"Hmm, wangi juga ternyata, bulu matanya lentik dan lebat, hihihi ...."

Ia pun mentoel-toel bulu mata Ve yang lentik itu. Belum lagi harum wangi stroberi yang menguar dari rambut Ve, sempat tercium di indera penciuman Al, membuatnya semakin nyaman berada di dekat Ve.

Ternyata kulit tangan dan tubuh Ve begitu halus, terasa sekali ketika tidak sengaja ia memegang tubuhnya saat membawanya ke UKS tadi.

“Oh NO! Apa yang aku pikirkan?”

Al berusaha menetralkan pikirannya untuk sesaat. Hingga tanpa ia sadari, ahirnya Ve siuman.

“Astagfirullah ....” ucap Ve kaget.

“Kakak mau ngapain?” ucap Ve kaget.

Bukannya memberi jawaban, Al malah melempar minyak kayu putih pada Ve.

Pletak!

“Awhh ... sakit," keluhnya.

Ia pun mengusap keningnya yang sakit akibat lemparan botol minyak kayu putih tadi.

“Kalau mau lempar tuh kira-kira dong! Jangan main lempar aja!” omel Ve panjang kali lebar mirip rumus matematika.

“Setelah sehat, kamu boleh kembali ke kelas, kalau masih pusing istirahat aja dulu di sini! Nanti biar perlengkapan sekolah lo, gue anter kesini!”

Belum sempat Al pergi, salah satu staff datang.

"Ehem, ehem ...."

"Pagi, Bu!" jawab mereka serentak.

"Pagi-pagi bukannya belajar, malah nge-bucin disini?"

"Eh ..." ucap mereka hampir bersamaan.

"Bu-bukannya begitu, Bu, dia tadi pingsan makanya saya bawa ke sini, Bu!"

"Emang dia pingsan kamu apain?"

"Astoge, nih guru kepalanya udah gesrek kah?" batin Ve sambil nyengir.

Sedangkan Al masih menjelaskan duduk permasalahannya.

"A-anu, dia pingsan saat kegiatan baris-berbaris tadi, Bu."

"Oh, bilang dong dari awal! Jangan bikin otak ibu traveling sebelum waktunya."

"Minggir! Biar saya yang periksa dia."

Al berdiri di sisi yang berseberangan dengan staff tadi. Matanya masih melihat Ve dengan seksama.

Meksi takut, tapi Ve suka. Al tidak benar-benar meninggalkan Ve sendirian di UKS.

“Untung gue masih hormatin kamu, kalau enggak, dah abis kamu Al.”

“Belum juga jadi KETOS udah belagu! Dasar anak horang kayah!” Umpat Ve dengan kesal.

🍃Dua hari kemudian.

Dari semua siswa yang diajukan, hanya ada dua kandidat yang paling berpotensi. Yaitu Al dari kelas satu A dan Kenzo dari kelas satu B.

Sebenarnya, Al keberatan jika ia harus menanggung beban tanggung jawab untuk mengawasi para siswa dengan menjadi KETOS. Tetapi banyak siswa yang mendukungnya, sehingga ia pun dengan terpaksa mengikuti kegiatan pemilihan KETOS.

Betapa bahagianya Salsa, ketika Al dicalonkan menjadi calon Ketua OSIS. Karena dengan begitu ia bisa menjadi populer seketika, jika Al berhasil menjadi KETOS.

Meskipun sekarang posisinya ia masih sebagai calon pacarnya, tetapi dukungan penuh akan ia berikan untuk Al. Sedangkan Ve tampak acuh terhadap hal itu.

Tentu saja karena ia tidak mengenal siapapun di sekolah itu. Ia juga baru mendapatkan satu teman yaitu Kenzo. Itu pun jika Kenzo menganggap dia sebagai temannya.

Mungkin khayalan Ve terlalu tinggi, hingga ia melamunkan hal yang tidak mungkin. Tetapi tiba-tiba lamunannya terhenti, ketika Kenzo mengetuk pintu kelasnya.

Tok, tok, tok.

“Hai,” sapa Kenzo ramah dari ambang pintu kelas.

“Hai kak ....”

Ve membalas sapaan dari Kenzo. Setelah mendapat ijin, ia memasuki ruang kelas satu A, sambil membawa sebuah paper bag untuk Ve.

Ve tampak mengeryitkan keningnya ketika melihat hal itu. “Apa itu kak?”

“Surprise, nih buat kamu!”

“Eh, tapi 'kan aku nggak ulang tahun, ataupun lagi merayakan sesuatu?”

“Nggak apa-apa, aku aja yang lagi pengen.” Ucap Kenzo sambil mengerlingkan sebelah mata.

“Wkwkwk, bisa aja!”

Tiba-tiba saja, Al masuk ke dalam kelas dengan membanting pintu.

“Astaghfirullah, lagi dan lagi,” Ve sampai geleng-geleng akan hal itu.

“Hai Bro ....” sapa Kenzo pada Al.

Sayangnya yang disapa “rai gedek" alias masa bodoh. "Kan jadi ilfill yang nyapa, untung ganteng," batin Ve.

“Sorry Ve, gue balik, nih, buat Kamu, diterima, ya! Kayaknya singa di samping lo, lagi sensi, sabar, ya.”

“Oke, Kak, makasih."

Lalu dengan aura mencekam Al duduk di samping Ve.

“Lo tau peraturan sekolah TUNAS BANGSA?”

Ve mengangguk.

“Gak boleh pacaran di area sekolah, paham!”

"Kagak," ucapnya jujur.

Al memijit pelipisnya.

"Kalau nggak tau makanya aku kasih tau kamu, biar ngerti, paham gak sih!"

"Iya, iya gue paham."

Padahal di hati Ve masih mencak-mencak akibat ucapan Al barusan.

“Dih, napa juga ngatur-ngatur gue,” batin Ve tidak terima.

Tetapi dengan cueknya, Al malah memfokuskan dirinya pada buku-buku di depan mejanya. Membuat Ve semakin kesal akan tingkah Al.

Hingga akhirnya lima belas menit kemudian bel tanda masuk kelas berbunyi.

Semua siswa kelas 1A segera memasuki kelasnya. Lalu pelajaran dimulai seperti biasanya.

...🍃🍃🍃...

Di papan pengumuman, nama Al dan Kenzo sudah terpasang di sana. Membuat para siswi histeris ketika mendapati calon KETOS dan WAKETOS dari anak kelas satu yang sangatlah tampan.

"Dih, itu Al anak kelas satu A, ganteng banget ya."

"Tuh liat, WAKETOS-nya pun cakep."

Mereka saling membahas kelebihan dua calon tadi. Tetapi hal itu sama sekali tak mengusik Ve.

Baginya siapapun yang menjadi KETOS dan WAKETOS itu sangat tidak ada hubungannya baginya.

Tiba-tiba saat Ve melangkah, kakinya dijegal salah satu anggota geng Salsa hingga ia terjerembab, jatuh ke lantai.

“Awhh ...” rintih Ve.

Sedangkan Salsa dan gengnya sudah berdiri di depan Ve yang terjatuh.

“Cantik, jatuh ya? Kasian amat, makanya jangan ganjen sama cowok kita!” Gertak Salsa pada Ve.

Ve pun segera bangkit untuk berdiri.

“Sorry ya, Kak, kayaknya kakak salah orang deh, aku gak ganjen sama laki orang!”

“Woi, lo kira gue buta, hah.”

.

.

...🌹Bersambung🌹...

...Semoga suka dengan part ini kak, jangan lupa like komen dan share, makasih...

 

 

1
Mhimiy Checil
mengambil kesempatan dalam kesempitan si babang al 😄😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
modus yang nyenengin Kak 😆
Lina Maulina Bintang Libra
modus dirimu al
Lina Maulina Bintang Libra
jeles si al
arfan
up
Ray Aza
ini si ve ikut kelas ekselerasi ato gmn sih? kok tmn seangkatan dipanggil kakak semua
Suzieqaisara Nazarudin
Setelah mengharungi onak dan duri dalam percintaan mereka,Akhirnya Alfarizi dan Veeya bersatu dalam merajut masa depan yang bahagia..

Akhirnya es baloknya Al yg mementing kan belajar dari berpacaran akhirnya runtuh dengan kehadiran nya Veeya..

terimakasih Outhor semoga sukses selalu..🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹✌️✌️✌️✌️✌️✌️
Suzieqaisara Nazarudin
Sabrina bodoh..kamu tidak tahu saja kamu berhadapan dengan siapa...
Suzieqaisara Nazarudin
Srmoga ada orang yg menjaga Ve 24 jam disisi..jangan ada yg lengah..
Sabrina itu lebih gila dari anaknya Salsa...
Suzieqaisara Nazarudin
Alhamdulillah Lisa benar benar sudah berubah..
sepertinya Lisa tau apa yg terjadi saat ini...
Suzieqaisara Nazarudin
Kasian Ve...tolong dong biarkan Ve dengan Al hidup bahagia..🙏🙏🙏
Suzieqaisara Nazarudin
Thor jangan sampai Al ataupun Ve Amnesia ya...🙏🙏
Suzieqaisara Nazarudin
Alfarizi dan Veeya dan rumah sakit berpisah tiada,dari awal pertemuan sampai ke detik ini rumah sakit bagai kan rumah kedua mereka..
Suzieqaisara Nazarudin
Tuh kan Ve..kamu itu loh terlalu baik,tidak semua orang itu hati nya kayak kamu...
Suzieqaisara Nazarudin
Duuhh tersentuh sekali dengan kata kata terakhir mu thor😩😩😭
Suzieqaisara Nazarudin
Beruntung nya seorang Veeya yg selalu dijaga 3 oarang bodyguard cogan seperti layak nya seorang puteri...😍😍😍
Suzieqaisara Nazarudin
Semoga Lisa benar benar sadar dan belajar atas apa yg telah berlaku sebelum ini dan juga yang terjadi terhadap Salsa...
Suzieqaisara Nazarudin
Untung darah Ve,Ken,sama dengan Aideen..Semoga Ve tidak apa apa...
Suzieqaisara Nazarudin
Semoga Ve cepat sadar dan sembuh..🤲🤲🤲😩😭
Suzieqaisara Nazarudin
Nah kan adem begitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!